Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Cara Menjadi Ibu yang Tidak Pemarah. Yuk Teladani!

Sabtu, 30 Juli 2022

Bercita-cita menjadi ibu yang menjadi suri tauladan bagi anak-anaknya, mungkin bisa dikatakan salah satu cita-cita yang terus saya wujudkan hingga saat ini. Hal apa, ya, yang bisa kita jadikan teladan untuk anak-anak kita. Mudah! Namun perlu trik jitu untuk menciptakan dan mengelolanya. Apa itu? Menjadi seorang ibu yang tidak mudah marah! Saya rasa hal simpel ini merupakan dambaan para anak pada sosok ibunya.  Sebagai seorang ibu tentunya kita perlu mengetahui bagaimana cara menjadi ibu yang tidak pemarah.


cara menjadi ibu yang tidak pemarah


Ibu yang sering marah atau melampiaskan emosi negatif terhadap tingkah anak yang tidak sesuai dengan keinginan dan setiap kesalahan yang dilakukan anak akan berdampak dan menciptakan ketidakbahagiaan pada jiwa anak. 


Anak akan merasa tersiksa dengan keadaan dan situasi yang tidak menyenangkan. Tingkah ibu yang gampang marah bahkan untuk hal sepele akan membuat anak tidak bahagia tinggal di dalam rumahnya. Anak juga bisa mengalami rasa putus asa dan kecewa.Rasa ini bukan saja dialami oleh para ibu, namun juga bisa terjadi pada diri anak. 


Begitu juga amarah, anak pun bisa sangat sedih, kecewa dan marah jika berhadapan dengan ibu yang sangat mudah marah. Sejatinya anak menginginkan ibunya adalah sosok pelindungnya dan tempat ternyaman yang dia milki di dunia ini.


Apa Itu Marah


Marah adalah emosi yang diwujudkan dalam sebuah bentuk kekesalan. Marah merupakan efek dari sebuah keadaan yang tidak kita harapkan terjadi karena sebuah perlakuan yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Biasanya disertai dengan keadaan yang merugikan, sehingga kita sangat ingin meperbaiki keadaan yang membuat kita menjadi marah.


Sebagai seorang ibu, saya pun kerap kali dilanda perasaan marah terhadap anak-anak, karena polah mereka yang tidak sesuai dengan keinginan saya. Rasa marah dan jengkel terkadang saya luapkan kepada anak-anak agar mereka mengerti hal yang seharusnya tidak boleh mereka lakukan dan apa yang boleh mereka lakukan.


mengendalikan emosi


Kaji Ulang Hal Pemicu Kemarahan pada Anak


Banyak sekali hal yang dapat memicu dan membangkitkan rasa amarah kita pada anak. Segala hal yang dilakukan anak jika tidak berkenan di diri orangtua pasti akan menimbulkan amarah. Ibu yang sehari-harinya banyak berinteraksi dengan anak menyebabkan sosok ibu menjadi seseorang lebih banyak instensitas marahnya pada anak dibandingkan ayah. Ini umumnya, ya, tapi ada juga kasus , walau ayah jarang bertemu dengan anak namun intensitas marahnya melebihi seorang ibu.


Sebelum kita masuk kepada  cara menjadi ibu yang  tidak pemarah, yuk kita coba kaji 2 hal ini:


Introspeksi terhadap Level Kemarahan


Coba klarifikasi dan kaji ulang penyebab kemarahan kita terhadap perilaku anak? Apa yang menyebabkan kita marah? Anak menumpahkan air di lantai? Anak menaburkan beras ke dalam air?Anak sulit makan?Anak tidak mau belajar? Anak membangkang? anak tidak menuruti perintah kita?


Apa lagi? Coba kita pikirkan! Diantara deretan list penyebab kemarahan kita pada anak pasti ada level tingkatan pada perilaku anak yang seperti apa yang bisa menyebabkan kemarahan. Level tingkatan marah yang bagaimana yang bisa kita luapkan pada satu kasus, apakah kita harus marah besar, marah biasa sampai pada hal bahwa sebenarnya kita tidak perlu marah dalam menghadapi perilaku anak yang kita nilai tidak layak dilakukan.


Saya sendiri ketika habis meluapkan emosi, mencoba introspeksi diri setelahnya terhadap apa yang sudah saya lakukan pada anak. Berpikir dan merenung apakah iya, saya harus bertindak seperti tadi, sebegitu salahkah, si Adek atau si Teteh atau si Aa, sampai saya harus semarah itu. Biasanya setelah marah saya selalu melakukan muhasabah diri, introspeksi diri terhadap hal yang telah saya lakukan terhadap  amarah yang sudah saya luapkan. Berpikir ulang apakah pantas antara kadar amarah yang telah saya luapkan dengan level kesalahan yang anak-anak perbuat.


cara menjadi ibu yang tidak pemarah


Evaluasi dampaknya


Setelah introspeksi diri, perlu kiranya kita lakukan evaluasi. Apa hasil dari sikap emosi marah kita terhadapa perilaku anak sesudahnya? Apakah cara kita menasehati anak menimbulkan efek positif  pada sikap dan perilaku anak sesudahnya? Atau malah sebaliknya, anak semakin membangkang pada kita. 


Jika anak semakin membangkang bisa diartikan bahwa amarah yang kita keluarkan tidak tepat. Bukankah hakikatnya amarah yang kita luapkan pada anak memiliki niat dan bertujuan agar anak tidak mengulangi hal serupa. Selain itu juga amarah kita pada perilaku anak yang tidak sesuai memiliki tujuan untuk merubah perilaku anak, mendidik anak menjadi anak yang memiliki sikap baik dan juga bertanggung jawab sesuai harapan.


Untuk itu kita harus segera menyadari dan merubah pola pendidikan kita kepada anak. Usahakan tidak mudah menyikapi kesalahan anak dengan langsung memarahinya. berpikir sebijak mungkin tentang langkah yang kita ambil berupa kemarahan yang berlebihan bisa berdampak buruk terhadap anak. Alih-alih menginginkan kebaikan malah mendapatkan hal sebaliknya.


Cara menjadi Ibu yang Tidak Pemarah


Menjadi orang yang bisa menahan amarah dan mengelolanya dengan baik  memang tidaklah mudah, apalagi jika kita tergolong orang yang memilki temperament tinggi. Sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit pusing. Namun dengan usaha dan ikhtiyar, insyaAllah segalanya bisa diatasi. Bismillah.


Ketika papmam menghadapi perilaku anak yang di luar keinginan kita, katakanlah memilkki anak yang nakal dan sulit diatur tunda dan janagn langsung marah, tahan diri dengan cara atur nafas, tarik nafas dan keluarkan secara berulang.Usahakan untuk menenangkan pikiran.


Ada beberapa tips dari para ahli tentang bagaimana cara menjadi ibu yang tidak pemarah alias tidak mudah marah kepada anak-anaknya. Bagaimana cara mengelola emosi kita agar tidak terluap secara berlebihan, agar anak menangkap aura positif ibunya adalah seorang yang sangat dia kagumi dan dia sayangi. Bukan sebaliknya. Sains bisa coba beberapa tips di bawah ini, saya pun sedang berusaha untuk terus menerapkannya.


1. Komunikasi


Biasakan melakukan komunikasi dengan anak sebelum kita langsung memarahi anak. Misal dalam sebuah kasus anak ikut ke pengajian, di tempat pengajian anak melakukan keributan, lari ke sana ke mari sampai membuat orang di sekitarnya pun tersulut emosi. Anda pun akan terpancing untuk marah, namun yang perlu diingat, sudahkah anda melakukan komunikasi kepada anak semacam sebuah arahan dan perjanjian sebelum berangkat ke tempat pengajian?


Biasanya anak yang telah dibekali sebelumnya dengan arahan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak diperbolehkan, akan berusaha mengingat, memahami dan mematuhi permmintaan ibunya. Ibunya telah terbiasa mengajak anaknya berkomunikasi dalam hal ini. Anak pun diharapkan akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan bisa diajak komunikasi untuk mematuhi peraturan. Pendidikan karakter berawal dari rumah.


2. Pahami Bahwa Anak adalah Anugerah

 

Mengingat sebuah hakikat sesuatu biasanya membuat hati dan kepala kita menjadi dingin. Sama halnya dengan anak, ketika emosi kita tersulut oleh kelakuan anak yang tidak menyenangkan, cobalah ajak diri kita berdiskusi sekaligus mengingatkan, bahwa anak semata-mata merupakan titipan dari Allah, anak merupakan amanah yang harus kita jaga betul-betul.


Allah menhadirkan sosok anak untuk kita mengandung banyak hikmah yang tersirat dan tersurat. Keberadaan anak merupakan ujian bagi kita, entah anak kita dalam keadaan penurut atau pun pembangkang, keduanya mendatangkan ujian tersendiri. 


Memiliki anak yang agak sulit diatur merupakan ujian bagi kesabaran. Pahamilah bahwa Allah sedang menggembleng diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dengan menyadari hal ini, semoga hati dan pikiran kita bisa lebih bijak menyadari segala kekurangan anak, sehingga emosi pun bisa kita bendung.


Anak juga merupakan tabungan amal jariyah kita, kelak akan membantu pemberat amal baik kita untuk mendapatkan jannahnya Allah. Anak yang akan menambah aliran pahala dan yang akan memperingan dosa-dosa kita melalui doa' yang dipanjatkan untuk kita. 


cara menjadi ibu yang tidak pemarah


3. Iringi Usaha dengan Do'a


Jangan berhenti untuk terus mendo'akan Anak  agar menjadi anak yang qurrata'ayun, atau penyejuk keluarga. Bantu usaha-usaha kita dengan do'a sehingga pengharapan kita linier dengan usaha yang kita lakukan. Semoga kita bisa menjadi ibu yang baik buat anak-anak kita, dan anak-anak kita bisa menjadi kebanggaan dan penyejuk bagi kita. 


4. Bekali Diri dengan Ilmu Parenting


Banyak belajar tentang ilmu parenting melalui berbagai media. Bisa lewat media sosial seperti youtube, Facebook, instagram ataupun grup parenting yang banyak ditawarkan lewat Whats App. Bisa juga datang langsung ke seminar-seminar yang diadakan oleh sebuah lembaga lewat kajian online maupun offline.


Membekali diri dengan ilmu parenting diharapkan bisa membuka wawasan kita tentang dunia anak dan mengerti tips dan trik jitu dalam mengahadapi masalah tentang anak. Diharapkan kita memahami tugas dan fungsi kita sebagai seorang ibu dan juga orang tua, pengayom, pelindung dan tauladan bagi anak.


5. Mencari Pergaulan yang Baik dan Ciptakan Bahagia


Bergaul dengan teman yang memiliki visi yang sama dengan kita tentang anak, akan memberikan masukan yang positif pada diri kita. Bergaul dengan teman yang perduli tentang tumbuh kembang anak memberikan wawasan tambahan pada kita. Hal ini akan memberikan dampak kita ingin belajar terus tentang berbagaihal. 


Pergaulan yang baik akan mendatangkan kebahagiaan. Kebahagiaan menjadi salah satu pemacu pada kesehatan mental. Mental yang sehat akan membentuk pribadi yang tenang dan tidak mudah tersulut amarah.


6. Sibukkan Diri dengan Hal yang Positif dan membahagiakan


Mencari kegiatan yang positif dan membahagiakan juga merupakan faktor penunjang dan menjadi salah satu cara menjadi ibu yang tidak pemarah. Siapkan diri dengan penuh kebahagiaan, maka orang-orang sekelilingnu akan terkena aura kebahagiaanmu, begitu pun dengan anak-anak.

Kenali diri kita, apa mau kita, apa kesenangan kita, setelah ketemu lakukan dengan senang hati dan riang gembira. Ciptakan suasana hati bahagia, maka akan berdampak baik bagi semua hal yang berkaitan dengan kita wahai para ibu.


7. Menganggap Anak Sebagai Sosok yang Lucu


Tanamkan dalam hati dan diri kita, bahwa anak kita merupakan kebahagiaan kita. Dia adalah sosoklucu yang menemani kita sehari-hari. Dia hadir sebagai keinginan kita dan hasil buah cinta kita dengan pasangan. Anggap anak sebagai bayi yang terus akan terlihat lucu. 


Pahami bahwa apa yang dilakukan anak karena ketidak tahuannya, karena dia adalah sosok kecil yang memang perlu kita bina terus menerus. Lihat dia selalu sebagai sosok bayi yang lucu. Semoga dengan begini hati kita terus terhibur dan mampu membendung luapan amarah sekalipun.


8. Bekali Diri dengan Ilmu Agama


Ilmu agama mampu menyelamatkan kehidupan dunia dan akhirat setiap manusia. Ilmu agama membimbing manusia untuk tetap berjalan pada koridor yang tepat. Ilmu agama bisa membimbing kita menjadi manusia yang bijak. Ibu yang bisa mengendalikan emosinya adalah ibu yang bijak dalam memberlakukan anak-anaknya.


Mengendalikan amarah bukan hal yang mudah, namun dengan bekal ilmu agama sedikit banyak bisa menjadi pengontrol diri. 


***


Sedikit bercerita untuk semua Sains. Kisah ini saya dapatkan dalam sebuah kajian parenting yang disampaikan oleh Ustadz. Salim Hilali yang mengusung tema tentang "Controlling Emotions in Educating Children" semoga bisa menjadi tips agar tidak mudah marah pada anak dengan kata-kata yang tak pantas diucapkan, namun menggantinya dengan ucapan baik. 


Seorang ibu tengah bersiap-siap dalam sebuah perhelatan yang akan digelar di kediamannya. Dia merapikan dan menata makanan dengan rapih dan cantik, sehingga tata letaknya terlihat pantas dan pas sebagai suguhan para tetamu yang akan datang.


Tiba-tiba datang bocah kecil menjinjing sebuah ember yang berisi pasir, dan dengan isengnya sang anak menaburkan pasir ke atas makanan yang sedari tadi dia tata dan rapihkan.


Sontak si ibu yang melihat kejadian ini langsung kaget. Kesal, jengkel, geram, emosi, semua bercampur menjadi satu. Namun apalah daya nasi sudah menjadi bubur makanan sudah tertaburi pasir.


Sang ibu berusaha menahan amarahnya, menahan mulutnya untuk tidak mengeluarkan kata-kata kasar. Karena dia paham efek ucapan buruk dari seorang ibu kepada anaknya akan berakibat fatal.


Sang ibu menarik nafas panjang berusaha menenangkan diri. Ingin tahu apa yang ibu ini ucapkan? Ya Allahu ya Rabb semoga Allah  menjadikan kamu seorang Imam Masjidil Haram. Sembari tentunya hatinya begitu sedih dan geram. Namun dengan sekuat tenaga wanita ini menahan mengeluarkan kata-kata buruk dan menggantinya dengan sebuah do'a. Dia paham ucapan seorang ibu adalah do'a yang sangat mustajab bagi anak-anaknya.


Apa yang terjadi dari hikmah kisah ini? Sang anak yang kini sudah beranjak dewasa menduduki jabatan sebagai Imam Masjidil haram. Doa sang ibu saat itu terkabul dan didengar Allah maha besar.


 Sampai saat ini sudah berjalan 40 tahun sang anak tersebut menempati posisi sebagai imam besar Masjidil Haram Makkah. MasyaAllahu tabarakallahu. Siapakah sang anak tersebut? Beliau adalah syeikh Abdurrahman as-Sudaish.


 Inilah kisah dari seorang Syeikh besar Abdurrahman as-Sudaish. Imam Masjidil Haram yang sampai saat ini masih diberi anugerah umur panjang dan masih terus bisa kita dengan suara merdunya dalma melantunkan ayat suci Al-qur'an di masjidil haram makkan. Hafidzahullahu ya Syeikh habibana. 

 

Demikianlah Sains, kisah ini menjadi cambuk bagi saya untuk memperbaiki akhlak saya sebagai seorang ibu. Kisah ini membuat saya selalu berhati-hati dalam berucap. Keadaan ibu di atas dalam keadaan terdzalimi oleh kelakuan putranya yang di luar kendalinya, namun kemampuan beliau dalam menahan amarah negatif dan mengubah menjadi emosi positif berdampak baik pada kehidupan anaknya saat ini. 


Ucapan ibu yang positif akan membawa berkah pada kehidupan anak tercintanya. Wahai para ibu, bukankan ini yang kita harapkan untuk kehidupan anak-anak kita. Menyalurkan emosi lewat do'a dan harapan baik adalah jalan penyaluran emosi yang sangat bermanfaat. 


Do'a ibu adalah miracle bagi kehidupan anak-anaknya. Anak berbahagia orangtua pun akan lebih merasa bahagia, terutama sang ibu yang merupakan sosok yang mengandung dan melahirkan. Semoga 8 cara menjadi ibu yang tidak pemarah bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi saya pribadi.


Yuk kita sama-sama memetik hikmah dari cerita di atas. Semangat berjuang terus untuk menjadi ibu yang baik dan dambaan para anak. Semoga kita terus dikasih kekuatan. aamiin.  Salam parenting. 

Tips Liburan Bersama Bayi

Selasa, 26 Juli 2022

Pingin jalan-jalan atau berpergian tapi bingung karena masih punya bayi? Apalagi baru pengalaman pertama punya bayi, banyak deg-degan dan banyak bingungnya.Stt ... ga usah bingung-bingung, yuk baca lanjut, ya artikel tips liburan bersama bayi agar tetap lancar aman dan terkendali.


Tips Liburan Bersama Bayi



Tips Liburan Bersama Bayi, Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Bepergian


Sebelum memutuskan melakukan perjalanan jauh ada hal-hal yang perlu diperhatikan pada bayi agar perjalanan yang kita lakukan nyaman untuk bayi dan juga untuk orangtuanya. Papmam perlu memeperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan...


1. Kondisi kesehatannya


Chek kondisi kesehatan bayi sebelum Papmam memutuskan untuk bepergian bersama bayi, baik untuk liburan ataupun kepentingan yang lainnya, terutama untuk perjalanan jarak jauh. Hal ini perlu diutamakan agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sesuaikan jarak pemeriksaan kesehatan bayi dengan jadwal keberangkatan.


Kunjungi dokter anak langganan keluarga yang sudah mengetahui riwayat kondisi bayi sebelumnya, agar Papmam tidak perlu lagi melakukan check up berlapis yang lainnya. Setelah kondisi bayi dinyatakan bagus, barulah Papmam dapat memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.


2. Umur bayi


Umur bayi juga sangat menentukan untuk dijadikan pertimbangan apakah bayi bisa diajak perjalanan jauh atau belum. Tidak ada batas yang tetap dalam menetukan usia bayi, namun beberapa ahli anak menyatakan bahwa sebaiknya bayi yang berkisar antara 3 sampai 6 bulan baru bisa diajak bepergian jauh. Namun tetap mempertimbangkan kondisi bayi tentunya.


Bayi pada usia ini biasanya sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap, jadi sudah mendapatkan vaksin kekebalan tubuh yang akan membantunya menghadapi kuman yang banyak bertebaran di luar. pada usia ini sistem kekebalan tunuh bayi sudah terbentuk sempurna. Biasanya penyakit yang sering singgah saat bepergian yang diderita bayi adalah diare, masalah kulit, infeksi dan gangguan pernafasan


3. Alat Transportasi yang Digunakan


Alat transportasi yang digunakan juga menjadi bahan pertimbangan kenyamanan selama perjalanan bersama bayi. Jika Papmam menggunakan alat transportasi pribadi atur suhu dalam kendaraan sesuai dengan keadaan bayi agar bayi tetap merasa nyaman. Siapkan selimut dan baju hangat untuk melindungi bayi dari udara dalam kendaraan yang kelewat dingin.


Jika Papmam memilih moda pesawat untuk melakukan perjalanan, usahakan bayi dalam keadaan menelan atau menghisap ketika posisi take of maupun landing. Papmam bisa memeberikan ASI ataupun susu dalam botol juga bayi tidak mendapatkan ASI. Pada posisi lepas landas kemungkinan telinga bayi akan merasa sedikit nyeri, jadi hal ini harus diperhatikan.


4. Cari informasi tetang tempat yang dituju


Informasi yang lengkap tentang tempat yang akan dituju merupakan hal yang harus dipikirkan agar persiapan perlengkapan untuk bayi tidak ada yang terlewat. Jika tempat yang akan dituju merupakan termasuk tempat yang sulit mencari beberapa fasilitas yang dibutuhkan bayi, maka ada baiknya Papmam sudah mempersiapkannya terlebih dahulu dari rumah barang-barang penting yang diperlukan bayi selama dalam perjalanan dan liburan.


5. Menyesuaikan dengan Jadwal Bayi


Usahakan untuk menyesuaikan dengan jadwal bayi. Jadwal makannya, jadwal tidurnya dan minum susunya. Untuk itu disarankan agar bepergian secara mandiri karena waktunya bisa diatur sesuai kebutuhan kita dan bayi, secara fleksibel.


Beda halnya jika papmam bepergian menggunakan tour and travel, waktu akan menyesuaikan dengan peserta tour dan tidak fleksibel. Ini akan menyebabkan bayi terganggu jam rutinitasnya dan merasa tidak nyaman.


Tips Liburan Bersama Bayi Perlengkapan Yang Harus Dipersiapkan


Ada beberapa perlengkapan bayi yang harus dipersiapkan sebagai bekal dalam perjalanan dan selama liburan agar bayi tetap merasa nyaman dan aman. papmam harus mempersiapkannya jauh-jauh hari agar tidak ada yang tertinggal.


Pengalaman saya ketika bepergian bersama si kecil saya menyediakan tas khusu yang isinya sudah dipersipkan dengan barang-barang yang tidak digunakan untuk sehari-hari samaibatas keberangkatan. misalnya saya sudah menyimpan, jaket, topi, sepatu baju-baju yang hendak dibawa kedalam tas travel. Untuk itu ketika kita ingat kita list dan langsung dipersiapkan dimasukkan ke dalam tas khusus perlengkapan bayi. Beberapa hal tersebut diantaranya adalah:


1. Pakaian


Siapkan pakaian yang menyesuaikan dengan kondisi tempat tujuan atau liburan. Jika kita berlibur ke tempat yang dingin jangan lupa untuk membawa banyak kaos kaki serta jaket, topi dan baju hangat serta selimut. 


Sebaliknya jika bepergian ke tempat berhawa panas, siapkan pakaian bayi yang berbahan lembut serta menyerap keringat agar bayi tidak merasa kepanasan dan tetap nyaman. Namun tetap persiapkan juga jaket serta selimut untuk jaga-jaga jika cuaca berubah.


2.  Perlengkapan Makan Minum


Bawalah alat makan dan minum bayi secukupnya dan usahakan membawa tampat makan dan minum yang biasa digunakan oleh bayi, agar bayi tetap merasa nyaman menjalani ritual makan minumya. Biasanya ada bayi yang sudah merasakan nyaman dan tidak mau menggunakan perlengkapan makan atau minum yang lain, hanya ingin menggunakan yang biasa dia pakai.


3. Makanan dan Minuman


Selain perlengkapan makan minum, Papmam juga harus membawa makanan dan minuman kesukaan bayi, agar ketika bayi merasa lapar kita sudah sipa memberikan makanna dan minuman yang biasa dia terima. Perut bayi kenyang maka bayi akan merasa nyaman.


4. Obat-obatan dan Perlengkapan Sanitasi


Obat-obatan adalah barang yang sangat diperlukan bagi bayi ketika melakukan perjalanan, sehingga jika terjadi hal yang tidak diinginkan, Papmam sudah menyediakan pertolongna pertamma pada bayi. obat-obatan yang harus disediakan diantaranya, paracetamol, alat kompres semacam bye-bye pever, minyak telon, minya angin, tissue basah, salep, kapas, tissue kering, cotton bud dan lainnya.


5. Mainan Kesuakaan Bayi


The last but not least. Hal terakhir tapi tak kalah penting yang harus diperhatikan adalah membawa barang maianan kesukaan bayi. Agar bayi merasa bahagia dan tenang kita bisa membekalinya dengan mainan kesukaan yang biasa dia mainkan sehari-hari, agar hatinya tetap riang gembira  dan tidak kehilangan hal-hal yang digemari selama dalam perjalanan.


Mainan yang dibawa usahakan bukan mainan yang ukurannya besar, namun mainan yang handy dan mudah digenggam oleh anak. bisa boneka karet, mobilan karet atau alat gigit, yang sangat disenangi bayi. Biasanya bayi senang dengan benda-banda yang bisa digigit. Pehatikan ke higienisan dan bahan yang digunakan untuk mainan bayi, agar aman bagi bayi.


***


Demikian beberapa tips liburan bersama bayi yang bisa insnita rangkumkan untuk Papmam sahabat insnita, semoga bermanfaat. Selamat berliburan dan traveling bersama bayi tercinta. Salam Pengasuhan. Happy Parenting and traveling.

Tips Menyediakan Bekal Anak

Minggu, 24 Juli 2022

Musim sekolah dimulai kembali. Bagi Papmam yang memiliki putra putri yang bersekolah di fullday alias bersekolah di tempat yang pola belajarnya dimulai dari pukul 07.00 pagi sampai dengan 16.00, harus setiap hari menciptakan ide bekal yang tidak membosankan untuk anak. Putar otak untuk menyiapkan bekal yang variatif. Apapun menunya usahakan Papmam mempertimbangkan nilai kecukupan gizi sebagai aspek penting dalam menyiapkan bekal anak.


tips menyediakan bekal anak



Tips Menyediakan bekal Anak Ala Insnita


Si Adek yang kini sudah mulai masuk sekolah dengan sistem pembelajaran tatap muka memilih membawa bekal dari rumah daripada harus catering di kantin sekolah. Anak bungsu saya ini memang agak susah makan dan tergolong anak yang picky eater. 


Untuk itu melalui pertimbangan ini sepertinya saya memutuskan untuk tidak terlalu memaksakan si adek memakan makanan yang rumit dan memiliki aroma dan rasa yang kuat bumbunya untuk menu menu makan siang.


Biarlah di pagi dan di malam hari setelah pulang dari sekolah menunya  dilengkapi kandungan gizinya dan lebih variatif lagi. Bagi Papmam yang memiliki kesamaan memiliki putra putri yang picky eater, berikut tips yang saya pakai dalam menyediakan bekal anak.


Berikut tips saya dalam menyediakan bekal sekolah si adek


1. Mengkomunikasikan 


Mengkomunikasikan tentang bekal apa yang ingin dibawa untuk makan siang di sekolah biasa saya lakukan kepada si adek agar apa yang telah saya sediakan sebagai bekal makan siangnya tidak sia-sia karena kembali utuh dibawa ke rumah dan si adek memilih jajan makanan-makanan yang tidak terlalu bagus gizinya.


Dengan berkomunikasi terlebih dahulu tentang makanan yang diinginkan anak, diharapkan anak akan senang ketika harus menghabiskan bekal makan siangnya.  Tidak ada insident marah ataupun mogok dalam memakan bekal makan siangnya. Anak lahap Papmam pun senang. Stamina anak pun akan terjaga.

 

2. Memilih Jenis Makanan yang Simpel


waktu istirahat yang singkat dan digunakan bukan hanya untuk makan saja membuat saya mempertimbangakan memilih jenis makanan yang simpel saat menyiapkannya dan juga menyajikannya serta handy friendly bagi anak.


Ini bertujuan agar anak dapat dengan mudah memakannya dan menghabiskannya tanpa mengalami kerepotan yang berarti. Bagi si adek yang aga pemilih dalam soal makanan lebih memilih makanan-makanan yang simpel tapi sesuai dengan seleranya.


Biasanya saya membawakan si adek bekal makan siang berupa, sosis goreng, nuget goreng, mie goreng, roti isi, kentang goreng, nasi goreng kumplit dengan aneka isian, seperti telur, baso, ayam suwir dan irisan wortel sebagai pelengkap vitaminnya.


3. Cukup Gizi


Selain memperhatikan hal di atas yang tidak kalah penting lagi adalah memperhatikan nilai kandungan asupan gizi anak. jangan sampai anak kekurangan energi yang akan menyebabkan tubuhnya lemas dan aktivitasnya pun akan terganggu.


Panduan dalam menyiapkan bekal biasanya saya selalu mempertimbangkan kelengkapan unsur nutrisi yang terdiri dari karbohidrat, protein, vitami dan mineral. Jadi dalam bekal si Adek saya selalu menyisipkan ketiga unsur ini. Tenang rasanya jika sudah melengkapi kebutuhan hariannya. Adapun pembagiannya biasanya saya simpan dalam 3-4 wadah bekal yang berbeda.


4. Membagi dalam Beberapa Wadah


ide-bekal-anak


Tiga wadah bekal tersebut masing-masingnya saya isi dengan aneka jenis panganan ringan dan berat. Untuk minumannya saya menyediakan dua botol denagn dua jenis minuman. Botol pertama  diisi air putih sedangkan wadah minuman lainnya diisi dengan minuman manis seperti nutrisari, teh manis, juice buah yang dilengkapi dengan bongkahan es batu di dalamnya.


Tiga wadah makanan yang saya siapkan dengan 3 jenis panganan. Wadah pertama biasanya saya isi dengan main meal seperti kentang goreng, mie goreng, nasi goreng, sandwich, makaroni atau kentang schotel, nasi plus kari ayam dan lainnya.


Wadah kedua diisi dengan makanan camilannya atau pelengkap makanan utama yang terdiri dari nuget, sosis, baso goreng.


Wadah ketiga saya isi dengan irisan buah potong dan sayuran rebusan seperi labu siam rebus misalnya. Sahabat Insnita bisa menyesuaikannya dengan keperluan masing-masing.


5. Menyisipkan Uang Saku


Papmam jangan lupa membekali putra putri dengan uang saku untuk jajan alakadarnya. Saya menyarankan si adek untuk membeli susu di kantin sekolah di jam istirahat pertama. Awalnya saya membekali susu kotak dari rumah, namun selalu utuh tidak minum, karena si adek lebih cenderung suka susu yang dingin. Akhirnya saya pituskan untu memberi uang saku ekstra untuk jatah membeli susu.


***


Demikian 5 tips menyediakan bekal anak yang biasa saya lakukan. Bekal untuk anak  picky eater harus banyak mensiasati dan diolah sedemikian rupa agar anak tidak sulit ketika harus makan di sekolah tanpa adanya pendampingan dari orangtua. Semoga menjadi inspirasi bagi Papmam. Salam pengasuhan dan selamat berkreasi.


Didaskaleinophobia pada Anak, Yuk Cari Tahu Selengkapnya

Rabu, 13 Juli 2022

Musim masuk sekolah, nih, teman-teman. Ada banyak macam cerita tentang sikap anak ketika ingin masuk ke sekolah. Ada yang bikin lucu, ada yang bikin terharu dan ada yang bikin mencengangkan. Bahkan bikin mengerenyitkan kening. Pasti masing-masing Papmam punya cerita tersendiri, nihKenapa bisa gini, ya? Teman-teman pernah dengar istilah Didaskaleinophobia?



didaskaleinophobia pada anak



Apa yang Dimaksud dengan Didaskaleinophobia? 


Istilah didaskaleinophobia secara etimologi diambil dari bahasa Yunani yang memiliki dua unsur suku kata yaitu didaska yang artinya mengajar dan Phobia memiliki arti takut. Didaskaleinophobia memiliki ungkapan lain yaitu school phobia.


Secara terminologi didaskaleinophobia memiliki arti ketakutan anak untuk memasuki dunia belajar. Biasanya dialami oleh anak-anak yang akan memasuki dunia sekolah baru pertama kali, atau dialami oleh anak-anak yang naik kejenjang tingkat sekolah yang lebih tinggi.


Pengalaman Nganter Sekolah Si Adek dan Kasus Didaskaleinophobia


Pagi ini saya mengantar adek ke sekolah barunya. Kebetulan adek tahun ini memasuki jenjang sekolah yang lebih tinggi, tingkat sekolah menengah pertama lebih tepatnya. Alhamdulillah adek merasa senang dan excited banget dengan sekolahnya.


Mendapatkan lingkungan baru, teman baru, pelajaran baru, cara pandang yang baru dan juga guru baru. Alhamdulillah saya merasa senang dan tenang dengan keadaan ini. Walaupun saya melihat ada sedikit semburat ketegangan menghiasi wajah ade. Sedikit, sih, lebih dominan perasaan bahagia yang muncul.


Kegiatan MPLS yang merupakan singkatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pagi ini dimulai dengan upacara bendera. Kegiatan upacara ini berjalan lancar, walau ada beberapa anak yang harus mengundurkan diri dari lapangan upacara karena kondisi yang tidak memungkinkan.


Kebetulan saya berdiam di sebuha pendopo tempat anak-anak ini beristirahat sambil menunggu upacara sebentar. Perhatian saya tertuju pada seorang anak yang nampak tak biasa kondisinya dibanding dengan anak-anak lain yang memang juga memiliki kondisi yang tak biasa dikarenakan sakit.


Ada yang mukanya pucat, tapi ada yang biasa saja. Beda dengan anak yang menjadi perhatian saya. Wajah anak ini begitu pucat dan dibarengi dengan keringat yang mengalir di wajahnya. Ketika ditanya apakah sudah sarapan pagi ini, nyaris jawabannya tak mengeluarkan suara, hanya berupa anggukan yang menandakan bahwa dia sudah sarapan.


Lalu apa yang menjadi sebab anak ini begitu pucat, berkeringat padahal sudah makan sebelumnya. Nampak raut wajah tegang dan seperti  ketakutan. Apakah anak ini mengalami gejala didaskaleinophobia. Bisakah dikatakan begitu? sebelumnya, yuk teman, kita kenali terlebih dahulu apa ciri dari didaskaleinophobia.


Ciri-Ciri  Didaskaleinophobia


Bisakah kejadian di atas dikatakan gejala didaskaleinophobia? sebelum mendiagnosa permasalahan ini, ada baiknya kita kenali dulu apa gejala dari didasakaleinophobia yang tertera di bawah ini:


  1. Adanya ketakutan yang luar biasa yang dialami oleh anak ketika masuk ke area sekolah, respon yang ditimbulkan biasanya bisa berupa teriakan yang sangat histeris ketika masuk ke lingkungan sekolah.
  2. Perasaan yang tidak bisa dikuasai dan rasa takut tidak mampu menguasai diri ketika datang ke sekolah.
  3. Rasa ketakutan sang anak yang berlebihan tentang kejadian yang akan menimpa orang rumah atau keluarganya, jika ia pegi ke sekolah.
  4. Memberikan alasan bahwa merasa lelah jika harus pergi ke sekolah.
  5. Bereaksi marah ketika diminta untuk berangkat ke sekolah. Ini juga bisa terjadi pada remaja, dan pada rentang waktu ini orangtua perlu sangat waspada.
  6. Terkadang sampai tidak bisa berbicara dan tidak bisa berkata-kata, kenapa dirinya merasa takut dan tidak ingin berangkat ke sekolah.
  7. Reaksi dari didaskaleinophobia juga bisa terdeteksi dari keadaan fisik bila berada di sekolah mengalami mual, muntah, badan gemettar, berkeringat dan diiringi kepala pusing.


Nah dari ciri-ciri serta gejala yang disebutkan di atas, sudah bisa dideteksikah keadaan anak yang saya ceritakan di atas. Apakah dia terkena didaskaleinophobia? Saya merasa kasus di atas belum bisa dikatakan sebagai gejala didaskaleinophobia, walaupun ciri dari no. 6 dan 7 terlihat dialami oleh anak tersebut.


Perlu observasi lebih lanjut tentang keadaan ini, karena kita harus tahu terlebih dahulu, apakah anak ini memiliki latar belakang kasus yang mengarah pada keadaan didaskaleinophobia. P hanya pada hari itu saja.erlu ngobrol banyak tentang hal ini dengan keluarganya dan juga anak yang bersangkutan.


Cara mudahnya kita bisa perhatikan perkembangan selanjutnya, apakah anak ini akan terus mengalami hal yang diceritakan di atas. Selanjutnya, yuk, kita coba cari tahu, apa penyebab dari gejala didaskaleinophobia ini?


Penyebab Didaskaleinophobia atau School Phobia


Menurut Hurlock ada beberapa hal yang dapat menyebabkan seorang anak mengalami didaskaleinophobia, diantaranya yaitu, jenis kelamin, kondisi fisik anak, urutan kelahiran, lingkungan serta pola asuh yang diterapkan oleh orangtua.


Menurut penjelasan Hurlock di atas, pernyataan tersebut mengandung arti bahwa penyebab didaskaleinophobia terdiri dari 2 faktor yaitu:


Faktor Internal


Faktor internal terdiri dari kondisi fisik anak. urutan kelahiran, jenis kelamin. Kondisi fisik anak yang lemah bisa menjadi pemicu keadaan didaskaleinophobia, tidak hanya itu fisik anak yang terlalu gemuk atau terlalu kurus pun bisa menjadi penyebab anak mengalami didaskaleinophobia.

Faktor internal lainnya yaitu jenis kelamin laki-laki atau perempuan. gejala school phobia  ini biasanya banyak dialami oleh anak perempuan dibanding anak laki-laki. faktor penyebabnya bisa jadi karena anak perempuan cenderung perasa dan memiliki rasa takut yang lebih besar dibanding anak laki-laki. Meski keduanya memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan masalah ini.


Urutan kelahiran juga menjadi faktor penyebab didaskaleinophobia. Perlu ditelaah dan referensi lebih lanjut tentang hal ini. Namun menurut data penelitian yang dilakuakn oleh mahasiswa brawijaya tentang ini menghasilkan bahwa anak pertama banyak terindikasi gejala dan masalah didaskaleinophobia.


Faktor Eksternal


Faktor eksternal terbentuk dari pengaruh lingkungan dan pola asuh yang didapatkan oleh anak. Pola asuh orangtua yang tidak demoratis ditenggarai sebagai penyebab anak mengalami didaskaleinophobia. Lingkunagn yag kurang menunjang kemandirian pada anak juga bisa menjadi penyebab anak mengalami masalah didaskaleinophobia.


Komunikasi yang terjalin dengan baik antara anak dan orangtua dapat meminimalisir permasalahan ini. Bentuk komunikasi bisa berupa mendengarkan cerita anak atau mendongeng bersama anak.


Keadaan keluarga yang sedang mengalami permasalahan juga bisa menjadi pemicu permasalahan didaskaleinophobia pada anak, misalnya keadaan orangtua yang bercerai bisa menjadi pemicu permasalahan ini.


Apakah Didaskaleinophobia pada Anak Bisa Disembuhkan?


Ada tiga tingkatan didaskaleinophobia pada anak, yaitu rendanh sedang dan berat. Apakah bisa diobati? Menurut para ahli, masalah didaskaleinophobia pada anak ini bisa diatasi, dengan cara banyak berkomunikasi dengan anak, dan membimbing serta membantu anak untuk menjadi pribadi yang mandiri.


Sebisa mungkin orangtua menerapkan pola asuh yang mendorong anak untuk berperilaku mandiri serta membiasakan anak untuk memiliki kebebasan berpendapat dan mudah untuk mengungkapkan apa yang diinginkanya. Orangtua menjadi faktor penentu dalam mengatasi masalah didaskaleinophobia pada anak.


Namun jiika kasusnya sudah terlampau berat dan gejalanya terlihat sangat ekstreem, perlu kiranya minta bantuan kepada ahlinya, yaitu dengan berkonsultasi ke psikiatri anak dan melakukan hypno teraphy.


Kesimpulan


So gimana dengan teman si adek yang diceritakan di atas? Saya berharap bukan masalah ini yang terjadi, kalaupun iya, semoga bisa cepat teratasi. Asal ada komunikasi yang baik antara anak, orangtua dan guru insyaALlah masalah didaskaleionophobia ringan akan bisa diatasi.


Kejadian teman si adek di atas membuat saya ingin menuliskan permasalahan ini. Semoga bisa menambah wawasan kita bersama. Sehingga kita para orangtua atau para calon orangtua memiliki gambaran tentang permasalahan didaskaleinophobia pada anak.


Sejak dini para orangtua dan calon orangtua bisa mengambil keputusan untuk menerapkan pola pengasuhan yang tepat unutuk anak, agar anak bisa bertumbuh dan berkembang dengan baik dan normal sebagai bekal kehidupannya sampai dewasa kelak. Happy parenting, dan salam pengasuhan.




Referensi:


Diena Fitriana Sadi. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi School Phobia pada Anak Prasekolah di Taman kanak-kanak restu dan Anak Saleh Malang. Universitas Brawijaya, Fakultas Kedokteran.


https://riliv.co/rilivstory/didaskaleinophobia-apa-sih-yuk-ketahui-lebih-lanjut/


https://www.haibunda.com/parenting/20200521081552-62-142128/kenapa-ya-anak-laki-laki-lebih-pemberani-dari-anak-perempuan



Gugatan Cerai Sule, Dampak Perceraian Terhadap Psikologis Anak

Sabtu, 09 Juli 2022
Baru-baru ini kita dikagetkan dengan kabar gugatan cerai yang dilayangkan oleh sepasang suami istri Nathalie Holscher dan Sule. Kabar banyak berhembus tentang penyebab perceraian mereka. Perseteruan antara ibu dan anak sambung. Lalu jika hal ini terjadi apa dampak perceraian terhadap psikologis anak?


dampak perceraian pada anak



Satu berita berbicara bahwa Kang sule yang mengajukan gugatan cerai kepada Nathalie, namun adapula media yang memberitakan bahwa Nathalie lah yang mengajukan gugatan cerai untuk Kang Sule. Lepas dari berita siapa yang mengajukan gugatan cerai, ada perkara yang lebih penting di balik ini semua.

Saya tidak akan menyoroti gugatan dari pihak istri ataupun pihak suami, namun saya akan menyoroti permasalahan dampak perceraian terhadap psikologis anak. Karena perceraian adalah permasalahan yang sangat pelik, masing-masing pasangan pasti memiliki pendapat sendiri untuk memperkuat alasan kenapa mereka melakukan Tindakan mengambil Langkah untuk berpisah.

Anak sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki pengertian seseorang yang dilahirkan dari hubungan antara pria dan wanita. Dua orang ini yang menjadi sosok uswah atau contoh bagi anaknya, bertanggung jawab terhadap perkembangan fisik dan jiwanya.

Untuk itu jika kedua orang yang memiliki peran penting dalam kehidupan seorang mengalami goncangan, maka akan memberikan dampak kegoncangan juga terhadap fisik dan jiwa atau psikologis anak.

Dampak Perceraian Terhadap Psikologis Anak


Perceraian secara baik-baik maupun secara tidak baik alias yang menimbulkan persitegang, akan membawa dampak yang tidak mengenakkan pada kejiwaan anak. Anak adalah makhluk yang masih sangat membutuhkan figur serta pendidikan dari kedua orangtuanya. Karena keluarga tempat pembentukan karakter.

Untuk itu jika sang anak tiba-tiba mengalami perubahan sikap dan tingkah laku dalam masa pergolakan yang terjadi pada ayah dan bundanya, maka anak pun cenderung akan mengalami hal yang sama.

Meski mempunyai respon yang berbeda antara anak yang satu dengan yang lain, namun secara umum anak-anak memiliki respon yang sama. Respon yang diberikan rata-rata merupakan respon yang negatif. Hanya anak-anak yang memiliki jiwa yang kuat saja yang tidak berdampak denga napa yang terjadi pada kedua orangtuanya.

Seperti halnya juga yang terjadi dengan keluarga pasangan Sule dan Nathalie yang saat ini sedang bersitegang tentang urusan perceraian mereka. Anak-anak pun menjadi korbannya. Putra bungsu Kang Sule hasil pernikahan dengan istri pertamanya almarhum cenderung merasa sedih, konon si bungsu ini memiliki ketergantungan terhadap ibu sambungnya.

Begitu dekatnya si bungsu dengan sang ibu sambung, dengan adanya kejadian ini meninggalkan rasa sedih yang mendalam dan juga banyak murung. Karena konon Nathalie adalah sosok yang sangat dekat dengan Ferdi. Dia kerap mendongeng untuk Ferdi.

Beberapa dampak perceraian terhadap psikologis anak, diantaranya yaitu:

Anak Menjadi Pemurung


Perubahan kondisi orangtuanya, membuat anak pasti bertanya-tanya dan dilanda kebingungan untuk menetralisir keadaan yang tidak biasa. Anak akan berpikir keras tentang keadaan ini, maka dari itu si anak akan banyak berpikir, dan kehilangan arah. Hari-hari pun dilewati anak dengan berpikir kenapa hal tersebut harus terjadi pada kedua orangtuanya.

Anak berpikir apa yang terjadi sesungguhnya terhadap kedua orangtuanya, terutama sangat berat jika dialami oleh anak yang usianya belum matang atau masih di dalam usia dini. Walaupun tidak menutup kemungkinan juga akan terjadi terhadap anak yang sudah di usia dewasa.

Anak Menjadi Cenderung Menjadi Pemarah


Keadaan rumah yang tak menentu, hubungna orangtua yang tak menentu dan tak mengenakkan, membuat anak merasa tertekan dan depresi. Anak akan merasa serba salah untuk mengambil sikap apa.

Hal ini menjadikan mudah untuk memacu emosi anak, anak akan cenderung mudah marah dan tersulut emosinya.


Anak Tumbuh dengan Rasa Tidak Percaya diri dan Mudah Minder


Selain merubah karakter anak menjadi pemurung dan cenderung mudah marah, dampak perceraian orangtua juga bisa membuat anak menjadi minder dan tidak memiliki rasa percaya diri.

Keadaan orangtua yang sedang dalam keadaan konflik memacu jiwa anak terus merasa sedih. Membandingkan kehidupan orangtuanya dengan kehidupan orangtua temannya. Kehidupan keluarga temannya yang harmonis dan melihat keadaan keluarganya yang sedang tidak harmonis membuat jiwa anak menjadi minder dan akan kehilangan rasa percaya diri.


Anak Merupakan Amanah yang Harus Dijaga


Keadaan yang terjadi pada orangtua maka dampaknya akan berimbas kepada anak. untuk itu perlu kiranya orangtua berpikir secara lebih bijak lagi. apapun kondisi yang sedang dialami, utamakan untuk mengedepankan perasaan dan kepentingan anak.

Orangtua harus sedikit meredam ego dan lebih memikirkan dampaknya kepada anak ke depanya, apapun akhir keputusan yang diambil. Usahakan apapun langkah yang diambil jangan mencederai perasaan anak lebih jauh.

Anak merupakan amanah Allah ta'ala yang dititipkan pada kedua orangtuanya. Untuk itu sekuat mungkin orangtua sudah mempertimbangkan masak-masak langkah yang akan diambil pada akhirnya. Untuk itu Usahakan untuk meminimalisir dampak perceraian terhadap psikologis anak.

Semoga apapun akhir dari ini semua berakhir baik dan akan memberikan dampak terbaik bagi semua pihak. Karena siapapun orangnya berhak mendapatkan kebahagiaan. Semangat terus ya Kang sule dan kak Nathalie, semoga Allahu memberikan jalan yang terbaik bagi kalian. Keep spirit.










Mendongeng untuk Anak Usia Dini

Minggu, 03 Juli 2022

Mendongeng untuk anak usia dini sangat disarankan karena banyak manfaat yang akan diperoleh bagi perkembangan anak dengan meliputi beberapa aspek perkembangan yang dimiliki oleh anak. Apa saja aspek perkembangan pada anak yang bisa distimulasi lewat mendongeng? Yuk, kita cari.


mendongeng untuk anak


Mendongeng untuk Anak Usia Dini


Mendongeng adalah sebuah kebiasaan yang dilakukan lewat lisan dan sudah ada sejak zaman dahulu kala. Kegiatan ini perlu dilestarikan mengingat dampak gadget yang sudah menjamur belakangan ini menjadikan orangtua kadang abai dalam kegiatan mendongeng untuk anak.


Dengan adanya sarana komunikasi elektronik dan canggih di era ini, usahakan agar orangtua tetap mempertahankan budaya mendongeng untuk anak demi mempererat bonding atau ikatan antara anak dan orangtua. 


Ikatan yang kuat antara orangtua dan anak sangat bermanfaat dalam pembentukan rasa percaya diri pada anak. Papmam tentunya pingin, kan, memiliki putra-putri yang rasa percaya dirinya bagus. Anak yang memiliki rasa percaya diri tinggi diharapkan bisa menguasai pelajaran dengan mudah dan juga mengatasi mampu mengatasi problem yang dialami.


Kegiatan mendongeng sangat baik dilakukan sejak anak masih dalam usia dini, dalam artian masih dalam rentang kisaran usia 0-8 tahun, karena mendongeng untuk anak usia dini sangat bermanfaat dalam menstimulasi beberapa aspek perkembangan pada anak.



Pengertian Mendongeng


Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia mendongeng diartikan sebagai cerita yang tidak terjadi dalam dunia nyata. Namun mendongeng bisa diambil dari kisah nyata ataupun kisah cerita rakyat populer yang sudah terkenal di khalayak ramai.


Dongeng merupakan sebuah prosa yang dianggap tidak benar-benar terjadi atau bukan merupakan kisah nyata. Namun biasanya dongeng selaras dengan kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang dikemas sedemikian rua sehingga sifatnya menjadi sebuah hiburan.


Sebuah dongeng biasanya diawali dengan pada suatu hari, konon kabarnya, di suatu tempat nun jauh di sana, di suatu masa, dan lain sebagainya.


Jenis Cerita Dongeng untuk Anak


Cerita yang diambil sebagai bahan untuk mendongeng untuk anak usia dini usahakan cerita yang mengandung pesan moral dan disampaikan dengan gaya bahasa yang menarik sesuai dengan gaya dan cara yang papmam miliki masing-masing. Improvisasi boleh dilakukan bahkan sangat dianjurkan.disam


Mendongeng untuk anak usia dini tidak melulu mengambil cerita tentang manusia, namun juga bisa diambil dari cerita-cerita hewan, jenis sayuran atau buah-buahan. Seorang ahli dalam mendongen Anne dan Thomson menggolongkan doneng ke dalam 4 jenis, yaitu:


1. Dongeng yang berkisah diambil dari kehidupan para aneka binatang.

Dongeng ini disebut juga sebagai fabel. Sebagai contoh diantaranya yaitu papmam bisa mendongeng kepada ananda tentang dongeng kancil dan buaya, si kancil mencuri ketimun, dan lainnya.

2. Dongeng secara keumuman atau biasa

Dongeng jenis ini sudah banyak tersebar di kalangan masyarakat ceritanya. Beberapa contoh dongeng seperti ini diantaranya yaitu dongeng Malin Kundang, Putri Salju, Cerita Dayang Sumbi, dan lainnya yang mengandung cerita yang dilakoni oleh manusia.

3. Dongeng tentang Hal Lucu dan Anekdot

Dongeng jenis ini berisi tentang hal-hal lucu yang menghibur, yang memancing tawa orang yang mendengarnya.  Jenis dongeng ini bisa Papmam temui di beberapa majalah anak misalnya majalah Bobo dalam cerita si paman gembul.


4. Dongeng yang sudah ada formulanya atau berumus

Biasanya dongeng jenis ini ceritanya tidak ada akhir, sambung menyambung. Jenis dongeng lainnya dari  jenis donegng berumus ini adalah dongeng bertimbun banyak dan dongeng untuk mempermainkan orang. Dongeng ini strukturnya berbentuk pengulangan.

Papmam bisa menyuguhkan dongeng kepada ananda melalui buku-buku yang sudah tersedia di pasaran, atau bisa juga hasil dari percakapan yang didapatkan dan dikembangkan dengan gaya bahasa sendiri kepada anak.


Papmam juga bisa berkreasi sendiri dengan menciptakan dongeng-dongeng yang lahir dari imajinasi sendiri. Kuncinya adalah yang sesuai dengan perkembangan anak dan juga usia. sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak.


Manfaat Mendongeng untuk Anak Usia Dini


Manfaat mendongeng untuk anak usia dini sangat banyak sekali diantaranya yang sudah disebutkan di awal, yaitu untuk memperkuat ikatan antara orangtua dan ananda.


mendongeng untuk anak


Aspek perkembangan pada anak seperti sosial emosional, aspek perkembangan agama dan moral serta aspek perkembangan bahasa pada anak bisa dikembangkan melalui kegiatan mendongeng. 


1. Mengembangkan Aspek Sosial Emosional

Dongeng yang variatif isi ceritanya bisa menambah pengetahuan anak, sosial dan emosional anak bisa dikembangkan melalui karakter tokoh yang ada dalam sebuah dongeng, untuk itu, diharapkan orangtua mampu menyampaikan dongeng dengan kesan dan cara yang baik kepada anak. 


2. Mengembangakan Aspek Moral dan Agama

Selain itu aspek perkembangan moral agama juga bisa distimulasi melalui kegiatan mendongeng. Papmam bisa mengangkat cerita tentang tokoh anak yang rajin dalam beribadah, dan mengajak anak untk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh sang tokoh. 

Mengangkat karakter baik dan mengunggulkannya sebagai perumpamaan bahwa anak harus mencontoh hal-hal baik dan mulia yang ditunjukkan dalam tokoh dalam dongeng. Mendongeng juga bisa dijadikan ajang untuk mengajak anak beribadah dan menghapal doa-doa pendek.

Carilah buku dongeng yang mengarahkan anak pada perilaku baik. Cari buku dongeng secara tematik sesuai dengan yang papmam ingin terapkan pada anak. Proses mendongeng juga bisa dijadikan sebagai sarana menanamkan nilai keagamaan pada anak.


3. Mengembangkan Aspek Bahasa

Proses mendongeng yang dilakukan orangtua secara langsung mengenalkan kepada anak tentang kosakata baru. Disadari atau tidak kosakata anak dan pengetahuan anak akan terus bertambah melalui kegiatan mendongeng.

Proses Papmam bercerita akan masuk ke dalam memori anak, dan biasanya ananda akan mengikuti dan mencoba mengucapkan kata-kata yang didengarnya. Dengan demikian proses perkembangan bahasa pada anak pun terjadi dan terus berlangsung.


Metode Mendongeng Untuk Anak Usia Dini


Metode mendongeng yang disampaikan kepada anak harus menarik dan interaktif, sehingga menimbulkan reaksi positif dari anak. Beberpa hal yang perlu para pendidik dan orangtua ketahui tentang cara atau metode mendongeng untuk anak adalah:

1. Perlihatkan Rasa Percaya Diri di hadapan Anak


Usahakan ketika sedang mendongeng orangtua atau pendidik terlihat percaya diri di depan anak, agar anak yakin terhadap dongeng yang disampaikan dan memberikan perhatiannya. 


2. Sampaikan dengan penuh Ekspresif

3. Sesuaikan dengan usia anak

4. Sampaikan dongeng yang sesuai dengan kebutuhan.

5. Menggunakan media

6. Mengajak anak untuk berinteraktif

7. Memahami kondisi anak


So Sahabat Insnita usahakan jangan malas mendongeng, yaaa. Mendongeng untuk anak usia dini banyak manfaatnya, kan? Mendongeng juga bisa sebagai salah satu bukti sayang pada anak dan biar disayang anak, hehe. Salam pengasuhan.


5 Tips Mengajak Anak Menggunakan Uang Angpao Lebaran untuk Hal Bermanfaat

Rabu, 04 Mei 2022

Masih suasana lebaran, alhamdulillah. Uang THR atau biasa disebut juga uang angpao masih saja ada yang berdatangan masuk kantong. Ini berlaku buat anak-anak,lho, yaa, bukan buat saya yang saat ini notabene sudah menjadi seorang ibu. hehe.


Masalah uang angpao lebaran, uang yang sedikit-sedikit terkumpul lama-lama menjadi bukit. Terkadang anak-anak mendapatkan kisaran jumlah yang lumayan besar jika dikumpulkan. Nah, sekarang tugas kita sebagai orangtua berupaya untuk mengarahkan anak menggunakan uang THR atau uang angpaonya untuk digunakan hal yang bermanfaat atau menguntungkan.


Masa anak-anak merupakan masa bersenang-senang, masa bermain. Masa yang sangat butuh pengawasan dari orangtuanya, bahkan ketika bermainpun,anak-anak sangat membutuhkan pengawasan dan pengarahan dari orangtua, agar permainan yang dimainkan oleh anak menjadi hal yang bermanfaat bagi dirinya, karena menjadi kegiatan yang diiringi proses pembeljaran jika didampingi oleh orangtua.


Melatih anak untuk bisa memanajemen hal-hal besar dimulai dari hal-hal kecil. Hal ini akan bermanfaat bagi kehidupannya kelak. Termasuk juga dalam memanajemen keuangan. Anak yang terbiasa dilatih untuk mengatur keuangan sejak dini, diharapkan setelah dewasa akan pandai juga mengatur keuangan secara lebih profesional.


tips mengajak anak menggunakan uang angpao lebaran

Kembali ke perkara uang angpao. Sebagai orangtua kita perlu juga memberikan masukan kemana pengeluaran uang angpao tersebut akan dimanfaatkan. Mendidik anak dalam menggunakan uang secermat mungkin  diharaphkan agar anak bisa lebih menghargai setiap rezeki yang dia terima, berapapun jumlahnya.


Uang angpao diperoleh ada yang dengan cuma-cuma anak dapatkan dari kaum kerabat ada juga yang diperoleh melalui usaha dan kerja. Usaha dan kerja yang dimaksud adalah, biasanya sang paman, kakek ataupun uwa berjanji memberikan uang angpao yang jumlahnya melebihi standar yang biasa diberikan, jika si anak, mampu melakukan tugas secara tuntas yang diberikan kepadanya.


Tugas yang diberikan bisa berupa, mampu menghapal surat yang telah ditetapkan, atau bisa menutaskan 30 juz selama Ramadhan atau sejumlah juz yang telah ditetapkan. Biasanya sang kakek ataupun paman menawarkan jumlah yang fantastis untuk sekelas anak umuran SD. Hal ini biasanya juga diterapkan oleh orangtua kepada anaknya, agar anaknya bisa berdisiplin melakukan aneka kegiatan beribadah di bulan ramadhan. Aneka usaha dilakukan para orangtua demi membentuk karakter baik pada anak-anaknya. Hal ini sah-sah saja jika masih sesuai kaidah pendidikan, jangan erlebih-lebihan karena efeknya tidak baik juga untuk anak. Apa efeknya? Kemungkinan jika melakukan berbagai hal anak selalu mengingnkan imbalan. 


Untuk itu moment lebaran ini bisa dijadikan ajang pembentukan karakter pada anak, karena in adalah momen yang hanya terjadi satu tahun sekali. Jadi tidak berlebihan kiranya jika kita memberikan hadiah istimewa untuk anak. Mengajak anak  menggunakan uang angpao lebaran untuk hal yang lebih bermanfaat adalah sebuah proses pendidikan.

 

Jika anak ingin berkembang sesuai dengan harapan. Arahkan anak untuk menjadi pribadi berkarakter yang cinta pada Allah dan rasul sebagai pondasi utamanya. ~ Inspirasi Nita ~


5 Tips Mengajak Anak Menggunakan Uang THR untuk Hal Bermanfaat


Lalu bagaimana mengajak anak menggunakan uang THR yang mereka dapatkan agar digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat? Berikut insnita beri beberapa solusi yang bisa digunakan untuk para papmam.


  1. Hal pertama yang dilakukan oleh papmam adalah menjelaskan pada anak tentang berharganya sebuah nilai uang. Dimulai dengan bercerita, bahwa uang didapatkan dengan cara yang tidak mudah, butuh berkerja dan berusaha untuk mendapatkannya. Jika di tangan sudah mendapatkan uang, maka sebaiknya digunakan untuk hal-hal yang benar-benar sebuah kebutuhan, bukan hanya sekedar foya-foya.
  2. Hal kedua yang dilakukan oleh papmam bisa dengan cara menjelaskan posisi si anak yang berada dalam posisi beruntung karena masih bisa mendapatkan uang THR atau uang angpao. Karena berpa banyak anak yang tidak dapat merasakan hal itu, dikarenakan keadaan ekonomi orang-orang di sekeklilingnya yang kurang beruntung. Dengan menceritakan hal ini, anak diharapkan dapat mengerti dan menyadari posisinya yang beruntung karena masih mendapatkan uang THR ataupun angpao dari banyak orang, selain dari orangtuanya sendiri tentunya.
  3. Setelah anak menyadari posisinya hal yang ketiga adalah menjelaskan bahwa Allah ta'ala menyukai hamba yang bersyukur. Apapun yang diterima oleh hambanya, baik itu berupa kesedihan apalagi kebahagiaan, kita harus selalu bersyukur. Cara bersyukur adalah dengan melakukan hal-hal baik, termasuk memanfaatkan rezeki yaitu dalam hal ini uang angpao atau uang THR untuk digunakan hal-hal yang bermanfaat.
  4. Setelah itu papmam bisa menjelaskan hal-hal yang bermanfaat apa saja yang bisa anak lakukan untuk memakai uang angpao atau uang THR yang didapatkan. Kita bisa mengarahkan anak untuk membeli buku, atau membeli barang yang dia butuhkan pada saat ini. Papmam juga bisa mengarahkan untuk membeli peralatan sekolah, atau perlengkapan hobby si anak. Misal jika anak suka dengan kegiatan melukis papmam bisa mengajak anak untuk membeli koleksi alat melukis yang lebih bagus untuk meningkatkan skill melukisnya. Atau papmam bisa mengarahkan anak untuk membuka tabungan di bank, dengan menjelaskan manfaat menabung terlebih dahulu tentunya.
  5. Langkah selanjutnya adalah langsung mengeksekusi sesuai arahan. Misal jika anak ingin membeli alat lukis,papmam langsung mengajak anak ke galeri lukisan untuk memilih barang yang dia butuhkan. Jika ingin menabungkan uangnya untuk hal yang lebih besar lagi, papmam bisa mengajak anak memuka rekening ke bank. Ada beberapa bank yang menyediakan fasilitas kids product dengan menginduk pada rekening orangtuanya.


Setelah hal yang utama dilaksananakan, tidaklah salah juga jika orangtua memberikan kesempatan pada anak menggunakan uang angpao lebarannya untuk hal yang bersifat bersenang-senang, seperti jajan, atau pergi ke tempat pusat hiburan yang biasanya disediakan oleh pemerintah daerah setempat seperti wahana belanja dan bermain semacam carousel. Atau bisa juga anak diberikan kesempatan untuk mentraktir temannya yang tidak mendapatkan angpao atau mungkin hanya mendapatkan sedikit. Ini juga wujud sebuah pendidikan, untuk berempati terhadap sesama, senang memberi adalah bagian dari sodaqah, dan sodaqah sangat dicintai oleh Allah ta'ala.


Demikian beberapa Tips atau kiat yang berhasil insnita susun untuk mengarahkan anak menggunakan uang angpaonya atau uang THR lebaran pada hal yang bermanfaat. Hal di atas juga bisa diterapkan untuk mengarahkan anak untuk mengelola keuangan secara umum. Mungkin sahabat insnita punya kiat yang lain? Bisa dishare juga di kolom komentar ya. Selamat mencoba untuk membentuk karakter baik pada anak. Salam Pengasuhan.


Tradisi Angpao Lebaran Sebuah Jalan Memperbanyak Rezeki dan Mengikat Kasih

Jumat, 22 April 2022

Angpao lebaran. 

Ramadhan perlahan mulai mendekati akhir singgahnya, orang-orang sudah mulai menyiapkan berbagai rangkaian acara yang harus segera ditunaikan demi menyambut kedatangan hari lebaran atau hari raya Iedul Fitri yang akan segera tiba. Termasuk angpau lebaran!


angpao lebaran


Jika kita singgah di mini market, sudah banyak jajaran amplop-amplop cantik dan lucu ditawarkan di etalase toko, bahkan terpajang di meja kasir untuk memudahkan kita menggapainya. Yang tadinya ga kepikiran untuk belipun, karena posisi yang strategis dan terlihat langsung, jadi mendorong kita untuk membeli juga pada akhirnya.


Sebagai seorang sulung, saya dan suami berusaha untuk bisa menyisihkan rezeki kami bahkan dari jauh-jauh hari, demi bisa mengisi amplop-amplop lucu di hari fitri yang akan dibagikan pada sanak kerabat serta orang-orang terdekat. Tetangga kampung, asisten rumah tangga, fakir miskin, anak yatim, serta orang-orang yang pernah berjasa bagi kehidupan kita, dari mulai tukang kebon, tukang bangunan, penjaga kuburan keluarga, dan lainnya. Kami usahakan agar bisa masuk daftar list.. MasyaAllahu tabarakallahu, tidak lah terlalu banyak, disesuaikan dengan kemampuan saja.


Hal ini bisa menjadi penyemangat kita untuk terus berkarya. Bisa berbagi dengan sesama menimbulkan kebahagiaan dan kepuasan tersendiri bagi banyak orang, khususnya bagi saya pribadi. Pun bagi orang-orang yang kecipratan sedikit rezeki (namanya juga kecipratan, ya, ini mengandung arti kiasan sedikit, kalo banyak, sih, namanya kesiram atau keguyur, hehe). Konsep berbagi dapat memberikan dampak positif bagi orang yang memberi maupun yang menerima, untuk itu sisipkan niat positif agar hasilnya juga positif. 

 

Buat saya pribadi, ketika saya kecil dulu, momen bagi-bagi angpao atau biasa kita sebut sebagai THR (Tunjangan Hari Raya) di hari raya Iedul Fitri merupakan hal yang ditunggu-tunggu. Jauh-jauh hari diantara sepupu pasti  sudah membuat rencana-rencana kegiatan untuk menghasbiskan uang angpao lebaran atau THR menjadi topik pembicaraan saat acara buka bersama keluarga atau dalam obrolan ringan lainnya. Duh....indahnya masa kecil.


tradisi THR lebaran


Ketika zaman kecil dulu. Terkadang saya menggunakan uang THR yang didapat, untuk membeli barang impian, baik berupa baju atau buku, atau sekedar pernak-pernik lucu. Cita-cita sederhana, namun meninggalkan kebahagiaan yang tiada tara. Saling pamer berapa banyak uang THR yang didapatkan juga mewarnai perbincangan seru di kalangan sepupu dan kerabat, dan teman-teman. Orang yang dapat banyak uang THR melebihi yang lainnya, kadang juga berbaik hati untuk kasih traktiran. Penuh suka cita.


Paman, uwa dan tetangga yang selalu menyisihkan rezekinya untuk memberikan angpau biasanya selalu dibayang-bayang dan diharapkan untuk mengulang lagi rutinitasnya tiap tahun agar terus tetap bisa bagi-bagi angpau. kalo kata orang sunda mah dililimpi. Makin banyak yang berinisiatif untuk membagikan angpau, pertanda makin makmur dan sejahtera isi dompet, hehe. Indahnya masa anak-anak, kadang terbersit ingin kembali lagi ke masa itu. 


Ketika sudah dewasa saya memaknai momen ini sebagai ungkapan kasih sayang dari orang-orang dewasa yang sudah berkemampuan kepada anak-anak atau kaum kerabat. bukan hanya kaum yang tidak beruntung saja, terkadang yang sudah berkecukupan ekonomipun mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan uang THR. Bisa dinamakan juga sebagai uang cecep atau kadeudeuh kalo kata orang Sunda. Biasanya ini dilakukan oleh kaum muda ke kaum sepuhnya sebagai rasa syukur jika sudah diterima kerja atau mendapatkan rezeki berlebih.


Momen berulang sebagai penyambung kasih sayang. Pun demikian dengan saya, jika punya rezeki berlebih, saya terkadang menyisihkan untuk para sesepuh kerabat saya, yang ketika saya kecil dulu sering sekali dikasih uang jajan atau uang angpau yang lumayan banyak. Nah ini bukti bahwa hadiah itu bisa mengikat tali kasih sayang. Goresan perhatian yng diberikan kepada kita sangat membekas, dan menimbulkan keinginan dalam diri kita untuk bisa berbuat hal serupa dengan apa yang sudah kita terima.


Manfaat Tradisi Memberi Angpao Saat Lebaran


Lebih meluas lagi maknanya jika kita kaitkan pada unsur agama. Menyisihkan rezeki yang kita punya akan mendapatkan ajr (pahala) yang berlimpah dari yang maha kaya Allahu Ghaniy ( maha kaya). Berikut beberapa manfaat tradisi angpao saat lebaran:


  1. Mempererat tali silaturahmi. Agama memerintahkan kita untuk menebar kasih sayang diantara sesama. Memberikan angpao pada saat lebaran merupakan salah satu wujud menebarkan kasih sayang terhadap sesama.
  2. Membuka jalan shodaqah. Shadaqah di dalam Islam memiliki pembagian tingkatan. yaitu infaq, zakat, hadiah. Angpao masuk ke dalam hadiah. Banyak sekali manfaat dari shodaqah, diantaranya memanjangkan umur dan meluaskan rezeki, menciptakan kebahagiaan, menyehatkan badan dan lainnya. Rasulullah Sallallahu 'alaihi bersabda dalam riwayat Baihaqi bahwasannya "Datangkanlah rezekimu dari Allah melalui Shadaqah"
  3. Menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang
  4. Menguatkan rasa cinta dan sayang


Semoga kita dimampukan untuk bisa saling terus berbagi terhadap sesama. BAik melalui jalan memberikan angpao atau THR saat lebaran, atau dalam kesempatan apapun. Dalam sebuah hadits Qudsi Allah ta'ala berfirman bahwa kita diperintahkan untuk menafkahkan harta, karenanya Allah akan melipat gandakan dan memberikan nafkah harta kepada kita. Shadaqallahul adzim wa shadaqa rasulillah. Salam ukhuwah.






Keluarga Tempat Mula Membentuk Karakter Bermartabat

Selasa, 08 Maret 2022

Lengkap sudah rasanya jika seorang manusia dikatakan memiliki keluarga. Keluarga adalah tempat mula bertumbuh dan berkembang serta membentuk karakter. keluarga adalah tempat kembali pertama kali. keluarga adalah tempat mengadu yang paling aman. keluarga adalah harapan. hanya di keluarga kita bisa bebas beraksi berlaku menjadi diri sendiri. keluarga adalah tanggung jawab. keluarga adalah sebuah alasan. banyak sekali filosofi yang tersematkan dengan berlatang belakang keluarga.


Dilansir dari dosenpendidikan.co.id, ditilik dari asal bahasa, keluarga berasal dari bahasa sangsekerta yaitu kula dan warga menjadi "Kulawarga" yang memiliki arti anggota dan juga kelompok kerabat. Dalam wikipedia dijelaskan bahwa keluarga menurut istilah merupakan satuan terkecil dari sebuah masyarakat yang terdiri dari ayah, ibu dan anak, atau ibu dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atu suami dan istri. ayah dan ibu bertanggung jawab terhadap anaknya, begitupula sebaliknya. Dalam jurnal Lipi dijelaskan bahwa keluarga merupakan sebuah hubungan yang terjalin interaksi satu sama lain memiliki hubungan darah, hubungan perkawinan atau juga bisa berlandaskan dari peristiwa sebuah adopsi sehingga di dalamnya terjadi ikatan secara interpersonal.


Dalam sebuah keluarga hakikatnya para anggotanya bertanggung jawab terhadap anggota yang lainnya. orangtua memiliki tanggungjawab terhadap pendidikan anaknya, dan para anak juga memiliki kewajiban untuk menghormati dan mematuhi orang tuanya.






Keluarga Sebagai Wadah Penyemai Kasih Sayang dan Penyambung Keturunan


Berawal dari rasa cinta dan kasih sayang, keluarga menjadi wadah penyemai benih yang di dalamnya tumbuh dan berkembang anak keturunan yang saling mendukung satu sama lain. Orangtua sebagai sosok yang diberikan amanah utuk mendidik anak-anaknya tumbuh menjadi hamba yang bertanggung jawab terhadap Tuhannya. Anak merupakan anugerah yang dirasakan setiap orangtua, karena anak merupakan penyambung ketururunan, penyemat sebuah rasa bangga bagi orang tuanya.


Seperti halnya Al-Qur'an telah mengisyaratkan hal ini melalui Firman Allah pada surat al-Mu'minun ayat 12 - 14 yang berbunyi:




Keluarga Tempat Mula Membentuk Karakter


Dasar dari pendidikan awal dibentuk dalam sebuah keluarga. Penanaman karakter pada anak dibangun dari sejak masih dalam kandungan oleh kedua orang tuanya. Untuk itu keluarga merupakan muara pertama terbentuknya sebuah karakter kuat, yang kelak akan sangat berdampak pada kehidupan di skala yang lebih besar. Mengutip pernyataan John Dewey, bahwa  kehidupan yang sesungguhnya diawali dari pendidikan, tanpa pendidikan tidak ada kehidupan.  keluarga adalah tempat yang paling indah dan ternyaman serta bernilai. Nilainya akan semakin tinggi jika kehidupan dalam keluarga selalu dihiasi dengan cinta dan kasih sayang.


Pendidikan dalam keluarga yang dilandasi dengan nilai cinta dan kasih sayang akan membentuk karakter kuat pada para anggotanya. Bukan hanya orang tua ke anak bahkan anak ke orang tua. Karena sesungguhnya hubungan yang sehat ada timbal balik di dalamnya. Dikutip dari rumusan Karakter Ratna Megawangi bahwasannya nilai tanggung jawab, rasa hormat, keadilan, keberanian, kejujuran, cinta negara, kedisiplinan, kepedulian serta ketekunan yang merupakan sembilan pilar karakter yang dicanangkan oleh pemerintah. Nilai-nilai ini akan mudah mewarnai karakter anggota keluarga yang dilandasi dengan cinta dan kasih sayang.



Bermula dari Keluarga Sebuah Peradaban Tercipta.


Adanya sesuatu yang besar diawali dari sesuatu yang kecil. Bangsa yang mimiliki peradaban yang tinggi bisa dipastikan penggemblengan pendidikan karakter dalam keluarganya juga menjadi fokus yang utama. Layaknya Jepang yang memfokuskan keutamaan karakter yang kuat dalam memajukan peradaban bangsanya. Pemerintahnya memiliki fokus pendidikan yang diterapkan dari sejak awal kehidupan manusia di dalam keluarga, sehingga Jepang menjadikan pendidikan dalam keluarga sebagai pilar utama.


Sudah selayaknya kita mengedepankan persoalan pendidikan karakter, karena karakter merupakan pilar penting untuk menghindari degradasi  Moral  yang akan berujung pada hancurnya suatu bangsa. Konsep menghormati yang berjalan dari anak kepada orang tua dan konsep menghargai yang terjalin dari orang tua ke anak, kakak ke adik atau adik ke kakak, harus dilatih dari sedini mungkin yang beranjak dari satuan terkecil, yaitu keluarga.


Sebagai bangsa Muslim yang besar Indonesia akan menjadi bangsa yang bermartabat jika menjadikan keluarga sebagai wadah awal dalam membentuk karakter yang bermartabat pada diri setiap anggota keluarganya. Sebagaimana janji Allah dalam firmanNya di dalam Al-Qur'an surat al-Anbiya ayat 105.





Kenapa bumi diwariskan pada orang sholih? karena orang sholih pasti memiliki karakter yang mulia dan bermartabat. Orang sholih memiliki value positif dalam sudut pandang dan akhlaknya. Apabila seorang individu memiliki sifat dan karakter yang mulia dan bermartabat, maka akan mulia juga negara dan bangsanya.


Untuk itu marilah kita bekali diri kita dengan akhlak yang mulia. Jika kita seorang wanita, bekali diri kita dengan ilmu-ilmu kewanitaan dan akhlak yang terpuji, ilmu tentang parenting dan diperkuat dengan ilmu agama agar kita bisa membekali anak-anak kita dengan pengetahuan-pengetahuan dasar yang memiliki nilai unggul. begitu pula jika kita seorang lelaki yang dibebankan sebagai kepala keluarga. Bekali diri dengan ilmu yang luas dan cukup agar kita bisa membina dan membimbing istri serta anak-anak kita menjadi generasi yang unggul dan berakhlak. Keluarga memiliki peran yang strategis dalam membentuk karakter anak. Keluarga bahagia keluarga sejahtera adalah keluarga yang memiliki karakter bermartabat. Salam literasi.




Referensi


Megawangi, Ratna.Pendidikan Karakter: Solusi yang Tepat Untuk Membangun Bangsa. Depok: Indonesia Heritage Foundation, 2016.


hamid, Hamdani dan Beni Ahmad Saebani. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung: Pustaka Setia, 2013.


https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-keluarga-menurut-para-ahli/


https://id.wikipedia.org/wiki/Keluarga

 

Mengembangkan Potensi Anak Melalui Pengenalan Aneka Suara

Jumat, 25 Februari 2022
Teman-teman tentunya pernah menyaksikan bahwa manusia sejak mula dilahirkan sudah amat cenderung pada bunyi-bunyian, untuk itu seorang bayi seringkali diberikan stimulasi menggunakan alat permainan yang menimbulkan bunyi-bunyian seperti kencringan atau iringan musik yang memang sengaja diperdengarkan oleh orang tuanya. Bahkan kegiatan ini dilakukan sejak sang anak masih dalam kandungan, berupa alunan murattal, suara nyanyian merdu bundanya atau senandung berkharisma dari sang ayah. Mengenalkan bunyi-bunyian atau suara dari macam-macam media dikategorikan dalam Pendidikan seni bagi anak usia dini.

Dijelaskan oleh para ahli bahwa potensi seni masuk ke dalam kecerdasan majemuk karena Pendidikan seni berperan mengaktifkan kemampuan dan fungsi otak secara seimbang antara otak kanan dan otak kiri sehingga anak mampu mengembangkan berbagai potensi kecerdasan yang dimilikinya (Pekerti, 2018: 1.23).

Dalam artikel ini saya ingin menguraikan tentang manfaat memperkenalkan aneka jenis bunyi-bunyian, pada anak, dari mulai bunyi-bunyian sederhana sampai dengan bunyi-bunyian yang bersifat complicated atau rumit karena berasal dari hasil campuran berbagai suara seperti halnya permainan alat musik.

Aneka Suara yang Dapat dikenalkan pada Anak


Banyak sumber suara atau bunyi-bunyian yang bisa kita jumpai, baik suara yang bersumber dari alam maupun suara yang dihasilkan dari buatan.

Suara yang bersumber dari alam diantaranya:

1. Suara hewan seperti suara harimau, kucing, ayam, burung dan lainnya.

2. Suara kejadian alam seperti suara angin, suara hujan, suara petir, suara deburan ombak, suara air terjun, gesekan daun, gesekan ranting, aliran sungai dan lainnya.






Suara yg dihasilkan dari buatan diantaranya:


1. Suara rebana, suara kendang yang dipukul.

2. Suara piano, suara gitar dan suara alat music lainnya.

3. Suara panci, penggorengan cangkir, piring yang dipukul serta alat dapur lainnya.

4. Suara gesekan berbagai macam benda, misalnya gesekan pintu yang diterpa angin, gesekan jendela, gesekan pedal sepeda dan lainnya.

5. Suara deruman mobil, motor, kereta dan lainnya.





Cara Mengenalkan Aneka Suara kepada Anak


Dalam mengenalkan aneka suara kepada anak kita bisa mengajak anak untuk berinteraksi langsung dengan sumber suara tersebut, agar anak bisa mengenal secara real sumber suaranya. Berikut beberapa cara mengenalkan macam-macam suara pada anak.

1. Mengenalkan suara deburan ombak. kita bisa mengajak anak langsung pergi ke pantai dan menyaksikan keindahan pantai yang memiliki suara deburan ombak, sambil bercerita kepada anak, apa yang menyebabkan terjadinya ombak, melalui bahasa sederhana yang dapat dengan mudah dipahami oleh anak. Jangan lupa juga disisipi dengan penjelasan bahwa yang menciptakan pantai dan ombak adalah Allah ta’ala, sekaligus mengenalkan anak kepada sang pencipta. Mempedengarkan suara ombak dan sesekali mengajaknya untuk meniru suara deburan ombak. Jika tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi langsung, papa mama bisa mengenalkannya lewat media sosial atau media lainnya.

2. Mengenalkan suara alat transportasi. Dengan mengajak anak melihat dan jika memungkinkan bisa juga dengan mengendarainya, menjadi cara mengenalkan jenis suara yang dikeluarkan dari aneka alat transportasi semisal, mobil, motor, sepeda, perahu, kereta, dan lainnya. Ajak anak untuk menirukan suaranya dengan sebelumnya bisa diberikan contoh terlebih dahulu oleh bunda. Alat ransportasi bisa dengan mudah kita jumpai di sekitar tempat tinggal kita.

3. Mengenalkan suara binatang. Sama halnya dengan mengenalkan suara ombak dan alat transportasi. Anak dikenalkan langsung kepada obyek aneka jenis binatang, tentu saja bisa dimulai dari binatang-binatang yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar seperti ayam, burung, kucing, anjing, domba dan lainnya. Minta anak untuk memperhatikan kucing mengelus-ngelus, sehingga sang kucing mengeong dan anak bisa mendengarnya, papa mama bisa memulai untuk meniru suara kucing dan mengajak anak untuk ikut menirukan juga. Ingat ya papa mama, selalu awasi anak ketika sedang bermain dengan binatang. Jika anak takut terhadap kucing atau binatang lainnya, bisa mengenalkannya dari jauh.


Manfaat Mengenalkan Aneka Suara Kepada Anak


Beberapa manfaat yang akan diperoleh dari aktivitas mengenal suara sangat beragam. Terutama jika bunda juga menyisipkan metode bercerita di dalamnya (Ridwan, 2021:39), beberapa manfaat yang diperoleh diantaranya, yaitu:

1. Kemampuan menyimak pada anak jadi terlatih.

2. Mengembangkan gerak pikir dan rasa pada anak.

3. Membangkitkan semangat dalam jiwa anak.

4. Mendorong anak untuk mengekspresikan perasaannya.

5. Mengembangkan imajinasi anak.

6. Mengajak anak mengeksplorasi perbedaan suara bunyi.

7. Dengan timbulnya rasa kagum dan gembira pada anak, mampu membangkitkan kepuasan jasmani dan rohani anak.



Demikian sekelumit uraian tentang mengembangkan potensi anak melalui pengenalan aneka jenis suara. Dengan mengenalkan aneka suara pada anak, papa mama juga bisa menyisipkan nilai sosial emosional, misalnya meminta anak memperlakukan binatang dengan penuh kasih sayang, tidak merusak, berhati-hati, dan nilai-nilai lainnya yang bisa papa mama ajarkan ketika proses mengenalkan suara sedang dijalankan. Bisa dikatakan bukan hanya satu aspek yang dikembangkan namun potensi kognitif, afektif dan psikomotor anak juga bisa ikut terasah dan berkembang. Selamat bereksplor bareng si kecil. Salam pengasuhan!

 



Referensi


Pekerti, Widia dkk. Metode Pengembangan Seni. Jakarta: Universitas Terbuka, 2018.

Ridwan dan Bangsawan Indra. Seni Bercerita Bermain dan Bernyayi. Jambi: Anugerah Pratama Press, 2021.

 

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger