Perolehan Sains Anak Usia Dini (Contoh Praktik)

Senin, 03 Oktober 2022

Setelah kita mengetahui tentang konsep sains anak usia dini dan pengetahuan apa yang bisa diberikan anak pada tahapan awal tentang sains.


Kali ini kita lanjut pada pembahasan tentang perolehan sains pada anak usia dini. Pembahasan tentang perolehan sains pada anak usia dini, adalah berbicara seputar apa saja yang anak peroleh dari pembelajaran sains dan juga manfaatnya untuk anak.


kegiatan sains anak usia dini


Untuk itu makna melibatkan anak dalam pembelajaran sains adalah melatih anak untuk mengetahui langsung tentang sebuah permasalahan yang harus dihadapi, hal ini menimbulkan banyak efek positif bagi anak. 


Anak yang didekatkan dan bersahabat dengan alam memiliki makna melatih anak untuk memilki kepribadian yang telaten dan tekun, selain itu juga diharapkan akan membangun kedewasaan dalam berpikir dan bertindak.


Pendapat para Ilmuan tentang Sains Anak USia Dini


Agar lebih menguatkan konsep ini, mari kita telaah bersama tentang pendapat para ahli tentang pendidikan sains anak usia dini.


Menurut Sumaji 


Sumaji memberi pandangan bahwa sains bagi anak usia dini diharapkan mampu memupuk pemahaman, minat dan penghargaan anak terhadap tempat berpjak dimana dia hidup. Maksudnya adalah anak mampu menghargai bumi sebagai tempat tinggalnya.


Menurut Abrucasto. 


Abrucasto berpendapat bahwa sains akan membangun dan mengembangkan semua sisi atau aspek domain yang dimiliki anak. Baik aspek kognitif, psikomotor maupun afektif anak.


Menurut Liek Wilarjo


Pendidikan sains bagi anak memiliki fokus dan tekanan yang terletakpada bagaimana kita mendekatkan dan mengenalkan anak pada alam. Hal ini agar anak dididik oleh alam dan tumbuh menjadi manusia yang lebih baik.


Manfaat dan Tujuan Pembelajaran Sains bagi Anak Usia Dini


Banyak manfaat yang akan diperoleh oleh anak jika anak diberikan pengetahuan tentang sains dari sejak dini. Hal yang harus ditekankan dalam pengenalan sains pada anak usia dini adalah agar anak mengenal siapa dirinya dan juga Tuhan penciptanya. 


Untuk mengenal Tuhannya, anak perlu diperkenalkan terhadap alam dan segala benda hasil ciptaan Tuhan yang maha kuasa yang dia temukan di alam. 


Konsep dan ruang lingkup sains bagi anak usia dini yang berkisar pada mengenalkan anak pada alam dan penciptanya agar anak lebih mengenal dirinya juga sang penciptanya, menjadikan sains bagi anak usia dini sangat penting.


Sains bukan hanya melatih anak pada domain kognitif saja, bahkan pada domain afektif dan psikomotor yang seimbang. Pembelajaran sains bagi anak usia dini juga diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir.


Hal ini kelak akan sangat bermanfaat bagi aktualisasi dan kesiapan anak untuk menghadapi peran yang lebih luas dan kompleks di kehidupannya. Praktik sains pada anak merupakan permainan yang bisa melatih kesabaran pada anak. 


Selain itu kerjasama yang baik yang dilakukan saat praktik sains juga merupakan bentuk permainan yang kooperatif bagi anak. 


Pengembangan sains bagi anak usia dini harus meliputi tujuan yang jelas, karena dengan tujuan yang jelas dapat meningkatkan standar ketercapaian dan keberhasilan.


Suatu tujuan dikatakan terstandar dan memiliki karakteristik yang ideal apabila tujuan yang dirumuskan memilki ketepatan (validity) kebermaknaan (meaningfulness), fungsional serta relevansi tinggi dengan kebutuhan dan karakteristik sasaran.


Untuk itu keterampilan proses sains dasar yang dapat dikembangkan pada anak usia dini adalah dengan cara mengobservasi, mengukur, mengkomunikasikan dan mengklasifikasikan.


materi sains untuk anak usia dini

Dari beberapa keterampilan dasar proses sains di atas maka akan diperoleh beberapa manfaat dari mengenalkan sains pada anak sejak dini, diantaranya, yaitu:


Sains Melatih Fungsi Panca Indra Secara Aktif


Sains melatih anak lima panca indra anak untuk mengenali gejala alam, benda dan peristiwa. Melalui pembelajaran sans yang melibatkan anak turun langsung akan melatih anak melihat, meraba, membau, merasakan dan mendengar.


Semakin banyak keterlibatan indra maka akan semakin melatih anak untuk mengaktifkan segala kelebihan yang dimilikinya. Anak akan memperoleh pengetahuan baru dan mudah memahami apa yang diperolehnya.


Melalui proses sains anak dapat melakukan percobaan sederhana. Percobaan sederhana tersebut melatih anak untuk menghubungkan sebab dan akibat. Hal ini dapat melatih anak untuk berpikir logis.


Sains Melatih anak Mengenal Konsep Pengukuran


Melalui Sains anak dilatih untuk bisa mengukur dan mengenal alat ukur. Mulai dari alat ukur yang non standar seperti mengukur dengan menggunakan jari jemari seperti 1 ruas jari, satu jengkal, satu depa, satu kaki.


Selanjutnya anak juga bisa dikenalkan dengan alat ukur standar seperti penggaris, meteran, gelas ukur dan lainnya yang berbentuk sederhana.


Efeknya diharapkan anak akan terlatih mengenal satuan dan membangun konsep berpikir logis dan rasional. Dengan demikian sains akan meningkatkan intelektual berpikir pada anak. 


Beberapa Contoh Praktik Sains


Berikut saya sertakan beberapa contoh praktik sains yang bisa dikenalkan pada anak usia dini, yang bisa dijadikan sebagai materi sains untuk anak usia dini, diantaranya yaitu:


Percobaan Mengembangkan Balon tanpa Ditiup


sains anak usia dini



Percobaan Sains Anak USia Dini Tentang Pembiasan Cahaya


sains anak usia dini



Percobaan Sains Anak Usia Dini tentang Pengaruh Berat Jenis Air


permainan sains  anak usia dini

eksperimen hujan pelangi




 Demikian beberapa perolehan dan praktik sains yang bisa diberikan pada anak usia dini. Selamat mempraktikan di rumah bersama anak-anak, bisa bersama peserta didik maupun bersama anak sendiri. 


Summary


Perolehan sains anak usia dini adalah proses mengenalkan sains pada anak dan anak mendapatkan manfaat dai kegiatan yang diberikan melalui percobaan-percobaan yang terkait sains.

Melalui sains, anak mendapatkan pengetahuan tentang zat padat, zat cair, dan makhluk hidup serta makhluk tak hidup.

Perolehan sains pada anak usia dini bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tentang hal yang berkaitan dengan sains, namun urgensi yang terpenting dari pembelajaran sains anak usia dini adalah semakin mendekatkan anak pada penciptanya.

Untuk itu ketika mengajak anak mempraktikan pelajaran sains maka giring anak untuk memiliki rasa syukur kepada Tuhan sang pencipta. Sisipkan kalimat-kalimat tauhid dan pujian ketika menyaksikan berbagai ketaajuban.

Memulai setiap kegiatan dengan membaca basmallah dan mengakhirinya dengan hamdalah. Hal ini dilakukan agar anak lebih mengenal dirinya dan penciptanya serta memupuk kecintaan anak pada agamanya.



Referensi


melatih motorik anak


Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Trimakasih sudah berkunjung ke ruang narasi Inspirasi Nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diantara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger