Berpikir Kritis Ala Ibu Profesional Sebagai Bekal Melancarkan Misi

Jumat, 13 Mei 2022

Institut Ibu Profesional atau disingkat dengan IIP adalah sebuah program kegiatan yang saat ini saya ikuti, guna menambah skill dan keilmuan saya tentang bagaimana menjadi seorang perempuan yang sukses dalam menjalankan perannya sebagai istri, ibu dan juga seorang wanita yang merdeka dan mandiri. Berpikir kritis merupakan salah satu landasan yang harus dipegang dan dimiliki setiap mahasiswa yang ada di institut ibu profesional agar mampu melanjutkan setiap misi yang ada.


berpikir kritis


Saat ini saya sudah memasuki gerbang matrikulasi yang akan mengantarkan saya ke jenjang keilmuan yang lebih beragam dan menarik untuk saya pelajari. Institut Ibu Profesional mengistilahkannya sebagai petualangan di samudera amarta. Istilah ini menjadi penyemangat saya untuk terus melaju di samudera amarta, dan terus bergerak di kegiatan selanjutnya. Semoga dilancarkan. Aamiin.


Critical Thinking Merupakan  Bekal yang Harus Dimiliki Para Penuntut Ilmu untuk Menganalisis Permasalahan


Critical thingking atau berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir secara jernih dan rasional untuk memahami secara logis setiap kejadian, ide atau gagasan dan opini. Ada beberapa kaidah yang harus dipahami agar kita bisa menerapkan critical thinking atau berpikir kritis dalam pola berpikir kita. Beberapa landasan tersebut diantaranya:


1. Tiga Landasan dalam Melakukan Kegiatan.  Ibu Profesional mengistilahkannya dengan sebutan landasan 3 B, diantaranya yaitu:

  • Baik. Apakah yang kita lakukan adalah sesuatu hal yang baik dan  berdampak baik?
  • Benar. Apakah hal yang kita lakukan sudah benar, baik caranya maupun hasilnya?
  • Bermanfaat. Apakah hal yang kita lakukan akan memberikan manfaat baik untuk diri kita maupun untuk orang lain?

2. Konsep berpikir kritis dilandasi dengan pertanyaan 5 W 1 H, yaitu why, what, who, when, where dan how. Arti dari 5 W 1 H adalah bahwasannya dalam menghadapi permasalahan hendaknya disertai dengan konsep berpikir yang dilandasi pertanyaan mengapa, apa, siapa, kapan, dimana dan bagaimana. Hal ini bertujuan agar kita tidak menerima mentah-mentah segala informasi yang kita terima. Informasi yang kita terima harus kita cerna dengan 6 landasan kata tanya ini.


3. Skeptis atau sifat ragu-ragu. Sikap skeptis  juga harus kita sertakan dalam menghadapi persoalan, sebagai perwujudan berpikir kritis, hal ini bertujuan agar kita memacu diri kita untuk mendapatkan informasi yang memadai dan akurat dari sebuah kejadian. Sehingga memacu kita untuk mengumpulkan banyak referensi yang kuat untuk setiap statement atau pernyataan Ini bertujuan agar kita tak salah dalam melangkah. 


konsep berpikir kritis


Bekal Yang Harus Dipersiapkan


Selain critical thinking atau berpikir kritis, hal yang harus kita sertakan dalam perjalan pencarian ilmu adalah menyiapkan bekal yang sangat cukup dan memadai. Sudah selayaknya jika kita melakukan sebuah perjalanan, hendaknya kita menyediakan bekal yang cukup agar perjalanan yang kita lalui akan terasa sangat menyenangkan dan berkesan. Selain itu juga, hal yang lebih penting adalah bekal yang kita persiapkan diharapkan dapat menyelamatkan dan melancarkan proses perjalanan kita dan sampai di tempat tujuan secara nyaman dan aman.


Menuntut ilmu merupakan sebuah perjalanan panjang yang hakikatnya diharapkan berujung pada kebermanfaatan diri untuk sesama secara umum, dan hakikat utamanya adalah pengembangan bagi diri sendiri. Setiap manusia perlu melakukan ikhtiar untuk dirinya agar selamat di dunia dan akhirat.


Khususnya bagi diri saya pribadi, sebagai makhluk Allah yang sudah tak lagi berusia muda, saya bertekad untuk terus mendidik diri menjadi pribadi yang terus berkembang, tangguh dalam menghadapi kehidupan yang tak ringan dan tantangan yang semakin besar dari hari ke hari. 


Dalam program Institut Ibu Profesional (IIP) saya akan dibawa melanglang buana dalam samudera Amarta. Menyelami keindahan alam bawah laut yang banyak dihiasi oleh makhuk laut yang begitu indah dan bermakna. Fisik dan psikis saya harus kuat jika saya ingin memaknai keindahan alam bawah laut dan mengenalnya secara saksama. Pengibaratan ini ditujukan pada kebermaknaan ilmu dan pengetahuan yang akan ditebar dalam materi-materi yang keren dalam program kegiatan Institut Ibu Profesional ke depannya selanjutnya..


Agar saya dapat memaksimalkan kemampuan saya dalam menyerap semua materi yang akan diberikan saya berusaha membekali diri saya dengan beberapa hal sebagai berikut:


  1. Niat. Meluruskan niat adalah hal yang pertama dilakukan jika kita hendak melakukan segala aktifitas. Ikhlas lillahi ta'ala. Begitupun dalam kegiatan mengarungi samudera Amarta, meluruskan niat adalah hal yang harus ditanamkan dalam diri, agar perjalanan ini menjadi sesuatu yang berkah.
  2. Restu dari Suami dan keluarga. Hal ini sangat diperlukan untuk memperlancar kegiatan yang kita lakukan. Ketika restu sudah didapat dukunganpun akan kita peroleh. Rasa pengertian akan timbul, terutama ketika kita sedang mendengarkan materi dan mengerjakan misi. 
  3. Tekad yang kuat. Dengan tekad yang kuat insyaAllah akan memacu diri kita untuk tetap semangat walau menemui rintangan.
  4. Sabar dan telaten. Kesabaran merupakan poin penting dalam menuntut ilmu, begitupun dengan ketelatenan, karena dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dalam setiap kegiatan harus disertai dengan sabar dan telaten, agar kita dapat menjalani misi dengan baik.
  5. Manajemen waktu. Sebagai ibu dan istri juga wanita yang memiliki beberapa kegiatan, tentunya saya harus menuntut diri saya agar bisa memanajemen waktu dengan baik, sehingga bisa seimbang porsi yang diberikan pada setiap ranah.
  6. Fokus. Fokus terhadaptujuan juga merupakan kunci keberhasilan dalam melakukan setiap pekerjaan, termasuk menjalankan misi dalam setiap kegiatan di institut ibu profesional.


bekal menuntut ilmu


Pedoman dan Perilaku bermartabat Mahasiswi IIP


Selain bekal yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa pedoman yang harus dipegang untuk memuluskan jalan menuntut ilmu dalam institut ibu profesional, diantaranya yaitu:


1. Memiliki adab yang baik. Adab yang baik sangat penting dimiliki oleh para penuntut ilmu, sebagaimana pesan para ulama, agar mengedepankan adab di dalam menuntut ilmu, agar ilmu itu terasa keberkahannya.

2. Aktif dan bertanggung jawab. aktif berperan serta dalam setiap kegiatan yang diikuti juga merupakan modal bagi keberhasilan sebuah misi.

3. Publikasi Yang bertanggung jawab dan bermartabat. setiaphal yang dapat dikonsumsi oleh publik harus diiringi dengan rasa tanggung jawab, misalnya dengan menerbitkan tulisan atau artikel yang disertai dengan sumber yang relevan.

Tiga pedoman di atas harus selalu diingat dan dipraktekan demi menjaga keamanan dan kenyamanan. Selayaknya makhluk individu kita harus bertanggung jawab terhadap diri kita dan sang khaliq, dan sebagai makhluk sosial kita harus bertanggung jawab terhadap manusia.


Berlakulah secara baik, maka kamu akan diperlakukan dengan hal yang sama Jika kamu sudah berusaha berbuat baik namun dibalas dengan hal yang tak mengenakkan, bukan kamu yang salah, maklumilah, mungkin orang tersebut masih sedang dalam pencarian makna jati diri ~ inspirasi Nita ~


Demikianlah hal yang saya siapkan untuk melancarkan misi dalam program matrikulasi di institut ibu profesional. Berpikir kritis sebagai bekal awal agar saya bisa memaknai setiap hal yang saya terima saya jadikan landasan untuk bekal-bekal lain sebagai penyerta. Selamat mengarungi samudera amarta dengan aman dan nyaman, dan meraup setiap keindahan yang dilewati dengan penuh makna.  Konsep berpikir kritis harus dimiliki oleh setiap individu agar dia tak mudah terseret terhadaphal-hal yang tidak baik dan mampu membawa diri di lingkungan dan masyarakat dengan kebermanfaatan. Salam ibu profesional. Salam literasi.

3 komentar on "Berpikir Kritis Ala Ibu Profesional Sebagai Bekal Melancarkan Misi"
  1. Inspiratif... memang untuk menjadi ibu... diperlukan kemauan untuk terus belajar sehingga setidaknya mampu untuk membagikan wawasan kepada anak dan keluarganya kelak

    BalasHapus
  2. Keren nih. Dengan 3B aja bisa praktik berpikir kritis. Baik, benar, bermanfaat? IIP emang kereeen

    BalasHapus
  3. kayaknya ibu memang harus profesional. harus terus belajar. bagaimana ibu bisa mengasuh anak dengan baik jika ia bukan seorang yang pembelajar yg baik

    BalasHapus

Trimakasih sudah berkunjung ke inspirasi nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diatara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger