Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Resensi. Tampilkan semua postingan

Membentuk Generasi yang Berkarakter Melalui Buku Antologi

Kamis, 29 September 2022

Farhah, bocah kecil bermata bulat berlari ke arah bundanya ingin menunjukkan hadiah yang dia dapatkan dari sekolahnya.


"Mamaaaah, Ade tadi di sekolah alhamdulillah dikasih hadiah tas dari Pa Ustadz Ali, tas warna merah muda, lho, Mah, bagus, khan?" Ade menunjukkan tas baru ke mamahnya.


"Memangnya ada acara apa, Dek, di sekolah?" Sang bunda bertanya.


"Acara pekan Al-quran, mah. Ade bisa sambung ayat surat an-Naba, tadi, karena ade bacanya bisa lancar dari awal sampai akhir, jadinya ade dapat hadiah, deh."


"Masyaallahu, bangganya mamah punya adek, ini karena adek selalu rajin menghapal dan muraja'ah Al-Quran, pastinya!"


membentuk generasi yang berkarakter

Membaca percakapan di atas pasti setiap orangtua akan merasa haru dan bangga bisa mendapatkan berita tentang prestasi anaknya. Begitu menyejukkan hati dan mata.


Untuk membentuk generasi yang berkarakter diperlukan ikhtiar dari para orangtuanya.Mendidik anak adalah kewajiban setiap orangtua. Alangkah sejuknya hati dan panca indra kita jika disuguhkan oleh hal-hal yang membuat nyaman di hati.


 Anak-anak yang berkarakter terbentuk karena hasil kolaborasi yang kompak dalam seni pengasuhan antara pendidik, orangtua serta lingkungan yang dilakukan sejak dini, bahkan pendidikan karakter dibentuk sejak dalam kandungan.


Bagaimana Membentuk Generasi yang Berkarakter?


Banyak cara yang bisa dilakukan para orangtua untuk membentuk generasi berkarakter, diantaranya, yaitu:


1. Memberikan suri Tauladan yang Baik Kepada Anak


Jika kita para orangtua ingin memiliki anak yang baik, tentu saja sebagai orangtua harus memberikan contoh yang baik. Terus mendampingi anak menjadi mitra yang bisa dijadikan contoh dan tempat bertanya. Kita para orangtua wajib mendampingi dan mendidik anak sampai akil baligh dengan intens.


2. Membatasi Pergaulan Anak


Menjauhkan anak dari pergaulan yang toksik dan memberikan dampak yang buruk dan hanya mendekatkan anak pada pergaulan yang berdampak baik.


3. Memberikan Bacaan yang Bagus 


Memberikan bahan bacaan yang berkualitas yang bagus juga merupakan salah satu usaha untuk membangun generasi muda yang berkarakter. 


Buku-buku yang berisi tentang dongeng dan cerita ringan yang berisi tentang contoh kebaikan juga sangat baik disajikan kepada anak.


Buku Anak Muslim Hebat Cinta Allah dan Rasulullah


membentuk generasi yang berkarakter

Memberikan bacaan yang baik merupakan salah satu usaha untuk membentuk generasi muda berkarakter.


Jika bunda ingin menyajikan bacaan yang berkualitas pastikan bacaan tersebut berisi tentang cerita-cerita hikmah yang bisa menggugah hati anak. 


Ada rekomendasi buku bagus, nih, Sains, untuk buah hati tercinta atau bisa juga untuk para ponakan jka belum punya anak. Bukunya berjudul 'Anak Muslim Hebat Cinta Allah dan Rasulullah'.


Buku ini ditulis oleh saya bersama teman-teman yang notabene rata-rata seorang pendidik di berbagai tingkatan, dari mulai jenjang anak usia dini, sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi.


Spesifikasi Buku


Buku antologi ini diterbitkan oleh Perkasa Creative Writing, memiliki tebal 120 halaman dan dilengkapi dengan lembaran mewarnai untuk anak. Kertas putih tebal atau book paper ukuran 72 gram, sehingga tulisan tampak jelas dan tegas. 


 Buku bersampul hijau muda ini berjenis soft cover dengan ukuran 14 x 20 cm. Hand friendly untuk anak-anak, membuat anak-anak nyaman ketika memegang buku ini untuk dibaca.


Isi Buku


Buku antologi anak muslim hebat cinta Allah dan rasulullah ini sangat tepat jika dijadikan pelengkap koleksi buku yang mendukung dalm membentuk generasi yang berkarakter menurut Islam.


Ada 13 cerita menarik yang dikemas apik oleh para penulisnya dengan menggambarkan cerita lucu dari celotehan riang ala khas anak-anak.


Ada cerita motivasi tentang seorang anak yang masih di bawah usia 5 tahun, namun sudah sangat bersemangat ketika mendengarkan adzan, seketika mengingatkan dia untuk segera berlari ke masjid. Cerita ini diadopsi dari kisah nyata sang penulis yang notabene seorang dosen di Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini


Ada lagi cerita tentang seorang anak yang menyayangi binatang peliharaan berupa kucing yang diberi nama Oreo. Oreo merupakan kucing kesayangan Rafaka yang sangat penurut, sehingga kemana pun Rafaka pergi asal masih di sekitar komplek perumahannya, pasti si kucing akan ikut serta.


Ada cerita yang membuat takjub dari kisah bocah penyayang binatang ini, wasilah rasa sayangnya kepada kucing bisa membawanya memenangkan lomba adzan. Bagaimana cerita selengkapnya? Bisa dibaca, yaa, dalam buku ini.


Ada satu cerita menarik lagi yang ditulis oleh Kak Yuni Ghaitsani seorang santri lulusan Pondok pesantren Dar Al-Qolam, Gintung dan kini mengajar di sekolah Islam Savana Tangerang, tentang seorang anak yang berdiskusi dengan ustadznya tentang muslim yang kuat.


Dengan lucunya anak ini berceloteh dan bertanya pada sang ustadz " Ustadz Muslim yang kuat itu seperti kuatya Hulk dan Spiderman, ya?!"


Sang Ustadz mesem-mesem menanggapi celoteh lucu bocah ini dan mencoba memberikan contoh dan hikmah dari para pahlawan Islam yang tangguh dan perkasa seperti Khalid bin Walid, Al-Fatih dan lainnya.


Kelebihan Buku


Sesuai dengan blurb yang tertulis di belakang sampul buku Anak Muslim hebat Cinta Allah dan Rasul bahwasannya setiap ayah bunda pasti memiliki cara dalam menanamkan nilai dan pendidikan pada putra-putrinya, malah seringkali orangtua  banyak belajar dari  sikap dan tutur kata para buah hati yang polos dengan keunikannya masing-masing.  


Seperti halnya cerita-cerita ringan yang dituturkan dalam buku ini, menggambarkan keceriaan dalam kepolosan anak-anak dalam mengekspresikan cintanya kepada Allah dan Rasululullah. Ini yang menjadi kelebihan buku ini. Banyak ibrah yang bisa orangtua ambil dalam memberikan ibrah/ pelajaran bagi anak-anaknya.


pendidikan berkarakter



Summary

 

Buah hati kita tercinta membawa fitrah yang lurus. Di tangan ayah bunda lah mereka akan diarahkan sebagai apa. Membentuk buah hati kita menjadi generasi tangguh dan berakhlak mulia adalah tugas kita. Yuk Papmam, didik anak-anak kita agar menjadi generasi penyejuk mata!


Lengkapi koleksi buku-buku Papmam untuk menyenangkan buah hati dengan buku Anak Muslim Hebat Cinta Allah dan rasul ini, ya, sebagai bahan untuk dongeng sebelum tidur bagi anak-anak yang masih usia balita alias bawah lima tahun atau untuk anak-anak yang belum mahir membaca.


Namun buku ini juga pas sekali untuk ananda yang sedang melancarkan kemampuan membacanya sambil membangun generasi yang berkarakter menurut pandangan Islam, karena cerita di dalam buku ini bernuansa Islami. 


InsyaAllah memudahkan Papmam dan ananda untuk menerapkan nilai-nilai Islami dan membentuk generasi yang berkarakter, generasi cinta allah dan rasul sehingga tumbuh menjadi buah hati penyejuk mata. Happy Parenting Sains dan salam literasi.


Miracle In Cell No 7 Endingnya Bikin Mewek?

Sabtu, 17 September 2022

Hai Sains, sudah pernah nonton film Miracle in Cell No 7 versi yang Korea? Pasti bikin nangis tersedu-sedu, kan? Coba, deh, nonton yang versi Indonesianya! 


miracle in cell no 7 ending


Film Miracle in Cell No 7 ini sudah di remake oleh Hanung Bramantyo dari film Korea Selatan dengan judul sama yang disutradarai oleh Lee Hwan Kyung.  Selalu, deh, Mas Hanung ini kalau bikin Film bikin kita berdecak kagum dan merasakan kemajuan film Indonesia yang sangat signifikan.


Hal yang sama saya rasakan ketika saya menikmati  film karya beliau  yang berjudul Bumi Manusia. Ketika saya menuliskan resensi Film Bumi Manusia saya terbawa suasana seolah masih dalam euforia kemegahan film yang digarap oleh Mas Hanung ini.


Balik ke ke film garapannya yang baru rilis, bagaimana Ending dari remake film Miracle In Cell No 7 versi Indonesia? Berbeda atau sama? Bagaimana juga jalan ceritanya? Persis sama atau ada sesuatu yang dirubah alurnya?


Sama dengan yang versi Korea, endingnya bikin nangis bombay, bahkan bukan hanya di ending, dari awal sampai akhir, film Miracle In Cell No 7 ini mengandung bawang, dan bikin penontonnya terharu dan menangis tersedu-sedu.


Ssst...ada cerita lucu, nih, si adek anakku yang paling bungsu dibikin nangis dari awal episode sampai akhir. Ujung-ujungnya mata ini anak jadi sedikit bengkak ketika bangun pagi keesokan harinya. Kebetulan kami ambil jam malam ketika menyaksikan film ini. 


Hadeuh...hampir aja, si adek ga mau sekolah karena malu. Untung emaknya jago ngerayu, jadi wae si adek tetap PD alias percaya diri berangkat ke sekolah.


Spesifikasi  Film Miracle In Cell No 7


Film Miracle in Cell versi Indonesia ini konon menembus angka fantastis saat tayang perdana. Bisa dikategorikan sebagai film terlaris di tahun 2022, menembus angka 2 juta penonton dan sampai saat ini masih terus bertambah karena masih tayang di bioskop seluruh Indonesia.


Pemeran Film Miracle in Cell No 7 full Movie


Para pemerannya kebanyakan artis yang sudah masuk pada jajaran artis film yang namanya sudah tersohor, seperti Vino G Bastian  yang berperan sebagai tokoh utama yaitu Dodo Rozak, ayah dari kartika kecil yang diperankan oleh Graciella Abigail dan Mawar de Jong yang berperan sebagai Kartika dewasa. 


Istri asli Bang Vino pun, Marsha Timoty bermain bersama dalam film ini dan berperan  sebagai Juwita ibu kandung Kartika.


Keseruan dan kelucuan film ini tercipta dari para tokoh narapidana yang dimainkan secara apik oleh Indro warkop sebagai Bang Japra, Tora Sudiro sebagai Zaki, Bryan Domani sebagai Asrul atau bule, Indra Jegel sebagai Atmo atau gepeng dan  Rifnu Wikana sebagai okta.


Pemain lainnya Deni Sumargo berperan sebagai Pak Hendro sang kepala Napi, Agla Artalidia sebagai Istri Hendro yang bernama Linda. Para jajaran sipir pendukung keseruan film ini diperankan oleh Agus Kuncoro sebagai Agus dan Coki Pardede sebagai amat.


Para pemeran tokoh film Miracle in Cell No 7 konon kabarnya dicari berdasarkan casting seleksi ketat, agar menghasilkan film yang berkualitas. Maka dari itu setiap tokoh yang berperan dalam film Miracle in Cell versi Indonesia  mampu menjiwai setiap peran yang dilakoni dengan profesional.


miracle in cell no 7 ending
Kredit:Instagram @Falconpictures_


Gendre Miracle in Cell  Full Movie


Gendre Roncom alias romance comedy diusung oleh film Miracle in Cell baik yang versi Indonesia maupun versi Korea. Kebetulan ini adalah gendre film favorit Minsnita. Ringan dan lucu namun penuh makna dan pelajaran.


Pas, lah, ya, sebagai pilihan hiburan setelah berkutat dengan pekerjaan yang akhir-akhir ini butuh pemikiran ekstra serius. Tema ringan dan menghibur menurut Minsnita lumayan bisa dijadikan healing sejenak dari rutinitas. Biar otak kembali fresh.


Tentang Produksi Film Miracle in Cell


Film Miracle in Cell Indonesia diproduksi oleh Falcon Pictures dan tayang di bioskop mulai 8 september 2022. Mengambil latar pengambilan gambar sebagian besar di dalam sel penjara, sesuai dengan judul yang dicantumkan, keajaiban dalam sel (penjara) No 7.


Frederica bertindak sebagai produser dan Alim Sudio sebagai penulis skrip. Memakan durasi waktu penayangan selama 145 menit. Menurut minsnita ini merupakan waktu yang ideal  untuk sebuah film yang bisa dinikmati oleh semua umur.


Sinopsis dan Karakter Tokoh Film Miracle in Cell No 7  Indonesia


Beberapa karakter dalam tokoh film Miracle in Cell No 7 akan minsnita ulas sedikit. Diawali dengan tokoh utama Dodo rozak yang merupakan seorang pria yang memiliki keterbelakangan mental memiliki jiwa yang sangat jujur dan penyayang serta bertanggung jawab, meski dia adalah seseorang yang memiliki kekurangan.


Dodo Rozak memiliki seorang anak bernama Kartika hasil pernikahannya dengan seorang wanita bernama Juwita yang diperankan oleh Marsha Timoty. Juwita seorang sosok wanita kuat dan berkarakter. Disiplin dalam menanamkan kebiasaan baik pada keluarganya berprofesi sebagai seorang perawat.


Ibu Juwita atau dipanggil dengan sebutan Uwi oleh Dodo Rozak, meninggal dunia seusai melahirkan Kartika. Kata-kata Uwi dan kebiasaan yang ditanamkan uwi benar-benar diingat oleh Dodo Rozak dan diturunkan pada kartika. Layaknya seorang ayah yang memahami ilmu parenting tentang bagaimana mendidik anak sejak dini.


Hal ini yang meninggalkan kesan haru pada setiap adegan cerita kenangan tentang Ibu Uwi. Kartika tumbuh menjadi anak yang manis dan menyenangkan di bawah pengasuhan sang ayah yaitu Dodo Rozak.


Kebaikan yang Membawa Petaka


Kebaikan yang dimiliki Dodo membawa petaka buat dirinya. Berawal dari usahanya dalam menyelamatkan seorang gadis kecil yang ternyata anak seorang petinggi pemerintah yang tenggelam di kolam renang. Namun sayangnya nyawa gadis kecil ini tidak tertolong, dia meninggal di tempat.


Dodo kepergok sedang berusaha membuka baju gadis kecil tersebut yang bernama melati wibisono. Hal ini ia lakukan karena memegang teguh pesan Bu Uwi, agar tidak boleh main hujan-hujanan dan jika baju basah harus segera diganti, karena takut masuk angin.


Untuk itu dia melakukannya terhadap siapa pun. Termasuk ketika melihat melati basah kuyup karena tercebur ke dalam kolam. Ayal dia kepergok oleh satpam rumah dan bibi pengasuh gadis kecil ini. Akhirnya dia dituduh sebagai pembunuh sekaligus pemerkosa. Singkat cerita polisi pun datang dan melakukan rekonstruksi kejadian.


Legitimasi sebuah kekuasaan membuat Dodo dipaksa mengaku telah membunuh dan memerkosa anak tersebut. Iming-iming kebebasan dan akan segera bertemu dengan anaknya akan diberikan jika dia mengakui perbuatannya.


Pada kenyataannya ini malah memperberat status Dodo sebagai tersangka. Singkat cerita akhirnya Dodo pun dimasukkan dalam penjara. Di sinilah awal kesedihan demi kesedihan berjalan.


Dodo tidak bisa berpisah dari Kartika, dalam kondisi keterbatasan Dodo tidak bisa membela diri atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan.  Tragis!


Kesedihan Dodo di dalam penjara disaksikan oleh teman-temannya dalam satu ruangan sel no 7. Hal ini membuat kesal teman-temannya karena merasa terganggu, apalagi mengetahui kasus kejahatan yang dilakukan Dodo adalah membunuh dan memerkosa. Membangkitkan kebencian para penghuni sel.


Kebaikan Membawa pada keajaiban


Kepolosan Dodo untuk selalu menjalankan pesan Bu Uwi menjadi orang baik, terus dipegang, dan dia melakukan hal ini kepada siapa pun, tak pandang orang yang dia tolong. Apakah dia lawan atau kawan.


miracle in cell no 7 true story



Kali ini kebaikannya membawa pada keajaiban dan keberuntungan. Berawal dari tragedi percobaan penusukan yang diarahkan Okta kepada Bang japra kepala kamar sel tahanan no 7. Kala itu Dodo dengan penuh keberanian menyelamatkan Bang japra. 


Dari kejadian ini Bang Japra merasa hutang budi, Dodo pun diperlakukan spesial oleh Bang Japra dan teman-teman satu sel lainnya. 


Bahkan Bang Japra dan kawan-kawan satu sel menyusun rencana untuk mempertemukan Dodo dengan Kartika anaknya. Rencana mereka pun berhasil dan bisa memasukkan Kartika ke dalam kamar sel no 7.


Dari sini kehidupan penjara bagi Dodo sudah tak lagi sekeras saat awal masuk, Dodo banyak yang mencintai bahkan tak rela dengan hukuman mati yang akan diterima Dodo.


Kawan-kawannya berusaha mencari jalan agar hukuman mati tak sampai menimpa Dodo. Kebaikan dan kepolosan Dodo merupakan cikal Miracle in cell No 7 terjadi.


Miracle in Cell No 7 Endingnya Gimana?


Lantas setelah berbagai miracle Dodo alami di sel no 7, akan kah ini menyelamatkan Dodo dari jerat hukum yang akan membawanya pada kematian? Miracle in Cell No 7 ending bagaimana?


Ayalnya Dodo tetap mendapatkan hukuman mati. Karena sang pejabat tetap menginginkan hukuman berat untuk Dodo. Di sinilah Adegan demi adegan terus menguras air mata. 


Usaha keras yang dilakukan Pak Hendro yang akhirnya menjadi ayah angkat Kartika untuk membebaskan Dodo dari jeratan hukum tak membuahkan hasil.


Tekanan Wibisono Membungkam Dodo


Ketika selangkah lagi akan berhasil, dodo mendapat tekanan dari sang pejabat Pak wibisono, yang menggunakan kekuasaannya untuk menekan Dodo agar tetap mengakui bahwa dia lah pembunuh anak semata wayangnya.


Scene ini membuat air mata berderai. Rasa sayangnya ke Kartika membuat Dodo mengiyakan permintaan pengacara keluarga Wibisono untuk tetap mengakui bahwa dirinya adalah pembunuh Melati Wibisono. 


Ancaman yang menyatakan bahwa Kartika akan celaka jika Dodo membantah telah membunuh membuat Dodo mengurungkan niatnya untuk melakukan pembelaan diri. Usaha teman-teman kamar selnya agar Dodo menghapal dialog yang harus dia sampaikan ke pa hakim menjadi sia-sia adanya.


Dodo memilih bungkam terhadap sebuah kebenaran dan mengambil jalan yang akan membawa Kartika pada keselamatan. Karena Dodo harus menjalankan amanat Bu Uwi untuk menjadikan Kartika sebagi seorang dokter.


Kartika harus tetap hidup dan meneruskan sekolahnya demi menggapai cita-citanya. Untuk ini Dodo rela menjalankan hukuman mati. Akhirnya Kartika pun dibesarkan oleh keluarga Pa Hendro yang juga memilki utang budi kepada Dodo karena telah menyelamatkan nyawanya dari tragedi kebakaran yang dilakukan Okta di dalam penjara.


Adegan Perpisahan yang Menguras Air Mata


Perpisahan harus dijalani oleh anak dan ayah ini. Dodo harus pergi ke nusa kambangan dan menjalankan eksekusi matinya di sana.Adegan pamitan antara Dodo dan kartika menguras air mata. Awalnya mereka saling berjanji untuk tetap selalu bersama dengan yel-yel yang biasa mereka gunakan.


Saling tertawa dan berpelukan. Dodo dan kartika saling melambaikan tangan tanda perpisahan yang nantinya berharap bakal bertemu kembali (Duh Sains, saya mewek, nih, ketika menyusun kalimat ini. Teringat adegan Dodo dan Kartika yang menyayat hati).


Namun ketika keduanya seperti tersadar bahwa ini adalah pertemuan terakhir. Mereka berdua akhirnya membalikkan badan dan menangis berlari mendekat, saling berpelukan seolah tak ingin lepas. Meminta satu sama lain untuk saling berjanji bahwa tidak akan pernah saling meninggalkan. Selalu bersama. Miracle in Cell No 7 endingnya bikin nangis bombay, Sains.


Kekurangan dan kelebihan Film Miracle in Cell Indonesia


Kelebihan


Kelebihan dari Film ini semua tokoh diperankan secara alami oleh para pemain. penyutradaraannya pun benar-benar detail, adegan lucu dalam film ini berhasil membawa penonton satu bioskop tertawa terbahak-bahak.


Pada adegan sedih para pemain berhasil membawa penonton menangis tersedu-sedu, berlinang air mata. Pokoknya Perfect, pengambilan gambar, soundtraknya pas dan mendukung membuat penonton hanyut dibawa perasaan.


Penempatan peranan untuk para toohnya pun sangat pas dan sesuai. sehingga adegan diperankan dengan alami, hanya peranan para kameo seperti pengacara saja yang terkesan kaku.


Kekurangan


Pertama: Adegan Dodo yang kepergok di pinggir kolam renang seperti membunuh Melati Wibisono menurut pendapat saya agak kurang masuk akal, karena pada umumnya sebuah rumah mewah bagian kolam renang biasanya tertutup dan tidak bisa diakses oleh orang luar.


Ini anehnya seorang penjual balon bisa dengan mudah masuk ke dalam rumah mewah yang dijaga oleh satpam dan dihuni banyak pelayan. Kok ada orang yang bisa lolos masuk, ya?


Kedua: Kejadian Pak Hendro yang tertimpa lemari saat kebakaran terjadi di penjara dan akhirnya ditolong Dodo pun, tidak jelas alurnya. Bagaimana Dodo bisa tahu kalau di ruangan itu ada Pa Hendro, tiba-tiba malah dodo mencari-cari, apa keterkaitannya?


Itu saja mungkin. namun menjadi catatan besar kekurangan yang ada  tidak mengurangi nilai-nilai kebaikan yang menjadi kelebihan dalam film ini.


Kesimpulan


Film ini bagus dan mengandung banyak pelajaran berharga. Seorang yang cacat mental juga adalah manusia yang perlu dihargai keberadaannya. Mereka adalah manusia yang hatinya normal bisa merasakan kesedihan dan kebahagiaan.


Supaya bisa merasakan kelucuan serta kesedihan dari setiap adegan, mending nonton langsung aja yaa. Film ini recommended. Saya, paksu, dan anak bungsu saya merasa puas dengan film ini. Kami mengakui kehebatan Mas hanung dalam mendirect film ini.


Film miracle in Cell Indonesia ini bahkan saya akui lebih mendapatkan tempat di hati saya dibanding dengan versi korea. Lebih Meng-Indonesia dan membumi sesuai dengan keadaan masyarakat serta budaya Indonesia.


Film Miracle in Cell endingnya bikin mewek dan nangis tersedu-sedu, bahkan bisa dikatakan bukan hanya endingnya saja, dari awal pun sudah mengandung banyak kesedihan yang bikin pingin nangis terus, hihi. Untuk itu film ini layak dikategorikan sebagai film penggugah jiwa, seperti halnya film ranah tiga warna yang baru pernah aku tonton.


Nonton, yaa. Happy watching.

Cara Menikmati Hidup dalam Kesendirian ala Kungkang

Rabu, 10 Agustus 2022

Buku The Little Book of Sloth Philosophy ini saya dapatkan dari si kecil yang melakukan wisata edukasi ke Islamic Book Fair, beberapa waktu yang lalu. Si adek yang kelas 7 ini merasa tertarik dengan buku ini, konon katanya ingin mendapatkan dukungan atas pola hidup santai yang diajalani, hehe. Lebih tepatnya mendapatkan dukungan cara menikmati hidup dalam kesendirian. Si adek memang jarang main orangnya, hari-harinya banyak dia habiskan di kamar setelah seharian beraktivitas di sekolah.


cara menikmati hidup dalam kesendirian


Sebagai ibu, tentunya saya juga nggak mau kalah, dong, dengan rasa ingin tahu anaknya. Menyelidikilah diriku tentang bobot content buku ini. Akhirya ikutan baca, dan memang banyak sesuatu yang menarik yang disuguhkan dalam buku ini.


Buku ini diberi tajuk "Seni Hidup Santai tapi TetapProduktif ala Kungkang". Banyak tips yang disuguhkan dalam berkegiatan sehari-hari agar kita tak jenuh, apalagi merasa insecure atau tidak percaya dengan diri sendiri. Bagus juga sebagai buku bacaan bagi remaja, agar tumbuh rasa percaya dirinya.


Konon buku ini merupakan buku best seller hasil karya Jennifer Mc Cartney yang populer sebagai penulis tetap di sebuah majalah terkenal bertajuk "New York Times". Buku ini bisa dikategorikan pada buku penggugah jiwa.


Blurb Buku The Little Book of Sloth Philosophy


Rutinitas harian yang sangat padat yang banyak dijalankan oleh kebanyakan orang, membuat seseorang terkadang melupakan hakikat hidup sebenarnya. Setiap diri wajib mengetahui bagaimana kita bisa menghargai diri sendiri dan memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik juga psikisnya.


Kungkang yang memiliki pola hidup santai namun mengerti kapan dia harus bergerak untuk sebuah prioritas, membuat kita bisa mengatur gerak cepat tak terarah langkah kita, menjadi agak santai namun tetap memiliki tujuan. Slow but sure lebih tepatnya. Buku ini memberikan gambaran fleksibel tentang sebuah produktivitas yang dihasilkan oleh seseorang. 


Tak ada salahnya jika setiap orang  tidak terlalu memforsir dirinya dengan rutinitas yang padat dan serba cepat. Buku ini menuntun bagaimana cara menikmati hidup dalam kesendirian dan santai namun tetap produktif.


 

Profil Buku 


Setiap orang yang memandang buku ini sebagian besar akan suka dengan cover buku yang didesain minimalis serta menarik. Berwarna baby pink dan terdapat gambar ilustrasi kungkang yang sedang berselonjoran santai bobok-bobok cantik. Simbol penikmat hidup namun tetap produktif. 


Bertebal 177 halaman, dicetak di atas kertas buram bergramasi cukup tebal, sehingga menghasilkan tulisan yang jelas. Ditulis oleh Jennifer McCartney, dan diterbitkan oleh PT. Rene Turos Indonesia.


Buku yang memiliki ukuran 13x19 cm ini pertama naik cetak di bulan november 2021. Saat ini sudah mengalami cetak ulang yang kedua di tahun 2022, dengan ISBN 978-623-6083-21-5. Buku asli berbahasa inggris ini diterjemahkan oleh Aswita. R. Fitrani.


cara menikmati hidupdalam kesendirian


Isi Buku Menggambarkan Cara Menikmati Hidup dalam Kesendirian


Salah satu fakta kungkang atau kata lainnya filosofi kungkang yang dijelaskan dalam buku ini adalah tentang kesenangannya hidup menyendiri. Dan kita bisa mengambil pelajaran dari hal ini. Gaya kungkang adalah layaknya orang yang tidak selalu ingin disorot oleh media, kecuali hal-hal penting dan tidak terlalu berlebihan. 


Hal ini merupakan salah satu cara menikmati hidup dalam kesendirian. Secara psikologis dengan menyendiri dapat menjernihkan pikiran, karena jauh dari kerumunan orang yang kadang menyebabkan kepusingan. dengan menyendiri bisa menimbulkan ketenangan dan daya kreativitas.


Buku ini terdiri dari dua bagian besar yang perbagian di bagi lagi menjadi beberapa sub bagian yang menjelaskan bagaimana cara menjalani kehidupan dari berbagai sisi, agar kita terus merasakan kebahagiaan dan tidak merasa terkekang dengan rutinas harian yang serba cepat dan menuntut.


Lagi-lagi gaya hidup kungkang yang menjadi penggambaran detail untuk setiap sisi hidup yang harus kita jalani. Penulis mengajak bercermin dengan gaya hidup kungkang yang santai namun terarah. Apa yang dilakuakan kungkang sepertinya penulis telah melakukan pengamatan yang mendalam.


Kungkang paham, bagaimana cara menikmati hidup dalam kesendirian, dan dia tahu kapan serta bagaimana dia harus berbaur dengan lingkungannya. 


filosofi kungkang


Bagian Satu


Bagian satu dari buku ini menerangkan tentang filosofi kungkang. apa makna dibalik cara hidup kungkang sehingga gaya hidup yang dijalani kungkang perlu kita jadikan contoh bahkan menjadi figur gambaran gaya hidup yang menyehatkan lahir dan bathin.


Metode SLOW yang dirumuskan menilik dari gaya hidup kungkang. Msing-masing huruf memiliki arti tersendiri.


S mengandung arti sleep in, L mengandung arti leave your phone at home, O mengandung arti Opt out dan W mengandung arti Whats Rush.


Beberapa tokoh dunia telah menjalani gaya hidup ala kungkang dan berhasil memanajemen dirinya menjadi pribadi yang berkarakter. Sukses dalam karir namun tetap bisa santai.


Sleep in, sesuatu hal yang tak biasa dibahas dalam buku ini tentang persepsi kualitas dan kuantitas tidur yang sesuai standar. Di satu sisi kita dianjurkan untuk tidur yang cukup,namun di sisi lain ada kebanggaan jika kita mengalami kurang tidur karena suatu kerjaan. Kesuksesan disimbolkan dengan kurangnya jam tidur.


Leave your phone at home, biasakan hidup tanpa handphone walaupun susah bagi golongan nomophobia (no mobile phone pobia), namun berjauhan dengan mobile penting dilakukan demi kesehatan dan ketenangan.


Opt out, kita tidak harus melakukan semua hal dan mengambil banyak peran penting untuk kesejahteraan banyak orang, karena kita sendiri pun butuh memperhatikan kebutuhan diri demi kesehatan. Bukankah ujung-ujungnya juga ini berefek jangka panjang untuk kemaslahatan umat? 


Whats rush, batasi keinginan untuk mengerjakan sesuatu sekarang juga. Jika kita sedang membutuhkan istirahat dan waktu tenang, santailah, toh dunia tidak akan runtuh dengan mengambil sikap sedikit tidak terburuu-buru?


Bagian Kedua


Pada bagian ini, penulis mengarahkan gaya hidupdan aktivitas yang dilakukan diibaratkan dengan gaya hidup yang dijalani kungkang. Hampir semua aktifitas kehidupan yang kita jalani ada versi kungkangnya.


Dari mulai olahraga, berpikir, demi menjaga kesehatan lahir dan batin ada perumpamaan seperti gaya olahraga dan berpikir ala kungkang.


Selain itu ada gaya makan dan minum, gaya tidur, gaya bersantai dan bersenang-senang, love dan relationship, bekerja dan sekolah, sampai kepada hal dalam menjaga kecantikan dan perawatan diri, ada perumpamaan yang disandarkan ala kungkang.


Gaya Makan


Sebagai contoh dari beberapa gaya hidup kungkang saya sertakan di sini tentang perihal makan dan minum. Kungkag adalah binatang yang terkenal paling lama dalam mencerna makanan, begitu pun ilmu kesehatan menganjurkan kita untuk mengunyah makanan dengan lama.


Namun demikian kungkang menikmati setiap makanan yang dia makan tanpa ada rasa bersalah. Kungkang adalah binatang yang masuk kedalam golongan herbivora, banyak memakan tumbuh-tumbuhan, kita pun dianjurkan untuk memakan makanan banyak mengandung serat karena sehat seperti buah dan sayur.


Makan ala kungkang di sini diumpamakan seperti makan dengan tanpa rasa bersalah, nikmati apa yang menjadi keputusan tentang apa yang kamu makan, maka kamu akan merasa bahagia.


Olah raga


Kungkang yang lambat menyenangi gaya olahraga yang tidak membutuhkan banyak aktivitas bergerak, ini juga salah satu cara menikmati hidup dalam kesendirian. Olah raga yang dilakukan kungkang berjenis menyendiri dan menyepi dengan cara meditasi seperti yoga. Mengatur pernafasan, ataupun sejenis olah raga berendam.


Biografi Penulis


Penulis buku ini adalah seorang penulis tetap pada majalah New York times. Jennifer Mc Cartney dilahirkan di Kanada di sebuah kota kecil di Ontario. Pemilik gelar B.A Bachelor of Art dari University of Guelph dan memperoleh gelar Magister Philosophy dari University of Glasgow. Jennifer tinggal di sebuah kota kecil Brooklyn New York.


Kekurangan dan Kelebihan Buku


Kelebihan buku ini berisi tentang hal-hal yang bisa langsung diaplikasikan. hal-hal simpel yang bisa memotivasi kita untuk merubah gaya hidup yang tadinya terburu-buru danpenuh tantangan, menjadi lebih santai demi menjaga keseimbangan jiwa.


Selain itu buku yang tidak terlalu tebal ini juga disertai dengan ilustrasi-ilustrasi lucu yang bikin kita senyum-senyum sendiri, lumayan mengurangi kejenuhan. So pinginlangsung baca sampai habis.


Kekurangannya pada penggunaan gaya bahasa. Namun terlebih pada karena buku terjemahan, kali ya, jadi terkadang ada pengungkapan-pengungkapan yang kaku. Selain itu tidak ada penyertaan spesifikasi dari para ahli peneliti tentang gaya hidup kungkang ini. gaya hidup kungkang digambarkan secara global.


Kesimpulan


Kungkang yang terkenal dengan gaya lamban dan super santai ini bisa juga dijadikan gambaran gaya hidup yang semestinya manusia ambil. Hidup terlalu ngoyo tidak baik juga untuk kesehatan. Sejatinya hidup adalah berusaha untuk bermanfaat untuk orang lain tanpa melupakan kebutuhan diri sendiri.


 Dalam Ilam, tubuh dan jiwa kita merupakan sebuah amanah yang harus dijaga. Keseimbangan pola pikir ikhlas dan bersyukur atas keadaan diri pun dicontohkan oleh sosok kungkang. 


Hal lain lagi yang diungkap dalam buku ini tentang fakta kungkang. Kungkang bukan binatang pemalas, namun lebih mengedepankan efisien. Kungkang tidak bergerak terburu-buru demi menghemat energi, kungkang adalah hewan yang sangat cerdas, namun memiliki reputasi sebagai hewan yang paling malas di dunia. 


Orang-orang seperti kungkang senang duduk-duduk sambil menikmati secangkir kopi dengan bacaan berbobot di tangannya, dibanding dengan bergerak ke sana kemari. Penulis pun menambahkan, hal inilah yang memungkinkan sebuah perusahaan seperti Apple dan Tesla bisa tumbuh dan berkembang.


Banyak lagi perumpamaan lain yang bertebaran tentang gaya kungkang diceritakan dalam buku ini. Nyok ga usah ragu-ragu untuk menambahkannya sebagai referensi bahan bacaan santai namun berisi. Selamat berburu bukunya. Kuy lah mumpung Islamic Book Fair-nya masih ada. Biar dapat diskonan. 






Aku Ingin Hijrah Karena Allah

Kamis, 04 Agustus 2022

 Hai, Sains,... Assalamu'alaykum!


Ruang Narasi dan Inspirasi Nita, kembali lagi dengan artikel resensi buku. Kali ini buku yang akan diresensi benar-benar cutie (imut ngegemesin) abies pokoknya. Warna covernya aja sudah lucu dan imyut bangetz, pakai warna kesukaan rerata anak perempuan, apalagi kalau bukan warna pink. Sengemeshin itu, kan, warna inih. Segemes tema yang diangkat buku ini yaitu aku ingin hijrah karena Allah.


aku ingin berhijrah karena allah


Maklum, yang milih buku ini si Adek, anak bungsu yang fanatik banget sama warna pink. Buku ini hasil oleh-oleh wisata edukasi ke Islamic Book fair yang diadakan sekolahnya. Ibunya, sih seneng-seneng aja lihat pilihan anaknya ini, semoga bisa bermanfaat untuk Adek, bocah kecil yang sedang belajar hijrah. Sekaligus menjadi wasilah mempermudah kita dalam mendidik generasi remaja.


Yang paling menyenangkan adalah isi bukunya itu, lho, tulisannya besar-besar dan mengandung banyak quotes syariat Islam dan juga nilai kebaikan. Pas banget buat anak-anak abegeh yang baru mau belajar hijrah. Sesuai dengan judul bukunya Hijrah Journey yang artinya perjalanan hijrah.


Kenal Buku Hijrah Journey Lebih Dekat


Buku cetakan pertama  berjumlah 134 halaman ini ditulis oleh Helidha S dan diterbitkan oleh Perseroan Terbatas Elex Media Komputindo dengan No ISBN 978-623-00-1570-0 dan dicetak oleh percetakan Persroan Terbatas, Gramedia Jakarta.


Kertas yang digunakan merupakan kertas HVS berukuran tebal dengan warna-warna yang Variatif di setiap halamannya. Buku ini berisi tentang pesan dan nasihat tentang sebuah nilai kebaikan yang harus diperbuat oleh seorang muslimah.


Dikemas sangat apik dengan dominasi ilustrasi gambar-gambar kartun lucu di setiap lembarnya. Tokoh yang divisualisasikan dalam buku ini adalah anak abegeh alias anak baru gede yang mengenakan hijab. Nilai yang disampaikan di dalamnya membahas seputar bagaimana muamalah yang baik dan menjelaskan tentang beberapa amalan yang dicintai oleh Allah dan Rasul.


Beberapa amalan yang dicintai Allah dan Rasul digambarkan melalui gaya anak remaja dengan menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Sanagt bermanfaat untuk putri sholihah yang baru beranjak besar.


Buku ini secara garis besar terdiri dari 3 nilai yang harus ditanamkan pembiasaannya pada anak remaja gadis, agar terbentuk menjadi seorang putri yang shalihah. 3 hal tersebut diantranya:


Yuk, Taati Syariat!


Nilai yang ditanamkan adalah menuntun putri shalihah untuk melakukan hal-hal baik dan mentaati apa-apa yang telah disyariatkan oleh Islam. Mengingatkan tentang perkara syariat dengan cara mengajak kepada para putri sholihah agar selalu menjaga shalat, rajin membaca Al-Quran, berdzikir, mengenakan hijab, bersedekah, menyempurnakan wudhu dan perkara syariat lainnya


Yuk, Coba Bermuamalah dengan Baik!


Selain mengingatkan tentang perkara syariat, buku ini juga mengingatkan putri sholihah agar menjauhi ghibah, bergaul dengan baik, selalu bersyukur, suka membantu. 


Yuk, Kuatkan Jiwa!


Selain itu juga berisi ajakan pada hal-hal yang akan menguatkan kejiwaan, seperti berlatih bersabar, terus bersyukur, istiqamah dan takut kepa Allah.


aku ingin berhijrah karena allah


Kelebihan dan Kekurangan Buku


Kelebihan buku ini penyampaian bahasa yang sederhana dan banyaknya ilustrasi gambar yang disertakan, membuar para putri sholihah jadi tertarik untuk membaca sampai selesai dan bisa dijadikan pengingat, karena bentuk buku yang kecil dan handy. Bisa dijadikan teman tidur dan dibaca berulang-ulang, saking senangnya melihat ilustrasi yang lucu-lucu. 


Disuguhkan sangat apik dan dengan gaya ilustrasi yang disukai oleh anak-anak Gen Z. Lucu, Cutie, imut, ngegemesin dan bikin anak-anak yang baru beranjak dewasa dan ingin belajar mengenal Islam pas sekali dibekali buku ini oleh para orangtua.


Adapun kekurangannya sebenarnya minim sekali. Saya rasa kekurangannya ada pada harga yang lumayan mahal. Buku imut ini dibandrol dengan harga 90.000 rupiah. Harga yang sangat lumayan untuk sebuah buku imyut. Namun, ya itu tadi, setiap buku yang banyak menyuguhkan gambar ilustrasi, bisa dipastikan harganya memang di atas rata-rata. tapi kalo hasilnya bisa membuat buah hati kita jadi tergugah, why not?  InsyaAllah uang bisa dicari lagi ya, bunda.


Kesimpulan


Buku Hijrah Journey semacam buku saku pegangan bagi putri sholihah kita yang sedang akan beranjak dewasa. Tidak banyak Keterangan tentang penulis dari buku ini. Namun dari bahasa yang digunakan, sepertinya Helidha merupakan penulis cilik, yang juga sedang dalam proses belajar hijrah. Heli berusaha untuk mengingatkan dirinya dengan cara mengajak teman-teman mayanya untuk melakukan kebaikan dan tetap semangat dalam menjalankan perintah Allah dan Rasul.


Buku ini tak seserius ituh, karena memang diperuntukkan untuk anak-anak abegeh, jadi disuguhkan secara santai, bahkan tak mengandung daftar isi, kata pengantar dan sejenisnya di dalamnya. Yang tertarik untuk membeli buku ini, mumpung Islamic Book Fair masih ada, bisa langsung meluncur, yaa!


Ada potongan harga spesial di event ini. Dari 90.000 di discount menjadi 70.000 rupiah saja. Bisa dijadikan untuk hadiah bagi putri sholihah kita yang sedang belajar istiqamah dalam menjalankan syariat Islam. Sok diserbu atuh, hehe. See u next Sains, dalam ulasan berikutnya.


 

Review Tema Cerpen Menghormati orangtua "Petuah Ibu"

Minggu, 24 Juli 2022

Makna Tersurat dan tersirat cerpen "Petuah Ibu" karya Arinal Haq saya pilih sebagai cerpen favorit yang memiliki konflik yang paling menarik karena mampu menggugah jiwa saya, baik ketika saya diposisikan sebagai seorang anak maupun ketika saya diposisikan sebagai seorang ibu. Saya rasa cerpen ini pun akan menggugah setiap orang yang membacanya.


cerpen menghormati orangtua

Resensi Buku Bersahabat dengan Anak Di Usia Remaja

Selasa, 19 Juli 2022

Melanjutkan seri buku happy Parenting with Quran dan Sunnah, resensi buku kali ini membahas tentang fase tujuh tahun ke tiga pada usia anak dengan mengambil tema bersahabat dengan anak di usia remaja. di buku ini tertera dari usia 15 tahun sampai dengan 21 tahun. Buku ini merupakan kelanjutan dari buku seri sebelumnya yang mengambil tema tentang mendampingi anak menuju akil baligh.


bersahabat dengan anak di usia remaja


Anak-anak di masa ini telah sepenuhnya menjadi remaja dan telah meninggalkan masa kanak-kanak. Anak pada masa ini sudah merasakan betapa percaya diri menjadi seorang remaja. Untuk itu hendaklah orangtua menjadikan anak sebagai seorang sahabat yang nyaman ketika diajak berbagi.

Cara mendidik pada fase inipun berbeda dengan dua fase sebelumnya, yaitu sebagai raja dan tawanan. di fase ini perlakuan kita kepada anak berubah sudut pandang seperti hubungan antar sahabat. Untuk itu cara mendidikpun memiliki metode yang berbeda. perlakukan anak sebagaimana sebagai seorang sahabat yang harus bertanggungjawab dengan apa yang sudah dilakukannya. Hendaklah orangtua pun meyambutnya dengan penuh kehangatan.

Spesifikasi Buku


  • Judul: Happy Parenting with Qur’an dan Sunnah (Mendampingi Anak) Menuju Akil Baligh
  • penulis: Deri Rizki Anggarani dan Yazid Subakti
  • Penerbit: Ziyad Books
  • Tempat Penerbitan: Banyu Anyar, Surakarta.
  • Jumlah Halaman: 168
  • Jenis Kertas: HVS Putih
  • Jenis Sampul: Soft Cover
  • Cetakan: Pertama Tahun 2020
  • ISBN: 978-602-317-603-8


Isi Buku Bersahabat denga Anak Di Usia Remaja


Ada 5 bab bahasan dalam buku Happy parenting with Quran Sunnah edisi Bersahabat dengan Anak Di Usia Remaja, yaitu membahas tentang Apa saja yang dialami oleh anak ketika memasuki usia 15 sampai dengan 21 tahun.  Pembahasannya seputar tentang masa-masa berakhirnya fase Amrad atau lebih dikenal dengan fase ABG alias anak baru gede.

Bab Satu


Pada bab ini dijelaskan tentang pentingnya gizi yang tercukupi.  Pada masa ini anak-anak sedang mengalami perubahan fisik yang terus berkembang dari mulai pertambahan tinggi badan yang sangat cepat, perkembangan organ seks sekunder seperti tumbuhnya rambut pubis, pembesaran penis, perubahan suara, dan berbagai perubahan hormon lainnya,  begitupula dengan perkembangan organ reproduksi.

Bab Dua


Pada bab dua beranjak ke permasalahan pergaulan yang terjadi di kalangan remaja menuju dewasa sangat berbeda dengan pergaulan di masa kanak-kanak. Untuk itu figur dari sosok orangtua benar-benar harus mengayomi sang anak, sehingga orangtua harus benar-benar bijak ketika menyampaikan nasihat dan petuah kepada anak.

Orangtua harus terlebh dahulu mencontohkan kepada anak dengan perilaku dan karya nyata yang orangtua perbuat. Orangtua harus memberikan motivasi terlebih dahulu dengan perilaku yang baik, sehingga anak pun akan dengan mudah menerapkannya pada dirinya.

Pada fase ini, orangtua diharapkan benar-benar menyadari tanggung jawabnya sebagai orangtua, sesuai dengan tuntunan agama bahwasannya seorang pemimpin keluarganya harus mampu memelihara diri dan keluarganya dari api neraka.

Pada bab ini juga diberikan penjelasan tentang bagaimana menghadapi tipe-tipe sifat remaja. Mengajarkan pada anak agar berani bertanggung jawab dengan apa yang diperbuatnya serta berani menghadapi masalah, jangan malah lari dari masalah.

Bab Tiga


Pada bab ini orangtua harus mengambil peran dalam membentuk karakter anak di usia ini agar memiliki karakter seorang pemuda muslim yang tangguh. Memberikan perngertian pada anak, bahwa kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan akhirat. dunia merupakan bagian terkecil saja dari kehidupan sesungguhnya yang kita lewati.

Orangtua harus memberikan wawasan yang luas kepada anak tentang perkembangan zaman yang terjadi. mana yang baik dan bisa diikuti dan mana yang buruk dan harus dihindari. Slogan-slogan barat yang menjerumuskan anak perlu diluruskan oleh orangtua agar anak tak terjerumus dalam pemikiran yang salah. Seperti contohnya perihal feminisme, ada penelitian yang mencengangkan tentang hal ini yang dijelaskan dalam buku ini.

Bab Empat


Pada fase ini orangtua juga wajib memberikan wawasan tentang masalah hati yang kaitannya dengan jatuh cinta, kepada anak. Ada perbedaan perlakuan yang diberikan antara anak laki-laki dan anak perempuan. Bagi anak laki-laki tanamkan rasa tanggung jawab yang kelak akan dipikulnya pada masa pernikahan.

Bagi anak wanita tanamkan ekstra hati-hati dalam masalah harga diri dan menjaga diri bila berhadapan dengn kaum pria, terutama dalam masalah percintaan, agar anak wanita  tidak mudah terperdaya oleh bujuk rayu laki-laki yang tidak bertanggung jawab. Tips dan caranya dijelaskan dalam buku ini, bahkan sampai kepada nasihat mulia dalam memasuki jenjang pernikahan

Bab Lima


Dalam bab ini nasihat lebih dispesifikkan lagi dalm hal menyiapkan anak kelak akan menjadi orangtua yang juga nantinya akan memiliki anak. Kepada anak wanita diberi kesadaran dan ditanamkan nilai bahwa dirinya kelak akan menjadi seorang ibu dan istri. Dalam buku ini diberi tahu bagaimana cara kita meberikan pengetahuan kepada anak perempuan kita bagaimana membentuk dirinya untuk ke arah sana.

Bagi anak laki-laki diberikan kepemahaman agar dia siap menjadi kepala keluarga dalam rumah tangga yang dibinanya kelak. Siap menjalankan amanah


Biographi Penulis


Yazid Subakti dan Deri Rizki adalah sepasang suami istri yang memiliki minat besar pada dunia parenting Islam. Sang istri adalah seorang ahli gizi Kesehatan dan lulusan Universitas Gajah Mada Jogja begitupun sang suami merupakan sarjana Geografi di kampus yang sama.

Sepasang suami istri ini merupakan naras umber di radio MQ FM Jogja, dalam acara rutin Rumahku Syurgaku. Merupakan founder dari Yayasan Rumpun Nurani, Komunitas kepompong Educare, dan Komunitas Hijrah Cinta Keluarga Dahsyat. Deri juga merupakan salah satu pelopor berdirinya Komunitas Pendidik Gizi, dan aktif di kepengurusan Salimah.

Kelebihan dan Kekurangan Buku


Sama seperti buku sebelumnya, pada buku seri keempat ini juga memiliki kelebihan di penggunaan bahasa yang mudah dimengerti serta tata letak yang enak dipandang mata, membuat orang yang membacanya betah berlama-lama dan menyelesaikan bacaannya.

Kekurangannya dalam buku ini saya rasa penilaiannya sangat relatif, menurut saya pencantuman referensi dalam pernyataan para ahli yang diambil lebih baik jika dicantumkan juga sebagai keterangan dan penguat. Namun dalam buku ini referensi tetap dicantumkan di bagian akhir, dan bahkan sangat lengkap. Banyak mengambil referensi dari buku-buku dengan kualitas yang cukup bagus, yang ditulis oleh para ahli.

Kesimpulan


Anak merupakan titipan dari Allah yang merupakan tanggung jawab bagi kita. Pendidikannya dari mula dalam kandungan, sampai dia besar dan memasuki jenjang pernikahan, masih merupakan tanggung jawab kita.

Untuk itu kita sebagai rangtua kiranya dapat meluaskan ilmu dan wawasan ilmu parenting kita sebagai bekal untuk memberikan nilai yang baik pada anak. Dari mulai permasalahan gizi sampai ke permasalahan hati kiranya ini menjadi tanggung jawab orangtua yang harus diemban dan dipikirkan. Bersahabat dengan anak di usia remaja, hendaknya menjadi jalan alternatif yang harus dipilih dalam metode mendidik anak pada fase ini. Salam pengasuhan. Happy Parenting.




Resensi Buku Mendampingi Anak Menuju Akil Baligh

Senin, 18 Juli 2022

Masih dalam rangkaian buku Happy Parenting with Al-Quran dan Sunnah karya Deri Rizki Anggaraini dan Yazid Subakti. Dua buku sebelumnya telah saya resensi yaitu seri pertama mengangkat tema  tentang mendidik anak sejak dalam kandungan dan seri yang kedua mengangkat tema tentang mendidik anak sejak usia dini Buku seri ketiga kali ini mengangkat tema tentang mendampingi anak menuju akil baligh.


buku-parenting


Pembuka dalam buku ini menjelaskan tentang keadaaan anak bahwa di usia tujuh tahun kedua diibaratkan seorang tawanan. Anak dalam fase ini bukan tawanan biasa, namun seorang tawanan yang agung. Tawanan yang harus dilindungi dan mendapatkan perhatian yang khusus.


Anak dalam fase ini sedang mengalami banyak guncangan, karena dalam fase ini anak mengalami masa baligh. Masa baligh pada sang anak banyak mengalami perubahan baik secara fisik maupun psikis. Fisik anak mengalami banyak perubahan, diantaranya yaitu terjadi perubahan suara, perubahan organ tubuh dan juga perubahan pada bagian vital.


Begitupula perubahan pada psikisnya, kejiwaannya sedang goncang, karena sedang mencari jati diri. Dalam buku ini dijelaskan bahwa peran orangtua untuk anak di usia ini sangat multifungsi. orangtua harus bisa menjadi guru, motivator, ahli jiwa, pengawas, pelindung sekaligus juga sebagai seorang penjamin.


Orangtua diharapkan menjadi partner sejati anak. Mengajar dengan arif, mendidik dengan bijak, membimbing denganhati, melatih dengan tekun. Anak dalam fase ini diberikan didikan yang tegas, kecintaan yang menggiring anak pada aturan ketegasan dalam menjalankan syariat agama.


Spesifikasi Buku



  • Judul: Happy Parenting with Qur’an dan Sunnah (Mendampingi Anak) Menuju Akil Baligh
  • penulis: Deri Rizki Anggarani dan Yazid Subakti
  • Penerbit: Ziyad Books
  • Tempat Penerbitan: Banyu Anyar, Surakarta.
  • Jumlah Halaman: 200
  • Jenis Kertas: HVS Putih
  • Jenis Sampul: Soft Cover
  • Cetakan: Pertama Tahun 2020
  • ISBN: 978-602-317-602-4

Isi Buku Mendampingi Anak Menuju Akil Baligh


Buku karya Kak Deri dan kak yazid pada seri ke tiga tentang Happy Parenting dan Sunnah terdiri dari 7 pembahasan, yang diantaranya yaitu menjelaskan bahwa anak merupakan tawanan yang agung bagi orangtuanya. Di bab ini dijelaskan bagaimana cara memperlakukan anak yang berposisi sebagai tawanan secara tepat di fase usia 8 sampai dengan 14 tahun.

Pada bab ini dijelaskan tentang tumbuh kembang anak, menyiapkan penjelasan dan jawaban atas pertanyaan yang akan dilontarkan dari anak tentang hal-hal aneh yang terjadi pada dirinya. Di usia ini tubuh dan jiwa anak mengalami kegoncangan. Pada bab ini juga orangtua mengarahkan mana yang masih pantas dilakukan oleh anak di usinya sekarang dan mana yang tidak. Memberikan pemahaman tentang apa yang pantas dan tidak pantas dan juga memberikan motivasi kepada anak agar bisa berbahagia di segala kondisi, terasuk juga di era pandemic seperti saat ini.

Bab selanjutnya mengarahkan pada aktivitas keagaamaan pada anak, harus sudah dibimbing secara serius. Anak mulai diperkenalkan dengan makhluk ghaib serta kehidupan dunia jin. Selain itu juga mengupayakan agar anak-anak bergaul dengan orang-orang sholih.

Dilanjutkan dengan menerangkan tentang hukum-hukum dalam Islam dengan mengajarkan ilmu fiqh, dan juga meningkatkan hafalan Al-Quran anak. Semua ibadah anak di masa ini harus diperhatikan secara serius misal keshahihan gerakan shalat, mengontrol kebenaran pelafalan makhraj huruf Al-quran beserta tajwidnya. 

Di fase ini juga orangtua harus lebih fokus lagi mengarahkan kelebihan-kelebihan anak menjadi sesuatu prestasi yang harus diseriusi untuk digeluti. Pada fase ini juga orangtua mengharuskan anak untuk menjadikan hobbynya sebagai nilai lebih bagi anak. Orangtua juga harus menambah keterampilan pada anak, misal dengan mengajarkan berkuda, memanah, berenang sesuai dengan yang disunnahkan oleh agama.

Orangtua juga harus memberikan pengertian pada anak tentang apa itu baligh dan apa saja yang harus dilakukan jika salah satu ciri datangnya akil baligh ini sudah dialami oleh anak. Memberikan pendidikan seks dasar agar anak memahami hal yang dibolehkan dan hal yang dilarang untuk dilakukan dalam hubungan dua jenis yang berbeda.

Di akhir bab dijelaskan masa akil baligh pada anak beserta tingkatannya. Ada pembekalan pengetahuan bagi orangtua tentang masalah badai pubertas pada anak. Dalam bab ini juga diterangkan tentang tingkatan  usia anak dan apa saja yang terjadi di setiap fasenya.

Biografi penulis



Yazid Subakti dan Deri Rizki adalah sepasang suami istri yang memiliki minat besar pada dunia parenting Islam. Sang istri adalah seorang ahli gizi Kesehatan dan lulusan Universitas Gajah Mada Jogja begitupun sang suami merupakan sarjana Geografi di kampus yang sama.

Sepasang suami istri ini merupakan naras umber di radio MQ FM Jogja, dalam acara rutin Rumahku Syurgaku. Merupakan founder dari Yayasan Rumpun Nurani, Komunitas kepompong Educare, dan Komunitas Hijrah Cinta Keluarga Dahsyat. Deri juga merupakan salah satu pelopor berdirinya Komunitas Pendidik Gizi, dan aktif di kepengurusan Salimah.

Kelebihan Buku


Sama seperti buku-buku sebelumnya kelebihan buku seri ke tiga dari rangkaian happy Parenting with Al-Quran dan sunnah adalah bahasa yang digunakan sangat mudah dipahami karena menggunakan bahasa ringan dan biasa kita jumpai dan kita gunakan sehingga menjadikan buku ini bisa dibaca untuk berbagai kalangan.

Begitu pula dengan tata letak atau lay out buku yang ciamik, membuat para pembacanya tidak mudah mengalami kejenuhan untuk komit menghabiskan bacaannya.

Selain itu, karena buku ini buku baru, jadi teman-teman bisa mendapatkannya, dan juga harga yang ditawarkan sangat terjangkau. Harganya di kisaran 50 ribu - 60 ribu rupiah.

Kekurangan Buku


Sebagaimana menimbang tentang kesukaan para kaum muda masa kini yaitu membaca pada platform online, buku ini belum masuk daftar buku yang bisa dibaca secara online. 

Kesimpulan


Mendidik anak pada fase ini adalah fase tersulit dan membutuhkan bayak pengetahuan tentang hal-hal yang dialami anak tentang peubahan pada fisik dan jiwanya.

Orangtua perlu memperluas wawasannya tentang ilmu parenting sekaligus juga ilmu agama sebagai bekal untuk mewriskannya kembali pada anak, karena pada fase ini anak benar-benar membutuhkan bimbingan yang maksimal dari orangtuanya. 

Fase ini merupakan fase rawan pada perkembangan mental anak. Komunikasi yang baik adalah kunci sukses mendidik anak dalam fase ini. karena anak sudah mulai bisa diajak berpikir secara konseptual sedikit demi sedikit, yang tadinya hanya mampu berpikir secara faktual.

Ranah 3 Warna Full Movie Penggugah Jiwa

Sabtu, 02 Juli 2022

Jika teman-teman penggemar novel karya Ahmad Fuadi, pasti tidak asing ketika mendengar kata 'Ranah 3 Warna'. Novel penggugah jiwa ini merupakan karya trilogi 'Negeri Lima Menara' yang sudah difilmkan juga, dan kini Ranah 3 Warna Full movie telah tayang di bioskop. Menghantarkan sambungan cerita dari Negeri Lima Menara.


ranah tiga warna full movie


Film garapan Guntur Soeharjanto yang diperankan oleh Arbani Yasiz sebagai Alif Fikri  atau sang tokoh pemeran utama,  Amanda Rawles sebagai Raisya dan Teuku Rasya Islamay Pasya sebagai Randai. Film ini diadaptasi dari novel best sellernya kang Ahmad fuadi.


Ahmad Fuadi merupakan salah satu penulis Novel favorit saya. Novel-novelnya ditulis dengan menggunakan bahasa yang sangat mudah dicerna, ringan dan renyah. Selain itu novel-novel Ahmad Fuadi merupakan karya yang di dalamnya banyak ibrah bagi para penikmatnya.


Dalam film Ranah Tiga Warna, saya menganggap film ini memiliki kualitas yang jauh lebih bagus dari film terdahulunya, yaitu Negeri Lima Menara. Selain diperankan oleh artis yang memang terbilang sudah sering muncul di layar kaca. Film ini juga memiliki latar dan alur yang asyik untuk dinikmati serta kualitas gambar yang sangat bagus.


Ranah 3 Warna Full Movie Penggugah Jiwa


Film yang diawali dengan perjuangan Alif untuk melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kembali berjuang untuk bisa menembus kampus favorit yang diimpikan selama ini. Jurusan Hubungan Internasional merupakan impian sejak dia di pesantren dulu.


Cita-cita Alif ingin menjadi seorang jurnalis yang bisa merambah dunia internasional mencoba dia urai jejaknya satu persatu. Penuh perjuangan. Namun dia berusaha untuk tetap gigih, walau kadang terjerembab dalam rasa putus asa dan ingin menyerah.


Mantra kata Man Shobaro Zhafira yang mengandung arti barangsiapa yang sabar maka dia akan beruntung, menjadi pegangan kuat dan penghibur bagi dirinya dikala dia terpuruk. Kata-kata yang merupakan nasihat ulama yang dia dapatkan ketika dia menjadi santri di Pondok Madani.


Man Shobaro Zhafira: barangsiapa yang sabar maka dia akan beruntung. ~ Mahfudzat kata mutiara dan nasihat ulama~


Sepanjang film ini berlangsung, rasa haru dan linangan air mata mewarnai gejolak yang mewakili ekspresi hati. Sedih, haru, bahagia, bangga semua campur menjadi satu. Alur ceritanya benar-benar menggugah jiwa penontonnya. Film ini sangat menggugah jiwa. 


Merasakan Kehidupan Jadi Anak Bandung


Perjuangan Alif  tak sia-sia, dia bisa diterima di Universitas Padjajaran sesuai dengan impiannya. Alif pun berhasil menjejakkan kakinya di Bandung. Moment ketika membaca pengumuman hasil ujian yang dikabarkan melalui surat kabar, menimbulkan rasa haru. Hampir saja Alif tak menemukan namanya di jajaran peserta ujian, ternyata dia belum membuka satu lembar koran yang luput ayahnya lihat.


Bertemu dengan orang-orang baru dan lingkungan baru yang sangat dia impikan membuat Alif sangat semangat dalam menjalankannya. Randai sahabat sekampungnya yang sudah terlebih dahulu di terima di Institut Teknologi Bandung jurusan teknik Penerbangan, siap menampung Alif tinggal bersama satu kos dengannya.


Di scene awal Alif berpapasan dengan gadis cantik yang akhirnya belakangan dia tahu bahwa Raisya nama gadis itu adalah teman satu kampusnya di Universitas Padjajaran. Selayaknya dua insan yang bertemu, nampak di sorot mata keduanya memiliki rasa simpati.


Kehidupan di kampus Padjajaran mulai dia kenali, dan dia mulai menata kegiatan ekstra di kampusnya dengan mengikuti kegiatan kepenulisan. Dia merasa seperti menemukan sambungan jejak yang pernah terputus ketika masa dia menjadi santri. Dia menenggelamkan dirinya kembali di dunia kepenulisan melalui kegiatan majalah kampus yang bertitel "Tibbun". Sebagai sarana melambungkan impiannya yang hendak menjejakkan kaki di negara Paman Sam.


Penggemlengan demi penggemblengan dilakukan oleh sang pemimpin redaksi majalah kampus tersebut, sampai akhirnya Alif terbentuk menjadi seorang penulis yang karyanya bisa enak dibaca dan diakui sebagai karya tulis ilmiah yang berkualitas di kelasnya.


Raisya gadis yang pertama kali dia jumpa ketika awal menjejakkan kakinya di bandung, selau memberikan dukungan dan sudut pandang yang positif demi menyemangati Alif yang kadang mentalnya down, karena sebuah keadaan.


Telegram dari Kampung yang Membawa Kesedihan


Ketika tengah asyik menjalani kehidupan di bandung dan mulai menemui celahnya, tiba pada suatu waktu Alif mendapatkan telegram dan mengabarkan bahwa ayahanda tercintanya sedang terkapar sakit keras.


Alif pun langsung balik kampung untuk menjumpai ayah tercintanya. Dia melihat sang Ayah terbaring lemah, dan akhirnya menyaksikan kepergian sang ayah dengan hembusan nafas terakhir yang berada di pelukannya. 


Dia berhasil membimbing ayahnya membaca kalimat laa illaha illa Allahu. Ayahnya tlah mendidiknya sedari kecil, dengan pendidikan islami, untuk itu dia mampu membimbing ayah dengan meninggalkan jejak zikrullah di lisan terakhirnya.


Alif bimbang untuk kembali meneruskan kuliahnya, dan memutuskan ingin mengabdi pada keluarga mengurus bunda dan kedua adik perempuannya. namun sang ibu melarang Alif dan mendukung agar tetapkembali ke Bandung dan menyelesaikan kuliahnya. Akhirnya Alif pun kembali. Mengukir mimpinya.


Jika film negeri lima menara mengangkat kata Man Jadda wa Jadda yang artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan menggapai keberhasilan, Man Shabara Zafira menjadi kata yang diangkat menjadi tema dalam film ini.


Ujian yang dia terima ketika dia berusaha untuk bisa mandiri dengan tidak menggantungkan biaya kuliahnya pada sang bunda, klaimat man shabara zafira jadi pemacu semangat di kala terpuruk. Dia harus bekerja part time di warung nasi padang, bahkan sampai menjadi pedagang kain.


Kelebihan dan Kekurangan Film


Ranah 3 Warna full movie yang telah ditunggu kehadirannya ini, saya rasa akan menjadi film yang banyak diminati. alur film yang cepat dan tidak bertele-tele, membuat film ini sangat menarik untuk ditonton. saya pribadi memiliki kesan yang sangat bagus untuk film ini. Sebuah karya anak bangsa yang perlu diapresiasi.


Jalan cerita film ini sangat menarik, pengambilan gambar pun sangat apik. Hanya saja saya meresa back sound atau soundtrack lagu yang dipakai agak kurang menggigit.kurang mengena dengan alur cerita ini yang begitu menggugah. Soundtrak lagunya terlalu pelan kurang memberikan gelora pada jiwa.


Jalan cerita secara keseluruhan sangat bagus dan menggugah hati setiap yang menonton. Mengena di jiwa. Pengalaman hidup tokoh Alif yang berpegang pada nasihat ulama, bekal yang dia dapat ketika menjadi santri di Pondok Madani, menimbulkan euforia bagi tokohnya dan juga yang menyaksikan. Untuk itu Ranah 3 Warna full movie layak dikatakan sebagai film penggugah jiwa.


Sahabat Insnita patut menyaksikan film ini, banyak sekali nilai yang bisa diambil dan dijadikan pelajaran terutama rasa semangat yang ditumbuhkan dari kata-kata Man Shabaro Zhafira, begitu menjadi mantra penyembuh yang luar biasa. Ranah 3 Warna full movie merupakan film yang RECOMENDED.


Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger