Review Tema Cerpen Menghormati orangtua "Petuah Ibu"

Minggu, 24 Juli 2022

Makna Tersurat dan tersirat cerpen "Petuah Ibu" karya Arinal Haq saya pilih sebagai cerpen favorit yang memiliki konflik yang paling menarik karena mampu menggugah jiwa saya, baik ketika saya diposisikan sebagai seorang anak maupun ketika saya diposisikan sebagai seorang ibu. Saya rasa cerpen ini pun akan menggugah setiap orang yang membacanya.


cerpen menghormati orangtua


Review Tema Cerpen Menghormati orangtua "Petuah Ibu"


Cerpen yang berjudul "Petuah Ibu" karya Arinal Haq ini bertemakan tentang cerpen menghormati orangtua. Bercerita tentang pemaparan penyesalan hati seorang anak yang selama ini merasa bahwa orangtua yang telah mengandung dan melahirkannya tidak seperti kebanyakan orangtua yang biasa dia saksikan di lingkungan yang dia kenal.


Lingkungan teman-temannya yang kebanyakan dia rasakan memiliki orangtua terutama ibu yang ekspresif dan banyak meluangkan waktu untuk anaknya. Sedangkan Karina si tokoh dalam cerpen ini merasa bahwa ibunya adalah seorang yang sangat cuek, jarang bicara dan juga tak pernah menemaninya belajar.


Belakangan dia menyadari bahwa ibunya bertingkah seolah tak perduli ini bukan benar-benar tidak perduli, melainkan itu adalah karakter ibunya yang memang tidak banyak bicara. Terlebih, ibunya adalah seorang pekerja keras dan tak kenal lelah. Ini yang membuat Karina tersadar, apa yang dilakukan ibunya adalah demi menghidupi keluarganya. Demi buah hati yang benar-benar dicintainya. 


Menganyam tikar, inilah salah satu pekerjaan ibunya. Karina merasa dirinya merupakan anak durhaka yang begitu sangat kurang ajar ketika mendapati pemandangan tangan sang ibu yang hitam dan kasar taksebanding dengan tangannya yang putih dan halus. 


Karina mengungkapkan hal ini pada ibunya. Namun sang ibu menepis anggapan Karina tentang kedurhakaan dan rasa tidak berbakti, dengan berujar bahwa ibunya tidak mengharapkan bakti dalam bentuk yang lain. Ibunya mengharap bahwa Karina bisa menuntut ilmu dan mengenyam pendidikan yang layak sehingga menjadi kebanggaan keluarga, anak yang memiliki karakter kuat.


Ibunya ingin pendidikan karakter yang dia tanamkan kepada anak-anaknya, menuntun anak-anaknya menjadi anak-anak yang mengagungkan kemuliaan akhlak meski sudah menjadi orang yang sukses kelak. Ibunya ingin mendapat doa dari anak sholih sebagai amal jariyah yang dia tabung di kehidupan dunianya.


Karina dan Seto adalah harapannya. Sang ibu begitu besar menyimpan asa ini dalam hatinya, sehingga bakti anak dalam versinya adalah bukan dalam bentuk bakti membantu kesulitannya dalam mencari nafkah namun ketika anaknya tumbuh menjadi hamba sesuai harapannya adalah hal yang menurutnya adalah bentuk bakti sebagai balas jasa dari anak-anaknya untuknya.


Karina semakin menyadari bahwa kedua orangtuanya adalah sosok orangtua yang paham akan tanggung jawabnya sebagai orangtua merupakan hal yang harus dipertanggungjawabkan kelak di hadapan ilahi Rabb. Anak adalah Amanah. 


Karina tak menyangka bahwa  yang disampaikan oleh sang ibu merupakan petuah ibu di saat-saat menjelang akhir hayatnya. Empat petuah ibu yang disampaikan kepadanya membulatkan tekad Karina dan akan terus dijadikan pegangan untuk menuntunnya dalam menjalani kehidupan selanjutnya.


1. Menjadi orang yang selalu bersyukur atas setiap keadaan. 


Setiap rezeki sekecil apapun adalah membawa berkah dalam hidup, ibu Karina menasehati anak-anaknya agar menghabiskan makanan yang telah diambil, karena di setiap butiran nasi ada berkah yang terselip. Untuk itu habiskan jangan sampai tersisa karena kita tidak pernah tahu pada biji yang mana yang terdapat berkah.


2. Mencintai Agama Islam


Wasiat agar Karina selalu mengingat perintah Allah ta'ala dan syariat Islam, mencintai Quran, dan selalu membacanya meski dia dalam keadaan sesibuk apapun. Karena Islam merupakan jalan penuntun hidup agar selamat dunia dan akhirat.


3. Memperhatikan kebersihan tempat tinggal


Ibu perpesan bahwa jiwa yang baik berasal dari hal-hal yang terdekat, tempat tinggal merupakan hal yang terdekat dengan kita. Untuk itu ibu menasihati Karina agar memulai harinya dengan membersihkan kamar tempat dia beristirahat. Petuah ibu tentang hal ini bahwa jika tempat terdekat kita sudah kita selesaikan maka kita akan sanggup untuk menyelesaikan permasalahan kita selanjutnya.


4. Berilmu dan Berakhlak


Ibu berpesan agar tak perah jenuh untuk menuntut ilmu, karena ibu tak ingin nasib anak-anaknya seperti dirinya (aah berembes mili ketika menulis pernyataan ini). Ibu ingin anaknya mendapatkan banyak ilmu, namun setelah menjadi orang yang mempuni jangan pernah melupakan dan mengangungkan akhlaq baik.


Unsur Intrinsik dan ekstrinsik Cerpen 'Petuah Ibu"


Mari kita kupas unsur intrinsik dan ekstrinsik dengan memperhatikan alur cerita dalam cerpen yang berjudul 'Petuah Ibu" karya Arina haq.


Unsur Intrinsik


Unsur intrinsik cerpen terdiri dari tema, gaya bahasa, alur, dan penokohan, amanat serta sudut pandang. Mari kupas satu persatu unsur intrinsik dalam cerpen "Petuah Ibu"


Tema dalam cerpen petuah ibu adalah tentang tema parenting atau pendidikan orangtua yang diberikan kepada anaknya sebagai bekal di hidunya agar menjadi anak yang berilmu dan berakhlaq. Cerpen ini mengandung nilai cerpen menghormati orangtua untuk anak dan tanggung jawab orangtua untuk memberikan kasih sayang dan mendidik anaknya untuk menjadi anak yang berkepribadian dan mandiri.


Gaya bahasa dalam cerpen ini memiliki perpaduan berbagai gaya bahasa yang bisasa digunakan dalam sebuah cerpen. Beberpapa gaya bahasa yang saya temukan diantaranya gaya bahasa personifikasi dan gaya bahasa asosiasi.


Alur dalam cerpen ini menggunakan alur mundur.


Penokohan dalam cerpen ini teridiri dari Karina, ibu, Seto dan bapak, namun yang menjadi tokoh utama hanya Karina dan ibu. 


Amanat dari cerpen ini yang disampaikan kepada pembaca adalah tentang sebuha nilai hidup, pengabdian hamba Allah yang berposisi sebagai ibu dan anak. Kita sebagai manusia harus sadar akan posisi kita dan bertanggung jawab dalam menjalani setiap tugas yang diemban dan harus dilaksanakan. Menjadi hamba Allahu yang taat berpendidikan dan berkarakter.


Unsur Ekstrinsik


Unsur ekstrinsik dalam cerpen "Petuah Ibu" menggambarkan sebuah  interaksi positif antara ibu dan anak. Banyak ilmu yang bisa kita terapkan baik di posisi sebagai seorang anak maupun di posisi sebagai seorang ibu. 

Petuah dari ibu kepada anak sangat dipentingkan dalam menanamkan nilai-nilai baik. Begitupun sebaliknya, seorang anak membutuhkan nasihat baik dan tulus dari seorang ibu sebagai pegangan dan bekal menjalani hidup agar tidak tersasar.


***


Demikian review cerpen "Petuah Ibu" semoga memberikan gambaran kepada sahabat insnita sehingga ada nilai yang bisa diambil dan dimanfaatkan. Salam literasi.


1 komentar on "Review Tema Cerpen Menghormati orangtua "Petuah Ibu""
  1. Cover di ngodop bikin penasaran ya kak. Mereka menggambarkan petuah ibu dengan gambaran kaki. Penasaran petuah apa yang dimaksud. Langsung bergegas untuk membacanya sampai habis. Keren ulasan kakak. Detail sekali

    BalasHapus

Trimakasih sudah berkunjung ke ruang narasi Inspirasi Nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diantara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger