5 Karakter Moral Ibu Profesional, menyempurnakan akhlak

Jumat, 10 Juni 2022

Tiba pada misi 6 di sesi matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP). Materinya tentang karakter moral yang harus dimiliki oleh ibu profesional. Ada 5 karakter moral. Karakter moral ini yang akan mengantarkan seorang wanita untuk menjadi wanita sejati, seorang ibu, istri dan juga  wanita dalam porsi umum. 


Materi yang disampaikan oleh WI alias Widya Iswara Hamidah Rina Mantiri ini, dibawakan dengan sangat apik. Pembawaan Mbak hamidah yang kalem, membuat teduh setiap hati yang mendengarkannya. Lembut, namun tetap mampu membangkitkan semangat belajar kami para IPers. Terimakasih Mba Hamidah.


karakter moral ibu

Materi yang disampaikanoleh Mba Hamidah ini mengingatkan  ketika saya kuliah magister dulu. Tesis saya yang berjudul Pendidikan karakter Anak Usia Dini Berbasis Metode Montessori menjabarkan tentang pendidikan karakter yang akan didapat oleh anak melalui sebuah metode  yang dikembangkan oleh Doktor Maria Montessori.


Dalam tesis saya dijabarkan bahwa pendidikan karakter yang diterapkan kepada anak dengan berbasis Metode Montessori dianalisis melalui rumusan karakter moral yang digagas oleh Thomas Lickona. Rumusan karakter moral Thomas Lickona ini diantaranya moral knowing, moral feeling dan moral action.


Hebat dan keren. Kata ini yang saya garis bawahi untuk materi kali ini. Materi yang disampaikan menandakan benar-benar dikaji secara ilmiah, dan diolah dengan cara unik ala Bu Septi dan Pa Dodi sebagai pendiri dari institut ibu profesional ini.  Ditambah juga penyampaian yang luar biasa dari WI Hamidah. Luar biasa.


Apa saja gagasan ibu profesional tentang karakter moral yang harus dimiliki oleh para ibu? Simak penjelasannya dibawah ini, ya, Sista.


Moral Knowing Ibu profesional


Keterkaitan rumusan pendidikan karakter Thomas Lickona pada aspek moral knowing ibu profesional ini memiliki rumusan yang sangat apik yang disusun oleh pendiri ibu profesional dan tim.


Rumusan karakter moral ibu profesional sangat layak dan harus diterapkan oleh setiap ibu yang menginginkan dirinya berkembang ke arah yang lebih baik dan bisa menghandle segala urusan yang menjadi kewajibannya secara profesional. Bahagia menjadi ibu dan mau terus belajar.


karakter ibu


5 karakter moral yang harus di tanamkan dalam jiwa seorang ibu ini harus benar-benar dilakukan sepenuh hati dan dengan perasaan yang bahagia serta ikhlas. 5 karakter moral yang harus ditanamkan diantaranya adalah:



Never Stopped learning, The Mission Alive


Never stopped learning.  Artinya jangan pernah berhenti belajar. Seorang ibu profesional jangan pernah berhenti belajar. Belajar ilmu apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang profesinya sebagai seorang ibu. Ilmu apa yang perlu dipelajari oleh para wanita? Sesuaikan dengan kebutuhan dan kesempatan. Ibu bahagia memiliki kemerdekaan dalam belajar.


Ilmu di dunia begitu luas, para wanita dalam menjalankan fungsinya sebagai ibu, istri dan wanita secara umum, diperlukan ilmu penunjang yang menyertai, agar dia mengerti tentang bidang garapannya. Selain itu juga belajar tentang ilmu yang dibutuhkan akan membuat seorang ibu merasa ringan. Keringanan ini yang akan menggiringnya untuk memiliki hati yang bahagia.


kalo menurut saya ilmu pertama yang dibutuhkan oleh seorang ibu yang harus disegerakan adalah ilmu parenting. Ilmu parenting ini banyak ragam spesifikasinya. Ada tentang cara menggendong anak, cara menyusui, pengetahuan tentang gizi dan kesehatan, konsep bermain, stimulasi dan lainnya. Ada baiknya seorang ibu secara bertahap mulai mempelajari. Agar bisa enjoy mendampingi tumbuh kembang anak.


Sambil belajar ilmu parenting, bisa juga belajar ilmu lainnya, tentang kepribadian, keterampilan yang banyak ragamnya dari mulai menjahit, memasak serta manajemen keuangan. Semua dilakukan dengan senang dan buat skala prioritas.



Dont Teach Me, I Love To Learn


Don't teach me I love to learn. Jangan ajari aku, aku suka belajar. makna yang terkandung dalam istilah ini adalah bahwa seorang ibu profesional tidak perlu dipaksa dalam melakukan sesuatu karena hakikatnya karakter moral ibu profesional adalah memiliki kesadaran akan pentingnya ilmu.


Ibu profesional harus selalu ingat tentang Core value dari sebuah proses belajar, yaitu belajar, berkarya, berkembang, berbagi, berdampak. Ibu profesional harus berkomitmen terus untuk selalu belajar.


Jika semangat belajar sudah terpatri dalam diri, proses untuk menuntut ilmu tidak dirasakan sebuah beban, melainkan layaknya sebuah permainan, namun sangat bermanfaat dan menghasilkan. 



I Know I Can be Better


Penjelasan pada aspek ini dibuka dengan sebuah games tebak gambar. Mba Hamidah Rina Mantiri meminta para IPers untuk menemukan 10 hal yang berbeda yang ditemui pada gambar. Saat itu para peserta gercep (gerak cepat) mencoba memberikan jawaban terbaiknya, semua berinisiatif menjawab.


pendidikan karakter


Hal ini menunjukkan bahwa I know I can be better yang artinya aku dapat melakuakn hal yang lebih baik lagi. Kecekatan para IPers menunjukkan bahwa mereka memang ingin belajar, melalui inisiatif nya sendiri, ingin menyuguhkan versi terbaiknya mereka. 


warna payung rambut anak, topi penjual es, warna sepatu penjual ice cream, warna awan, baju anak perempuan,corak hijau di baju anak laki-laki, rambut anak laki-laki, warna bando anak perempuan, itulah yang menjadi perbedaan yang ada pada dua gambar tersebut di atas.


Hendaknya apa yang dilakukan memiliki tujuan agar tak sia-sia. Proses pembelajaran yang kita lakukan setidaknya harus berdampak pada pola rasa, pola pikir dan pola karsa.  Pola rasa memiliki artian setelah belajar rasa yang kita punya diarahkan ke hal yang positif, begitu juga dengan pola pikir, harus dibentuk pikiran-pikiran yang positif. Jika pola rasa, pola pikir sudah baik, maka pola karsa  atau actionnya  akan terwarnai dengan baik.



Always On Time


Penjelasan aspek ini pun dimulai dengan tebak makna gambar, Mbak Hamidah menyuguhkan gambar jam dan gambar karet.  Gambar ini memiliki makna bahwa hendaknya jangan menjadi manusia yang tidak menghargai waktu, atau waktunya selalu ngaret.


karakter moral


Ibu profesional harus bisa membagi waktu sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Pembagian waktu bisa disesuaikan dengan komitmen yang dijalani dan disepakati dengan pasangan serta anggota keluarga lainnya.  


Usahakan jangan emosi jika diantara anggota keluarga tidak bisa menghargai waktu. Mulai dari diri kita dulu, maka yang lain akan mengikuti. Jika ratu rumah tangga sudah membuat keputusan untuk membiasakan hidup tertib, diharapkan anggota keluarga lainnya sedikit demi sedikit akan terbawa. 



Sharing Is Caring


Nah untuk aspek yang ini. Sharing is caring yang artinya berbagi merupakan kepedulian.Gambar yang dibagikan Mbak Hamidah mengandung anekdot, hihi, cukup terhibur pembahasan misi kali ini. 


konsep berbagi


Pada aspek yang ini ibu profesional harus siap membagi apa yang sudah didapatkan dan diperoleh, tentunya sesuai dengan kaidah yang berlaku yang sudah ditetapkan dalam COC (Code of Conduct). Apa yang kita bagi harus sudah sesuai dengan apa yang kita laksanakan. 


Saya jadi berpikir bahwasannya ketentuan ini bila diberi penghubung ke dalam kaidah Islam memiliki kaitan dengan ayat Al-Quran surat as-Shaf (61) ayat 3 yang isinya Allah berfirman bahwa sangatlah dibenci di sisi Allah kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Bahwa kita harus berhati-hati atas setiap apa yang kita sampaikan. Jangan sampai apa yang kita bagi tak sesuai dengan amalan yang kita kerjakan.


Sangatlah dibenci di sisi Allah kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. ~ QS. as-Shaf (61) ayat 3 ~



Prinsip berbagi informasi, ada tiga, nih, Sista, diantaranya adalah:


  1. Benar. Informasi yang diberikan harus teruji kebenarannya. Sebelum disampaikan harus di triangulasi atau dicek kebenarannya
  2. Baik. Informasi yang dibagikan harus baik dan harus sesuai COC, bukan khilafiyah atau sebuah perdebatan, dan saling memojokkan apalagi mengandung sara.
  3. Bermanfaat. Informasi yang diberikan harus bermanfaat untuk sesama. 


Sesi kali ini diakhiri dengan kaliamat penutup yang sangat menggugah hati. Karakter itu bukan hanya di ajarkan tapi ditularkan. Karakter moral ibu profesional di atas harus diterapkan sesuai dengan mantra ibu profesional,  yaitu main bareng, ngobrol bareng dan diskusi bareng.

Karakter itu bukan hanya di ajarkan tapi ditularkan. ~ Institut Ibu Profesional ~


Moral Feeling Ibu Profesional


Setelah kita mengetahui 5 unsur karakter moral ibu profesional sebagai moral knowing, tahapan selanjutnya  adalah moral feeling. Setelah tahapan mengetahui selanjutanya berlanjut pada tahap mampu merasakan. Mulai mencintai. Mulai mengerti, dan tidak mau kehilangan, pingin selalu dekat.

Itulah hal yang saya rasakan terhadap kegiatan ibu profesional ini, semakin paham program dan arahannya, dan mulai bisa menyesuaikan ritmenya. Awalnya tek terbiasa, bingung dengan penentuan nama acara. Namun sekarang saya sudah bisa memahami jadwal belajar yang diberikan ibu profesional.

Ada Senin jelazah zona, selasa selam, dan sabtu teripang (teropong misi petualangan). Alhamdulillah mulai merasakan manfaatnya. Otak jadi dipacu untuk terus bekerja, mampu mengelola watu dengan baik. Rugi rasanya kalo tidak didengarkan secara saksama materi-materinya karena dalam setiap materi yang disajikan dalam tahap matrikulasi ini, benar-benar memberikan manfaat.

Tugas laporan yang diberikan saya jadikan label tersendiri dalam blog saya, yaitu label jurnal ibu profesional. Jika teman-teman ingin mengetahui kegiatan apa saja yang ada di Institut Ibu Profesional, teman-teman bisa menelusuri label Jurnal Ibu Profesional. Pingin tahu lebih banyak?? Cus Kepoin!

Moral Action Ibu Profesional


Setelah rasa cinta dan ketergantungan itu tumbuh. Tergerak untuk langsung beraksi. Menerapkannya dalam praktik kehidupan sehari-hari. 

Ketika mengelola kegiatan dalam rumah tangga, saya merasa lebih terarah, secara tidak sadar, waktu yang ada, dengan adanya kegiatan yang penuh dan hampir tak terjeda, membuat saya harus mengelola dan membaginya secara efisien dan efektif.

Beberapa usaha yang saya lakukan agar pekerjaan yang saya lakukan lebih profesional, saya menggolongkannya dalam 3 waktu.


Waktu Nugas dan Belajar


Dari sejak awal saya memang selalu membagi  kegiatan sehari-hari  dalam tiga waktu ini. Dalam waktu nugas dan belajar kini saya tambah porsinya menjadi dua kali lipat dari waktu belajar sebelumnya.

Memang waktu untuk bersantai-santai jadi lebih sedikit. Namun pada akhirnya saya menganggap bahwa waktu nugas dan belajar saya sebagai waktu me time atau digolongkan sebagai hiburan. Belajar saat ini saya rasakan sangat menyenangkan. karena kesadaran sudah mulai terbentu.

Awalnya merasa berat, karena saya mengikuti beberapa kegiatan yang memang lumayan banyak. Beberapa diantaranya adalah kegiatan kepenulisan di ODOP (one day one post), Kelas ghost writer, Blogspedia Coaching, 1 minggu 1 cerita,  Kelas Menulis traveling dan kuliner, menjadi PJ buku antologi, dan tentunya Institut Ibu Profesional, disamping mengajar dan menjadi ibu, istri dan wanita di lingkungan tempat tinggal.

Beberapa kegiatan lainnya menulis buku antologi, ikut klub maksakeun maca, setelah baca diharuskan bikin review atau resensi. Beberapa grup blogwalking, serta beberapa job yang kadang singgah melalui perantara blog yang saya asuh sekarang.

Alhamdulillah, kini saya bisa menjalaninya dengan relaks dan bahagia. Ringan tak menjadi beban, ketika lelah melanda tinggal tidur, tanpa harus rungsing memikirkan pekerjaan. Bukankah pekerjaan bukan untuk dipikirkan tapi dikerjakan. Eeaaa ..

Waktu Keluarga


Termasuk di dalamnya bermain bersama anak, termasuk juga membimbing belajar dan memeriksa hapalan Al-Quran. Berkunjung ke keluarga dekat, me time bersama pasangan, kegiatan bertetangga, dan lainnya.


Waktu Hiburan dan Istirahat


Walaupun saat ini saya memiliki waktu untuk istirahat dan hiburan tidak seluas dulu. namun saya merasa kualitasnya semakin meningkat. Alhamdulillah. Banyaknya pekerjaan membuat waktu saya gunakan dengan efisien dan efektif.

Kerjaan beres, namun istirahat tetap harus cukup. Selain itu harus ada  waktu untuk bersantai dan berleha-leha. Hiburan yang biasanya saya lakukan sudah termaktub juga di waktu untuk keluarga. Berkumpul dengan keluarga merupakan hiburan bagi saya, bisa berbagi cerita, baik serius, sedih dan lucu semua dinikmati dan menjadi sesuatu yang berarti.

Terkadang saya juga nonton web series yang jalan ceritanya mengandung hikmah, baca buku-buku yang berbahasa ringan, atau novel penggugah jiwa.  Nonton chanel youtube masak dan talk show adalah hal hiburan favorit yang menyenangkan bagi saya.

Jika ada yang bertanya, letih, ga, sih? Letih itu pasti, namun hatinya tetap dibawa tenang dan senang, insyaAllah nikmat. Bukankah manusia dalam hidupnya memang untuk cape, khan? Asal capenya dinikmati semoga lelah yang kita semua rasakan akan menjadi lillah, ya Sista. Aamiin. Salam literasi. Salam ibu profesional.


8 komentar on "5 Karakter Moral Ibu Profesional, menyempurnakan akhlak"
  1. Penutupnya itu lho mba

    Lelah menjadi lillah..
    MasyaAllah perjuangan mengisi hari yg tiada henti.. Semoga kesibukan ini membawa keberkahan untuk kita semua aamiin

    BalasHapus
  2. Inspirasiii banget mba nitaa 🥰🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Trimakasih Mba Dea, semua kita adalah nspirasi bagi sesama:1

      Hapus
  3. Menginspirasi sekali mba Nita, pinter banget membagi waktu dengan segudang agenda yang harus dikerjakan tiap hari, keren, namun ada beberapa font yang berbeda ya mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih terus belajar dan menyesuaikan, kadang masih ada magernya juga kok ;1

      Hapus
  4. Kalimat penutup yang sarat makna sekali kak, "bukankah manusia hidup untuk capek, kan?". Ya Allah, jadi malu sama waktu-waktu yang sudah terbuang sia-sia.

    BalasHapus
  5. Saya juga belajar terus memperbaiki, Mba Tasya:1

    BalasHapus

Trimakasih sudah berkunjung ke ruang narasi Inspirasi Nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diantara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger