Titip Rindu untuk Salma (Cerbung Part 5)

Minggu, 17 Juli 2022

Dania dan Hajar memasuki ruangan IGD, menjenguk Salma dan merasa lega ketika melihat Salma sudah mampu membuka matanya. keduanya menghambur ke arah Salma. 


"Alhamdulillah Salma, kamu sudah siuman. Kenapa, sih, bikin kami kaget aja, kamu kenapa? Bilang, donk, kalo ada apa-apa, jangan sampai ada rahasia di antara kita!" 


Dania merasa sangat bersedih melihat kondisi sahabatnya yang sekarang sedang terkapar tak berdaya. Mengungkapkan kekecewaan karena dia tidak mengerti keadaan sahabatnya yang dekat sejak kecil. Orangtua keduanya pun merupakan sahabat dekat.


Salma Pindah Ke Ruang Perawatan


"Kamu harus menginap beberapa hari dulu di sini, sampai kondisimu benar-benar pulih. Jangan mikir masalah skripsi dulu, ya. tenang saja, nanti ada waktunya."


Hajar memberikan semangat pada Salma, dan mengingatkan Salma agar tidak terlalu berambisi untuk menyelesaikan skripsinya dalam bulan ini. Hajar khawatir, akan berdampak pada kesehatan Salma, sahabatnya dari sejak di sekolah menengah pertama.


Salma menganggukkan kepala dan tersenyum lemah menerima semua saran dari temannya. Tak lama terdengar suara pintu terbuka. Tampak sosok dokter ganteng berparas simpatik. dokter Radit, membawa map di tangannya. mnegarahkan senyuman kepada salma dan dua sahabatnya.


"Sudah bisa pindah kamar, kita bersiap-siap, ya!"


Ketiganya pun menganggukkan kepala dan mengikuti arahan dari Dokter Radit. Sejumlah perawat membantu memindahkan Salma ke ruang perawatan. 


Tante Anggi Tiba dari Jerman


Seorang wanita cantik menggunakan blazer biru muda dipadu dengan celana palazzo pink dengan kerudung terikat di leher, masuk ke dalam koridor rumah sakit dengan langkah tergesa. Tas hitam dari merk ternama tergenggam di tanggannya. Cantik dan anggun. 


Wajah blasteran yang tetap terlihat cantik meski dalam balutan kecemasan, terlihat seperti tak mampu menahan perasaannya. Langkahnya tak bisa dikendalikan ingin segera memeluk putri semata wayangnya,  tujuannya adalah ruangan florensia 305, tempat putrinya kini tengah terbaring dalam perawatan.


Pintu dibuka dan nampak putri cantiknya sedang terbaring. Namun kini perasaannya lebih tenang ketika sunggingan senyum dari bibir putrinya ditujukan padanya. Salma mengangkat tangannya mengisyaratkan ingin memeluk mami tercintanya, yang sudah tidakbertemu 6 bulan lamanya.


"Momiii, ... Assalamualaikum. Sehat, kan, Mom?" Salma memeluk momi yang sangat dia sayangi, dan merasa amat tenang berada dalam dekapan ibunda tercintanya ini.


"Hhmm, Anak Momi, ... sehat, donk sayang, kamu, nih yang sekarang lagi terbaring di sini, momi, kan, jadi sedih. Sudah makan belum sayang, sudah minum obat?" 


Momi Salma memeluk erat anaknya, dan memberikan ciuman bertubi-tubi. Begitu merasa khawatir. sampai tak sadar ada beberapa pasang mata yang memperhatikannya. Hajar, Dania dan Dokter Radit kebetulan sedang berkumpul. 


Dania dan Hajar mendekati Tante Anggi, begitu sapaan mereka kepada Momi Salma. Mencium tangannya dan menanyakan gambar. Begitupula dengan Dokter Radit, bersalaman dengan memberi isyarat dengan mempertemukan kedua tangan di dada.


"Gimana Dokter, keadaan anak saya?" Tante Anggi membuka percakapan dengan Dokter Radit, berharap mendapat jawaban baik atas kondisi kesehatan anaknya.


"Ehhm...lumayan bagus, Bu, jika ingin lebih detail, mari kita bicara di ruangan saya." 


Dokter radit memberikan isyarat mempersilahkan Tante Anggi untuk menuju ruangannya. Wanita paruh baya tersebut menganggukkan kepala dan keluar mengikuti Dokter Radit dengan sebelumnya pamit kepada Salma, Dania dan Hajar.


Duka Tante Anggi


Di ruangan 5x6 meter persegi ini, Mami Salma dan Dokter Radit berbincang. Sang dokter menceritakan kondisi Salma dan menunjukkan hasil lab yang baru saja leluar. Dokter Radit menerangkan bahwa ada peningkatan sel darah putih, ini yang menyebabkan peradangan akut pada tubuh Salma.


"Harus banyak istirahat Tante, perbanyak konsumsi vitamin D. Mungkin Tante bisa membawa Salma ke Jerman untuk mendapatkan treatment steroid, agar kondisinya segera pulih" Dokter Radit menjelaskan dan memeberikan alternatif solusi terbaik bagi Salma.


Tante Anggi menghela nafas dan menunduk sedih. Hatinya merasa sedih, ternyata sudah sejauh ini kondisi anaknya. Hatinya seperti terisir sembilu, perih, kenapa Allahu tidak memberikan ini semua kepadanya saja.


Akhirnya mereka menyudahi obrolannya. Wanita tengah baya ini menghubungi suaminya dan meminta untuk membereskan semua keperluan untuk Salma. Setelah menutup pembicaraan dengan dokter Radit akhirnya Tante Anggi pamit dan kembali menuju kamar Salma. 


Mencoba memberikan pengertian pada Salma tentang pembicaraan dirinya dan Dokter Radit. Salma sempat mempertahankan pendapatnya untuk tetap di Indonesia dan menyelesaikan skripsinya. Namun permintaan mominya yang memohon kepada Salma, untuk fokus terlebih dahulu pada kesehatannya membuat Salma akhirnya memutuskan untuk  mengiyakan keinginan mominya.


Lusa Salma akan meninggalkan Indonesia. Sahabatnya mendengar hal ini, merasakan dilema yang luar biasa, antara sedih dan senang. Senang  karena kemungkinan Salma sembuh ralatif besar. Sedih karena harus berpisah dengan Salma.


cerpen romance


                                                                                  ***


Pesawat itu membawa Salma dan sebongkah harapan. Orang yang ditinggalkan menghaturkan sejuta doa untuk kesembuhan Salma. Ya,...Rabb Titip Salma untuk kami. Titip rindu kami untuk Salma. Jaga Salma dengan penjagaan terbaikMu, yaa,..Rabb. Aamiin.





2 komentar on "Titip Rindu untuk Salma (Cerbung Part 5)"
  1. Ya Allah..kirain Salmanya meniggal, Mba. Dilihat dari gambarnya. Untungnya Salma gpp, dan ada kemungkinan untuk sembuh.

    BalasHapus
  2. Terkecoh aku sama endingnya wkwk kupikir Salma bakal pergi untuk selamanya karena penyakitnya itu, ternyata dia pergi ke Jerman. Tapi itu memang bukan hal yang mudah juga bagi orang-orang terdekat Salma kayak Hajar dan Dania. Secara udah berteman lama dan harus membiasakan diri tanpa Salma.

    BalasHapus

Trimakasih sudah berkunjung ke ruang narasi Inspirasi Nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diantara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger