Pendidikan Agama Islam

Senin, 14 Februari 2022

Artikel Pendidikan Agama Islam ini merupakan materi pertemuan kedua pada mata kuliah Ilmu Jiwa Agama/psikologi agama. Disampaikan pada perkuliahan program studi Strata satu Pendidikan Islam Anak Usia Dini semester VI di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Latansa Mashira, Lebak Banten.

 

Pendidikan Agama Islam


Pendahuluan


Terkadang kita dibingungkan dengan istilah Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Islam. Apa perbedaannya? Sedikit saya uraikan dalam pendahuluan materi ini, agar kita langsung memiliki pijakan yang jelas ketika berusaha memahami konsep Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Islam. Pendidikan Agama Islam merupakan pembelajaran yang dilakukan di lingkup pendidikan formal semisal di madrasah, sekolah dan pesantren. Sedangkan Pendidikan Islam adalah pembelajaran yang dilakukan secara informal misalnya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Singkat, padat dan jelas, bukan?

 

Kini kita beranjak pada esensi dari pendidikan itu sendiri. Manusia dalam upaya menjaga fitrah sangat memerlukan pendidikan. Pendidikan merupakan kebutuhan utama bagi manusia, karena  manusia dilahirkan benar-benar dalam keadaan tak memiliki pengetahuan sedikitpun, keadaan ini digambarkan dalam Al-Qur'an surat an-Nahl: 78,  Allah azza wajalla berfirman:




Ramayulis (menegaskan bahwa manusia adalah makhluk yang memerlukan pendidikan sesederhana apapun bentuknya, sekecil apapun komunitas tempatnya berada, karena pendidikan merupakan kebutuhan bagi kehidupan manusia.

Seperti halnya Rasulullah salallahu alaihi wa salam, diperintahkan membaca melalui perantara Jibril alaihi salam, ini merupakan bagian dari proses pendidikan.  Gambaran Rasulullah kala itu diceritakan dalam Al-Qur'an surat al-Alaq ayat 1-5, yang isinya, Allah ta’ala berfirman

 



Firman Allah yang tersurat dalam Al-Qur'an surat al-Alaq ayat 1-5 mengisyaratkan bahwa manusia harus banyak membaca. Membaca merupakan  proses dari belajar.

 

 Pembahasan


1.   Hakikat Pendidikan


a.   Makna Etimologi (Bahasa)


Kata Pendidikan dalam Bahasa Indonesia berasal dari kata dasar “didik”, diberikan imbuhan “pe” dan “an” menjadi “pendidikan”. Dalam Kamus Besar Bhasa Indonesia (KBBI) mengandung arti etimologi yaitu perbuatan atau cara melatih dan mengajar mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran.

Menurut pemaparan Ramayulis (2002), kata pendidikan berasal dari Bahasa Yunani Paedagogos yang memiliki arti membersamai anak-anak. “Paedos” bermakna “anak” dan  agoge memiliki arti saya memimpin atau membimbing. Dahulu di Yunani kuno paedagogos merupakan pelayan yang memiliki peranan sebagai pengantar dan penjemput anak-anak. Namun seiring berjalannya waktu makna kata ini bermetafora, posisi sebagai pelayan berubah menjadi pembimbing, pendidik atau ahli dalam mendidik. Kemudian Bahasa inggris memaknainya dengan kata “Education”, yang artinya pengembangan atau bimbingan.

 

b.      Makna Terminologi


Menurut Ramayulis (2002) ada tiga pandangan yang menyertai makna Pendidikan secara terminology. Pertama ditelaah dari sudut pandang tokoh Pendidikan Indonesia, kedua dari tokoh Pendidikan barat dan yang ketiga dari sistem Pendidikan Nasional.


Secara terminologi, salah satu tokoh Pendidikan Indonesia Hasan Langgulung memaknai pendidikan  dari dua sisi pandang. Pertama dari sudut pandang masyarakat, kedua dari sudut pandang perseorangan. Dari sudut pandang masyarakat, pendidikan bermakna pewarisan kebudayaan yang dilimpahkan generasi tua ke generasi muda, dengan tujuan agar identitas tetap terjaga. Dari sudut pandang perseorangan, Pendidikan memiliki arti potensi atau kemampuan yang belum muncul dari dalam diri manusia berusaha untuk dikembangkan dan membentuk manusia menjadi sosok yang mempuni.


Tokoh Pendidikan barat Coser dkk mengartikan Pendidikan sebagai kegiatan menyampaikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta nilai dari guru kepada muridnya, dengan  tujuan agar muridnya tersebut mampu menjalankan hidupnya dan memiliki etika sosial yang baik.


Aristoteles berpendapat bahwa Pendidikan adalah usaha untuk membentuk  manusia agar memiliki akhlak yang pantas.


Dalam Undang-undang SISDIKNAS dijelaskan bahwa pendidikan adalah usaha sadar yang direncanakan agar peserta didik mampu secara aktif mengembangkan potensi yang ada dalam dirinya, agar memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan akhlak mulia serta segala macam keterampilan yang diperlukan untuk dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.


Dari beberapa penjelasan tentang pendidikan di atas terdapat benang merah yang bisa kita ambil sebagai inti dari makna Pendidikan yaitu:


1. Proses Pendidikan dilakukan secara sadar dan terencana.

2. Pendidik merupakan subjek dalam Pendidikan.

3. Peserta didik sebagai objek dalam Pendidikan.

4. Kompetensi merupakan tujuan dari sebuah Pendidikan

 

 Hakikat Agama Islam

 

Agama


Pengertian agama telah dijelaskan pada pembahasan di pertemuan pertama, dibagian ini saya akan menguraikan aspek yang menyertai keberadaan agama untuk memperjelas hakikat dari agama.  Muhammadin (2013) menjabarkan tentang lima aspek yang menyertai keberadaan agama, diantarnya yaitu:

 

 1. Aspek asal usul. Keberadaan agama berasal dari dua sumber yaitu agama samawi yang berasal dari Tuhan dan agama ardhy yang berasal dari buah pikir manusia.

2. Aspek manfaat. Manfaat agama untuk memberikan kebaikan dan kebahagiaan  di dunia dan akhirat.

3. Aspek ruang lingkup. Agama menjadikan kita yakin akan adanya kekuatan ghaib

4. Aspek kemasyarakatan. Agama diwariskan secara turun temurun, dilanjutkan tongkat estafetnya dari generasi ke generasi.

5. Aspek Sumber. Berasal dari kitab suci yang dijadikan pegangan untuk menuntunnya dalam menjalani perannya sebagai makhluk yang menempati dunia.

 

Islam


Islam sendiri berasal dari kata aslama yang mengandung makna berserah diri, ketundukan dan kepatuhan kepada Rabb sang pencipta. Diambil juga dari kata salima yang memiliki arti keselamatan. Pemeluknya dinamakan Muslim. Pernyataan ini diisyaratkan dalam Al-Quran surat al-Baqaah (2): 112, melalui firman Allah jalla wa ‘ala yang berbunyi:

 



Hakikat Pendidikan Islam


Makna Etimologi (Bahasa).

 

Dalam konteks Islam, Pendidikan memiliki arti yang sangat majemuk dan mendalam. Kata yang satu berkaitan dengan yang lain dan diperdalam lagi dengan kata yang lainnya dengan penjabaran yang lengkap dari sudut pandang Al-Qur'an, as-Sunnah juga Ijma serta Qiyas. Namun saya di sini hanya menjabarkan secara garis  besarnya saja makna dari kata Pendidikan dalam Islam.

 

Ramayulis memaparkan bahwa pendidikan berasal dari tiga kata Bahasa Arab  yang satu sama lainnya saling berkaitan. Tiga kata tersebut diantaranya


  1. At-Tarbiyah, berasal dari kata Rabba yarubbu, yang memiliki arti membimbing, memperbaiki, menguasai, memimpin, memelihara, dan menjaga.
  2. At-Ta’lim, secara lugahwi berasal dari kata ’allama yu’allimu memiliki arti mengajar.
  3. Al-Ta’dib, memiliki asal kata 'addaba yu'addibu, yang memiliki arti beradab.



Dari tiga term di atas, yang paling sering dijadikan rujukan sebagai makna Pendidikan adalah term kata tarbiyah. Tarbiyah mengandung makna kegiatan Pendidikan secara keseluruhan yang mengupayakan kesiapan seorang individu untuk menghadapi dunia lebih matang dan terarah, menjunjung tinggi nilai, etika dan moral kemanusiaan.

Makna Terminologi


Langgulung (1980) menyatakan bahwa Pendidikan Islam merupakan persiapan membentuk para generasi muda agar paham dan sadar posisinya sebagai umat Islam yang harus memaknai nilai-nilai keislaman yang dianutnya. Berusaha menjalankan apa yang ada dalam kaidah Islam agar selamat di dunia dan akkhirat.

 

Dalam Ramayulis (2009), pada tahun 1960, para ahli merumuskan tentang pengertian Pendidikan Islam dalam seminar Pendidikan Islam se-Indonesia. Pendidikan Islam merupakan proses bimbingan yang didasarkan pada nilai-nilai ke-Islaman untuk mengarahkan, melatih, mengasuh, mengajarkan dan membina secara jasmani dan rahani.


Pendikan Islam mengalami banyak perubahan pada dekade ini, yang menjadi latar belakangnya adalah perkembangan zaman dan tatanan sosial yang mengalami perubahan dari masa ke masa. Menurut  Daradjat (2008), Agama Islam dijadikan sumber sebuah kebudayaan yang diciptakan oleh para penganutnya, oleh karenanya kebudayaan di suatu daerah tercermin dari ajaran yang dianut para masyarakatnya.


Para umat Islam untuk melangsungkan keberadaannya wajib  untuk mentarbiyah dirinya dengan Tarbiyah Islamiyah, agar mampu membentuk dirinya menjadi Khalifatul fil-ardi yang Amanah, menjaga titipan yang diberikan kepadanya dengan penuh rasa tanggung jawab. Karena dia paham kaidah yang dianutnya, bahwa segala sesuatu yang dia emban dan dia kerjakan di dunia, segalanya harus dipertanggung jawabkan di kehidupan akhirat kelak.

 

Ruang Lingkup Pendidikan Agama Islam


Armai Arief dalam Rosmiyati Aziz (2019) menerangkan ruang lingkup dari Pendidikan Islam membahas permasalahan yang berhubungan dengan Pendidikan keislaman. Kaidah Pendidikan Islam bersifat dinamis mengikuti perkembangan zaman, ilmu dan teknologi. Pendidikan Islam merupakan bagian yang saling mengikat antara satu dan lainnya, karena nilai yang terkandung dalam ajaran Islam, merupakan koherensi antara esensi ajaran dan praktik kehidupan sehari-hari.


Ruang lingkup Pendidikan Islam menurut Rahman dalam Rosmiyati Aziz (2019) terdiri dari tuntunan ibadah, aqidah dan muamalah yang berdampak pada proses berpikir dan pembentukan akhlaqul karimah.


Unsur-unsur yang terkait dengan penddikan Islam adalah sebagai berikut:

1. Kegiatan mendidik.

2. Peserta didik.

3. Dasar Pendidikan Islam (Al-Qur'an dan Hadits)

4. Tujuan Pendidikan Islam (Akhlaq Mulia)

5. Materi

6. Metode

7. Evaluasi

8. Alat bantu

9. Lingkungan


 

 Manfaat Pendidikan Islam


Manfaat dari Pendidikan Islam yang langsung dapat diaplikasikan, diantaranya adalah:


1. Mendapat kesesuaian antara teori dan praktik.

2. Mendapat informasi yang seimbang antara input dan output.


Tujuan Pendidikan Islam


Abu Ahmadi dalam Ramayulis (2018) membagi tujuan Pendidikan Agama Islam menjadi beberapa tahapan, diantaranya yaitu tujuan tertinggi, tujuan yang bersifat umum, tujuan yang bersifat khusus, dan tujuan yang bersifat sementara. Keempat tujuan tersebut dijabarkan sebagai berikut:


1.  Tujuan tertinggi atau terakhir adalah menjadi insan kamil dengan cara menjadi hamba Allah yang semata-mata mengabdikan dirinya hanya pada Allah dan menjadi khalifah Allah fi al-Ardh yang mampu memakmurkan bumi serta mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan hidup.

2. Tujuan Umum meliputi tercapainya perubahan perilaku dan karakter peserta didik kea rah yang lebih baik.

3. Tujuan khusus tergantung pada kebudayaan serta apa yang diinginkan, minat dan bakat peserta didik dalam situasi, kondisi pada jenjang waktu tertentu.

4. Tujuan sementara bersifat kondisional, tergantung latar tempat tinggal peserta didik. Untuk itu Pendidikan Islam mampu beradaptasi dengan berbagai keadaan.


Penutup


Pendidikan Islam merupakan pendidikan yang mengajarkan tentang membentuk keimanan, melakukan kegiatan beribadah serta membina akhlak manusia menjadi akhlaqul karimah. semua ini bertujuan untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.


Melalui panca indera yang dibekali oleh Allah manusia dibekali potensi fasik dan taat, Manusia diberi kesempatan untuk memilih, karenanya manusia disarankan untuk terus belajar agar tak salah dalam membuat pilihan. Setelah melakukan proses belajar manusia bisa mengajarkan apa yang mampu dia ajarkan. Hal yang paling pamungkas adalah bahwa manusia memiliki tanggun jawab besar yang harus dipikul, yaitu sebagai pengabdi Tuhan dan khalifah fi al-ardh. Bertanggung jawab untuk memakmurkan dan menjaga bumi.

 




Referensi


Andriyani, Isnanita Novia. Menjaga kesucian fitrah manusia. Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam, Volume 4, Nomor 2, Desember 2015.


Azis, Rosmiyati. Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Sibuku, 2019.


Daradjat, Zakiyah. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi aksara, 2008.


Djumransjah dan Abdul Malik Karim Amrullah. Pendidikan Islam Menggali "tradisi" mengukuhkan eksistensi,  2007.


Firmansyah, Iman. Pendidikan Agama Islam : Pengertian, Tujuan, Dasar, dan Fungsi, Jurnal Pendidikan Agama Islam -Ta’lim. Vol. 17 No. 2 – 2019


Langgulung, Hasan. Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam Bandung: al-Ma’arif, 1980.


Ramayulis. Dasar-Dasar Kependidikan . Padang: The Zaki Press, 2009.


Ramayulis. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Kalam Mulia, 2002.


Subhan, Fauti. Konsep Pendidikan Islam Masa Kini. Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol.02 No.02 Hal 355-373, 2013.


https://kbbi.web.id/didik


6 komentar on "Pendidikan Agama Islam"
  1. Erlina Fitri Rahayu (19231013)
    Barakallah ibu atas ilmu yang di berikan sangat bermanfaat sekali, karena memang pendidikan penting sekali bagi anak untuk tercapainya perubahan perilaku dan karakter peserta didik kearah yang lebih baik.

    BalasHapus
  2. Reres Restuti / 19231014

    Alhamdulillah, terimakasih ibu yang sudah memberikan materinya semaksimal mungkin kepada kami.
    Pendidikan Islam sendiri mengajarkan tentang bagaimana membentuk keimanan kepada Allah, melakukan kegiatan beribadah dan membina akhlak manusia menjadi berakhlak baik, yang bertujuan untuk meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

    BalasHapus
  3. Enok Hani (19231003)

    Pendidikan merupakan kebutuhan utama bagi manusia, karena manusia dilahirkan benar-benar dalam keadaan tak memiliki pengetahuan sedikitpun. Perbedaan pendidikan agama Islam dan pendidikan Islam ialah Pendidikan Agama Islam merupakan pembelajaran yang dilakukan di lingkup pendidikan formal semisal di madrasah, sekolah dan pesantren. Sedangkan Pendidikan Islam adalah pembelajaran yang dilakukan secara informal misalnya dalam lingkungan keluarga dan masyarakat.

    BalasHapus
  4. Muawanah (19231017)

    Pendidikan Agama Islam adalah suatu pendidikan yang mampu membentuk umat manusia agar paham dan sadar akan dirinya sebagi umat Islam yang mana harus memiliki nilai-nilai keislaman, serta menjalankan kaidah-kaidah Islam agar selamat dunia akhira. Pendidikan agama Islam juga merupakan proses bimbingan yang didasarkan pada nilai-nilai keislam untuk mengarahkan, melatih, mengasuh, mengajarkan, dan mengupanyakan kesiapan seorang individu untuk menghadapi dunia lebih matang, menjujung tinggi nilai, etika dan moral kemanusiaan.

    BalasHapus
  5. Nama ila masturiah
    Nmpm 19231012

    Pendidikan Islam merupakan bagian yang saling mengikat antara satu dan lainnya, karena nilai yang terkandung dalam ajaran Islam, merupakan koherensi antara esensi ajaran dan praktik kehidupan sehari-hari.

    BalasHapus
  6. Mamay Muthmainnah (19231016)
    masyaallah tabarokaallah Bu,. setiap materi yang ibu sampaikan sangat lah bermanfaat terutama buat saya pribadi,. Dari ketiga kata bahasa Arab ini yang mana Ramayulis memaparkan bahwa pendidikan berasal dari tiga kata Bahasa Arab yang satu sama lainnya saling berkaitan. Tiga kata tersebut diantaranya terdiri dari
    -At-Tarbiyah, berasal dari kata Rabba yarubbu, yang memiliki arti membimbing, memperbaiki, menguasai, memimpin, memelihara, dan menjaga.
    -At-Ta’lim, secara lugahwi berasal dari kata ’allama yu’allimu memiliki arti mengajar.
    -Al-Ta’dib, memiliki asal kata 'addaba yu'addibu, yang memiliki arti beradab
    Nah,. Bila mana dari ketiganya ada salah satu yang tidak termasuk atau tidak berkaitan seperti misalnya pendidik itu tidak Al-ta'dib pada rekannya ataupun orang lain,. Apakah si pendidik itu layak di sebut pendidik.. walaupun tidak melakukannya pada anak muridnya,.

    BalasHapus

Trimakasih sudah berkunjung ke inspirasi nita, semoga artikel yang disuguhkan bisa memberikan manfaat sehingga menjadi hidangan yang mengenyangkan. Silahkan meninggalkan komen positif untuk merekatkan tali silaturahmi. Jangan lupa sematkan nama, hingga tak ada unknown diatara kita. Mohon tidak meninggalkan link hidup, ya kawan, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Barakallahu.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9

Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger