Pengalaman Hidup Di Jepang, Apartement Menjadi Aparteman

Minggu, 12 Juni 2022

Pengalaman hidup di Jepang. Cerita seorang teman yang pernah tinggal di jepang dengan segala pernak perniknya. Kisah ini saya ambil dari salah satu tulisan dalam buku antologi yang berjudul Saijou Dalam Kenangan.


Buku ini merupakan antologi pertama saya, yang ditulis bersama teman-teman yang pernah sama-sama merasakan tinggal di kota Saijou. Kebetulan kami masih saling terhubung sampai sekarang .melalui Grup Whats App.




Latar Belakang Buku Ini Ditulis


Salah satu Senpai (senior) kala itu berinisiatif untuk membukukan kisah perjalanan kami selama tinggal di Jepang. Maka dari itu terkumpullah kisah dan pengalaman dari beberapa teman yang kami jadikan sebuah buku. Penulis buku ini tinggal pada beberapa dekade yang berbeda. Saya termasuk orang yang paling terakhir, alias generasi paling muda, hihi, bangga juga, sih, jadi yang paling muda.


Saya mengangkat salah satu artkel di dalam buku antologi dari seorang senpai sekaligus penggagas buku ini. Wanita lulusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia ini merupakan seorang  pegiat literasi dan sudah banyak menelurkan karya buku antologi dan juga buku solo. Beberapa novel karyanya sudah banyak terbit.


Saya yang pernah sama-sama merasakan tinggal di kota ini, tidak pernah bosan membaca buku ini berulang-ulang, karena cerita unik yang dialami teman-teman terjadi di berbeda masa, dan pastinya setiap orang mengalami cerita yang berbeda. Keadaan dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan, untuk itu cerita yang terurai juga pasti berbeda.


Gambaran Buku


Buku Saijou dalam kenangan: Episode di negeri sakura ini bersampul pink dan dihiasi ilustrasi gambar rumah Jepang dan serpihan bunga sakura. Ditulis oleh 12 orang alumnus ibu-ibu pendamping suami yang sedang berjuang menuntaskan study-nya. Membagikan pengalaman hidup selama di Jepang.


Buku ini diterbitkan oleh wonderland publisher. Memiliki ketebalan 162 halaman. Dicetak di atas kertas HVS dan memiliki Nomor ISBN 9786239010461. Cetakan pertama tahun 2019, dengan sampul soft cover.


Pengalaman Bulan Hidup Di Jepang, Apartement Menjadi Aparteman


Seperti yang diungkapkan di atas saya akan menceritakan kembali salah satu artikel yang diceritakan dalam antologi ini. Bulan begitulah terbiasa kami memanggilnya. Datang pertama kali di Jepang pada tahun 2002, ketika jepang sedang dibalut hawa dingin. daun momiji menghiasi sepanjang jalan di kota Saijou kala itu, bulan oktober.


Bulan kala menginjakkan kakinya di Saijou mengalami shock iklim. Dingin, jaket yang disiapkannya dari Indonesia tak mampu membuat hangat tubuhnya dari dingin yang menerpa. O, iya, Saijou adalah salah satu kota kecil di Propinsi Hiroshima, di sinilah Universitas Hiroshima berada.


Apartement Bulan Adalah Pusat Informasi Bagi Orang Asing Di Jepang


Bulan tinggal di sebuah apartemen yang bernama Sun Square. Sebuah gedung serbaguna yang biasa digunakan oleh para foreigner yang ada di Jepang untuk melakukan konsultasi, baik tentang kesehatan, anak, rumah, dan lainnya. Tinggal di lantai 10 membuat Bulan harus membiasakan diri untuk bolak balik menggunakan lift, dan pada akhirnya dia menjadi terbiasa.


Kesulitan komunikasi awalnya dialami oleh Bulan. Beruntungnya dia tinggal di gedung yang memang diperuntukkan untuk orang asing yang tinggal di Jepang. Bulan mendapatkan fasilitas belajar bahasa Jepang yang memang rutin diadakan di Sun Square dalam jadwal rutin yang telah disediakan. 


banyak cerita lucu selama di apato diceritakan oleh Bulan. Dari mulai salah mengerti bahasa, cara mencuci menggunakan koin, sampai pernah asal buka pintu, seorang tamu yang dikira suami Bulan. Tragedi salah masuk apato karena jenis pintu yang sama, hihi.


Gagap Bahasa Yang Membawa Keberuntungan


Kesempatannya mengajar seorang japanese yang ingin belajar Bahasa Indonesia akhirnya membawanya kepada pergaulan luas aneka ras dan bangsa dari berbagai negara. Pertemuan yang dilakukan hanya sesekali saja, berubah menjadi agenda yang waktunya  ditetapkan secara rutin. Mereka menginginkan rumah Bulan sebagai tempat berkumpul tetap.


Banyak ragam  kegiatan dilakukan ketika mereka berkumpul. Ada acara cooking class aneka masakan Jepang, Cina dan Korea, belajar tentang origami atau ilmu melipat kertas ala Jepang, belajar aneka keterampilan, seperti tole painting atau melukis bunga di atas kayu atau kaleng dan menari Bon Odori (tarian musim panas) dan juga berbagi ilmu parenting. Kumpul-kumpul berfaedah yang sarat makna.


Apartement Bulan yang berukuran 7 meter x 3 meter ini disulap sedemikian rupa, agar teman-teman yang berkumpul di rumahnya tetap merasa nyaman walau berkegiatan di ruang yang tak seberapa luas. 10 orang rata-rata setiap pekannya  dari berbagai negara berkumpul di rumah Bulan.


Klub ibu-ibu manca negara ini diberi nama "Klub Iroha". Melalui ajang kumpul-kumpul ini, akhirnya Bulan menemukan keasyikan dan kenyamanan tinggal di Jepang. Awalnya Bulan mengalami Shock culture tentu saja. Ketidak mengertian bahasa juga cuaca yang perbedaannya sangat ekstrim, menjadi salah dua penyebabnya.


Memaknai Kesempatan Pengalaman Hidup Di Jepang


Bulan menemukan nilai-nilai yang sangat berharga dari proses pertemanannya. Dia mulai menemukan makna perbedaan dari semua manusia. Bahasa yang beragam, kebudayaan yang berfariasi, jenis kulit dan lainnya juga berbeda. melaui ajang kumpul inilah apartementnya berubah menjadi aparteman, alias ajang pertemuan dengan teman


Bulan merasa banyak hal positif yang dia dapatkan dari kesempatan 3 tahun merasakan hidup di Jepang, dan dia bertekad bahwa kebiasaan baik yang dia dapatkan selama di Jepang, akan dia bawa sampai ke Indonesia.


Begitulah sekelumit cerita tentang kehidupan Bulan di Jepang. Kisah-kisah menarik lainnya ditulis apik dalam berbagai cerita, dari mulai pengalaman membuat SIM di Jepang, pengalaman bekerja di perusahaan Jepang, mengenal makanan dan minuman khas Jepang, bagaimana sekolah di Jepang, mengenal Matsuri atau perayaan yang biasa diadakan di Jepang, dan lainnya. 


Pengalaman hidup di jepang atau di negeri asing lainnya pasti membawa keunikan cerita sendiri-sendiri. Dari penggalan cerita ini semoga bisa menjadi pengetahuan tambahan buat teman-teman. Semoga menghibur. Salam Literasi.




7 komentar on "Pengalaman Hidup Di Jepang, Apartement Menjadi Aparteman"
  1. MasyaAllah, keren, Kak, sudah bisa menulis buku. Usul dong, Kak, ngadain giveaway buku ini. Hehehe..

    BalasHapus
  2. Habis baca sepertinya jadi ingin ke Jepang beneran ya hehehehe

    BalasHapus
  3. Pasti enggak mudah, ya, jadi Bulan yang tinggal di negara orang dengan banyak sekali perbedaan dengan negara sendiri. Tapi salut, sih, perbedaan itu dijadikan Bulan sebagai pembelajaran jugaa. Btw, ini judulnya unik dan menarik banget, Kakk.

    BalasHapus
  4. dari penjelasannya ajah udah menarik, jadi pengen beli bukunnya

    BalasHapus
  5. Memang, ketika kita tinggal disebuah negara yang bukan negara asli, maka akan banyak sekali cerita menarik di dalamnya

    BalasHapus
  6. wah....gak kebayang nih gimana rasanya klo nyampek jepang, mbak nita keren ya udah sampai jepang, btw bukunya bisa beli dimana nih?

    BalasHapus
  7. Kendala bahasa sudah pasti ada ketika pindah ke LN.. Seru ceritanya mba nita semakin penasaran.

    BalasHapus

Trimakasih sudah berkunjung ke ruang narasi Inspirasi Nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diantara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger