Pengabdian Seorang Guru mengajar di Pulau terpencil Di tengah Laut

Selasa, 07 Juni 2022

Teringat sungai Aare ketika melepas kepergian sang pejuang. Kasus terbawa arusnya Kang Eril putra pertama dari Kang Emil, membuat sebagian besar orang jadi auto mengingat dan langsung membayangkan Sungai Aare ketika melihat sungai-sungai lain yang dijumpai. 


Seperti halnya saya, langsung melanglang buana membayangkan bagaimana eksotisnya sungai Aare, sebab konon katanya tipikal sungai-sungai di Eropa sana sangat bersih dan qurrata'ayun jika dipandang. Masyaallahu la haula wa la quwwata illa billah.


perjuangan seorang guru

Ahad kemaren saya punya jadwal untuk mewawancara seorang guru yang baru saja diangkat menjadi pegawai negeri sipil dan ditempatkan di sebuah pulau di tengah laut, pulau panjang namanya.

 MasyaAllahu ini merupakan salah satu keunikan yang dimiliki Indonesia. banyaknya pulau-pulau kecil dan merupakan negara maritim yang memiliki daerah laut yang sangat luas.


Pengabdian Seorang Guru Mengajar Di Pulau Terpencil Di Tengah Laut


Kisah seorang wanita yang memilih untuk mengabdikan dirinya, mengajar di sebuah pulau kecil yang berada di tengah laut, Pulau panjang namanya. Hanya bisa bertemu dengan keluarga tercinta disaat weekend datang. 


Tercekat tenggorokan ini, ketika membayangkan seorang bocah kecil yang berusia belum genap 2 tahun harus siap ditinggal sang bunda untuk mengabdikan dirinya demi mencerdaskan anak bangsa. Terdengar klise, tapi ini sebuah fenomena nyata.


Bocah cilik ini sudah harus mengalami ditinggalkan oleh sang bunda sejak umur 7 bulan. Sang bunda pergi ke medan pengabdian demi meningkatkan kesejahteraan keluarga, merajut masa depan yang lebih indah. Pengabdian seorang guru, seorang pahlawan tanpa tanda jasa.


Pengabdian Seorang Guru


Mengajar di salah satu Sekolah Dasar (SD) yang berada di tengah laut adalah sebuah pilihan yang sudah dia tetapkan dari awal. Bu Ayu terus belajar istiqamah hingga saat ini.


Lewat analisanya, bahwa ketika dia mencoba mengambil keputusan untuk mengajar di daerah terpencil ini, memiliki kemungkinan formasi yang lebih menjanjikan dibanding jika mendaftarkan namanya di tempat yang mudah dijangkau dan diminati banyak orang. Nasib baik berpihak padanya, Allah mengabulkan do'a dan pengharapannya.


Ada sebuah konsekuensi yang harus diambil dari sebuah pilihan. Diterima sebagai CPNS, tentunya memiliki artian kesejahteraan keluarga akan meningkat. Mengingat penghasilan dari seorang guru honorer masih jauh dari kata cukup, sangat minim dan di bawah standar.


Namun ada pengorbanan yang harus dia lewati. Ya,...meninggalkan keluarganya, orangtuanya, juga suami serta anaknya yang masih terhitung sangat kecil. Sejak usia 7 bulan, bocah cantik ini harus menerima nasib hanya bisa bertemu bundanya sepekan sekali. 


Sang ayah terkadang mengajak putri semata wayangnya ini ketika mendapatkan libur kerja yang hanya dia dapatkan sekali dalam sepekan, itupun harinya tak tentu. Dan dia pun harus menyadari bahwa istrinya meninggalkannya untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang abdi negara, menjadi pengajar generasi bangsa.


Perbaikan Infrastruktur Menunjang Perbaikan Nasib Rakyat


Bu Ayu, namanya, berharap kelak tersedia sarana transportasi yang bisa memberangkatkan dirinya, bertemu dengan anak didiknya di jam pagi sekitar pukul 7.00, waktu mulainya pembelajaran. 


Sehingga tak perlu lagi dia meninggalkan keluarga tercintanya, putri semata wayangnya yang masih sangat kecil, yang pastinya merasa kehilangan perhatian dan pembelajaran langsung dari dirinya sebagai madrasah utama bagi sang putri. 


Perjalanan menuju Pulau Panjang sebenarnya tak memakan waktu lama, dari dermaga tambat perahu Kecamatan Bojonegara, Serang Banten ke pulau panjang hanya memakan waktu 25 menit.


Hal yang menjadi kendala Bu Ayu tidak bisa pulang pergi karena jadwal penyebrangan yang sangat terbatas. Berharap ke depannya ada tambahan perahu dengan trayek pagi hari.


Berharap bisa tetap mengabdi pada bangsa, namun juga memiliki waktu yang tetap terjaga dengan keluarga. Nikmat rasanya, bila keduanya ini bisa berjalan secara seimbang. Hidup sejahtera, bahagia lahir dan bathin tentunya menjadi tujuan setiap insan.


Mengambil Ibrah dari Setiap Peristiwa yang Dijumpai


Menyaksikan pemandangan ini, membuat saya berdialog pada diri. Banyak sekali hamba Allah yang dikasih kesempatan berbeda dengan kita, namun tentunya Allah telah mempersiapkan sesuai dengan batas kemampuan hamba-Nya.

Dan kita yang diberi kesempatan bekerja, bertempat tinggal di lokasi yang nyaman dan mudah terjangkau, perlu disyukuri dan selalu bersyukur. karena bahagia itu sejatinya diciptakan, bukan dicari.

Setiap manusia pasti akan merasa berbahagia dengan versinya sendiri, dengan caranya sendiri, hanya saja harus pandai meramu dan  berdamai dengan diri. 

Kisah perjuangan guru mengajar di tengah laut sebagai bukti pengabdian dia pada bangsa ini, bisa dijadikan ibrah bagi kita untuk selalu bersyukur menyikapi setiap keadaan.

Begitupun dengan Bu Ayu, dia selalu merasa bahagia di tengah perjuangan keprofesian yang dia jalani. Walau meski kadang bajunya harus basah kuyup ketika air ombak menerpa tubuhnya. Air laut yang kadang tak tentu kondisinya, membuat dia harus siap di segala suasana.

Bahagia itu diciptakan karena sulit jika harus mencari, pencarian tidak melulu mendatangkan kepuasan. Ciptakan bahagia dari motivasi dalam diri. Seperti halnya Bu Ayu ketika ditanya apa yang membuat ibu bertahan untuk tetap mengajar di pulau panjang, pulau yang berada di tengah laut. Pulau yang butuh effort untuk mencapainya.

Jawaban Bu Ayu sangat simpel "Ketika murid mengerti apa yang saya sampaikan dan ajarkan, di situ saya merasa puas dan bahagia, pengorbanan yang saya ambil serasa terbayar ketika melihat prestasi murid, alhamdulillah 'ala kulli hal." 

Begitulah akhir percakapan kami dengan Bu Ayu, menutup pertemuan kami hari itu, mengantar Bu Ayu sampai ke Dermaga untuk menggapai tempat tugasnya. Perjuanagn Seorang guru harus dia tempuh, demi wujud pengabdiannya pada keluarga dan bangsa.


Semilir angin mengibaskan baju biru, jilbab biru dan rok biru milikku, secara sebenarnya aku sudah mempersiapkan kostum untuk menyesuaikan ke medan tempur, namun apa daya sikon yang belum mengizinkan. Sooo.....sampai jumpa di cerita selanjutnya yaaa.

Teringat Sungai Aare menyaksikan beningnya air sungai yang mengantarkan Bu Ayu menuju Pulau Panjang. Semoga berkesempatan menyebrang menuju Pulau Panjang, biar ikut merasakan perjuangan seorang Bu Ayu. 

Episode selanjutnya insyaAllahu kita eksplore pemandangan Pulau Panjang yaaa...see you next. Salam literasi. Salam ukhuwah dan semangat mengabdi mencerdaskan anak bangsa.
7 komentar on "Pengabdian Seorang Guru mengajar di Pulau terpencil Di tengah Laut"
  1. Seolah bercermin pada kehidupan saya di tahun 99, Kak. Ibu saya seorang guru PNS, sejak saya kelas 3 SD, adik saya pun masih berusia 3 tahun, kami sudah diboyong untuk ikut Ibu bekerja, mengingatkan saya masa-masa itu.

    Saya suka konten blog kakak, sangat inspiratif dan edukatif sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. masyaallahu, semoga ibu dapat pahala yang berlimpah, ya. Pantes anaknya seperti Kak Nurhayati, sholihah, berkah perjuangan ibu, ya kak:1

      Hapus
  2. Keren banget sih buat gurunya

    BalasHapus
  3. www.lokasaga.com26 Juni 2022 05.53

    Terharu bacanya mba, memang fakta kalo masih banyak guru yang berjuang di daerah pelosok atau daerah tertinggal demi mencerdaskan anak bangsa

    BalasHapus

Trimakasih sudah berkunjung ke ruang narasi Inspirasi Nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diantara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger