Pengetahuan Awal Sains pada Anak Usia Dini dan Manfaatnya

Jumat, 23 September 2022

Anak di masa awal perkembangannya membutuhkan perhatian yang intens dari para orangtua dan pendidik. Tiga tahun di masa awal kehidupannya merupakan masa emas. Otaknya berkembang sangat pesat pada usia ini.


permaianan sains anak usia dini

Mengenalkan sains pada anak usia dini merupakan salah satu upaya pemberian stimulasi bagi perkembangan otak dan aspek lainnya. Pengenalan konsep sains secara tepat yang diberikan untuk anak akan membantu perkembangannya secara optimal.


Nah, Sains. Setelah mengerti batasan ruang lingkup sains untuk anak usia dini di postingan sebelumnya sekarang kita beranjak pada pengetahuan awal  sains pada anak usia dini beserta manfaatnya.


Mengoptimalkan perkembangan anak adalah perkara yang kompleks. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan agar usaha kita untuk mengupayakan tumbuh kembang si kecil tidak salah penerapan.


Pengenalan konsep sains untuk anak usia dini melalui eksperimen sederhana yang diberikan kepada anak, diharapkan menjadi salah satu sarana dalam pemberian stimulasi untuk tumbuh kembang anak. Jika dilakukan dengan tepat maka akan berpotensi besar pada optimalisasi kemampuan anak.


Materi sains untuk anak usia dini yangdiberikan melalui berbagai eksperimen diharapkan bisa melatih motorik anak, baik motorik kasar dan motorik halus. Materi yang dijelaskan pada artikel ruang lingkup sains anak usia dini.


Pengetahuan Awal Sains pada Anak Usia Dini


lalu apa yang harus dikenalkan terlebih dahulu pada anak usia dini dalam pembelajaran sains? Nah, akan saya coba tuliskan di sini mengutip dari pakar anak  M. Solehuddin dan Ihat Hatimah bahwa proses perkembangan pengetahuan sains anak usia dini berkembang melalui tahapan diantaranya:


1. Bersifat komulatif.


Pengalaman awal anak bersifat komulatif maksudnya adalah jika anak mempunyai pengalaman yang sedikit tentang sesuatu maka pengaruhnya pun sedikit, sedangkan pengalaman yang banyak maka akan menciptakan daya ingat yang kuat pada anak.


Dari pernyataan di atas menunjukkan bahwa dalam mengenalkan pembelajaran harus ada interaksi langsung, bisa disebut juga hand experience bersentuhan langsung dengan tangan. Jika hanya berupa hafalan saja, maka anak akan sulit untuk memahami.


Pengetahuan sains yang dilakukan langsung melakukan uji coba akan membantu mengembangkan aspek kognitif anak. Beberapa permainan sains anak usia dini bisa dikenalkan diantaranya permainan membuat jet atau eksperimen hujan pelangi.


Indikasi lain jika anak tak menguasai sains maka anak akan cenderung tidak mampu berpikir kritis. Untuk itu sangat penting jika anak diperkenalkan dengan pengetahuan awal sains. Karena sains akan membantu anak berpikir cermat, logis dan sistematis, menimbangkan sebuah masalah dari berbagai sudut pandang.


2. Pengetahuan Behavioral


Pengetahuan pada anak awalnya bersifat behavioral yang sederhana lalu berkembang ke arah simbolik atau disebut juga representasional yang lebih kompleks.


Bisa dikatakan bahwa anak pada awalnya mendapatkan pengetahuan dari berbagai pengalaman yang dia dapatkan bisa dari orangtuanya atau dari gurunya dan juga dari lingkungan sekitarnya secara langsung. Untuk selanjutnya akhirnya bisa dikembangkan pada tahap simbolik.


Maksudnya dari apa yang dia lihat secara langsung, anak bisa menuangkannya dalam bentuk simbol-simbol berupa gambar, tulisan atau permainan peran atau pun teknologi terapan sederhana dan sejenisnya. 


Nah, berdasarkan prinsip pengetahuan awal sains yang dijabarkan di atas bisa dikategorikan bahwa anak adalah sosok yang pada dasarnya akan senang menerima hal-hal baru yang menarik perhatiannya.

 

Secara psikologis anak siap menerima hal baru dan mengakumulasikannya sebagai pembelajaran. Anak mampu menerima pembelajaran dari yang sederhana menuju ke arah yang kompleks.


Proses Pembelajaran Sainstifik Untuk Anak


Proses pembelajaran saintifik dilakukan melalui proses mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan dan mengkomunikasikan.


Lima cara belajar sains untuk anak usia dini ini diterapkan ke dalam  strategi pembelajaran, metode, teknik, maupun taktik yang digunakan.


Pendekatan saintifik/ilmiah menjadikan anak lebih aktif ikut serta dalam proses pembelajaran. Anak juga lebih mampu mengkonstruksi informasi dalam otaknya secara utuh. 


Pendekatan saintifik juga mendorong anak untuk lebih perduli dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Anak terdorong untuk menemukan fakta-fakta dari sebuah kejadian.


Pembelajaran sains untuk anak usia dini diharapkan dapat mendekatkan dengan alam. Permainan sains anak usia dini yang disesuaikan diharapkan dapat membentuk kepribadian anak menjadi pribadi yang berpikir ilmiah.


Diharapkan anak mampu mengembangkan kreativitasnya mengelola pemikirannya menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lainnya di lingkungannya.


Eksperimen Sains untuk Anak Membentuk Struktur Kognitif Anak Lebih Matang


Dengan melakukan banyak eksperimen diharapkan struktur kognitif anak akan berkembang dan lebih matang. Struktur kognitif anak perlu dikembangkan dengan cara melatih anak melalui keterampilan berpikir secara ilmiah dan ikut terlibat secara langsung.


Senada dengan pernyatan Usman Samatowa, bahwa belajar melalui pengalaman langsung (learning by doing) sangat cocok untuk anak Indonesia. 


Belajar melalui pengalaman langsung membutuhkan biaya relatif murah karena menggunakan alat peraga yang ditemui di lingkungan sekitar. Metode ini juga dapat memperkuat daya ingat anak. 


Selain ranah kognitif ada  ranah lainnya yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran sains


Ranah Pengembangan dalam Pendidikan Sains Untuk Anak Usia Dini


Pengembangan pendidikan sains untuk anak usia dini selain mencakup ranah kognitif juga mencakup ranah afektif (sikap dan nilai), psikomotor (keterampilan) serta ranah interkonektif, yaitu perpaduan dari tiga ranah ini yang melahirkan suatu kreativitas yang dapat menggali sistem nilai dan moral yang dikandung dalam bahan ajar.


Kemajuan ilmu sains cepat berkembang pesat. Untuk itu pembelajaran sains tidak bisa diabaikan begitu saja dalam agenda pengenalan terhadap anak.


Manfaat Sains Untuk Anak USia Dini


eksperimen sains untuk anak usia dini


Apa aplikasi dari sebuah sains? tentu saja teknologi! Teknologi bisa dimanfaatkan untuk melestarikan lingkungan. Dengan teknologi bisa memudahkan kahidupan manusia. Bisa diartikan juga bahwa dengan teknologi manusia bisa memakmurkan bumi.


Di tengah berkembangnya teknologi canggih yang ada di bumi, dunia pendidikan harus tetap mempertahankan etika dan nilai yang dapat menguatkan karakter anak.


Memberdayakan pelajaran sains dengan fokus pada pengembangan sikap ilmiah yaitu tanggung jawab, jujur, bisa bekerjasama, percaya diri, ingin tahu dan kreatif. Pembelajaran sains dapat berpengaruh positif pada anak.


Selain itu sains juga dapat melatih anak menggunakan 5 panca indera nya untuk mengenal segala gejala dan gejala peristiwa. Anak dilatih untuk melihat, meraba, membau dan mendengar. Hal ini akan memudahkan penilaian pada setiap aspek kemampuan pada anak.


Semakin banyak keterlibatan indera dalam belajar, maka anakakan semakin memahami. Semakin banyak pengalaman yang diterima oleh anak, maka anak akan semakin memahami.


Penekanannya terhadap doing science agar anak mampu bertindak dan berpikir secara logis. Meskipun kelak anak-anak bukan menjadi seorang ilmuan, namun tetap bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari di dalam segala aspek.


Summary


Sains untuk anak usia dini sangat perlu diperkenalkan agar anak-anak mampu mengelola kehidupannya dengan baik secara logis. Mendukung anak mengembangkan kemampuan berpikir dari sejak awal pertumbuhan dan perkembangannya akan membawa anak dengan mudah memahami hal lainnya.


Menggiring mereka berpikir ke ranah akademis lain akan mendukung rasa percaya diri pada anak. Anak semakin mudah memahami proses pembelajaran yang lain. jangan lupa untuk menggunakan media pembelajaran yang tepat untuk anak.


Pembelajaran yang disampaikan dengan riang gembira dan melibatkan anak, akan memudahkan anak memahami pembelajaran yang diberikan. Selamat mencoba mempraktikan and happy educating




materi sains untuk anak usia dini


Be First to Post Comment !
Posting Komentar

Trimakasih sudah berkunjung ke ruang narasi Inspirasi Nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diantara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger