Salah Kaprah tentang Konsep Dalil Hidup Sederhana

Rabu, 24 Agustus 2022

 Assalamualaikum Sains


Biar kecekek asal keren. Pernah dengar istilah ini? Remaja angkatan 90 an, pasti nggak asing dengan istilah ini. Lontaran guyonan ini sebenarnya lebih ditujukan pada gaya berbusana jenis kerah tinggi yang saat itu memang booming di zamannya. 


dalil hidup sederhana


Namun sesungguhnya kalimat ini bisa mengandung makna ganda. Biar kecekek asal keren bisa diartikan juga sebagai gaya hidup yang terlalu memaksakan, besar pasak dari pada tiang. Sayangnya gaya hidup seperti ini banyak menjangkit dan sering kali menjadi gaya hidup rata-rata manusia. 


Menilik konsep dalil hidup sederhana dalam Islam yang akan saya jabarkan dalam tulisan ini. Sekaligus juga menguatkan hati saya untuk benar-benar memahami, bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang sebuah gaya hidup.


Filosofi Hidup Biar Kecekek Asal Keren


Memperhatikan penampilan agar terlihat bagus di mata orang itu adalah sebuah keutamaan karena allah itu indah dan mencintai keindahan. Namun lebih mengedepankan penampilan yang serba wah, menggunakan baju bermerk keluaran import. Berani berpenampilan keren, dengan memilki Handphone jenis keluar baru, atau kendaraan keluaran baru, gaya hidup dan keinginan yang serba wah dan tinggi, namun dengan cara memaksakan diri, dan tidak sesuai dengan pendapatan yang diperolehnya, ini yang dilarang.


Islam yang hanif, telah mengatur seluruh kaidah hidup yang harus dijalani oleh manusia agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Pola hidup seperti ini yang dilarang oleh Islam. Memaksakan diri dengan kapasitas yang sebenarnya belum dalam tahap bisa memenuhi selera dan keinginan. Menjalankan gaya hidup seperti slogan "biar kecekek asal keren" berdampak tidak baik bagi kesehatan fisik maupun psikis.


Islam mengarahkan kita melalui bimbingan Al-Quran, al-hadits serta nasihat para ulama untuk tetap berperilaku hidup sederhana. Nah, lalu apakah Islam melarang kita untuk memiliki mobil bagus, rumah bagus dan segala fasilitas dunia yang bagus-bagus? Yuk simak sampai habis. 


Tulisan ini saya intisarikan dari kajian dari Ustadz. DR. Andi Rahman, MA,  yang disampaikan pada kajian rutin di chanel masjid raya pondok indah.


Meluruskan Salah Kaprah tentang Konsep Dalil Hidup Sederhana


Ustad Andi Rahman membuka tausiyah tentang konsep kederhanaan dalam hidup dengan menceritakan pengalaman hidupnya selama menjadi santri. Ketika beliau menjadi santri dahulu, yang tertanam dalam otaknya adalah bahwa orang Islam tidak boleh menjadi orang kaya.


Doktrin yang beliau pahami, pada akhirnya menyadarkan beliau bahwa statemen tersebut adalah sebuah kesalahan. pada saat itu di kalangan santri memiliki keyakinan bahwa seorang Muslim tidak boleh menjadi orang kaya karena merupakan aib. 


Pernyataan tersebut di atas salah kaprah dalam memahani. Seorang muslim harus hidup sederhana, tidak boleh berlebih-lebihan bukan berarti tidak boleh menjadi orang kaya. Hal ini berdasarkan 4 premis yang diambil dari aturan dalam Al-Quran dan al-Hadits. 4 premis tersebut diantaranya adalah:


1. Al-Quran memerintahkan kita ummat Muslim untuk bersedekah.


Dari sini kita bisa mendapatkan kesimpulan, bahwa infaq, zakat, shodaqah hanya bisa dilakukan bagi orang-orang yang kuat perekonomiannya. Dalam arti bisa dilakukan oleh orang-orang yang kaya, walaupun untuk bersedekah tidak usah menunggu kaya.


Contoh  hidup sederhana yang diajarkan oleh Rasulullah sallahu 'alaihi wa salam, bukan berarti Rasulullah adalah Muslim yang lemah. Rasulullah adalah pedagang yang sukses, bahkan ketika meminang ummina Khadijah beliau memberikan 25 ekor unta sebagai mahar yang diberikan kepada calon istrinya tersebut. 


Begitu pun dengan Ummina Khadijah, beliau juga seorang shahabiyah yang kaya raya, dengan memiliki jumlah kekayaan yang amat banyak, sejarah mencatat inidan mengenal ummina Khadijah sebagai seorang saudagar wanita terkaya di zamannya. 


Namun dengan keadaannya yang serba berkecukupan Rasulullah tetap berperilaku hidup sederhana dalam hidupnya. Hidup sederhana yang dijalankan Nabi Muhammad ini lah yang patut kita contoh. Hidup dalam serba kecukupan namun tetap sederhana.


2. Harta yang Didapatkan digunakan untuk Kebutuhan Bukan Keinginan


Prioritas hidup seorang muslim diutamakan memilih konsep menggunakan hartanya sesuai dengan kebutuhannya. Jika dia memang butuh mobil bagus, rumah bagus namun sudah sesuai dengan pendapatan yang dia terima, tanpa menyiksa dengancara hutang sana-sini, tentunya ini diperbolehkan.


Prinsip hidup seorang muslim harus berdasarkan konsep menyesuaikan pendapatan dengan kebutuhan, bukan keinginan. Memaksakan diri tidak dianjurkan dalam Islam. Life style tidak melulu harus menyesuaikan, karena bisa jadi sewaktu-waktu manusia keadaannya bisa berubah. 


Jika seorang insan bisa memepertahankan hidup sederhana meski dalam keadaan kaya raya dan berlimpah seperti hidup sederhana ala Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa salam, maka ketika ada suatu hal yang datang menimpa di luar batas nalar dan tidak diinginkan, maka kita tetap bisa hidup dengan nyaman, karena hati dan diri kita sudah terbiasa dengan pola hidup yang sederhana.


Seperti yang telah dicontohkan dalam kisah Nabi Yusuf 'alaihi salam dikenal sebagai seorang ekonom handal, raja yang pandai mengatur keuangan negara. Nabi Yusuf 'alaihi salam memiliki prinsip hidup yang tidak berlebihan, meski sedang mendapatkan hasil panen atau rezeki yang berlimpah  berlebihan.


contoh hidup sederhana

3. Manusia secara kodrat Memiliki keterbatasan


Secara kodrati manusia memiliki rasa ketakitan tentang takut miskin, kesedihan, kekhawatiran bahkan juga kebahagiaan terkadang menjadi sebuah ketakutan. Takut kebahagiaan itu segera hilang berganti dengan kebahagiaan.


Untuk itu pola hidup sederhana dengan mengatur pendapatan yang dimiliki merupakan keharusan agar jika terjadi hal yang tidak diinginkan, sudah bisa mengantisipasi dengan memiliki simpanan. Ustadz Andi menjelaskan, agar tidak selalu mengikuti gaya hidup.


Manusia inti kebutuhannya adalah pada satu piring makanan demi menegakkan tulang-tulang tubuh, jadi lebih baik agar bisa saving untuk mengamankan hidup sampai hari tua. Apa pun jenis makanan dalam satu piring, pasti sangat mengenyangkan, yang membedakan adalah harga yang dibutuhkan untuk sepiring nasi tersebut bisa berbeda-beda. 


Untuk itu tetap mengedepankan pola hidup sederhana agar bisa bahagia sampai akhir tua. Cukuplah hidup ini hanya sekedar mencukupi kebutuhan, buka terus-menerus memenuhi keinginan, yang sebenarnya kadang tidak berujung, jika selalu dituruti.


Duh jleb banget, nih buat saya, yang kadang-kadang juga masih menuruti keinginan, meski sebenarnya enggak butuh-butuh amat, tapi ya pinginnya malah beli terus, hehe.  Harus lebih giat lagi, nih, usaha untuk menjalankan hidup sederhana yang dalam Islam disebut juga Qana'ah atau merasa cukup.


4. Kesederhanaan memberikan Kebahagiaan untuk Jangka Waktu Lama


Keuntungan hidup sederhana akan memberikan kebahagiaan pada pelakunya. Berkaca pada kisah Nabi Yusuf yang kala itu diminta untuk menafsirkan sebuah mimpi tentang seekor sapi gemuk dan 7 ekor sapi yang kurus.


Cerita ini mengandung hikmah manfaat tentang keuntungan hidup sederhana. pada saat itu Nabi Yusuf menafsirkannya dengan akan datang satu saat panen yang berlimpah namun setelah itu tertutup dengan paceklik selama 7 tahun berturut-turut.


Nabi yusuf menasihati kita agar bisa menyimpan hasil panen  yang berlimpah untuk persiapan masa paceklik yang akan tiba sampai tujuh tahun ke depannya. Konsep ini direalisasikan dalam real kehidupan kita saat ini. Salah satu menerapkan pola hidup sederhana yaitu dengan cara harus rajin menabung agar kita bisa berbahagia dalam jangka waktu lama. 


Ketika masuk masa tua, kita telah memiliki bekal yang cukup sebagai simpanan. Namun jangan lupa untuk tetap mengedepankan shadaqahnya. mengedepankan pola hidup sederhana banyak keuntungannya.


manfaat hidup sederhana dalam islam


Berdasarkan premis yang telah dijelaskan di atas bisa disimpulkan bahwa, setiap Insan Muslim harus kuat dan kaya, agar bisa bershodaqah, infak, menjalankan keutamaan ibadah di bulan dzulhijjah yaitu berhaji dan amal-amal sholih lainnya. Al-quran banyak mengangkat tema agar manusia rajin berderma. Jika kita seorang Muslim yang kuat secara finansial, maka kita bisa menjalankan perintah yang disarankan dalam Al-Quran dan al-Hadits.


Dalil Hidup Sederhana dan keuntungannya


Lanjut membuka wawasan tentang dalil Al-Quran tentang hidup sederhana dan hemat, agar bisa  dijadikan pedoman dan semangat dalam menjalankan pola hidup sederhana yang sudah dicontohkan Nabi dan Rasulullah Muhammad shallahu 'alaihi wa salam.


dalil hidup sederhana

Dalil di atas memperkuat kita untuk mengikuti anjuran Rasulullah tentang keuntungan hidup sederhana. Hidup sederhana dalam Islam lebih menekankan kepada menafkahkan harta yang kita peroleh untuk sesuatu yang maslahat di jalan Allah, sebagaimana yang termaktub dalam Al-Quran surat Saba:9.


Manfaat hidup sederhana pun dipertegas dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 272 yaitu apapun yang kita nafkahkan untuk kepentinagn Islam dan di jalan Allah maka kebaikan serta kebermanfaatannya akan kembali kepada diri kita sendiri.


Begitu juga dalam Al-Quran surat al-Baqarah ayat 273, bahwasannya Allah selalu mengetahui sepak terjang hambaNya, begitu juga dengan harta yang digunakan. Allah mengetahui diarahkan kemana harta kita.


Tiga ayat di atas merupakan dalil hidup sederhana yang menegaskan bahwa hidu sederhana lebih kepada menggunakan dan memanfaatkan harta untuk hal-hal yang bermanfaat dan menafkahkannya di jalan Allah. Bukan melarang Muslim untuk menjadi orang kaya. 


Hihi, iya, juga, ya, wong kalo kita mau beli buku butuh uang, pergi ke pengajian saja butuh ongkos, kalo nggak punya ongkos ga bisa pergi menuntut ilmu, dong, ya, walau pun ikut kajiannya by online, kan harus punya pulsa buat streaming juga. Hayulah semangat mengais rezeki. Setelah itu jangan lupa menyisipkan do'a di setiap usaha kita. Muslim harus kuat. Yess...Salam ukhuwah.

1 komentar on "Salah Kaprah tentang Konsep Dalil Hidup Sederhana"
  1. Biar kecekek asal keren.. Saya ga bisa ngikutin ini mba nita. Karena dahulu dl smp sekarang sy tipe yg sederhana dan ga maksa harus spt orang lain. Trmksh tulisannya smkn menguatkan ttg kesederhanaan ala rasullullah

    BalasHapus

Trimakasih sudah berkunjung ke ruang narasi Inspirasi Nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diantara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger