Tampilkan postingan dengan label Pend Suara & Musik Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pend Suara & Musik Anak. Tampilkan semua postingan

Pengetahuan Dasar Musik Untuk Guru TK

Rabu, 23 Maret 2022

Materi Pengetahuan Dasar Musik untuk Anak ini merupakan materi kelima pada Mata Kuliah Pendidikan Seni Musik dan Suara Anak Usia Dini. Pengetahuan dasar bermusik pada anak diberikan setelah kita mengetahui kemampuan dasar musik pada anak, agar lebih mudah dan menyenangkan dalam penerapannya.


Pengetahuan dasar musik


Pendahuluan


Pengetahuan dasar musik perlu dikuasai oleh para pendidik di taman kanak-kanak, karena erat kaitannya dengan kegiatan pembelajaran di taman kanak-kanak yang Sebagian besarnya diisi dengan permainan musik dan nyanyian. Pengetahuan dasar musik juga sangat diperlukan para pendidik agar mampu memilih secara tepat jenis musik dan lagu untuk anak serta mengajarkannya dengan benar. Hal ini sejalan dengan usaha menumbuh kembangkan rasa keindahan, musikalitas, kepekaan dan rasa sosial pada anak.

Jika kita mampu memahami pengetahuan dasar musik dengan baik, maka kita akan memiliki kemampuan untuk memahami karya musik khususnya musik untuk anak usia dini. Apresiasi kita terhadap musik juga akan lebih baik.

Pengetahuan dasar musik ini merupakan bekal ilmu yang perlu kita pegang sebagai pendidik agar kita bisa memiliki keterampilan bermusik seperti bernyanyi dan memainkan alat musik untuk kemudian diperkenalkan pada anak. Pengetahuan dasar musik untuk para pendidik anak usia dini bukan bertujuan untuk membentuk guru sebagai composer yang ahli dalam bermusik, namun sebatas memberikan bekal dasar bermusik untuk guru agar mampu memahami keindahan suatu musik sehinggga sedikitnya mengerti mana musik yang pas untuk diperkenalkan pada anak. Selain itu kemampuan dasar musik yang dimiliki oleh para guru taman kanak-kanak akan bermanfaat dalam pemilihan metode yang tepat dalam menerapkan pendidikan seni musik untuk anak.


Pembahasan

Pengertian Musik

Perlu kiranya sebelum kita beranjak lebih jauh pada teori bagian-bagian dari musik, untuk mengetahui makna dari musik itu sendiri. Menurut Josep Machlis dalam Pekerti (2018: 5.14) musik merupakan Bahasa emosi yang memiliki tata Bahasa, ilmu kalimat dan retorika yang hampir sama sifatnya seperti Bahasa. Namun Bahasa pada musik akan terasa maknanya jika sudah diiringi bunyi atau nada yang disusun secara harmonis.

Fungsi musik seperti halnya ibarat garam di dalam sayur, yaitu sebagai penyedap. Musik dapat digunakan pada kegiatan yang resmi maupun yang santai. Musik merupakan penyemangat dan mampu memberikan atmosfer di segala situasi. Musik bahkan dijadikan sebagai ciri negara. Setiap bangsa memilki lagu kebangsaan. Musik bisa digunakan sebagai sarana relaksasi, bahkan penelitian terakhir musik digunakan sebagai media penyembuhan. Perlu kiranya kita memanfaatkan musik untuk hal-hal positif dan singkirkan yang mendorong pada hal negatif.


Musik untuk Anak Usia Dini


Musik pada anak memilki fungsi sebagai pembangun sara musikalitas dan unsur keindahan pada jiwa anak. Musik juga dapat mengembangkan kepribadian dan kecerdasan anak. Musik yang tepat untuk anak adalah yang mampu dijangkau oleh anak dan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak serta memiliki makna mendidik.

Agar lebih memahami secara aplikatif di sini saya sertai contoh salah satu lagu anak yang sudah sangat familiar di telinga kita semua, yaitu lagu “Tik-Tik Bunyi Hujan”. Silahkan coba dipraktekan dan pelajari peletakkan nada rendah dan nada tinggi dari lagu tersebut.

Unsur-Unsur dalam Musik


Unsur di dalam musik diantaranya yaitu:

Pitch

Nada rendah dan nada tinggi dalam sebuah lagu dinamakan Pitch. Tinggi rendahnya pitch dipengaruhi oleh cepat atau lambatnya getaran sebuah nada. Dengan mengetahui pitch pada sebuah lagu, pendidik atau orang tua akan mengerti mana lagu yang mampu dinyanyikan oleh anak dan mana yang tidak. Lagu yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan dirasakan sulit oleh Sebagian besar anak. Untuk itu hindari pemilihan lagu yang tidak disenangi anak.

Durasi

Panjang atau pendeknya nada ketika menyayikan syair dalam sebuah lagu dinamakan durasi. Coba teman-teman perhatikan mana nada yang panjang dan mana nada yang pendek dalam lagu Tik-Tik Bunyi Hujan, atau bisa juga lagu yang lainnya.

not lagu tik bunyi hujan


Intensitas


Kuat atau kerasnya dan lemah atau lembutnya nada dinamakan intensitas. Intensitas biasanya dipresetasikan dengan tanda-tanda dinamis untuk menunjukkan keras lembutnya sebuah lagu. Namun dalam lagu-lagu anak TKtidak dijumpai tanda dinamis. Namun untuk menambah wawasan musik saya sertakan table tentang tanda-tanda dinamis.

Timbre

Timbre adalah asal sifat bunyi. Apakah suara instrument musik yang kita dengar berasal dari suara manusia atau suara alat musik sesungguhnya. Melalui suara yang kita analisis kita mampu membedakan warna nada yang dihasilkan. Perbedaan warna nada ini disebabkan oleh jenis atau kualitas bahan instrument atau jenis suara, ukuran, bentuk dan cara untuk menghasilkan sebuah suara.


Unsur Ritme


Ritme merupakan unsur musik yang berkaitan dengan gerak dan waktu yang bersumber dari gerak tubuh manusia dan pergerakan alam. Ritme yang dijumpai dari pergerakan alam misalnya, pergantian siang dan malam, perubahan bulan sabit menjadi bulan purnama dan Kembali menjadi bulan sabit, serta pertumbuhan dan perkembangan manusia dari sejak lahir sampai dewasa.

Ritme dengan bentuk yang sederhana sekalipun mampu memberikan efek padajiwa. Karenanya ritmis yang diulang disebut juga dengan detak jantung musik. Ketukan music menandakan ada sesuatu yang hidup mengalami perubahan, pergerakan dan mengalir. Unsur-unsur dalam ritme diantaranya, yaitu:

Beat

Beat biasa disebut juga sebagai pulsa Agak sulit menerangkan ap aitu beat, namun ketika kita mendengarkan musik, kita rasakan dari alunan music dan masuk mengikuti irama music sambil menghentakkan kaki atau menggoyangkan badan, kecepatan hentakkan kaki atau goyangan badan mengikuti cepat lambatnya alunan music, inilah yang dinamakan beat.

Meter/Birama

Birama merupan permainan ketukan dalam sebuah lagu yang biasanya ditandai dengan 3 model birama, yaitu birama 2/4, 3/4, dan 4/4. Coba aplikasikan melaui lagu “Tik-Tik Bunyi Hhujan yang memiliki birama 2/4.

Silahkan teman-teman coba aplikasikan! Beat diaplikasikan dengan petikan jari, birama dengan tepuk tangan dan notasi lagu diganti dengan ucapan “la la la”, dalam lagu "Tik-Tik Bunyi Hujan" lakukan dengan kecepatan/tempo yang lambat terlebih dahulu.


Unsur Melodi


Melodi merupakan serangkaian nada yang menyenangkan yang mengandung pitch dan durasi. Dalam sebuah nada disertai suatu pola yang berkesinambungan yang memiliki arah dan bentuk, memiliki awal dan akhir. Ada beberapa properti dalam sebuah melodi diantaranya yaitu:

Gerak maju. Sebuah lagu disusun dari nada yang terus maju bergerak dari awal hingga akhir yang disebabkan karena adanya interval (jarak antara nada dengan nada. Seperti halnya lagu “Tik-Tik Bunyi Hujan” akan mengalir mengikuti susunan nada yang telah disusun oleh sang penciptanya.

Wilayah Nada. Wilayah nada merupakan melodi yang terkumpul dari susunan nada-nada yang dipilih. Seperti halnya dalam lagu anak-anak memiliki wilayah nada yang tidak terlalu luas seperti halnya dalam lagu dewasa. Contoh: lagu “Tik-Tik Bunyi Hujan” mempunyai wilayah nada dari do rendah ke do tinggi, hanya 1 oktaf.

Ukuran. Ukuran pada lagu anak-anak tidak terlalu Panjang, pendek-pendek. Biasanya memilki tidak lebih dari enam birama. Lagu anak-anak memiliki ukuran melodi yang pendek.

Tempo dan Ritme. Tempo dan ritme memberikan warna dalam sebuah melodi. Tempo dan ritme merupakan tingkat kecepatan atau lambatnya beat dimainkan. Tempo secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok yaitu tempo lambat dan tempo cepat.

tempo dan ritme

Sumber: Kibrispdr.org



Kontur. 
Kontur merupakan pergerakan melodi yang ditunjukkan dengan naik dan turun yang disebabkan oleh tinggi rendahnya pitch.

Unsur-Unsur harmoni


Elemen musik dikatakan memilki harmoni jika terdapat dua atau tiga suara yang dibunyikan secara Bersama-sama. Biasanya jika anak-anak yang menyanyikan sebuah lagu tidak ada unsur harmoni di dalamnya. Beda jika guru mengarahkan sekelompok anak pertama menyanyikan sebuah lagu misal “Tik-Tik Bunyi Hujan” dengan nada (sol sol sol fa mi re mi fa sol) suara kelompok dua (sol sol sol fa mi re mi sol mi) Suara kelompok tiga (sol sol sol fa mi re mi fa re).

Unsur harmoni juga akan muncul jika sebuah lagu diiringi dengan instrument musik yang lengkap seperti gitar, piano, perkusi, biola dan lainnya. Unsur harmoni terbentuk karena akor dan interval menyertai lagu yang sedang dinyanyikan. Berikut kita bahas tentang unsur yang membentuk harmoni padalagu anak-anak.

Tangga nada

Serangkaian nada yang disertai dengan interval tertentu sehingga menghasilkan bunyi nada do re mi fa sol la si do atau sebaliknya do si la sol fa mi re do. Ditulis dalam bentuk notasi balok maupun notasi angka. Notasi balok ditulis dalam para nada sedangkan notasi angka hanya ditulis seperti biasa berupa rangkaian angka yang dilambangkan dengan menggunakan angka 1 sampai dengan tujuh. Berikut jenis not balok serta nilai ketuknya.


Not balok



Dalam mengenalkan tangga nada dengan notasi balok pada anak, para guru bisa memodifikasi dengan menambahkan kata pada rangkaian huruf di depannya. Misal D=donat E=enak F=fanta G=gulali B=Bakso dan seterusnya, penambahan kata bisa disesuaikan dengan karakteristik anak. Bila anak suka buah, bisa diganti dengan nama buah-buahan. Di dalam tangga nada ada beberapa tanda, diantaranya yaitu:

Tanda kunci, ditandai dengan huruf diantaranya kunci G, kunci F dan kunci C

Tanda Mula, dinamakan dengan tanda kres, tanda mol dan tanda pugar. Tanda kres atau sharp adalah tanda kromatis yang berfungsi untuk meninggikan not setelahnya sebesar setengah nada, misalnya tanda kress di not C berubah menjadi Cis. Tanda mol atau tanda flat terletak di depan not dan berfungsi merendahkan setengah nada. Tanda pugar atau disebut juga tanda natural berfungsi untuk mengembalikan nada yang ditinggikan atau direndahkan ke posisi semula.

Tanda mula
Sumber: Kompas.com


Tanda Birama. Ditandai dengan simbol 2/4, ¾, 4/4, dan 6/8

Para Nada. Paranada merupakan not balok ditempatkan terdiri dari lima baris horizontal yang memiliki jarak yang sama dan terdiri dari empat spasi. Penempatan not balok bisa di spasi atau di garis paranada. 

para nada
Foto: www.serbaserbi.blogspot.com

Para nada
Sumber foto: agunge.com




Interval

Istilaha dalam musik yang menunjukkan jarak antara dua nada disebut sebagai interval. Sebagai contoh interval nada sol ke nada si atau nada g ke nada f. di bawah ini contoh beberapa interval dalam satu oktaf.

Akor

Akor tercipta karena ada penggabungan tiga nada atau lebih sehingga menciptan keharmonisan dalam bunyi. Biasanya untuk lagu anak taman kanak-kanak yang sederhana diiringi oleh akor C Mayor, G-Mayor dan F-Mayor atau D-Mayor.



Penutup


Musik memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia diantaranya untuk membangkitkan semangat dalam beraktifitas. Dalam pembuatan syair pada musik memerlukan tata bahasa yang baik, walaupun kesan bahasa dalam musik bersifat absurd.

Musik dibentuk dari bunyi, melodi, ritme dan ekspresi. ketinggian atau rendahnya bunyi dinamakan pitch, panjang atau pendek nada disebut durasi dan kuat atau lemahnya nada disebut intensitas. Ritmis dan Melodi juga  sebagai elemen penyusun dalam musik, menjadikan musik terdengar bagus dan enak dinikmati.

Materi pengetahuan dasar musik perlu dipahami oleh para guru TK walaupun tidak terlalu menguasai, namun tidak perlu untuk diajarka pada anak. Dengan memahami pengetahuan dasar musik sebagai guru kita bisa memilih model lagu yang tepat untuk anak-anak karena memahami karakteristik musik untuk anak. Semangat salam pengasuhan.















7 Kemampuan Dasar Bermusik Anak yang Harus diberikan Stimulasi

Selasa, 15 Maret 2022

Kemampuan Dasar Musik Anak Usia Dini merupakan materi keempat yang disampaikan pada mata kuliah Pendidikan Seni musik dan suara anak usia dini program studi pendidikan Islam Anak Usia Dini di Sekolah Tinggi Agama Islam Latansa Mashira, Rangkasbitung, Banten. 


Pendahuluan


Anak sejak mula dalam kandungan sudah sensitif terhadap suara dan bunyi-bunyian. Perlu dilakukan stimulasi agar terus berkembang mencapai kemampuan optimalnya. Ada banyak aspek yang harus diperhatikan dalam memberikan stimulasi pengenalan bunyi-bunyian pada anak, namun perlu kiranya juga mengedepankan stimulasi pada kemampuan dasar yang dimiliki oleh anak.


Setiap anak memiliki potensi yang sudah dibawa dari sejak dalam kandungan dan bakat atau potensi tersebut akan muncul serta terlihat setelah digali. Potensi anak dalam penguasaan musik disebut juga sebagai potensi musikal. Sebagai seorang pendidik atau orang tua sebaiknya mencoba mengamati potensi apa yang dimiliki oleh anak, sehingga dapat langsung menggali dan menstimulasi potensi tersebut agar bisa berkembang dengan optimal. Usaha menggali potensi anak bisa dilakukan secara tersrtruktur bercorak instruksional dalam Lembaga formal ataupun yang bercorak non instruksional.



Pembahasan


Kemampuan Dasar


Kemampuan dasar merupakan kemampuan yang semestinya dimiliki seseorang untuk meningkatkan kemampuan agar bisa dikembangkan ke arah yang lebih optimal lagi. Sebagai contoh agar lebih mudah dipahami, seseorang harus memiliki kemampuan dasar menghitung jika ingin berdagang. Kemampuan dasar dia dalam menghitung setidaknya bisa membantu dia dalam mengelola dagangannya, menghitung dagangan yang dia jual, harus dijual berapa, dan berapa banyak keuntungan yang dia dapat. Dengan memiliki kemampuan dasar menghitung,  pedagang tersebut dapat meningkatkan usaha daganganya ke arah yang lebih besar dan berkembang, sehingga diharapkan memiliki keuntungan bukan malah merugi. Bisa dibayangkan jika pedagang tersebut tak memiliki kemampuan dasar  menghitung, bagaimana dengan nasib perniagaannya? Bisa diprediksi akan mengalami kerugian.

 

Kembali kepada kemampuan dasar seni. Bila seorang anak ingin berkembang bakat potensi musikalnya maka harus memiliki kemampuan dasar dalam seni. Penelitian yang dilakukan oleh Edwin E Gordon bahwa untuk mengenalkan seni kepada anak usia dini, harus dilihat terlebih dahulu kemampuan dasarnya. bila kita melihat ada potensi seni dalam jiwa si anak maka harus dipertahankan dan dijaga dengan memberikan stimulasi secara terus menerus, misal dengan memperdengarkan musik. Jika stimulasi tak dilakukan maka kemampuan seni pada anak akan menurun.

 

Perdengarkan musik yang memiliki alunan yang sesuai dengan kondisi anak. Jika musik yang diperdengarkan tepat, maka anak akan mampu menangkap pola melodi, pola ritme dan berbagai element musik yang menyertai. Jenis musik seperti apa yang sesuai untuk anak? Tentunya adalah musik yang sederhana dan menyenangkan bagi anak, bukan musik yang hingar binger seperti jenis musik rock and roll yang cenderung memekakkan telinga. Bukannya anak merasa enjoy dengan musik yang diperdengarkan namun bisa jadi merasa takut dan tidak nyaman.





Kemampuan Dasar Seni Anak Usia Dini


Aktifitas bermain musik dan mendengarkan musik yang dilakukan anak perlu adanya pendampingan dari para pendidik ataupun orang tua, agar mendapatkan bimbingan dan arahan yang tepat, sehingga kemampuan dasar musik anak bisa tumbuh, meningkat dan berkembang.  Usia dini adalah usia yang tepat dalam memberikan stimulasi kemampuan musik pada anak. Jika sudah memasuki usia sekolah dasar hanya sebagai tambahan saja. Menurut para ahli jika anak ingin diarahkan pada kegiatan bermusik lebih baik dilakuakn  sebelum anak mencapai umur Sembilan tahun.

Indikator yang penting untuk mengembangkan kemampuan musikal anak salah satunya adalah kemampuan audiasi yaitu kemampuan anak untuk mengulang musik dan lagu yang telah dia dengar tanpa mendengarkan lagu atau musiknya secara langsung.

Menurut Pakar pendidikan anak usia dini pada bidang seni, yaitu Edwin dan pakar kreativitas seni Britain Victor Lowenfeld, terdapat tujuh kemampuan dasar yang dapat mengembangkan potensi musikal pada anak diantaranya yaitu kemampuan dasar intelektual, emosional, sosial, perseptual, fisikal, estetis dan kreativitas.




 1Kemampuan Dasar Intelektual dalam Musik

 

Kemampuan intelektual dalam musik merupakan kemampuan berpikir yang dimiliki anak. Kemampuan intelektual music pada anak dijabarkan apabila anak menunjukkan kemampuan melakukan penghitungan ritme, kemampuan bernyanyi dengan membaca simbol-simbol musik, kemampuan berkreasi dengan mengubah syair lagu yang telah dikenal. kemampu membedakan birama 2,3 dan 4, melalui simbol musik yang telah umum digunakan, atau bisa juga diciptakan simbol-simbol yang menyenangkan untuk anak.


 

2.   2. Kemampuan Dasar Emosional dalam Musik


Kebiasaan anak usia taman kanak-kanak yang masih sangat tergantung pada orang tuanya atau pengasuhnya menyebabkan anak terkadang bosan dan merasa tidak nyaman ketika berkegiatan, sudah wajar adanya jika anak TK akan merasa bosan jika belajar terlalu lama dalam satu posisi, misal harus duduk berlama-lama, sebab anak perlu bergerak untuk menyalurkan kelebihan tenaga yang mereka punya, oleh karena itu anak membutuhkan rangsangan kegiatan yang penuh kreativitas dan membangkitkan perhatiannya. Kemampuan dasar emosional dalam musik diantaranya adalah:


1)  Sabar dalam menyanyikan lagu atau memainkan musik sampai selesai.

2) Merasa senang dan gembira ketika melakukan kegiatan bermusik.

3) Mendengarkan musik dengan penuh perhatian.

4) Berani berkegiatan musik tanpa ada rasa takut.





3.   3. Kemampuan Dasar sosial dalam Musik


Anak butuh beradaptasi dengan lingkungan sosialnya, kemampuan anak untuk menyesuaikan dirinya dengan teman-temannya dalam berkegiatan musik sangat diperlukan agar anak merasa nyaman dan riang gembira melakukannya. Beberapa kemampuan dasar bersosialisasi dalam kegiatan bermusik diantaranya yaitu:


1) Melakukan kegiatan bermusik Bersama teman.

2) Mampu mengubah syair lagu yang biasa didengar misal kata bermain api diganti dengan bermain air, dan sebagainya.

3) Mampu bermain alat musik sederhana Bersama teman-temannya.

4) Mengendalikan suaranya agar bisa selaras dengan suara teman-temanya.


 

4.   4. Kemampuan dasar Perseptual pada Musik


Kemampuan anak dalam menanggapi perbedaan  bunyi-bunyian disebut sebagai kemampuan perseptual. Bisa dilatih dengan sering memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada anak agar anak bisa memberikan tanggapan. Stimulasi ini sangat bermanfaat dalam melatih anak agar mampu mengingat, membedakan dan mengelompokkan bunyi. Beberapa kemampuan perseptual anak diantaranya, yaitu:


1)  Mampu membedakan tipe suara bunyi dan suara orang atau teman yang biasa didengarnya. Misal dari hanya mendengar anak mampu mebedakan suara ibunya dengan suara tantenya.

2)  Mampu membedakan jenis birama pada musik misal  anak bisa paham  mana lagu yang 2/4, 3/4, atau 4/4. Contoh lagu 2/4 adalah Ampar-Ampar Pisang dan Cicak-Cicak Di Dinding, contoh lagu ¾ adalah Burung kaka Tua dan Naik-Naik Ke Puncak Gunung, contoh lagu 4/4 adalah Anak Kambing Saya dan Lihat Kebunku.

3)  Mampu mengelompokkan jenis alat musik.

4)  Mampu membedakan ritme yang didengar.

5)  Mampu membedakan mana tempo cepat, cepat sekali, lambat atau lambat sekali.

6)  Mampu membedakan dinamis yaitu anak mampu membedakan lagu yang harus dinyanyikan dengan suara keras maupun lagu yang dinyanyikan dengan suara lembut.

7)  Mampu membedakan bentuk. Contohnya membedakan antara bait (stanza) dan ulangan (refrain). Bisa dilatih melalui jenis lagu yang berisi tanya jawab, misal lagu sedang apa.

8)  Mampu menceritakan bunyi melalui respon ekspresi. Kemampuan ini bisa dilihat ketika anak mampumengekspresikan lagu sedih dengan mimik sedih, dan lagu gembira dengan mimik Bahagia dan riang gembira.


kemampuan dasar perspektif anak



 5. Kemampuan Fisikal dalam Musik


     Musik cenderung tidak dapat dipisahkan dengan gerak, kerena ketika melakukan kegiatan bermusik anggota tubuh meresponnya melalui gerakan, musik lambat direspon dengan gerakan yang lambat, musik cepat direspon dengan gerakan yang cepat. Kemampuan fisikal musik pada anak bisa dilihat pada kegiatan berikut:


1)  Anak memiliki kemampuan untuk melakukan gerak lokomotor. Ketika mendengar musik anak mampu merespon dengan Gerakan meloncat, Langkah di tempat, dan gerak oksial misalnya bergoyang, menggaruk, melipat, menjangkau dan memukul. Anak juga mampu diam ketika merespon permainan musik menggunakan pola stop and go. Ketika music berhenti anak bisa langsung merespon dengan serentak langsung diam.

2)  Anak mampu bergerak mengiringi nada yang didengar menyesuaikan dengan tinggi dan rendah nada. Sebagai contoh cara mengajarkan ke anak, misal guru memberikan aba-aba jika nada do tangan anak diletakkan di depan perut, nada Re tanga nagak meninggi di atas dada sampai dengan seterusnya. Atau memberikan aba-aba untuk

3)  Mampu mengekspresikan perasaannya ketika mendengarkan musik, apakah musik yang dia dengar masuk ke dalam ritmis atau melodis.

4)  Mampu menyanyikan lagu dengan pengaturan nafas yang baik.


 

6.   6. Kemampuan Dasar Estetis dalam Musik


Mengenalkan konsep keindahan pada anak harus sejak usia dini, agar dapat dengan mudah diterapkan dan dikenalkan. Mengenalkan sesuatu yang indah kepada anak hendaknya disertai dengan argumentasi atau alasan kenapa sesuatu itu dikatakan indah, dengan cara ini anak mampu memahami dengan baik. Pada umumnya keindahan memiliki sudut pandang yang berbeda dilatar belakangi oleh kebiasaan yang didapatkan dari lingkungan atau daerah tempat tinggal. Anak dari daerah jawa bisa jadi mengatakan musik gamelan itu indah, namun belum tentu untuk anak yang tinggal di daerah Jakarta. Kepekaan anak terhadap music juga dipengaruhi oleh faktor bawaan. Untuk itu Keindahan  relatif tergantung dari sudut pandangnya.

Anak menunjukkan kemampuan dasar estetisnya melalui hal di bawah ini:


1)  Anak mampu membedakan jenis musik yang enak didengar maupun yang tidak enak didengar. Anak akan memberikan reaksi yang berbeda terhanap jenis musik yang berbeda.

2)  Anak mampu bernyanyi dan bermain musik  dengan memperhatikan kualitas dari bunyi-bunyian yang ditimbulkan oleh alat musik. Beri anak kesempatan untuk mengeksplorasi bunyi, maka anak-anak akan terinspirasi untuk mencoba sumber bunyi yang berbeda.

3)  Anak mampu mengetahui antara lagu yang sedih dan gembira.


anak bermain musik


Kemampuan Dasar Fisikal, Estetis dan Kreatif dalam Musik pada Anak



 7. Kemampuan Dasar Kreatif dalam Musik

 

Kemampuan dasar kreatif pada anak merupakan kemampuan anak untuk menciptakan musik atau lagu. Tidak perlu yang rumit, bagi anak menciptakan hal sederhana adalah sebuah kreativitas. Improvisasi yang dilakukan anak dalam Menyusun lirik atau gerak lagu adalah sebuah kreativitas anak yang harus dihargai. Beberapa jenis kemampuan dasar kreatif dalam musik pada anak diantaranya yaitu:

 

1)  Anak mampu mengkeksplorasi permainan alat musik dengan media yang berbeda. Ketika mengeksplorasi alat musik rebana misalnya, anak akan mencoba memukul rebana tersebut dengan menggunakan tangan dan juga menggunakan alat pemukul.

2)  Anak mampu menciptakan kreatifitas sumber suara campuran, misalnya suara pukulan kendang dengan pukulan sendok.

3)  Anak bisa diarahkan melakukan kegiatan berkelompok untuk memainkan alat music dan bernyanyi Bersama-sama.

4)  Mengajak anak membuat improvisasi ritmis dengan arahan dari guru. Misal guru menciptakan ritmis yang dimainkan lalu diikuti oleh anak dengan menciptakan ritmis yang sesuai dengan selera anak. Ini aga sulit tapi bukan tidak mungkin jika dilakukan sambil bermain.

5)  Menstimulasi anak untuk mengganti lirik lagu sesuai dengan keinginan anak, melalui pendampinagn pendidik atau orang tua. Usahan lirik tetapmenggunakan kata-kata yang sopan dan menstimulasi daya kreatifitas anak.

6)  Mengubah gambar yang dilihat ke model suara. Misal melihat gambar mobil ambulance mempraktikan suaranya, atau yang lainnya melihat gambar kucing lalu meniru suara kucing.

7)  Menyanyi sambil menari. Anak mampu memperagakan syair lagu yang sedang dinyanyikan ke dalam Gerakan. Misal ketika sedang menyanyikan lagu, kupu-kupu yang lucu, anak mampu menggerakkan tangannya seperti kepakkan sayap kupu-kupu yang sedang terbang.

 


 Penutup


Tujuh kemampuan dasar yang harus diberikan stimulasi untuk mengoptimalkan kemampuan musik pada anak, hendaknya dilakukan dengan memperhatikan kemampuan fisik dan psikis anak, agar tujuan pendidikan bisa dicapai secara optimal dan seimbang sesuai dengan tingkat perkembangan anak. 


Hendaknya para pendidik atau orang tua mampu memahami kebutuhan anak. Setiap anak memiliki kebutuhan berbeda dan unik. Jeli dalam permasalahan ini merupakan skill yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Selain itu sediakan bahan dan lakukan kegiatan bermusik yang tepat bagi anak. Selamat berkegiatan bermusik Bersama anak, semoga tulisan ini bisa dijadikan bahan tambahan pengetahuan yang bisa dipraktekan Bersama anak. Salam pengasuhan.



Referensi


Pekerti, Widia dkk. Metode Pengembangan Seni. Jakarta: Universitas Terbuka, 2018.

Suryana, Dadan. Stimulasi dan Aspek Perkembangan Anak. jakarta: Prenada Media, 2018.


 

 


 

Kegiatan Bermain Seni Musik dan Suara pada Anak Usia Dini

Rabu, 09 Maret 2022

Materi Dini Kegiatan Bermain Seni Musik dan Suara pada Anak Usia ini disampaikan pada perkuliahan pertemuan ketiga mata kuliah Pendidikan suara dan seni anak pada Program Studi Strata Satu Pendidikan Islam Anak Usia Dini semester IV Sekolah Tinggi Agama Islam Latansa Mashira, Rangkasbitung, Lebak, Banten.

 

Pendahuluan

 

Kegiatan bermain merupakan hal yang sangat disenangi oleh anak. Kebutuhan dasar anak, pekerjaan anak dan sebagai media stimulasi bagi anak untuk mengembangkan segala aspek pertumbuhan dan perkembangan yang ada pada anak. Para pendidik sebagai fasilitator harus jeli mencermati setiap kondisi anak yang berbeda dan unik, sehingga bisa menyediakan fasilitas alat bermain yang tepat bagi anak.

Pembahasan kali ini kita fokuskan pada konsep bermain seni musik dan suara pada anak. Apa saja permainan yang mampu menstimulasi kemampuan seni musik dan suara anak? Tidak perlu alat musik yang mewah atau rumit, kita bisa mengajak anak untuk mengeksplor alat dan bahan yang biasa kita temui dengan mudah di sekeliling kita.

 



 

Pembahasan


Alat dan Bahan untuk Bermain Seni musik dan suara untuk Anak

 

Alat dan bahan yang bisa digunakan untuk bermain Bersama anak dalam rangka mengenalkan seni terbagi menjadi dua, diantaranya adalah:


1. Alat musik yang terbuat dari bahan-bahan yang tersedia di alam, misalnya ranting pohon, daun-daun kering, kacang-kacangan, batu-batuan, pasir, kulit binatang dan lain sebagainya.

2. Alat musik dan suara yang diproduksi oleh pabrik, misalnya bisa alat musik seperti piano, gitar, okulele, rebana dan sebagainya. Bisa juga alat-alat yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya sendok, garpu, piring, gelas, panci, mangkuk, galon, botol, kaleng dan lain sebagainya.


Hal yang Perlu Diperhatikan ketika Bermain Seni Musik dan Suara Bersama Anak

 

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan ketika para orang tua dan pendidik mengajak anak bermain seni musik dan suara agar suasana bermain berjalan lancer, nyaman, dan menyenangkan, diantaranya yaitu:


1. Pilih tempat yang luas, bisa di dalam ruangan atau di luar ruangan, agar anak bisa dengan bebas bergerak dan bebas mengeksplor alat dan bahan yang digunakan.

2. Pilih alat dan bahan yang aman untuk anak, jika menggunakan alat dan bahan keperluan sehari-hari, usahakan yang terbuat dari kaleng atau plastik agar tak riskan pecah dan menimbulkan bahaya pada anak. Selain elemen yang digunakan perhatikan juga ukurannya. Usahakan alat yang digunakan memudahkan untuk anak dalam penggunaannya, dalam artian mudah dipegang dan dijangkau oleh anak, sehingga dalam proses bermain anak merasakan kegembiraan dan kenyamanan.

3. Para pendidik dan orang tua usahakan memberikan kebebasan pada anak untuk berkreasi menciptakan suara atau gerak yang mereka inginkan, selagi itu tidak membahayakan bagi mereka.

4. Menciptakan suasana yang nyaman, santai, bahagia dan riang gembira bagi anak. Suasana yang riang gembira akan memudahkan anak untuk beradaptasi pada permainan yang sedang mereka lakukan.


Kegiatan Bermain Musik dan Suara yang Bisa dilakukan Bersama Anak

 

Banyak sekali kegiatan bermain seni musik dan suara yang bisa disuguhkan untuk anak. Guru bisa mengembangkan daya kreativitasnya untuk menstimulasi motorik anak. Beberapa kegiatan tersebut diantaranya, yaitu:


1. Bermain seni musik dan suara dengan berperan ala-ala grup orchestra atau grup band. Permainannya bisa dikondisikan sebagai berikut: sediakan alat sumber suara bisa alat buatan pabrik atau alat yang tersedia di alam. Biarkan masing-masing anak memegang alat sumber bunyi dan membunyikan Bersama-sama dengan temannya atau bisa juga bergantian. Awasi oleh pendidik atau orang tua atau bisa juga berposisisebagai pemimpin orchestra. Usahakan guru ikut serta dalam permainan ini. Bisa bergantian anak-anak yang tampil dan guru yang memberi aba-aba atau sebaliknya. Bisa juga guru atau orang tua yang memainkan alat musik dan anak-anak yang bernyanyi.


2. Bermain petak musik. Alatnya bisa menggunakan kursi atau membuat lingkaran atau semacam tempat berpijak. Bisa disesuaikan dengan alat dan bahan yang tersedia. Setelah itu bunyikan permainan musik bisa dengan menyetel lagu dari tape dan sejenisnya atau guru yang mengiringi dengan alat musik yang tersedia. Hentikan musik lalu perintahkan anak untuk duduk di kursi bisa masuk ke dalam pijakan atau lingkaran. Bisa dengan aneka gerak yang disenangi anak, misal memegang Pundak temannya atau meletakkan tangan di pinggang. Permainan ini bisa dikembangkan sesuai dengan daya kreativitas anak dan guru atau orang tua.


3. Menari mengikuti suara musik


4. Bermain musik alat tradisional dengan diiringi lagu tradisional. Kegiatan yang ingin dilakukan bisa disesuaikan dengan daya kreativitas anak dan guru atau orang tua.







Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Bermain Seni Musik dan Suara Bersama Anak


Ada hal-hal yang harus diperhatikan saat bermain seni dan suara Bersama anak agar kegiatan bermain tetap berjalan kondusif, nyaman dan menyenangkan untuk anak dan juga guru atau orang tua. Usahakan agar melakukan dan menanamkan  hal-hal positif selama kegiatan bermain. Hal-hal yang harus diperhatikan diantaranya yaitu:


1. Hendaknya para pendidik dan orang tua ikut serta dalam kegiatan bermain seni dan suara Bersama anak.


2. Membuat kesepakatan aturan dalam permainan.


3. Memberikan pujian terhadap hal yang dilakukan oleh anak.


4. Tidak boleh mencela apa yang sudah anak lakukan.


5. Mainkan alat musik atau alat bunyi-bunyian dengan nada, timbre, melodi, harmonidan dinamik yang beraneka ragam.


6. Ajak anak untuk menilai gerakan yang dia lakukan atau gerakan-gerakan yang dilakukan oleh guru dan orangtuanya atau temannya.


7. Usahakan anak mengenal berbagai macam alat musik dan lagu-lagu baik lagu anak-anak maupun lagu-lagu tradisional.



Kesimpulan


Bermain seni musik dan suara pada anak usia dini sangat dianjurkan sebagai stimulasi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Memperkenalkan permainan seni musik dan suara pada anak tidak hanya menggunakan bahan dan alat yang formal namun bisa menggunakan alat seadanya yang biasa kita temui di lingkungan kita, mulai alat dan bahan yang didapatkan dari alam maupun alat dan bahan buatan manusia atau pabrik.


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika bermain musik dan suara bersama anak agar tercipta situasi yang kondusif, menyenangkan dan nyaman, diantaranya adalah pemilihan alat dan bahan yang nyaman dan sesuai dengan kondisi anak serta tempat yang luas yang memungkinkan anak untuk bergerak bebas. Usahakan dalam proses bermain seni musik dan suara bersama anak selalu menanamkan dan mengenalkan hal-hal positif dan berkesan untuk anak.


Banyak sekali kegiatan yang bisa diciptakan dalam bermain seni musik dan suara bersama anak. dalam kegiatan permainan ini hendaknya guru atau orang tua ikut serta mengawasi dan terlibat dalam permainan agar anak mendapatkan bimbungan dan arahan yang jelas.




Referensi


Hasbi, Muhammad dan Dona Paramita. Bermain Musik dan Gerak. Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Jakarta, 2020.

 

Pekerti, Widia dkk. Metode Pengembangan Seni. Jakarta: Universitas Terbuka, 2018.

 

Sujiono, Yuliani Nurani. Konsep dasar Pendidikan anak Usia Dini. Jakarta: Indeks, 2013.

 

 


Pendidikan Seni bagi Anak Usia Dini

Minggu, 27 Februari 2022

Artikel ini merupakan Materi pada Mata Kuliah Pendidikan Musik dan Suara  Anak Usia Dini, semester IV pada Program Studi Strata Satu Pendidikan Islam Anak Usia Dini, di STAI Latansa Mashira, Lebak Banten. 




Pendahuluan


Pendidikan seni bagi anak usia dini memiliki tingkatan dan penerapan yang khusus disesuaikan dengan perkembangan anak. Seni pada anak tidak bisa disamakan dengan seni bagi orang dewasa. Kegiatan seni berpengaruh terhadap berbagai perkembangan kemampuan dasar pada anak yang mencakup kemampuan kognitif, afektif, psikomotor, sosial emosional. Potensi atau kemampuan dasar pada anak akan terus berkembang secara terpadu seiring dengan bertambahnya umur pada anak.


Konteks berkegiatan seni pada anak-anak bukan hanya bermain semata namun terdapat nilai edukasi yang sangat bermanfaat untuk anak. Tokoh yang pertama kali menemukan bahwa seni memiliki nilai edukasi adalah Herbert Read yang mengembangkan pemikiran Plato (428-347 SM). Pemikiran Herbert menguraikan bahwa education through art, dalam artian Pendidikan melalui seni mengambil konsep pemahaman Plato yang menyatakan bahwa art should be the basis of education yang artinya seni harus menjadi dasar dari Pendidikan ( Pekerti, 2018:1.22).


Pendidikan pada Anak Usia Dini memiliki tujuan membantu anak mampu mengungkapkan apa yang mereka temukan dan mereka rasakan. Hasil belajar bukan merupakan keutamaan, namun lebih kepada proses. Misal dalam proses anak bermain anak menemukan cara bermain yang mengasyikkan yang dia peroleh dari pengalamannya melakukan sebuah permainan, ini adalah termasuk dalam bagian proses yang membawa anak pada pengetahuan baru.

 

Pembahasan

Pendidikan Anak Usia Dini


Anak usia dini adalah seorang anak yang sedang mengalami perkembangan pesat dan mendasar bagi bekal kehidupannya di masa yang akan datang. Menurut undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, anak usia dini adalah anak yang memiliki rentang umur dari 0 sampai dengan 6 tahun. Sedangkan menurut NAEYC (National Association for The Education of Young Children) Anak Usia Dini adalah anak dalam rentang usia 0 sampai dengan 8 tahun (Sujiono, 2013: 6)


Pendidikan yang diberikan kepada anak usia dini sebenarnya adalah pendidikan mendasar yang diberikan pada anak oleh para pendidik dan orang tua dengan memberikan rangsangan atau stimulasi yang mampu mengeksplor segala kemampuan yang dimiliki oleh anak. Untuk itu para orang tua hendaklah mengoptimalkan Pendidikan pada anak sejak usia dini. Memberikan lingkungan yang menunjang tereksplornya daya imajinasi dan daya kreatifitas anak. Jangan lupa juga untuk mempertimbangkan kemampuan dan keunikan anak yang berbeda-beda Morrison, 2012: 32)


Para pendidik anak usia dini perlu memperhatikan aspek yang mempengaruhi perkembangan anak. Pada masa ini anak-anak sedang dalam masa peka yang tinggi, rasa ego juga tinggi, senang meniru, mudah menyerap informasi. Usia dini adalah masapembentukan intelegen permanen di kehidupannya kelak. Untuk itu para pendidik, orang tua dan orang dewasa lainnya di lingkungan sekitar anak harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut (Sujiono, 2013: 7)


  1. Memberikan pemahaman secara pelan-pelan ketika menghadapi ego anak yang sedang tinggi di masa ini, bertujuan agar anak memiliki karakter yang unggul.
  2. Memberikan anak kesempatan untuk bermain dan mengenali alat permainan dengan cukup baik melalui bimbingan orang dewasa.
  3. Memberikan sajian tontonan atau pemandangan yang baik-baik dengan memilih atau menjadi tokoh yang bisa memberikan pengaruh baik pada anak, karena pada masa ini,anak adalah seorang peniru ulung.


Kenali anak niscaya kita akan menemukan potensi yang begitu besar yang ada dalam diri anak. Keterbatasan pengetahuan dan informasi yang dimiliki oleh orang tua dan pendidik terhadap potensi anak, menyebabkan potensi anak tidak dapat berkembang secara optimal.

 

Pembelajaran Seni Anak Usia Dini


Pembelajaran seni bagi anak usia dini lebih menekankan pada stimulasi pada aspek psikomotor, terutama pada motorik halus. Dalam Modul pengembangan seni di TK dijelaskan bahwa Perkembangan motorik merupakan unsur kematangan pada gerak tubuh. Pada anak, motorik kasar lebih berkembang terlebih dahulu dibanding motorik halus. Ini bisa dilihat bahwa anak lebih dahulu mampu bergerak berlari menggunakan kakinya dibanding menggunting, mewarnai dengan jari tangannya. Pembelajaran seni pada anak usia dini mempertimbangkan aspek eksplorasi, aspek ekspresi dan aspek apresiasi.


1. Aspek eksplorasi berfungsi untuk menguji kemampuan anak untuk mengeksplor alam dan dirinya, elemen-elemen dari seni dan musik, mengeksplorasi kreativitas dari anggota tubuh anak. Misalnya dengan melakukan observasi, apakah anak mampu merasakan, menjelaskan keadaan alam serta suara yang didengar, bisa membedakan bunyi-bunyian dari instrumen yang berbeda, bisa membuat garis, bentuk, mengenal warna. Dan juga bisa mudah mengenali ritme, melodi dan memadukannya dengan gerakan.

2. Aspek ekspres. Anak mampu mengekspresikan apa yang mereka lihat dan mereka rasa serta dengar. Mampu mengekspresikannya lewat coretan menjadi sebuah gambar, atau mampu menggenggam alat untuk mengeluarkan bunyi dengan ritme yang sederhana, bernyanyi dan menciptakan lagu sederhana.

3. Aspek apresiasi. Mengajarkan anak agar mampu menikmati hasil karya seni, misalnya dengan cara menggambarkan dan menjelaskan hasil karyanya sendiri.

 

 


 

Tujuan Pembelajaran Seni


Pembelajaran seni bagi Anak Usia Dini memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman pada dunia anak tentang seni. Kelak pengalaman yang didapatkan akan bermanfaat bagi perkembangan kepribadian dan mempertajam sensivitas anak, sehingga anak dapat lebih peka terhadap lingkungannya, dan membantu membangun impresi atau kesan dalam menikmati hasilkarya seni. Tujuan pembelajaran seni lebih spesifiknya dirumuskan sebagai berikut:


1. Mengembangkan sensitivitas dan kreativitas pada anak yang terus berkembang sesuai dengan bertambahnya umur.

2. Kegiatan eksplorasi, berkreasi, mempertunjukkan hasil kreatifitas akan merangsang pertumbuhan ide-ide yang imajinatif.

3. Menghubungkan pengetahuan dan keterampilan seni dengan pembelajaran yang lain.

4. Seni dapat menjadi penghubung anak memahami sejarah dan kearifan budaya local serta global sebagai pembentukan sikap saling toleran dan demokratis dalam masyarakat yang majemuk.

 

Manfaat Pembelajaran Seni


Dijelaskan dalam pekerti (2018)Terdapat dua manfaat ketika anak belajar tentang seni, yaitu manfaat langsung dan tidak langsung. Adapun manfaat langsung diantaranya adalah sebagai sarana menyalurkan ekspresi, sarana bermain, sarana menyalurkan minat dan bakat, dan juga sebagai sarana bermain. Sedangkan manfaat tak langsung adalah mengembangkan aneka kemampuan dasar pada anak melalui aspek Pendidikan seni.


 Manfaat Langsung


1. Menyalurkan ekspresi. Anak-anak dapat mengungkapkan ekspresinya sesuai dengan cara yang mereka mampu. Pembelajaran seni memfasilitasi hal ini, membuat anak berekspresi sesuai dengan caranya yang berbeda antara anak yang satu dengan yang lainnya dengan keunikannya masing-masing. Ekspresi adalah ungkapan yang datang dari dalam jiwa seseorang berupa emosi, intuisi, pikiran, daya hayal yang keluar secara spontan dan bebas. Ekspresi pada seni tari bisa berupa liukan gerak yang lambat atau cepat dengan diiringi ekspresi wajah sedih atau senang. Ekspresi pada seni rupa bisa diungkapkan melalui garis lukisan yang menunjukkan keadaan hati. Ekspresi pada seni musik bisa diwujudkan dalam nyanyian dan nada yang tercipta.

2. Sarana bermain. Mengutip pernyataan piaget bermain merupakan sarana untuk menghasilkan kesenangan tanpa melihat kerugian atau keuntungan yang didapat dan dilakukan secara berulang. Begitupula menurut Dockett dan fleer yang mengatakan bahwa bermain merupakan kebutuhan dasar anak yang harus dipenuhi demi mengembangkan kemampuan (Sujiono, 2013: 144). Pembelajaran seni bisa menjadi sarana bermain bagi anak. Bermain pada seni rupa adalah dengan mengeksplor warna dan jenis pewarna, bermain dengan plastisin, dengan boneka tangan dan sebagainya. Dalam seni tari anak-anak bisa menemukan permainan gerak menggunakan selendang, kipas, boneka dan lain sebagainya, dalam seni music anak dapat menemukan sarana bermain lewat bermain piano, kendang dan juga bernyanyi Bersama teman.

3. Sarana komunikasi. Dalam pembelajaran seni anak dilatih untuk mampu berkomunikasi melalui simbol-simbol seni seperti gerak, bunyi atau suara. Seni mengenalkan cara berkomunikasi yang menyenangkan kepada anak.

4. Sarana mengembangkan minat dan bakat. Bakat merupakan kemampuan dasar manusia yang didapatkan tanpa melalui Latihan. Pakar pendidikan memberikan pernyataan bahwa setiap anak memiliki bakat yang dibawa masing-masing dari dalam dirinya, dengan kadar yang berbeda-beda. Untuk mengetahui bakat yang dimiliki, seorang anak dianjurkan untuk mengikuti aktivitas seni.


Manfaat Tidak Langsung


Pembelajaran seni memberikan manfaat secara tidak langsung bagi perkembangan kemampuan dasar anak, dan kehalusan budi pekerti.

 

 

Kesimpulan


Pendidikan seni bagi anak usia dini sangat penting digagas dalam upaya mengembangkan potensi dasar anak. Anak usia dini yang memiliki kisaran umur antara 0-6 tahun menurut Undang-Undang Republik indoneisa dan memiliki rentang usia dari 0 sampai dengan 8 tahun seperti yang sudah dirumuskan oleh NAEYC, sangat memerlukan peran aktif dari para pendidik serta orang tua dan orang dewasa dalam menggali minat dan bakatnya. Pendidikan Seni sangat banyak memberikan manfaat pada perkembangan anak diantaranya sebagai sarana menyalurkan ekspresi, sebagai sarana bermain, sebagai sarana komunikasi, dan juga sebagai sarana mengembangkan minat dan bakat.

 


Referensi


Morisson, George. Dasar-Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Indeks, 2012.


Pekerti, Widia dkk. Metode Pengembangan Seni. Jakarta: Universitas Terbuka, 2018.


Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Seni di Taman Kanak-Kanak. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pembinaan Taman kanak-Kanak dan Sekolah Dasar: Jakarta, 2007.


Sujiono, Yuliani Nurani. Konsep dasar Pendidikan anak Usia Dini. Jakarta: Indeks, 2013.

 


Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger