Pulang Kampung, Ada Buncah Rindu Ketika Ku Ingat kau

Sabtu, 18 Juni 2022

Sebelum matahari mulai menyembul di ufuk timur, aku telah bersiap dengan dandanan yang sedaanya namun tetap rapih. Perjalananku ke Bandung kali ini begitu sangat membuatku bersemangat. 

Kunjunganku ke Garut,  tulat, adalah hal yang kunanti setelah kurun waktu 5 tahunan tak kujejakkan kakiku di sana. Kampung halaman yang selalu kurindukan. Pulang kampung, inilah hal yang dinanti. Ada buncah rindu ketika kuingat kau.


pulang kampung


Kulangkahkan kakiku menuju halaman rumah ibu kos, yang terlihat sepi. Ya,...aku memang orang yang paling telat meninggalkan kos-kosan di musim libur kali ini. Babang taxi online kulihat bergegas menghampiriku dan dengan cepat berinisiatif mengangkat koper putih milikku, yang kini sudah berpindah tangan.


Bergegas aku mengikuti supir taxi, sigap dia membukakan pintu mobil dan memepersilahkanku masuk. 

"Sesuai pesanan, kan, mbak. Stasiun Gambir?"

"Betul, Pak." Aku mengiyakan, pertanyaannya.


***


Pulang Kampung, Ada Buncah Rindu Ketika Ku Ingat kau


Mobil melaju, tidak terlalu cepat, pun, tidak terlalu lambat. Membawa pikiranku yang telah sampai terlebih dahulu di suasana pedesaan yang teduh, hamparan pesawahan yang selalu membuat hatiku sejuk. Arrgghh...sepertinya biji padi di bulan september ini sudah mulai menguning.


Terbayang bagaimana riuhnya para ibu pemotong padi saling berlomba mendapatkan hasil potongan padi sebanyak-banyaknya. Agar upah yang mereka dapatkan bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka hari itu.


Keluarga yang juga telah lama tak berjumpa, meninggalkan rindu yang sangat mendalam. Garut adalah kota kelahiran ibuku. Kenapa aku sudah sangat lama sekali tak Mengunjungi Garut? Karena orangtuaku tinggal di Bandung, jadi jika tak ada moment spesial yang mengharuskanku datang ke sana agak sulit untuk menyesuaikan waktuku yang akhir-akir ini cenderung sikbuk dan banyak kerjaan.


Tugas kuliah, tugas kantor dan juga tugas organisasi yang aku ikuti. Namun keluarga bagiku tetap yang utama. Bandung selalu kusinggahi walau hanya bisa dua kali dalam setahun, momen iedul fitri dan libur semester.


Ah, ya, tak lupa juga semangkuk es podeng yang terbuat dari tepung ararut dan bubur sumsum Ararut yang kelembutannya sangat memanjakan lidah.


"Sudah sampai, Mbak!" pak supir memanggil, memecah lamunanku yang lagi asyik-asyiknya menyeruput dinginnya es podeng khas Garut kesukaanku. Dalam khayal.


Bergegas aku menyeret koper putih, berniat check in ticket keberangkatanku menuju Bandung. 


Beres! Kembali kumelangkah menyusuri koridor yang akan mengantarkanku ke eskalator menuju anjungan tempat penantian kereta Argo parahyangan yang akan membawaku menuju Bandung. Pulang kampung.


Kereta Argo Parahyangan yang Akan Membawaku Pulang Kampung


Aku duduk di deret ke tiga dari pintu masuk bagian depan. Pas di bagian jendela. tepi kanan. Tempat favorit kebanyakan orang. Hmm...alhamdulillah 'ala kulli hal.


Di depanku ternyata sudah duduk manis seorang nenek tua dengan rambut yang aku rasa disemir dengan semir rambut berkelas, karena kilau rambutnya tampak nyata menghiasi kepala sang nenek yang berpenampilan perlente.


Nenek tersebut memasang senyum manis kepadaku, dan akupun tersenyum. Aku meletakkan tubuhku yang kurasa makin hari bobotnya makin bertambah. Hu...hu...efek banyak kerja di belakang meja, menyusun naskah tulisan yang kejar tayang, masuk ke penerbit agar segera naik cetak.


Sang nenek memandangku dengan sorot mata yang kurasa agak sedikit membuatku agak gede rasa. Ups...tertawa sendiri akhirnya diriku. Namun, dalam hati. Tak elokpun jika sang nenek tahu jika aku tetiba tersenyum tanpa jelas sebab.


Argh...nyaman sekali busa kursi kereta Argo Parahyangan yang membawaku pergi, melaju ke kota kelahiranku. Ku buka Laptop biru tosca kesayanganku, hasil memenangkan hadiah lomba kepenulisan pada sebuah event bergengsi di dunia blogging.


Tetiba teringat bahwa aku harus menyetorkan naskah tulisan pada komunitas One Day One Post, komunitas yang selama ini membuat aku banyak belajar terkait dunia kepenulisan. Banyak bertebaran ilmu-ilmu tentang kepenulisan yang kudapatkan secara cuma-cuma.


Penah ada ujaran, entah terbuat dari apa hati kakak-kakak para pengasuh komunitas One day One Post alias ODOP ini, mereka rela sharing ilmu, cuma-cuma kepada setiap peserta recruitment komunitas ini. Yang kelak jika bisa memenuhi persyaratan kelulusan akan masuk pada Dunia kepenulisan yang lebih beragam lagi ilmu dan pengetahuannya.


Kereta Argo parahyangan terus melaju kencang, membawa aku dan segenap rindu yang membuncah, pulang kampung, ke negeri yang penuh kedamaian, jauh dari hiruk pikuk dan kebisingan kota. 


*****


Tantangan menulis One Day One Post

Tema: Pulang kampung

Gendre: Fiksi, Cerpen

Kata wajib: Tepung ararut, biji, busa, tulat, komunitas one day one post (ODOP)









7 komentar on "Pulang Kampung, Ada Buncah Rindu Ketika Ku Ingat kau"
  1. Jadi ngerasain segernya pulkam hihi, segar pikiran segar juga udaranya. Apalagi Garut aduh, jalannya dipenuhi pohon2 menjulang, indah juga menyegarkan.

    BalasHapus
  2. Di akhir tulisan seolah memberikan harapan baru untuk saya mba nita dan juga tantangan ingin ikut kelas selanjutny meski tertatih tatih menata jemari menulis dan membagib waktu.

    BalasHapus
  3. Bacanya jadi pengin naik kereta, heubeu, udah lama pengin naik kereta tapi enggak kesampean. :"

    BalasHapus
  4. Pulang kampung, memang momen paling dinanti, ya mbak

    BalasHapus
  5. Jadi pengen pulang kampung juga

    BalasHapus
  6. momen yang dirindukan banget pulkam, apalagi dengan suasana yang asri dan nyaman ya

    BalasHapus
  7. Setiap momen pulang kampung adalah momen yang berkenan, ya, Kak.

    BalasHapus

Trimakasih sudah berkunjung ke ruang narasi Inspirasi Nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diantara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger