Tampilkan postingan dengan label Mengenal Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mengenal Tokoh. Tampilkan semua postingan

Maria Montessori Dokter Perempuan Pertama di Itali Penggagas Metode Montessori

Minggu, 06 Februari 2022

Sahabat insnita, sudah kenalkah dengan tokoh pendidikan perempuan yang satu ini? Ya...beliau adalah Ibu Maria Montessori, seorang tokoh Pendidikan Anak Usia Dini penggagas metode Montessori. Awalnya metode Montessori diperuntukkan bagi Anak usia dini, namun kini metode ini telah berkembang digunakan juga pada jenjang Sekolah Menengah Atas. Pada postingan kali ini, saya ingin bercerita sedikit tentang perjalanan karir dari seorang Maria Montessori.




Maria Montessori lahir di Italia 31 Agustus 1870 di Chiaravalle, sebuah Propinsi kecil di Ancona, Italia. Dia adalah seorang anak tunggal. Ayahnya Alessandro Montessori, seorang manajer bisnis di perusahaan monopoli tembakau negara dan pejabat sipil yang posisi ekonominya berada di kelas menengah borjuis Eropa. Ibunya adalah Renilde Steppani, perempuan berpendidikan dari keluarga terpandang yang sangat mendukung penuh keinginan putrinya untuk menjadi seorang engineering dan seorang dokter yang pada saat itu termasuk hal yang melawan adat istiadat gender abad ke sembilan belas di Italia. Kala itu perempuan Italia tidak diberi kesempatan pendidikan yang sama dengan kaum pria.

Namun berkat kepintarannya, Maria berhasil memenangkan beberapa peluang istimewa untuk mengenyam pendidikan tinggi, walau selama di universitas dia dikucilkan karena merupakan mahasiswa wanita satu-satunya. Namun melalui kesempatan presentasi yang diberikan kepadanya dia mampu membuat mahasiswa yang lainnya berdecak kagum atas kecerdasan dan wawasannya yang luas.  Kepiawayannya dalam berorasi dan kecerdasannya, dia diakui sebagai ilmuwan wanita yang mempuni. Berangkat dari sinilah akhirnya dia mengembangkan keberhasilan yang dia raih untuk berjuang membantu para perempuan lain agar dapat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, dan menyuarakan kesetaraan gender melalui kesamaan hak dalam meraih pendidikan. Ibu Maria Montessori laksana Ibu Raden Ajeng Kartini versi dunia.




Minatnya yang besar pada dunia sains dan matematika, membuat dia bertekad keras untuk meluaskan wawasannya di bidang ini. Untuk itu Maria memutuskan untuk hijrah ke Roma. Orang tuanya pindah tugas ke Roma. Keinginan orangtua Maria Montessori untuk menjadikan dia sebagai guru, justru berlawanan pikiran dengan Maria yang memutuskan untuk menekuni bidang engineering. 

Selain ilmu yang berkaitan dengan engineering Maria juga memutuskan untuk mempelajari ilmu kedokteran, untuk itu setelah study di bidang engineering dia selesaikan, maka dia melanjutkan ke bidang kedokteran pada tahun 1890 masih di Universitas yang sama, yaitu Universitas Roma. Dia lulus dengan predikat yang sangat baik dan dinobatkan sebagai wanita pertama yang menyandang gelar dokter dalam bidang kesehatan, di Itali 

Setelah menyelesaikan studinya dia memutuskan untuk bekerja di sebuah klinik  Ortofrenik di Roma.Di klinik ini Maria banyak menangani pasien yang terkena penyakit saraf dan mental. Di sanalah dia kemudian tertarik pada masalah anak-anak. Ide ini dia dapat ketika dia bekerja sama dengan Itard dan Seguin yang pada kala itu penelitiannya berfokus pada orang-orang yang memiliki cacat mental. Dia pun melakukan penelitian dan observasi yang intens di Klinik Bourneville di Paris. karena konsentrasinya dalam menangani anak-anak yang memiliki keterbatasan, akhirnya dia mencoba menggabungkan dunia kedokteran dan dunia pendidikan dalam menangani kasus anak-anak yang memiliki keterbatasan ini. 

Sebagai wanita pertama Itali yang mendapat gelar sarjana kedokteran, ia tertarik untuk memecahkan masalah dan memberikan solusi pendidikan terutama ditujukan pada anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus seperti menderita ketulian, kelumpuhan dan keterlambatan mental. Dia merasa bahwa cacat mental bukan merupakan masalah kedokteran tapi lebih ditekankan pada permasalahan pendidikan.

Dalam proses belajar mengajar yang dia selenggarakan, dia menemukan hal-hal unik yang dia dapatkan dari hasil observasi yang dia lakukan. Dari hasil observasinya Maria Montessori menyimpulkan bahwa anak- anak cacat dapat diikutsertakan pada ujian untuk anak-anak normal pada umumnya. 

Kala itu Maria menyertakan anak didiknya pada ujian yang diselenggarakan di Roma bersama anak normal lainnya. Ketika mereka berhasil lulus dalam ujian, Montessori melihat suatu keajainban yang dia rasa harus menjadi catatan yang sangat penting.




Dari observasi yang dia lakukan bertahun-tahun terhadap anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, dia melihat ada sesuatu yang selama ini tidak terpikirkan oleh orang lain, sebuah potensi besar dalam diri anak-anak cacat yang masih bisa dikembangkan. Sehingga anak-anak yang memiliki kebituhan khusus ini bisa hidup secara mandiri.

Dia berpikir, jika metode yang dia terapkan selama ini bisa berhasil menjadikan anak-anak yang berkebutuhan khusus menjadi generasi yang mandiri, apalagi jika metode ini diterapkan kepada anak-anak normal, pastia akan lebih bisa menghasilkan output yang bagus bahkan hasilnya lebih cepat.

Dalam rentang waktu yang tak lama, hanya dalam beberapa tahun,  ia memperoleh kesempatan untuk bekerja dengan anak-anak normal. Pada 1907, dia mendirikan “Casa dei Bambini” bahasa Itali yang jika diterjemahkan memiliki arti “Rumah Anak-Anak”. Dan Casa dei bambini, berhasil didirikan pertama kalinya di daerah Roma, tepatnya di San Lorenzo. Maria Montessori memiliki prinsip dasar dalam metode yang dia cetuskan, yaitu memfokuskan anak sebagai children center dan orang dewasa sebagai pembimbing.

Montessori menghadapi penentangan dari para pendukung metode-metode pendidikan Ortodoks yang menganggap sistem pendidikan anak Montessori sangat mendorong kebebasan anak untuk bergerak. Mereka menganggap metode yang diterapkan Montessori memberikan peluang dalam merusak disiplin pada anak.

Namun kala itu mendapat Montessori mendapat dukungan dari para reformer yang antusisas dalam dunia pendidikan dan terus memberikan kesempatan pada montessori untuk mengembangkan metode yang digagasnya.

Karir Montessori makin eksis dan mendapat pengakuan banyak pihak, bukan saja dari negaranya, namun juga berkembang sampai ke luar negeri. Dari tahun 1900 sampai tahun 1907 Maria Montessori mengajar antropologi pendidikan di Universitas Roma dan pada 1922 Montessori ditunjuk oleh pemerintah menjadi inspektur sekolah-sekolah di Italia.

Montessori menelurkan banyak karya dan menulis banyak buku. Menulis lebih dari enam buku tentang pembelajaran dan perkembangan anak-anak. Berawal dari sinilah, metode yang dia kembangkan akhirnya diberi nama Metode Montessori, yang tak lain merupakan nama dirinya sendiri, lebih tepatnya Nama nasab atau nama keluarga.  

Pada tahun selanjutnya Montessori mengembangkan kursus-kursus pelatihan yang berkaitan dengan metode pengajaran Anak Usia Dini yang digagasnya merambah sampai ke Spanyol, India, Inggris, dan Belanda. Metodenya berkembang ke berbagai belahan dunia. Melalui metode yang dia kembangkan kontribusinya sangat besar dalam pengembangan kemampuan anak yang menderita cacat mental. 

Montessori meninggal di Noordwijk ann Zee, sebuah desa kecil di Den Haag, Belanda, pada 06 Mei 1952 di usianya yang ke 81 tahun dan dimakamkan di pemakaman Katholik lokal. Sepeninggal Ide-ide brilliant-nya yang sudah dia kembangkan, akhirnya diteruskan oleh Mario Montessori yang merupakan anak satu-satunya yang dimiliki Maria Montessori. Mario memiliki perhatian yang sama besar seperti mendiang ibunya terhadap dunia pendidikan. Akhirnya Mario diangkat sebagai direksi Association Montessori International yang memiliki kantor pusat di Amsterdam.

Sampai kini, Maria Montessori meninggalkan kenang-kenangan yang sangat berharga pada dunia pendidikan. Metodenya terus berkembang, bahkan sampai di Indonesia, bukan hanya digunakan untuk Pendidikan Anak Usia Dini, namun juga berkembang ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Maria Montessori Dokter Perempuan Pertama di Itali, penggagas Metode Montessori. Di Indonesia Metode ini sudah berkembang ke berbagai daerah di tanah air, dan diakui sebagai metode yang mampu mencetak generasi yang berkarakter. bahkan sudah dikembangkan ke dalam metode Islamic Montessori.  Bagaimana prinsip metode Montessori, tunggu postingan selanjutnya. Salam Literasi, Semangat mendidikđź’“. 




REFERENSI

Maria Montessori dan Gerald Lee Gutek, Metode Maria Montessori: Panduan Wajib Untuk Guru dan Orangtua Didik Pendidikan Anak Usia Dini, diterjemahkan oleh Ahmad Lintang Lazuardi dari judul The Montessori Method: The Origin of an Educational Innovation Including an Abridged and Annotated Edition of Maria Montessori’s The Montessori Methode, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015,

David Gettman, Metode Pengajaran Montessori Tingkat Dasar: Aktivitas Belajar Untuk Anak Balita, diterjemahkan oleh Annisa Nuriowandari dari judul Basic Montessori: Learning Activities for Under Fives, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2016.

George S. Morrison, Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, diterjemahkan oleh Suci Romadhona dan Apri Widiastuti dari judul Fundamentals of Early Childhood Education, Jakarta: Indeks, 2012.

Yuliani Nurani, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini, Jakarta: Indeks, 2013.




Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger