Ikatan Cinta Itu Tlah Terlepas Simpulnya

Minggu, 26 Juni 2022

Rona di wajahnya semakin terlihat memerah tatkala terik sinar matahari menimpa wajahnya yang putih bersih mulus tak bernoda. Kepala wanita itu didongakkan menghadap langit, layaknya meminta sebuah pengharapan kepada Sang Pencipta.


Jilbabnya yang panjang terurai, tertebak angin, melambai seolah sedang ikut merasakan gundah gulana si pemiliknya. Taman tempatnya beristirahat siang ini kebetulan sedang sepi pengunjung, suasana sekitar taman begitu hening dan hanya kicauan burung yang terdengar bersautan.


Cerita pendek sedih tentang kehidupan


Ikatan Cinta Itu Tlah Terlepas Simpulnya


Keheningan suasana taman serta kicauan burung menciptakan sedikit keteduhan dan ketenangan di hati Rara yang kala itu sedang terhimpit dengan kasus perceraian yang baru saja disahkan oleh pengadilan. Dua hari yang lalu.


Tangannya yang sedikit bergetar menyeka pipinya yang dibasahi oleh air mata. Terlihat matanya meninggalkan jejak sembab. Suaminya yang pergi meninggalkan dia dan anak-anaknya untuk kesekian kalinya menjadi beban yang kini sedang menggelayuti pikirannya. 


Wajahnya menoleh ke sebelah kiri bawah, karung besar yang berisi pakaian sisa barang yang sudah dia jajakan siang ini.  Dia pandangi bungkusan itu dengan perasaan miris. Helaan nafasnya terdengar sangat berat, dia coba menghempaskannya secara perlahan.

 

Bayangan suaminya yang sering memukulinya menari-nari dalam pikirannya. Ini penyebab dia harus meninggalkan zona nyaman yang selama ini dia rasakan. Berbalik 180 derajat, kini dia harus mulai membiasakan diri untuk bisa mandiri.


Menghidupi dirinya dan kedua buah hatinya. Dia bertekad untuk hal ini, berusaha terbebas dari cengkeraman lelaki yang selama ini menjadi teman hidup. Teman hidup yang sangat tak menyenangkan bagi dirinya dan anak-anak dalam beberapa tahun belakangan ini.


Awalnya rumahtangga yang dia jalani begitu harmonis, sakinah mawaddah dan wa rohmah. Sejak ada sosok wanita idaman lain di hati suaminya, perilaku suaminya berubah drastis. Pria itu kerap kali melemparkan kemarahan kepada dirinya dan anak-anak di rumah.


Demikianlah Rara akhirnya memutuskan untuk menyudahi rumahtangga yang terbilang sudah sangat tidak sehat. Dia tak ingin anak-anak mengalami trauma psikologis yang akan berdampak tak baik bagi kesehatan jiwa.


Untuk itu ketika sang suami menjatuhkan talak kepada dirinya, dia tak melakukan perlawanan sedikitpun atau pembelaan apapun yang dia ajukan. Hatinya bertekad untuk merasa cukup menemani suaminya sampai sejauh ini. 10 tahun membina rumahtangga.


Hanya saja hatinya kini masih begitu teriris. Sedikit pun tak terbayang. Bahwa pilihan hatinya akan mampu menyekiti seperti sekarang ini. Haris kala itu begitu berbeda dengan beberapa tahun belakangan. 


Harapannya pupus, ketika laki-laki yang dia harapkan akan menjadi imam bagi dirinya dan anak-anak, kini telah pergi meninggalkan. 


Sosok Nenek yang Mampu Mengingatkannya Pada Hakikat Hidup


Dalam perasaan yang tak menentu dan kondisi perasaan yang kacau, sekelebat Rara melihat sosok nenek renta yang berjalan sendirian menggeser tongkat yang menyanggah tubuh rentanya. Menyaksikan pemandangan ini, serasa ada aliran sejuk dan memberikan kesegaran serta kekuatan ke dalam hatinya yang kini sedang rapuh.


cerita sedih singkat



Pemandangan seorang nenek yang dia saksikan, seolah memberikan tiupan semangat ke dalam dirinya. Jika wanita serenta itu masih terus optimis dan semangat dalam mengahadapi dan menjalani kehidupan. Kenapa aku harus berkeluh kesah?


Allah telah menitipkan anak-anak yang super hebat yang selama ini menemani hari-harinya. Kehadiran anak-anak menjadikan hari-harinya terasa bermakna. Karena Allah memberikan nikmat yang terasa sangat indah bagi sebagian besar wanita, yaitu menjadi seorang ibu.


Tidak semua wanita bisa merasakan miracle dan keberuntungan bagaimana nikmatnya mengandung dan membesarkan seorang bayi manusia. Merasakan ada sosok manusia yang hidup dan menjadi bagian dari tubuh diri sendiri.


Bukankah mereka adalah sumber semangat yang membuat diriku bisa tegak hingga saat ini. Sumber inspirasi dan motivasi agar bisa menatap hidup dengan penuh optimis. Masih ada Secercah sinar yang akan membawa kebahagiaan di depan sana.

Rara beranjak dari tempatnya dan berlari  mengejar sang nenek, lalu memberikan sedikit uang. Dia kepalkan, dan si nenek pun terkejut. 


"Buat makan siang, Nek. Nenek sudah makan?" 


"Alhamdulillah,...belum, Nak, trimakasih, kamu adalah malaikat penolongku, kebetulan sekali dari pagi saya memang belum makan." Si nenek terharu menerima pemberian Rara, mengusap punggung Rara seraya mulutnya berkomat-kamit membacakan do'a.


"Trimakasih ucapan dan pengharapan baiknya, kita sama-sama berjuang, ya, Nek! Kalo gitu silahkan nenek teruskan perjalanannya, di persimpangan sana ada warung nasi yang rasanya enak, tapi harganya murah,  mungkin Nenek bisa mampir, hati-hati, ya, Nek!" 


Aku mengarahkan kepada si nenek tentang rumah makan langgananku. Hatiku berdesir, dan merasa lebih ringan. Melihat kondisi si nenek, aku merasa betapa keadaanku masih jauh lebih beruntung dibanding sang nenek.


Aku masih kuat, perjalananku masih panjang. Tiga permata hatiku sedang menantiku di rumah, aku bertekad untuk bisa semangat terus membesarkan mereka dengan penuh cinta dan doa. Aku yakin aku bisa. Kuat setegar karang di lautan.


Anak-Anak adalah Permata Hati Penguat Jiwa


Aku ambil karung besar berisi pakaian dagangan, kuangkat dan kuletakkan di atas jok belakang sepeda motorku, aku mulai menyelah dan bergegas untuk pergi meninggalkan taman. Menemui buah hatiku, yang pastinga sedang sangat menunggu kedatanganku. 


Ingin rasanya aku segera langsung memeluk mereka, mengusap kepala mereka dan memberikan perlindungan serta menguatkan mereka. Meyakinkan pada mereka, bahwa mereka memiliki sosok ibu yang akan membuat mereka bangga, dan akan menjaga mereka dengan sepenuh jiwa. 


Memberikan keamanan dan kenyamanan bagi mereka. Memberikan keyakinan bahwa mereka akan tumbuh menjadi anak-anak hebat dan sukses hidupnya dunia dan akhirat. Itu pengharapan terbesarku pada Sang Kholiq. Allah Jalla wa 'ala.


Inna ma'al usri yusra, sesungguhnya setelah kesulitan pasti akan ada kemudahan.

.

Surat al-Insyirah menguatkan hatinya. Meyakinkan hatinya, bahwa Allah akan mengganti malam dengan siang. Mengganti kesedihan dengan kebahagiaan.


Rara melesatkan motornya dengan lebih cepat lagi, menghempaskan kegundahan. Seumpama tekadnya yang akan melesat menghempas kesedihan dan menggantinya dengan harapan dan bahagia.



Tantangan ODOP. Cerpen dengan menggunakan teknik opening describing a setting.


2 komentar on "Ikatan Cinta Itu Tlah Terlepas Simpulnya"
  1. Sedih bacanya, apalagi kemarin aku abis baca seorang istri yang dianiaya suaminya dan alhamdulilah mereka pisah. Berharap dapat teman hidup yang super baik. :"

    BalasHapus
  2. Penggunaan kata demi katanya pas sekali mba Nita. Membuat pembaca bisa membayangkan apa yg terjadi

    BalasHapus

Trimakasih sudah berkunjung ke ruang narasi Inspirasi Nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diantara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger