Psikologi Agama, Ruang Lingkup Serta Manfaatnya di Dunia Pendidikan

Senin, 31 Januari 2022

Materi ini disampaikan pada mata kuliah Ilmu Jiwa Agama di pertemuan pertama  semester VI. Pada Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Strata Satu di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Latansa Mashira, Lebak, Banten. 





Pendahuluan 


Manusia dilahirkan ke dunia ini dengan membawa fitrah, sebagai bekal dirinya untuk menjalani kehidupan. Fitrah memiliki banyak makna yang berbeda, tergantung sisi pandang yang menyertainya. Namun secara global fitrah diartikan sebagai potensi yang dibawa dari sejak lahir. Potensi sendiri berasal dari Bahasa latin Potentia yang artinya kemampuan. Dalam kamus ensiklopedi diartikan sebagai kemampuan yang masih dapat berkembang.

Fitrah yang dibawa oleh manusia bersifat suci. Dengan fitrah itulah manusia mampu mengemban tugasnya sebagai seorang khalifah, menjalankan titah suci dari Tuhan yang maha Esa sebagai penciptanya. Sesuai dengan yang tertera dalam Al-Quran sura ar-Ruum ayat 30:


 

Ayat ini mengisyaratkan bahwa manusia adalah makhluk yang beragama. Abdul Aziz menerangkan Manusia menjalankan kehidupannya melalui keyakinan adanya Tuhan yang diperolehnya dari penjabaran dalam kitab suci. Kitab suci  berisi aturan dan kaidah yang perlu dijadikan pegangan dalam kehidupannya sebagai bekal yang menuntunnya untuk mencapai keselamatan di dunia dan akhirat.  


Harun Nasution menjabarkan bahwa Agama merupakan ikatan suci yang tanggungjawabnya diperuntukkan pada sesuatu yang memiliki kekuatan luar biasa. Dzat yang ghaib, yang keberadaannya tidak dapat ditangkap oleh panca indera, namun pengaruhnya sangat luar biasa.


Ramayulis menyatakan bahwa manusia yang memiliki pengetahuan agama yang matang maka akan memiliki kepribadian yang matang juga. Koswara menjelaskan bahwa Konsep beragama pada seseorang meliputi seluruh aspek yang ada dalam dirinya yaitu aspek kognitif berupa pengetahuan tentang agama, aspek afektif yaitu berkaitan dengan motivasi  yang timbul dari dalam dirinya untuk beragama serta aspek psikomotor yang berkaitan dengan kemampuan dan kemauan dia dalam melaksanakan aturan dalam agama.


Kesadaran dalam beragama seseorang dipengaruhi oleh dua faktor, diantaranya:

  1. Faktor internal, yaitu segala sesuatu yang dibawanya dari sejak lahir yaitu berupa fitrah sebagai bekal yang sudah diberikan oleh Allah.
  2. Faktor eksternal, yaitu berasal dari luar dirinya yang mencakup lingkungan rumahnya, Lembaga Pendidikan dan masyarakat.

 

Pembahasan


Makna Psikologi Agama


Istilah psikologi agama mungkin tidak asing bagi Sebagian kita, namun di sini saya akan mendudukkan pengertian secara mendasar dari dua kata ini, apa itu psikologi dan apa itu agama.

Dari beberapa referensi ditemukan beberapa penjelasan yang terkait dengan dua kata ini. Secara etimologi atau pengertian esensial perkatanya, Psikologi biasa disebut juga dengan Ilmu Jiwa. Psiko berarti jiwa dan logos berarti ilmu.

Sedangkan dari sisi terminology atau istilah, psikologi adalah Ilmu yang mempelajari tentang kejiwaan manusia yang berhubungan dengan lingkungannya.

Ilmu Jiwa / Psikologi adalah cabang ranting dari ilmu filsafat. Ranah keilmuan ini mempelajari tentang gejala kejiwaan secara umum yang melingkupi pikiran (cognisi), perasaan (emotion), dan kehendak (conasi). Pada dekade akhir, para ahli kejiwaan menambahkan gejala kejiwaan menjadi empat ranah yaitu gejala campuran termasuk di dalamnya intelegensi, kelelahan, maupun sugesti.

Psikologi/ ilmu jiwa Agama yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini merupakan salah satu cabang dari psikologi.



Bahasan Psikologi Agama



Hakikat Agama


Kini kita mendefinisikan makna dari agama. Agama jika ditinjau dari sudut kata atau etimologi, mengandung banyak makna. Menurut Harun Nasution ada beberapa penjabaran yang bisa diungkap dari makna agama, diantaranya yaitu:

1. al-Din dalam bahassa Semit artinya undang-undang, dalam Bahasa arab menguasai.

2. Religi dalam Bahasa latin artinya mengumpulkan dan membaca.

3. Agama terdiri dari dua suku kata yaitu “A” mengandung arti tidak dan gam mengandung arti pergi, jika keduanya dilebur mengandung arti tidak pergi, tetap di tempat atau bisa juga diartikan menetap dan diwarisi secara turun temurun.

Agama ditinjau dari makna Terminologi. Harun Nasution menjabarkan bahwa Agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan ini bentuknya adalah hal gaib yang tidak dapat ditangkap oleh panca indera tetapi memiliki andil yang besar terhadap kehidupan manusia. Agama merupakan sistem yang mengajarkan tata cara keimanan , ibadah dan hubungan sosial.

Muhammaddin menguraikan bahwa Asy-syahrastani dalam Al-Milal wa An- Nihal merumuskan pengertian tentang agama yang cenderung pada ketaatan dan wujud penghambaan yang implementasinya pada sebuah pembalasan dan perhitungan ( amal perbuatan di akhirat).

Namun yang perlu kita garis bawahi dan maknai dengan penuh kesadaran bahwa agama adalah hal yang perlu kita Yakini dengan hati dan pikiran serta kaidahnya kita laksanakan dengan Tindakan, sehingga nantinya akan membekas secara positif pada tingkah laku kita sehari-hari.

Hakikat Psikologi Agama


Setelah kita mengupas tentang makna dari psikologi dan agama, dalam point ini kita pecahkan misteri tentang makna psikologi agama. Di sini saya sertakan beberapa pendapat ilmuwan yang mendalami bidang ini. Pengertian psikologi agama menurut para ahli diantaranya adalah:

1. Robert H Thoules: Psikologi agama merupakan cabang dari psikologi yang bertujuan mengembangkan pemahaman terhadap perilaku keagamaan dengan menerapkan psinsip psikologi secara umum.

2. Zakiah Daradjat: Kajian ilmu yang mempelajari kehidupan beragama seseorang dan pengaruhnya terhadap tingkah laku, pemikiran dan sikap hidup. Psikologi agama merupakan kajian empiris yang mempelajari tingkah laku manusia berdasarkan keyakinan yang dianutnya sesuai dengan tahap perkembangan di setiap tingkat usia.

Zakiah Daradjat menerangkan bahwa para ahli dalam menetapkan definisi tentang
ini,  mengiringi apa yang ada dalam ilmu jiwa harus mencakup apa yang ada dalam agama. Untuk itu makna dari psikologi agama sampai saat ini masih terus dikembangkan, karena agama adalah bukan perkara bahasan terhadap hal-hal obyektif. Pengalaman kehidupan beragama pada setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Selain itu juga makna agama terkadang disusun dari sudut pandang yang berbeda-beda.

Ruang lingkup Psikologi Agama


Zakiyah Daradjat menuturkan bahwa psikologi agama atau ilmu jiwa agama memiliki ruang lingkup ilmu jiwa yang berbeda dengan ilmu kejiwaan lainnya. Ilmu kejiwaan yang mempelajari tentang seluk beluk manusia baik dipandang dari tingkah lakunya, ataupun mekanisme yang menyertainya. Harus menundukkan kajiannya kepada dua ranah yang berbeda. Kaidah yang ada dalam pola manusia harus tunduk kepada ilmu jiwa dan kepada agama yang keduanya memiliki urgensi yang berbeda. Ruang lingkup psikologi agama diantaranya adalah:


1. Emosi yang keluar tanpa terkontrol, menyertai kehidupan agama seseorang.

2. Pengalaman atau kesan seorang hamba terhadap Tuhannya.

3. Kepercayaan yang tertanam terhadap kehidupan setelah kematian (kehidupan akhirat).

4. Seorang hamba menyadari sikap dan akhlaknya dalam kehidupan yang dia jalani.

5. Dampak adanya ketenangan batin karena penghayatan terhadap ayat-ayat dalam kitab suci.


Cara manusia berpikir, bertingkah laku, berekspresi tidak bisa keluar dari apa yang menjadi keyakinannya. Sesuatu yang menjadi pegangan dan keyakinan, akan mempengaruhi  bentukan bangunan perilaku seseorang.


Menurut Zakiah Daradjat psikologi agama membahas tentang kesadaran agama (religious counciousness), yaitu kesadaran diri yang dapat dirasakan oleh pikiran dan hati dalam melaksanakan kaidah dalam beragama. Psikologi agama juga membahas tentang pengalaman agama (religious experience), yaitu ketika pikiran dan hati kita telah sadar dalam melaksanakan kaidah beragama, hati dan perasaan kita juga membenarkan apa yang sudah kita amalkan.


Lapangan kajian psikologi agama adalah proses beragama, perasaan dan kesadaran agama serta segala bentuk pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Objek pembahasan psikologi agama adalah gejala psikis manusia yang berkaitan dengan tingkah laku keagamaan. Manusia berpikir, bersikap, bertingkah laku tidak dapat dipisahkan dari keyakinan yang dianutnya, karena keyakinan akan berdampak pada pembentukan kepribadian seseorang.


Psikologi agama tidak mengkaji masalah yang abstrak seperti konsep ketuhanan atau hakikat kebenaran surga dan neraka, kebenaran suatu agama atau kitab suci yang menyertainya. Psikologi agama hanya membantu manusia lebih memahami jati diri mereka sesungguhnya dan membantu mereka untuk lebih cinta pada agama yang mereka anut. Menangani berbagai konflik dalam diri seseorang, sehingga mereka lebih taat pada agama yang dianutnya atau malah meninggalkannya, ketika dia merasakan agama yang dianutnya tidak lagi sesuai dengan hati dan pikirannya.


Manfaat Psikologi Agama pada Dunia Pendidikan


Dengan psikologi agama diharapkan setiap manusia mampu memahami hakikat sejati dirinya, untuk apa dia hidup, bagaimana dia menjalani hidup,  kemana akhir dari hidupnya, karena perilaku keagamaan seseorang dapat mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Ruang lingkup psikologi yang berkisar pada kajian kesadaran agama dan pengalaman beragama, kiranya memiliki manfaat yang signifikan  terhadap dunia Pendidikan. Manfaat Psikologi Agama dalam dunia Pendidikan, diantaranya yaitu:
  1. Memberikan Pengetahuan Dasar Agama.
  2. Untuk Menjaga Kesusilaan.
  3. Sarana Mengatasi Perustasi.
  4. Memuaskan Rasa Ingin Tahu.
  5. Berfungsi Sebagai Edukatif.
  6. Mengatasi Krisis Spiritual.
  7. Menyelamatkan.
  8. Menanggulangi Materialistik.
  9. Sebagai Ethos.
  10. Menanamkan Cara Berpikir Positif.
  11. Sebagai Motivasi.
  12. Memberikan Kecerdasan Kreatif.
  13. Sarana Mengatasi Ketakutan.


Aplikasi Psikologi Agama dalam Proses Belajar Mengajar


Aplikasi psikologi agama dalam proses belajar mengajar berkaitan erat dengan teori kepribadian Sigmund Freud, teori yang dapat diaplikasikan dalam bimbingan, yaitu bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki kebutuhan dan keinginan dasar, dengan memegang 3 prinsip bimbingan konseling yang digagas oleh Mortensen agar prosesnya menjadi efektif, yaitu:


  1. Memahami Individu Bimbingan. Konseling bisa efektif jika pendidik dapat memahami dan mengerti persoalan, sifat, kebutuhan, minat, dan kemampuan anak didiknya.
  2. Preventif dan Pengembangan Individual. Dengan adanya usaha Preventif (pencegahan) diharapkan dapat mencegah penurunan perkembangan pada anak atau setidaknya dapat mempertahankan hal-hal positif yang telah dicapai.
  3. Membantu Individu untuk Menyempurnakannya. Terus Membimbing dan mengarahkan anak dengan memperhatikan tingkat kebutuhan dan pengetahuannya.

Kesimpulan


Psikologi Agama adalah kajian ilmu yang mempelajari kehidupan beragama seseorang dan pengaruhnya terhadap tingkah laku, pemikiran dan sikap hidup. Sedangkan ruang lingkup dari psikologi agama membahas tentang kesadaran agama (religious counciousness), yaitu kesadaran diri yang dapat dirasakan oleh pikiran dan hati dalam melaksanakan kaidah dalam beragama. Selain itu juga Psikologi agama membahas tentang pengalaman agama (religious experience), yaitu ketika pikiran dan hati kita telah sadar dalam melaksanakan kaidah beragama, hati dan perasaan kita juga membenarkan apa yang sudah kita amalkan.


Dengan psikologi agama diharapkan setiap manusia mampu memahami hakikat sejati dirinya, untuk apa dia hidup, bagaimana dia menjalani hidup,  kemana akhir dari hidupnya. Have a barakah life. Salam Literasi

 



Referensi:


  1. Ahyadi, Abdul aziz. Psikologi Agama Kepribadian Muslim Pancasila. Bandung: Sinar Baru, 1991
  2. Daradjat, Zakiah, Ilmu Jiwa agama, Jakarta: Bulan Bintang, 2015.
  3. Daradjat, Zakiah. Peranan Agama dalam Keseshatan Mental. Jakarta: Gunung Agung, 1971.
  4. Guntur Cahaya Kesuma, konsep fitrah manusia perspektif pendidikan Islam, Jurnal Pengembangan Masyarakat.
  5. Jalaluddin, Psikologi Agama: Memahami Perilaku dengan Mengaplikasikan Prinsip-Prinsip Psikologi, Jakarta, Raja Grafindo Persada. 2012.
  6. Koswara, Teori-teori Kepribadian, Bandung: Eresco, 1991.
  7. Muhammaddin. Kebutuhan Manusia Terhadap Agama. Jurnal Ilmu Agama UIN Raden Fatah. Vol.15, Nomor 1, Tahun 2013.

  8. Nasution, Harun. Islam di Tinjau dari Beberapa Aspeknya. Jakarta: UI Press, 1979.
  9. Pamungkas, Pakhi. Ensiklopedi Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1997.
  10. Munib, Ahmad. Konsep fitrah dan Implikasinya terhadap Pendidikan. Jurnal Progres  Volume 5, No. 2 Desember, 2017.
  11. Raharjo, Pengantar Ilmu Jiwa Agama, Semarang: Pustaka rizki putra, 2012.
  12. Ramayulis. Psikologi Agama. Jakarta: Kalam Mulia, 2004.
  13. Yusuf, Samsu. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.

 

 

 

Komunitas Ngeblog dari Nol IIDN Membuka Cakrawala Dunia Blogging

Rabu, 26 Januari 2022

Berpartisipasi dalam sebuah komunitas bagi saya merupakan sebuah keharusan jika ingin serius dalam suatu bidang yang sedang diminati. Seperti saat ini, saya sedang sangat memiliki minat  dalam dunia blogging. Bukankah suatu kebahagiaan jika hal yang sedang kita minati ternyata memiliki wadah yang bisa kita jadikan pijakan untuk mengembangkan pengetahuan kita tentang hal tersebut. Iya atau iya? Pastinya, sih iya, dunk! Adalah sebuah kebetulan yang sangat didamba bisa menemukan komunitas ngeblog dari Nol IIDN ini sebagai sarana membuka cakrawala dunia blogging.


Dengan adanya komunitas diharapkan akan membantu para anggotanya untuk bisa upgrade banyak pengetahuan. Adanya kesamaan minat pada setiap anggota akan mengarahkan pada tujuan yang ingin sama-sama dicapai. Saling membantu dan mendukung diantara anggota akan memacu semangat  untuk tetap konsisten pada tujuan awal. Menilik asal kata dari komunitas yang berasal dari bahasa latin "communitas" memiliki arti etimologi "kesamaan". Beranjak dari pengertian ini, visi dari sebuah komunitas mengumpulkan kita dalam satu wadah yang memiliki kesamaan visi, kesamaan minat dan mungkin juga kesamaan cita-cita.







Bergabung dengan Komunitas Ngeblog dari Nol IIDN


Bergabung ke dalam komunitas "Ngeblog dari Nol IIDN" membuat saya menjadi bertambah mengerti seluk beluk dunia blogging. Perlahan namun pasti pertanyaan tentang dunia blogging yang ada di benak saya terurai satu persatu. Bantuan dan dukungan komunitas yang digawangi oleh Ibu-Ibu Doyan Nulis atau sering dikenal IIDN ini sangat berarti dalam mengembangkan pengetahuan saya dalam hal ini.  Komunitas yang dijalin dalam sebuah whats app grup ini dibina secara langsung oleh tiga mentor kece dan keren Mba Widyanti Yuliandari sebagai ketua IIDN saat ini beserta Mba Alfa Kurnia dan Mba Nunu Amir., yang ketiganya merupakan wanita-wanita visioner, yang tak kenal lelah membangun aura positif dalam komunitas ini.

Terharu sebenarnya ketika dipertemukan dengan komunitas ini. Teringat saat itu, dalam risau gelisah ketika rasa ingin tahu yang sangat besar alias kepo tentang khobar-khobar menakjubkan dalam dunia blogging ini singgah dalam pikiran saya, komunitas ini hadir sebagai obat penenang. 


Jujurly kalo ada sesuatu yang mengganjal dalam pikiran dan hati, seringnya bikin penasaran ingin segera menuntaskan segala kegundahan. Sampai-sampai saking penisirinnya, sampai berharap dan meminta sama Allah, Ya Allah yang maha mengetahui tolong tunjukkan, donk, secercah sinar yang akan menyingkap rasa kepenasaran yang membuncah tentang dunia blogging ini! haha...serius banget, yaak.


Keberuntungan berpihak pada saya. Alhamdulillah do'a saya terjawab. Allah yang maha baik banget menuntun saya untuk bertemu dengan hal yang dibutuhkan. Serius ini ga lebay gaes...!! Ini Real!! Its my dream Sista, and your's too I think, hehe.
untuk setiap keajaiban dan keberuntungan yang didapatkan, mengingatkan saya pada sebuah Hadits yang dinukil dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dalam kitab Riyadhus shalihin, bahwasannya Rasulullahu salallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:



Aku sesuai persangkaan hamba-Ku, Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam kesendirian Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam sebuah kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik dari kumpulan itu (kumpulan malaikat). - Mutafaqun Alaihi -


Dari siapa saya tau tentang informasi ini? Dari seorang teman dan juga mentor saya dalam dunia blogg. Dia adalah seorang blogger yang sudah mencapai banyak prestasi dalam banyak bidang, siapakah dia? lagi-lagi Mba karunia Sylviany Sambas, bu bidan cantik nan baik hati inilah yang mempertemukan saya dengan komunitas Blogg dari Nol IIDN. Beliau adalah sahabat maya saya, kami sering satu kelas dalam pelatihan-pelatihan online.  Banyak jalan menuju Roma, sebenernya sudah sejak tahun 2020 saya follow IG ibu-ibu doyan nulis, tapi ayal info ini terlewat. Namun berkat info dari bu bidan cantik, nasib baik berpihak dan saya memiliki kesempatan untuk ikut komunitas ini. Horray, dunk, ya. Girang banget pastinya!


Sosial Media Tidak Melulu Membawa Dampak Negatif


Flash back tentang bagaimana awal komunitas ini memulai sharing dan caring-nya dalam dunia blogging, yaitu dengan membuka zoominar. Topik bahasannya tentang tutorial cara ngeblog dari nol, bagaimana membuat blog lewat platform blogger alias blogspot. Pembahasan yang disampaikan lewat Zoominar, menjadikan tutorial membuat blog menjadi lebih mudah dicerna karena bisa melihat secara langsung  tutor dan tutorialnya. 

Setelah para anggota komunitas berhasil membuat blog, kami tetap mendapat pendampingan melalui WAG yang sampai sekarang masih terus berlangsung. Pengetahuan-pengetahuan dalam dunia blogging terus menjadi perbincangan di dalamnya, dan para pembina selalu siap dengan sigap menjawab pertanyaan-pertanyaan dari anggota.

Selain program sharing dan caring, ada juga program blog walking atau familiar dengan istilah BW. Konon katanya cara ini bisa menaikkan traffic blogg kita. BW adalah kegiatan saling mengunjungi blog, membaca blogpost dan memberikan komentar positif yang membangun. BW diadakan setiap pekan dengan maksimal 25 list yang boleh diikut sertakan. kebayang, kan, ya? padahal anggota komunitas terdiri dari ratusan, lho! Dengan begini para peserta harus sigap dan tanggap agar bisa ikut BW yang akan berjalan. kalo aku sih masih pada tahap, ada yang baca tulisan kita aja udah syeneng banget, syukur-syukur jika tulisan kita bisa membawa manfaat buat yang baca. Adapun efek positif dari program BW yang lainnya merupakan bonus, biar bisa semangat terus untuk ngeblog MasyaAllahu tabarakallahu. Semoga Allah selalu membimbing kita dalam kebaikan, dan memberikan kita semua curahan rahmat-Nya.

Semakin hari semakin tenggelam dalam hobby baru yaitu nge-blog.  Berkat adanya komunitas yang berjalan di dunia maya, semoga semangat ngeblog bisa tetap terpelihara. Dari sosial media saya bisa menemukan jati diri saya. Karena bersosial media, saya menemukan banyak aktivitas yang membawa saya menemukan dunia baru, dunia kecintaan saya. Asal kita bisa bijak menggunakannya, sosial media sangat bisa didayagunakan pada hal yang berdampak positif.  Terbukti kalau sosial media tidak melulu membawa dampak negatif. Isn't right??

Buku Ngeblog dari Nol IIDN Merupakan Pelepas Dahaga



Untuk melengkapi pengetahuan dan ternyata IIDN menerbitkan buku tentang ngeblog dari nol. Buku ini yang akan membimbing kami juga. Bak mendapat air di tengah dahaga, tanpa pikir panjang, buku ini aku jadikan bahan rujukan tambahan untuk membuka cakrawala dunia blogging. Berasa lengkap sudah terjawab doa-doa pengharapan panjangku tentang dunia blogging ini...hehe. Sesuai tag line buku ini yaitu panduan lengkap belajar blogging untuk pemula. Pass banget jadinya, buat aku yang masih unyu-unyu, eits untu-unyu dalam dunia perblogging-an maksudnya, ya!!

banyak hal yang dituturkan dalam buku ini. bahasanya ngalir, enak dibaca dan mudah dicerna. kajiannya lengkap diperuntukkan untuk para pemula. Buku ini menuntun kita untuk bisa membuat blog di dua platform yaitu blogspot dan wordpress. di dalamnya juga dijelaskan tentang manfaat ngeblog. Ternyata banyak, lho, manfaatnya, bahkan bisa untuk menghasilkan cuan!

Dalam buku ini diceritakan juga pengalaman ngeblog para penulisnya yaitu Mba Widyanti Yuliandari, Mba Alfa Kurnia dan Mba Nunu Amir, dari awal mula mereka membangun blogg sampai akhirnya blogg yang dibangun dengan cinta dan jerih payah menjadi besar. Besar dalam artian trafficnya sudah padat dan menghasilkan cuan yang cukup lumayan. Ngiler, kan...? Ngiler juga ya..?! Sekali lagi masyaAllahu tabarakallahu. Yuk...ikut jejak mereka, para wanita hebat ini!








Bagi Mba widyanti Yuliandari kegiatan blogging merupakan jalan panjang yang berliku, menanjak, curam, tetapi pada akhirnya adalah merupakan hal yang melegakan. Mba Widyanti merasa bahwa perjalanan ngeblognya yang tersaruk maruk, dikarenakan beliau pada awalnya belum mengenal komunitas blogging. So ini nasihat untuk kita agar berkomunitas lah! Agar perjalanan kita lebih cepat mengarah ke tujuan.

Bagi Mba alfa Kurnia, Blogging merupakan media curhat yang akan membuka dunia baru dan beliau berujar bahwa blogging sebagai wadah untuk meluapkan emosi negatif supaya bisa tetap waras. Pesannya yang bisa kita jadikan pegangan, bahwa passion adalah hal yang harus dimiliki ketika kita mulai nge-blog agar kita bisa menjadi blogger profesional yang tahan banting.

 

Success is not the key to happines. Happiness is the key to success. If you love what are you doing, you will be susscessful. Artinya kurang lebih bahwa kesuksesan bukan kunci untuk meraih kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kunci untuk menggapai kesuksesan. Jika kamu mencintai apa yang kamu lakukan, maka kamu akan berbahagia. - Albert Scheweitzer -


Mba Nunu Amir mengistilahkan blogging sebagai media pembuka pintu untuk berkomunitas, karena menurutnya dengan berkomunitas selalu saja ada pemicu untuk nulis dan bertahan untuk tetap berjaya di blogg. Bergabung dengan teman-teman komunitas yang memiliki aura positif akan membawa aura positif juga bagi kita. So...keep blogging, diungkapkan pada akhir ceritanya, sebagai pemacu kita untuk tetap semangat ngeblog.


If you want to continually grow your blog, you need to learn to blog on a consistent basis. Artinya kurang lebih bahwa jika kamu ingin melanjutkan membangun blog mu, kamu harus belajar nge-blog secara konsisten. - Neil Patel -


Buku ini benar-benar dibutuhkan para blogger pemula seperti saya ini dan mungkin juga Sista yang minat untuk membangun blog. O, iya, buku ini juga disertai bonus blogg planner, berguna untuk merancang tulisan yang akan dipublish di blog kita. Penjabaran lebih lengkapnya tentang isi buku ini, next insyaAllah akan saya tulis dalam label resensi karya non fiksi, ya. kepooo, kaan?? Pasti kepo, donk!! Sooo....jangan sungkan untuk mampir lagi yaa!! ke sini, nih, ke Rumahnya Inspirasi Nita di www.ins-nita.com. Salam blogging. Salam literasi πŸ’“πŸ’πŸ’








REFERENSI

Yuliandari, Widyanti, dkk. Ngeblog dari Nol: Panduan Lengkap Belajar Blogging untuk Pemula. Wonderland publisher, 2021, 181 hal.

https://www.saturadar.com/2021/03/Pengertian-Komunitas.html

  





 


The Story of Inspirasi Nita

Rabu, 12 Januari 2022

 

Assalamualaikum Wa Rahmatullahi Wa Barakatuh





Hai Sista (sahabat Insnita), saya Nita, penulis tunggal dari blog ins-nita.com. Selamat datang di ruang obrolan inspirasi ini itu. Ditulis dari sebuah inspirasi karena terinspirasi.


Saya, seorang istri dan ibu dari krucils yang sudah tak lagi cilik, masyaAllahu tabarakallahu.  Berprofesi sebagai ibu penuh waktu dan dosen paruh waktu. Menyenangi dunia tulis menulis karena dilatarbelakangi ingin mengikat ilmu dengan tulisan. Berangkat dari keyakinan bahwa segala sesuatu jika tidak ditulis akan terlepas dan tidak terhimpun alias berserakan. Utamanya adalah menjalankan anjuran dari Rasulullah salallahu 'alaihi wa salam yang tercantum dalam Silsilah Ash-Shahiihah no. 2026, yaitu Qoyyidul ilma bil kitabi yang artinya ikatlah ilmu dengan tulisan,. Termotivasi juga dengan ucapan al-Imam Asy-Syafi'i yangmenasihati kita, bahwasannya:



Motivasi kuat lainnya adalah problem kepribadian yang memang suka rada-rada sering lupa. 


Ruang ins-nita.com terlahir dari inspirasi yang ada dalam benak seorang Nita, dan mencoba dituangkan lewat tulisan. Ragam tulisan dalam ruang ini, diwarnai dengan latar pendidikan yang berangkat dari disiplin ilmu Pendidikan Islam dan Manajemen Pendidikan islam konsentrasi Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Sebagai pelengkap memuaskan kebutuhan kaum Hawa, ruang ini juga bertutur tentang parenting dan life style, yang berisi kudapan si kecil, tips dan trik bagaimana agar bisa menjadi momi yang berdaulat dan bahagia selalu. 


Saat ini memiliki tiga buku antologi yang ditulis based on love inspired. Antologi nasihat bunda, sayap-sayap mimpi dan kenangan di Saijo, Hiroshima. 


Menulis adalah skill tertinggi dari mendengar dan berbicara, untuk itu setiap goresan kata dalam ruang ini adalah proses belajar saya yang masih terus saya tingkatkan. Berusaha mengemas cerita  dalam bahasa yang ringan, bahkan dalam tulisan ilmiah. sekalipun. 


Menulis merupakan healing buat saya pribadi dan memang benar-benar dirasakan manfaatnya. Semoga dengan membacanya bisa menjadi healing juga buat Sista semua. Bermanfaat untuk saya pribadi khususnya dan untuk sahabat Insnita umumnya. Pada tiap tulisan yang tergores diharapkan mampu  membangun peradaban maya dengan hal-hal yang positif.


Untuk menyalurkan kecintaan terhadap dunia culinary dan traveling, saya juga membagikan tulisan dan kisah di ruang https://traveleata.my.id/. Cerita yang saya urai sejak tahun 2011, namun sempat vakum dan kini mencoba untuk menghidupkannya kembali. 


Semoga tulisan dalam ruang ini bisa dikunyah dengan renyah. Serius tapi santai, goresan kata demi kata bisa dinikmati maknanya, sehingga dengan mudah dapat dicerna dan berhasil menuangkannya ke dalam bejana pengetahuan.


Untuk kontak kerjasama bisa dikirim ke email insnita99@gmail.com


Sosial media:

  • Facebook: insnita
  • Instagram: insnita.eduparenting dan insnitaa
  • Twitter: insnita99
  • Youtube: insnita

Semua terhubung langsung lewat link sosial media yang ada di Beranda.


Selamat mengambil manfaat dari tulisan dan celotehan di ins-nita.com dan traveleata.my.id. Semoga dengan ini, bisa menjadi jalinan silaturahim yang bisa memberatkan timbangan amal baik kita.


Salam Literasi....wassalamualaikumπŸ’“

Intellifluence: Kerja Rumahan Bertarif Dollar, Siapa yang Ga Mau?

Selasa, 11 Januari 2022

Hai Sista.. sini yuk ngumpul.... kita nge-ghibah bareng, ngobrolin tentang masa depan. Mau, kan...? pasti mau, dunk? maunya pake bangets, kan?! Hi...hi...kenalan yuks sama intellifluence.


Di masa pandemi ini, durasi interaksi kita dengan sosmed jadi makin panjang dan meluas, dikarenakan banyaknya waktu yang dihabiskan di rumah.  Tangan kita jadi auto gatel bawaannya pingin utak-atik gadget, mencari hal-hal yang sekiranya mampu memberikan masukan yang positif terhadap perkembangan kejiwaan kita, selain itu juga mencari peluang yang mampu meningkatkan kadar pengetahuan kita, engga cuma sampe di situ, apalagi kalo hasil selancar di dumay bisa sampe  upgrade kantong dan mengisi pundi-pundi, ya? Ini yang dicari πŸ˜€.


Sepanjang itu membawa maslahat dan berkah menurut aku sih sah-sah aja, bahkan hanya untuk sekedar scroll-scroll medsos, terkadang malah menjadi sebuah keharusan! 

Termasuk cuma sekedar scroll-scroll gadget jadi keharusan? iya, dunk! Secara jiwa juga butuh nutrisi, kan? Nutrisi bagi jiwa adalah hal-hal yang membuat jiwa kita merasa nyaman dan happy. untuk itu sebisa mungkin, ketika kita melakukan apapun, niatkan segalanya untuk menghasilkan dan mendapatkan kebaikan, demi ketenangan jiwa. Innamal 'amalu bi anniyah. 


Jujurly, bisa berkenalan dengan dunia blogging, awalnya dari iseng scrol-scroll IG, untuk cari event webinar yang bisa diikuti, intip-intip kegiatan pelatihan, cari peluang usaha, sampai akhirnya dalam proses pencarian, dipertemukan dan dijodohkan dengan kelas blogging. Nah, dari ngeblog inilah, jadi bisa tau peluang-peluang meraup cuan dari rumah, tepatnya cari cuan dari dunia blogging, termasuk info tentang intellifluence ini, sebuah platform sumber cuan yang sangat menjanjikan, bisa dijadikan sebagai side hustle yang menggiurkan,.



Sista ingat sebuah nasihat dari Rasulullah salallahu 'alaihi wa salam? Bertemanlah dengan pedagang minyak wangi, niscaya kamu akan kecipratan semerbak harumnya. Seperti halnya perkenalan aku dengan intellifluence, diawali dari ajang pertemanan yang topik bahasannya diisi dengan hal-hal tentang  usaha meng-upgrade diri. Lebih tepatnya sih ajang kongkow di whatsApp dalam sebuah kelas ngeblog yang digawangi PCW. Coachnya yang super baik hati, Mba Nia, mojang asal Medan ini, gak tanggung-tanggung kalo sebar informasi, pasti langsung pada inti kebutuhan. 


Maksud  dari istilah "kebutuhan" udah paham, kan, yaa?? yup betul kebutuhan pada alat untuk mencukupi kebutuhan alias kebutuhan terhadap "DUIT". hihi. Ih mata duitan, deh, kamu materialistis!! Hm..., mungkin penekanannya bukan pada materialistis, ya? Tapi, lebih tepatnya realistis, dunk! Manusia mana, sih yang engga mau kalo ditawari keuntungan?


Terbukti nyata, kalo kebanyakan orang bisa termotivasi jika ada yang memotivasi. jadi memang intinya, kebanyakan sifat manusia itu harus didorong biar bisa bergerak maju. Titik perbedaannya terletak pada kekuatan dorongan. Bedanya ada manusia yang hanya dengan sekali dorong sudah mau bergerak, namun ada juga harus didorong dengan kekuatan ekstra baru bisa bergerak. hihi...so termasuk golongan yang manakah kita?


Jadi, kalo ada yang memotivasi untuk bisa gali cuan dari rumah, apalagi dengan tarif dollar, jangan dicuekin, yaa! Apalagi kalo harus didorong-dorong. Langsung eksekusi, dan langsung kepo-in infonya. jangan ditunda-tunda, takut rizkinya dipatok ayam! hehe.


kembali ke pokok persoalan, tentang Intellifluence.  ini adalah platform yang menawarkan kerja berbentuk tulisan review terhadap suatu event atau sebuah product. review yang diberikan bisa lewat blog atau platform media sosial lain yang kita punya. 


Adanya platform semacam intellifluence ini, membuat para blogger semakin antusias untuk ngeblog, dengan cara rajin update blog dan meningkatkan mutu tulisan menjadi lebih baik lagi. Selain itu juga  terus meningkatkan kualitas tampilan blognya, dengan memilih Template blog yang sedap dipandang mata sampai pada meningkatkan level blog menjadi blog yang ber TLD alias TOP Level Domain atau lebih familiarnya, si blog berubah nama dari belakangnya ada embel-embel blogspot, wordpres dan platform ngeblog yang lainnya, menjadi berdomain .com, .my.id, .org, .id, dan sebagainya. 




Terus, gimana kalau belum punya blog? Bolehlah belajar blog dulu, dan rajin nulis buat isi blognya, biar performa blog kita bisa membangun kepercayaan Client. Gimana jika tak bisa dan tak mampu? tidak ada yang tidak bisa dipelajari, pasti Sista semua akan mampu. Saya yang sudah tak muda lagipun masih semangat, lho, untuk belajar dan belajar, apalagi sista yang pastinya juga masih banyak yang lebih muda dari saya. Sista pasti tau, kan, kutipan dari sebuah ayat, tidak akan berubah suatu kaum, jika bukan kaum itu sendiri yang merubahnya! untuk itu tidak akan berubah seseorang, kecuali orang tersebut yang mau merubah dirinya!

Trus gimana kalo memang bener-bener malesss, bikin blog!? Ngeblog itu kan ga gampang, banyak aturannya, banyak yang harus disetting, harus ngerti ilmu IT dikit-dikit, harus piawai nyimpen keyword di tulisan, harus sedikit paham bahasa javascript, dll...dll...pusyiiing tauuukkk!!!. Ya udah kalo gitu download aja dulu, deh, aplikasi intellifluence, trus kasih review tentang aplikasinya, cuma sekedar nulis maksimal 500 karakter/huruf Sista semua sudah bisa dapat $5, lumayan banget, kan? Reviewnya bisa menggunakan bahasa Indonesia atau juga Bahasa Inggris. Gimana ga asyik, coba?


Tapi jangan lupa daftar jadi member intellifluence dulu, ya! Trus buat akun Paypal juga, karena honorarium yang didapatkan cuma bisa dicairkan lewat paypal.  Maju terus pantang mundur, demi cuan dollar,...hehehe. Kerja rumahan Bertarif dollar bareng intellifluence?? hhmm...siapa takut?? Salam literasi... πŸ’“

Banana Cake untuk Me Time Si Buah Hati Upaya Mengembangkan Sikap Sosial dan Emosional pada Anak

Minggu, 09 Januari 2022

Pada siang hari, di sebuah komplek perumahan, terlihat bocah cilik berlari menuju rumahnya. Candra Amin nama bocah cilik itu, berusia lima tahun lebih 5 bulan, dalam keadaan berseragam, bergegas langkahnya,  nampaknya dia baru saja pulang dari sekolah, yang memang masih terletak di komplek perumahan tempatnya tinggal. Setiba di depan pintu rumahnya, dia mengetuk dan mengucapkan salam dengan penuh semangat seperti ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting, pada bundanya. 

"Assalamualaikum, anybody home?" 

"Bund,... Bunda...bukain pintu, Bund!" 

Dari arah dapur muncul sosok wanita yang tak lain adalah bundanya, dengan suka cita menyambut kedatangan baby boy, yang kini dirasakannya sudah tumbuh menjadi seorang bocah lelaki yang mandiri dan sangat cerdas. Bertumbuh dan berkembang dengan sangat sesuai harapannya, dari hari ke hari, masyaallah tabarakallah, membuat hatinya sebagai seorang ibu merasa bangga dan bahagia. 

Baby boy nya ini seringkali membuat dirinya takjub akan celotehannya yang terkadang di luar dugaannya. Pemikiran dan celotehan Candra Amin putra bungsunya ini bisa membuat dirinya geleng-geleng kepala, karena tidak menyangka bisa terlontar dari bibir mungil seorang bocah cilik, putra kesayangan dan kebanggannya itu.

Kini  jagoan ciliknya itu tengah berdiri di depan rumahnya, melongok-longokkan kepalannya ke dalam rumah, melalui jendela dengan wajah tersenyum lebar.

"Eh... anak bunda sudah pulang sekolah. Kelihatannya, kok kaya yang bahagia banget! ada apa, nih?"

Candra Amin menghambur ke pelukan bundanya dan berkata seraya berbisik.

"Bund, kalo Adek minta sesuatu hari ini, kira-kira, Bunda mau, ga nurutin permintaan Adek?" Seraya mencium tangan bundanya.

"Permintaan apa, tuuuh?"

"Ya... mau aja, dunk, asal permintaannya masih bisa bunda kabulkan, why not?"

"Tadi Faiz bilang di sekolah, Bund, ajakin adek main bareng di taman komplek, boleh, Bund?"

"Boleh, dunk, biasanya Adek memang suka main sama Faiz di taman, kan?"

"Iya, sih, Bund, tapi yang ini beda, Faiz sama teman-teman yang lain juga, pinginnya sambil camping-campingan, gitu Bund. Gelar tikar, terus bawa makanan!"




Sembari merajuk pada bunda, Candra membayangkan keseruan kegiatan dengan temannya sore nanti, sambil berharap bundanya akan membuatkan banana cake, kue kesukaannya.

"Bunda mau, gak, bikinin Adek kue buat sore nanti?!" sedikit memelas, wajahnya menengadah, memandang bundanya."

"hm... bikin kue apa, ya? coba Bunda liat persediaan di dapur dulu, ya!"

Dalam benak seorang bunda, bisa mengabulkan permintaan anak adalah merupakan hal yang sangat membahagiakan dan melegakan hati. Apalagi hal yang diminta si kecil adalah hal yang wajar dan juga bermanfaat. Hal yang diminta Candra kali ini, dia pikir akan sangat bermanfaat bagi perkembangan sosial emosionalnya. Candra akan belajar bagaimana caranya mengendalikan emosi dan perannya dalam lingkungan pergaulannya. Anak yang sering bergaul akan terlatih untuk peka terhadap keadaan sekitarnya dan mampu merespon dengan baik keadaan di lingkungannya. Pendapat ini diperkuat oleh Ali Nugraha dalam bukunya metode pengembangan sosial emosional. 

Bunda dan candra menuju dapur, dan ternyata mereka melihat ada pisang yang sudah sangat matang. Si Adek terlihat sumringah, dan langsung berteriak.

"Ada pisang, Bund, kita bikin banana cake yuk!" spontan teriak loncat kegirangan ketika melihat pisang.

"Coba Bunda lihat bahan yang lainnya dulu, ya." Bunda menimpali

Bunda memeriksa locker tempat persediaan bahan makanan mentah, dan alhamdulillah menemukan semua apa yang dibutuhkan. Tepung gandum, butter, telur, gula, vanila, baking soda dan baking powderpun tersedia. akhirnya tanpa ragu bundapun menyetujui permintaan Si Adek.

"Okay, lets go, langsung kita ekseskusi, Dek, mumpung masih siang. nanti pas waktunya  Adek kumpul sama teman-teman, kuenya sudah matang, deh!"

"Lets go kita come on, Bund!" Candra menimpali perkataan bundanya sambil bersorak gembira.


Oke, kuy, sist, kita mulai coba campur-campur bahan dan kita sulap biar jadi cake yang lezat dan syarat nutrisi untuk bocil. berikut bahan-bahan yang harus disiapkan.


Banana Bread

By: Insnita


Bahan 1:

  • 100 gr butter
  • 100 gr margarin
  • 100 gr gula pasir halus
  • 50 gr gula palm/aren

Bahan 2:

  • 3 butir telur uk besar
  • 1 sdt vanila (bisa bubuk atau essens)
  • 1/2 sdt garam

Bahan 3:

  • 300 gr tepung terigu protein sedang
  • 1 1/2 sdt baking soda
  • 1/2 sdt kayu manis bubuk

Bahan 4:

  • 200 ml Butter milk 

Bahan 5:

  • 450 gr pisang ambon matang, haluskan.
  • Secukupnya pisang ambon, iris sebagai garnish.


Cara:

Kocok bahan 1 sampai pucat dan mengembang, dengan speed tinggi lalu masukkan bahan 2 secara bertahap.


Campur bahan 3, ayak. Masukkan kedalam kocokan adonan, kocok dengan speed rendah selang seling dengan bahan 4 dalam 3 tahap. Pastikan adonan tercampur rata dengan mengaduk kembali menggunakan spatula. Gunakan teknik aduk balik.

Masukan bahan 5. Aduk rata.


Masukkan ke dalam loyang segi empat ukuran 20×20×7 cm, yg telang diolesi mentega. aku disini pake loyang loaf ukuran 18x7x5 dan sisa adonan dimasukkan ke dalam loyang muffin. 

sesuaikan saja ya bunda. karena biasanya si kecil suka dengan benda yang bentuknya kecil sesuai dengan ukuran tangannya yang masih mungil, agar mereka mudah memegangnya.


Panggang dalam oven yg telah dipanaskan sebelumnya selama 50 menit dengan suhu 180 'C, atau sesuaikan waktunya dengan oven masing-masing yang bunda miliki di rumah.


Untuk lebih jelasnya ada vidio proses pembuatannya, ya sist. untuk step by step lengkapnya bisa dilihat di link berikut πŸ‘‡

https://www.youtube.com/watch?v=zJ3mttWbZzc&t=294s


Setelah kurang lebih 2 jam  dari mulai proses persiapan sampai cake siap dihidangkan. Candra menemani bundanya, menyaksikan step by step cara pembuatan kue, sambil sesekali diminta membantu bunda untuk mencampurkan sesuatu atau mengambilkan hal yang dibutuhkan.


Alangkah bahagianya Candra ketika melihat hasil banana cake yang menggugah selera lapar kekanakannya. Bundanya membuatkan dua bentuk, yang satu dibentuk dalam cup kecil dan adonan yang lainnya dibentuk dalam loyang loaf. Candra memutuskan kue berbentuk cup mungil untuk dibawa ke taman. rencananya mau tuker-tukeran penganan bareng temannya.  


Hm... kreatif juga nih ide si bocah,  udah macam ibu-ibu ariasan ajah. hehe. Have a joy, yaa, Adek Candra!


Sista! Banana cake ini selain rasanya moist, enak dan harum karena ada tambahan gula aren, namun juga kaya akan nutrisi. Dilansir dari hello sehat dan sebuah Journal kesehatan, beberapa bahan yang digunakan dalam pembuatan banana cake ini memiliki kandungan nutrisi yang memang sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. kandungan dari bahan-bahan utama banana cake ini diantaranya, yaitu:



 

Terbukti, ya sist, banana cake mengandung banyak nutrisi yang baik bagi anak. karena mengandung tinggi karbohidrat, banana cake bisa dijadikan pengganti penganan di kala si kecil sedang sulit makan nasi.


Adapun manfaat yang dapat diambil dari bahan-bahan tersebut, bisa kita bahas di lain waktu, yaa. sementara sista bisa googling-googling dulu aja, yaa...😘


Ketika putra-putri kita ingin me time bersama teman-temannya, demi perkembangan sosial emosionalnya, sista harus mengijinkan putra-putri sista bermain bersama teman-temannya. Karena kegiatan sosial harus dibina sejak anak masih dalam usia dini, agar emosionalnya berkembang secara matang. Kelak ketika dewasa, mereka siap menghadapi tantangan kehidupan dunia yang makin hari makin keras penuh persaingan. 

Ketika krucils sedang me time dengan teman-temannya, bunda juga bisa melakukan hal yang sama. Sekedar kongkow di depan rumah sambil menikmati banana cake yang super moist ala coffe shop yang bergengsi ituuh, rasa penat akan segera lepas. apalagi jika ditemani secangkir coffee favorit, (kalo aku americano with less sugar😘) atau teh kesukaan.  Selamat mencobaaa! have a joy juga buat bunda. Healthy life, happy family. Salam Pengasuhan,... πŸ’“



Referensi

Nugraha, Ali dan Yeni Rachmawati, Metode Pengembangan Sosial Emosional, Tangerang : Universitas Terbuka, 2013.

http://e-journal.uajy.ac.id/228/3/2BL01051.pdf

https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/manfaat-dan-risiko-makan-telur/

https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/3630867/butter-lebih-banyak-manfaat-atau-bahayanya


Berkreasi Membuat Kue Putu Ayu Bareng Si Kecil Tingkatkan Daya Imajinasi Anak

Kamis, 06 Januari 2022
Teman-teman semua pasti punya hobi dan kesukaan yang unik serta berbeda satu sama lain tentunya, ya. Nah, kalo aku sukanya sama camilan kue yang satu ini nih. Siapa sih yang tidak suka dengan camilan yang satu ini...? sepertinya sangat jarang ya? Kue ini masuk kategori bolu tradisional. Banyak orang mengenalnya dengan sebutan kue putu ayu. kue ini memiliki tekstur yang lembut dan rasa yang light karena tidak menggunakan tambahan margarin, butter ataupun minyak di dalamnya.


Pun dengan aromanya yang memiliki keharuman pandan dan legitnya kelapa menggugah kita untuk pingin ngemil lagi dan lagi, pas banget jadi camilan yang asyik sebagai temen ngeteh ataupun kopi. hm... kebayang, kan, di setiap sruputan kopi pasti memberi nuansa yang berbeda karena diselingi dengan gigitan kue putu ayu. So perpaduan antara aroma khas dari pandan dan santan kelapa serta gurihnya kelapa muda parut....bikin lidah kita bergoyang dengan manjanya...hihi. Kebayang, kaan legitnya!?



Yang terpenting,  kue ini juga bisa dijadikan camilan sehat untuk si kecil.  O.. iya bagi sista yang sudah punya momongan, jangan lupa ajak si kecil juga yaa...baik dalam proses pembuatannya atau saat menikmatinya. Selain lebih seru berfungsi juga sebagai penguat bonding antara sista dan si kecil.


Moment ini bisa dijadikan media stimulasi bagi kemampuan kognitif serta perkembangan motorik kasar dan halus anak, lho. Ko, bisa...? Bisa, dunk! Gini ya Sist, proses stimulasi itu kita lakukan dengan mengajak si kecil turut serta dalam membuat kue putu ayu. Kita bisa membuat variasi bentuk pada kue putu ayu, misal dengan menggunakan cetakan berbentuk segi tiga akan menghasilkan putu ayu yang berbentuk segi tiga, atau dengan menggunakan cetakan berbentuk lingkaran, segi empat, dan persegi panjang, atu bentuk lainnya, guna mengenalkan aneka bentuk pada anak. Kegiatan ini bisa dijadikan sarana belajar sambil bermain, bermain sambil belajar, guna mengembangkan kemampuan kognitif pada anak.


Masih pada Domain Kognitif anak, selain mengenalkan aneka bentuk, kita juga bisa mengenalkan aneka warna kepada anak, yaitu dengan menciptakan variasi warna pada kue putu ayu. Tambahkan essen pewarna makanan pada kue putu ayu. Biarkan anak yang memilih warnanya dan bundapun mengajak anak untuk menyebutkannya. Merah,... kuning..., hijau..., oranye..., ungu, dan lainnya. Lakukan dengan suara lantang dan riang gembira agar anak menikmati prosesnya.


Untuk perkembangan motorik halusnya, sista bisa meminta si kecil untuk menuangkan adonan ke dalam cetakan, atau membantu menuangkan essen pewarna, sekaligus mengaduknya. Sstt...tenang aja sist, cake ini anti gagal-gagal klub yaa, walau diaduk tidak terlalu beraturan πŸ˜‰, tidak menyebabkan bantat, berbeda dengan cake jenis sponge atau pound, jadi masih aman kalo mengikut sertakan si kecil, dalam proses pengadukan, asal di bagian akhir proses, sista yang mengambil alih secara paripurna proses pengadukannya,...hihi.


Untuk motorik kasarnya, sista bisa meminta bantuan si kecil untuk mengambilkan loyang di sudut dapur, mengambilkan spatula di atas meja, mengambilkan panci dan lain sebagainya. Melalui proses ini si kecil bergerak ke sana ke mari, dengan lincahnya. kegiatan ini bermanfaat untuk menguatkan otot kakinya dan si kecil jadi lebih terampil menggunakan organ alat gerak tubuhnya. So pasti dengan arahan yang jelas dari bundanya, ya...!!! supaya si kecil dapat memahami instruksi yang sista berikan..


Dengan cara ini, proses pembuatan kue putu ayu selain menyenangkan namun juga bermanfaat. Kuncinya, bundanya juga harus melakukannya dengan rileks dan penuh suka cita, alias jangan sedikit-sedikit dicampur pake adonan emosi, hehe.


Okay, sist,....kita mulai nih pada proses pembuatan kue putu ayu-nya. Resep dan step by step pembuatannya, saya share di bawah ini. ada juga yang versi vidionya lho. 😍



Putu Ayu

By: Insnitaa

Bahan 1:

  • 2 butir Telur 
  • 150 gr gula pasir
  • 1/2 sdt emulsifier
  • 1/2 sdt Vanila
  • 1/2 sdt garam

Bahan 2:

  • 175 gr tepung terigu
  • 25 gr tepung tapioka
  • 150 ml santan ( dari 1 sachet 65 ml santan instan ditambahkan air menjadi 150 ml)

Bahan 3:

  • 1/2 Kelapa muda parut 
  • 1/2 sdt Garam 
  • 1 sdt maizena
  • Pasta pandan dan Pewarna sesuai selera

Cara:

  • Campur dan  Aduk bahan 3, lalu kukus selama 10 menit.
  • kocok bahan 1 menggunakan mixer dengan kecepatan tinggi selama 5 menit, sampai putih kental berjejak, jngn terlalu lama, krn akan menyebabkan bantat.
  • Masukkan bahan 2 selang seling antara tepung dan santan. Aduk dngn mixer kecepatan rendah. Aduk lg dengan spatula untuk memastikan adonan benar2 tercampur tdk ada endapan cairan.
  • Beri pewarna sesuai selera.
  • Beri campuran kelapa kukus d dasar loyang yg telah diolesi minyak dan tekan2, lalu tuangkan adonan 3/4 loyang.
  • Masukkan ke dalam kukusan yg telah dipanaskan sebelumnya. Kukus adonan dengan api besar selama 10-15 menit. Tes tusuk.


Untuk step by step lebih jelasnya, sista juga bisa melihat cara pembuatannya di link video berikut:

https://youtu.be/WJsMNSDx7I4


Selamat, mencobaa sista. Kue ini cocok untuk acara me time di sore hari, selonjoran di teras rumah, sambil nyeruput teh atau kopi bareng si dia. Jangan lupa juga dibarengi diskusi ringan, mendengarkan celoteh si kecil. Pastikan sikecil ikut melahapnya juga.  eiitts,...tapiii....moment ini lebih tepatnya, disebut me time atau family time, yaa...wkwkwk.


Kegiatan bikin kue bareng ini bisa dilakukan bersama si kecil yang sudah memasuki usia 3 tahun ke atas, atau sista bisa menyesuaikan dengan kemampuannya. Melalui proses pengamatan daily actvity  si kecil, pasti sista mengerti apakah si kecil sudah bisa diajak bekerja bersama atau belum cukup.


Selamat melalui hari dengan penuh suka cita bersama si kecil. Jadikan setiap moment yang kita lalui setiap harinya, menjadi hal yang indah. Mengukir hari, mengabdikan diri pada keluarga, sekaligus juga jangan lupa untuk tetap memelihara kesehatan jiwa dan raga.

Salam pengasuhan...πŸ’“











Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger