Tampilkan postingan dengan label Jurnal Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jurnal Ibu Profesional. Tampilkan semua postingan

Hari yang berkesan Banyak Ilmu Bertaburan

Jumat, 22 Juli 2022

Mengikuti banyak kegatan dalam satu waktu bukanlah hal yang mudah. Jatuh bangun untuk terus menata hati agar kuat dan sanggup bertahan. Kadang helaan nafas panjang dan berat juga sempat singgah. Namun apadaya, ketika ada rasa terselip ingin menyudahi, kata hati sungguh tak merestui. Tiba waktunya pada hari ini , akhirnya di salah satu kelas yang saya ambil merayakan kelulusan dari program matrikulasi Institut Ibu Profesional. Alhamdulillah 'ala kulli hal hari yang berkesan banyak ilmu bertaburan.


selebrasi ibu profesional


Acara selebrasi kelulusan matrikulasi Institut Ibu Profesionalini sangat berkesan dan membuat terharu semua anggotanya. Kekompakan semua divisi dalam mempersiapkan acara ini sangat menentukan keberhasilan perayaan yang berlangsung. Hanya dalam waktu 2 hari saja mempersiapkan acara ini, namun euforianya berasa sampai tulamg sumsum.


Bahagia, haru, sedih sekaligus bangga membalut perasaan kami semua. Tiga bulan masa matrikulasi kami lalui bersama, saling mengingatkan, saling mengisi, saling menyapa, saling berbagi. Aura kekompakan sangat kental kami rasakan. Akhirnya kami bisa berlabuh dengan bahagia setelah mengarungi samudera amarta dengan menuntaskan 10 misi. Berlabuh dengan bahagia akhirnya kami jadikan tema di selebrasi matrikulasi WAG alias WhatsApp Grup 2.


Saya yang termasuk orang yang merasakan euforia haru dan bangga serta bahagia begitu melekat dalam hati saya. Decak kagum dan rasa salut yang sangat luar biasa saya persembahkan untuk seluruh jajaran tim matrikulasi batch 10 ini. Dari mulai Kaptenik, Baruna, penjelajah, Hima dan semua jajaran terkait yang bisa mewujudkan terselenggaranya matrikulasi batch 10 ini, khususnya kepada founder dari program spektakuler ini, Bu Peni dan Pa doddi. Barakallahu.


Menjadi Bagian dari Kalian Memiliki Arti


Mengambil peran sebagai tim media yang diketuai oleh Teh Inna membuat saya banyak belajar dalam proses pembuatan flyer, video, undangan, kata sambutan dan lainnya. Bahkan saya juga belajar bagaimana cara mengkoordinasikan sebuah acara, meski kami tak pernah saling bertatap muka dan tak kenal sebelumnya. Aliran rasa yang kami punya yang mampu menyatukan kami begitu dekat. MasyaAllahu tabarakallahu.


Bunda dalam program matrikulasi batch 10 ini masih bisa membagi waktu dan perannya di ranah domestik dan juga ranah sosial. Diam-diam saya menyimpan kagum pada mereka. Walau direpoti dengan buah hati yang masih  kecil, malah kebanyakan di usia balita, tetapi mereka masih bisa tetap berkarya dan mengambil peran memporsikan diri.


Saya pun tak mau kalah, donk dengan para anak muda ini. Usia sudah cukup matang namun semangat harus tetap muda dan membara. eeaa. Demi memiliki andil dalam program selebrasi matrikulasi batch 10 ini akhirnya saya putuskan untuk membantu membuat flyer. Berkolaborasi dengan Teh Inna akhirnya flyer ini memberikan kesan di hati teman-teman matrikulasi. Penasaran sama flyernya? Kasih tau, ga, yaa? Hehe... 


selebrasi matrikulasi


Nah desain flyer ini yang menggantikan sosok diriku dalam video selebrasi kelulusan matrikulasi batch 10. Kok, bisa? Hihi, saya yang notabene orangnya rada pemalu kalo diminta tampil, kecuali jika memenuhi kewajiban saja, sudah cukup puas dengan desain kata "Beach Carnival" jadi terpampang disepanjang penayangan acara selebrasi matrikulasi batch 10. Yeaay...


Hari yang Berkesan Banyak Ilmu Bertaburan


Alhamdulillah bersyukurlah jika kita masih diberikan kesempatan oleh Allah ta'ala, untuk terus berkarya dan mengabdi serta tetap meng-upgrade diri. Haru itu bertambah-tambah, ketika harus menghadiri di 3 sesi kelas yang waktunya berbarengan. Bisa kebayang, kan? 

Namun tak dinyana, Allahu ta'ala memberikan kekuatan untuk aku bisa memecah dan membagi perhatian, mesti ada jeda di masing-masing moment. Tiga acara sekaligus dalam satu waktu atau bahkan lebih, hampir menjadi makanan mingguan yang harus aku lewati di beberapa bulan ini.

Mungkin inilah kondisi setiap orang jika melakukan sesuatu sesuai dengan passion-nya alias sesuai dengan gairah dan semangatnya. Ada big why yang sudah tersemat dari setiap kegiatan yang dia tekuni, sehingga walau banyak darah, air mata serta perjuangan keras yang harus dilewati, bahkan singgah juga rasa jenuh, namun rasa bahagia, semangat dan kepuasan  itu tetap terselip.

Tiga kelas yang kuikuti ini diantaranya, kelas blogspedia coaching, Kelas Sharing ilmu ODOP tentang konflik dan analogi cerpen. dan kegiatan selebrasi matrikulasi batch 10. Luar biasa padat. Namun hatiku senang, walaupun kelas blogspedia coaching materi kali ini sangat menguras otak dan pemikiran. Cara mempercantik blog dengan HTML, nah lho mumet, kan? HiHi...iya banget. Mumet, tapi balik lagi ke awal, yaitu tetaap senaang.


Menjadi Change maker bagi Keluarga

Sabtu, 16 Juli 2022

Alhamdulillah program Matrikulasi pada Institut Ibu Profesional (IIP) yang saya ikuti saat ini, sudah memasuki tahap akhir. Bisa dibilang sangat membahagiakan, karena mampu melewati proses panjang dari kegiatan matrikulasi yang berjalan hampir 3 bulan ini. Berharap dengan bekal ilmu yang saya dapatkan saya mampu menjadi agent of change atau change maker dalam keluarga kecil saya.


change maker bagi keluarga


Hampir mau nyerah, tapi terus berusaha menguatkan diri untuk bisa kuat mengerjakan setiap tantangan yang diberikan. Allahu maha baik pasti akan selalu memberikan jalan dan solusi bagi hambanya yang memang benar-benar ingin berusaha. Shadaqallahul adziim.


Tugas terakhir di matrikulasi kali ini adalah bagaimana kita mampu menjadi change maker, dan saya memilih tema dengan memberdayakan diri saya bagi keluarga saya, dengan cara menerapkan ilmu-ilmu yang sudah saya dapatkan pada proses matrikulasi di IIP.


Perubahan yang Kulakukan untuk Keluargaku


Sejak mengikuti program matrikulasi di IIP dan beberapa work shop yang saya ikuti di 3 bulan terakhir ini, saya jadi terbiasa mengelola waktu secara efisien dan efektif. Karena jika saya lalai tidak bisa mengerjakan setiap misi di sejumlah pelatihan yang saya ikuti, maka konsekuensinya akan dikeluarkan dari program pelatihan tersebut.


Sadis..!! Tapi memang harus seperti itu. Banyak sekali manfaat yang saya rasakan. Salah satunya saya lebih disiplin dalam mengelola waktu. Merasa sayang sekali jika menggunakan waktu untuk hal-hal yang tidak mendesak sekaligus tidak penting.


Si ade yang sebelumnya masih sering berleha-leha dalam mengerjakan tugas, ketika melihat ibunya sibuk berkarya, jadi ikut terpacu juga untuk berkegiatan. Tangkas dan cekatan, karena tidak mau kalah oleh ibunya. 


Analisis Langkah yang Kuterapkan pada keluargaku


Hal ini saya coba terapkan juga kepada anak-anak saya yang semuanya sudah beranjak dewasa, hanya yang bungsu saja yang baru memasuki peralihan dari masa anak-anak menuju masa remaja. Saya terapkan kebiasaan disiplin yang biasa saya lakukan untuk diri saya, kepada keluarga saya, untuk melatih diri mereka menjadi orang yang bisa menghargai waktu dan juga kesempatan.


Karena kesempatan itu terkadang tidak datang dua kali. Untuk itu jika ada keluangan kita dalam kegiatan yang sedang kita ikuti, terus berusahalah untuk bisa mengikuti setiap stepnya. Walau perlahan namun tetap terselesaikan.


Alhamdulillah its work. terutama saya terapkan disiplin waktu pada anak bugsu saya, yang memang penuh waktunya masih terus bersama saya, sedangkan kakak-kakaknya sudah hidup terpisah, karena sudaha memasuki jenjang perguruan tinggi. 


Si adek pun saat ini mulai enjoy dengan perubahan skema kegiatan yang harus dia jalani. Tertib kegiatan dari pagi hingga malam hari. Bangun pagi, salat, tadarus sekaligus murajaah dan juga menambah hapalan ayat. Setelah itu lanjut dengan aktivitas persiapan berangkat sekolah. Pulangsekolah langsung makan dan lanjut berkarya, apa saja yang di aingin karyakan, dari melukis, mengerjakan tugas sekolah, dan melihat program di sosial media yang dia senangi lalu dia praktikan secara langsung.


Alhamdulillah, anak-anak yang jauh pun saya coba arahkan lewat voice call maupun video call. Alhamdulillah secara teratur saya coba bentuk anak-anak menjadi pribadi yang lebih mandiri dan menghargai waktu.


Bukti Cintaku pada Keluarga


Apa yang coba kulakukan untuk Keluargaku adalah bukti cinta yang kupersembahkan untuk mereka. Aku ingin mereka menjadi pribadi yang bisa bermanfaat bagi umat, dan negara. Menjaadi manusia seutuhnya. Hamba Allah yang taat yang bisa menyeimbangkan fungsinya dan kewajibannya dalam memenuhi tugas dunia dan akhiratnya.


Sebagai seorang ibu, ingin rasanya meninggalkan kenang-kenangan indah, berupa nilai utama kepada buah hati tercinta. karena saya rasa ini adalah bentu warisan yang paling berharga dibanding dengan warisan harta dan benda.


Mewariskan nilai baik akan sangat bermanfaat bagi kehidupan anak-anak kelak. Berharap mereka tumbuh menjadi pribadi yang murah hati, disiplin dan bisa menghargai waktu, kehidupan bahkan yang utama sesungguhnya segala yang mereka upyakan adalah dalam rangka untuk menghargai dirinya sendiri. 


Surat Cinta Terbuaka Untuk kalian keluargaku


Kusampaikan betapa kau sangat mencintai kalian. Apapun aku lakukan agar kalian bisa bahagia dan menjadi manusai yang sukses dunia dan akhirat. Berarti bagi diri sendiri dan bisa bermanfaat untuk sesama. Ibu tak ingin kalian menjadi manusia-manusia lemah yang terpuruk dan menyerah. Ibu hanya ingin kalian menjadi manusai mandiri yang memiliki arti.


Mohon maaf, jika ibu selama ini sering kali keras dan terkesan cerewet, itu semua semata-mata agar kalian memiliki masa depan yang cerah dan mampu meniti hari dengan riang dan gembira. Memaknai setiap kesempatan hidup yang Allah berikan. Bertekad menjadi diri dan pribadi yang ingin terus berkembang dan memperbaiki.


Aku adalah ibu, yang hanya berposisi menjadi ibu. Tempat kalian bertumbuh di rahim yang kumiliki. Semoga kalian bangga dan bahagia bisa tumbuh dan besar dalam rangkulan ku. Menjadi bagian darahku dan hidupku.


Pelukku untuk kalian yang selalu kucinta dan kuperjuangkan. Love


Respon Keluarga Atas Apa yang Aku Usahakan


Anak-anak merasa bersyukur telah dibimbing oleh ibunya. Walau pada praktiknya mereka kadang mengeluh, karena inginnya terus main, main, dan bersantai ria. Namun ketika manfaatnya bisa langsung mereka rasakan. Mereka sangat bersykur dan mengucapkan terimakasih kepada saya , karena tidak ada letihnya untuk cerewet terus menerus mengingatkan apa yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab mereka.


Kewajiban dan tanggung jawab di rumah, kepada diri dan juga tugas sekolah, bisa mereka kerjakan tepat waktu, dan mereka pun tidak kesulitan untuk berinteraksi denganpara ibu dan bapak guru di sekolah.


Sering mendapatkan pujian karena tugas yang diberikan selalu dikerjakan tepat waktu denagn cara pengerjaan yang rapih. Tugas diselesaikan dengan baik dan makin dicinta oleh teman dan bapak ibu guru membuat anak-anakku semakin semangat dalam berkarya dan percaya diri. 


Setelah aku sampaikan harapan-harapan indahku untuk mereka melalui surat, mereka sangat berbahagia, dan merasa beruntung memiliki aku sebagai ibu mereka. Alhamdulillah 'ala kulli hal.



****


Alhamdulillah, demikian sekelumit cerita tentang progress pesan cinta yang kudapatkan karena mengikuti kegiatan di Institut Ibu Profesional. Semoga ke depannya pun tetap lancar. Tingkatan prosesnya bisa diikuti dengan baik. Alhamdulillah binikmatillahi thatimusshalihat. Semangat terus melaju ke program perkuliahan bunda. Salam literasi, semangat terus berkarya.



Zona4

PenjelajahPelabuhanSamuderaAmarta

Matrikulasi10

InstitutIbuProfesional

IbuprofesionalforIndonesia

ip4id2022

womenincooLABoration


Parade Karya Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Kamis, 07 Juli 2022

Alhamdulillah Matrikulasi Institut Ibu Profesional hampir mendekati masa akhir. Itu artinya perkuliahan resmi akan dibuka tidak lama lagi. Agak tertatih untuk memenuhi tugas dalam Matrikulasi memasuki jenjang perkuliahan di Institut Ibu Profesional, namun alhamdulilah saya tetap diberikan kekuatan untuk terus bisa melaksanakan setiap misi yang diberikan.

Satu pekan lagi matrikulasi ini akan berakhir. Ada rasa sedih karena pastinya akan rindu momen-momen ini. Semoga apa yang didapat dari materi yang disampaikan di matrikulasi IIP batch 10 ini dapat bermanfaat khususnya bagi saya dan umumnya bagi teman-teman semua.


Di masa akhir matrikulasi, para mahasiswa diminta untuk membuat parade karya. Hal ini merupakan wujud dari keseriusan para mahasiswa matrikulasi batch 10 dalam menyalurkan apa yang dirasa, dipikir dan dilakukan, selama proses memjalankan misi yang ada di matrikulasi. Selaras dengan unsur yang ada dalam diri manusia yaitu cipta, rasa dan karsa.


Parade Karya Matrikulasi Institut Ibu Profesional


Parade karya yang saya tampilkan kali ini adalah sharing sesion tentang "Trik dalam Mencukupi Kebutuhan Gizi Anak" yang disampaikan oleh bestie saya Mba Mariska dari Ibu Profesional Regional Sidoarjo. Selain itu saya juga memberikan sumbu pengobar kesadaran para orangtua agar mengerti tanggung jawabnya dalam menjaga anak serta mengerti akan kebutuhan anak serta mengaitkan dengan hadits Rasulullah.


parade karya matrikulasi batch10


Parade karya sharing session kami tampilkan dalam kelas yang dikelola melalui WhatsApp Grup. Durasi waktu yang kami gunakan  adalah 45 menit sesuai dengan arahan dari Institut Ibu Profesional. Dimulai dari pukul 20:00 sampai dengan 20:45. 


Kuliah whatsApp


Alhamdulillah sharing session, yang kami adakan dihadiri oleh sekitar 80 an orang peserta, yang ingin sama-sama belajar tentang ilmu gizi anak. Kami merasa ini sebuah momen yang luar biasa. Trimakasih kami haturkan kepada semua teman-teman yang menyempatkan diri untuk ikut menghadiri kelas kami.


Antusias Dari teman-teman Sharing Session Bikin Terharu


Durasi waktu yang sangat terbatas, menjadikan kami tidak bisa berinteraksi berlama-lama dengan teman-teman di kelas WAG (WhatsApp Grup). Hal ini menyebabkan materi yang disampaikan juga kurang bisa meluas.


Parade karya


Teman-teman para peminat WAG Class pun dengan terpakasa hanya diberikan kesempatan bertanya hanya untuk lima orang penanya, dan sepertinya masih menyisakan ketidakpuasan. Ini menjadi bukti bahwa betapa banyaknya para ibu yang berminat mendalami ilmu gizi anak. Bravo untuk para mommy yang sangat perduli pada kesehatan anak.


Saya berinisiatif untuk menanyakan kesediaan Mba Mariska yang notebene seorang nutrisionist yang sudah berpengalaman di bidangnya ini apakah bisa jika ada peserta yang ingin menanyakan lebih lanjut perihal gizi anak kepadanya.


Alhamdulillah dengan berbesar hati Mba Marisa bersedia untuk menyanggupi konsultasi pribadi, jika ada peserta yang memiliki permasalahan gizi yang sulit diatasi pada anak-anak permata hatinya.


Akhirnya acara pun selesai dan misi 9 pun berhasil kami tunaikan, alhamdulillah. Memang masih jauh dari kata sempurna, karena kami masih dalam proses untuk terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas.


Wah kelas


Untuk itu kami siap menerima ilmu, dari para pendahulu kami yang tentunya sudah sangat mempuni ilmunya. Demi memperbaiki kekurangan yang sudah kami lakukan. MasyaAllahu tabarakallahu.


Demikian laporan sekilas pandangan mata tentang parade karya Institut Ibu Profesional kelompok saya di matrikulasi batch 10. Salam semangat selalu. Semoga kita bisa berjumpa lagi di lain kesempatan. Sampai jumpa di misi selanjutnya.


Zona4

PenjelajahPelabuhanSamuderaAmarta

Matrikulasi10

InstitutIbuProfesional

IbuprofesionalforIndonesia

Ip4id2022

womenincooLABoration

Susun 4 Kuadran Aktivitas, Cara Menentukan Skala Prioritas

Jumat, 01 Juli 2022

Susun 4 kuadran aktivitas adalah cara menentukan skala prioritas, agar kamu bisa meraih kesuksesan. Begitulah kira-kira slogan yang banyak ditabur pada seminar-seminar motivasi. Begitu juga dalam webinar Institut Ibu Profesional kali ini yang dipandu oleh Widyaiswara Yayan Nurlian.


4 kuadran aktivitas


Ada 5 point yang dibahas dalam webinar dalam jelazah zona ke 4 di masa matrikulasi ini, yaitu Definisi karya produktif, mangapa harus berkarya, kriteria karya yang membahagiakan, bagaimana menyiapkan sebuah karya dan bagaimana berkarya di era digital.


Pembahasan kali ini sangat menarik. Lebih tepatnya setiap pembahasan di materi matrikulasi selalu menarik. Menyusun 4 kuadran aktivitas adalah teori tentang skala prioritas yang dirumuskan oleh steven Covey dalam bukunya "First Think First".


Steven R Covey dalam menentukan skala prioritas membaginya dalam 4 kuadran yang terdiri dari kuadran pertama untuk hal-hal yang prioritas dan mendesak, kuadran kedua untuk hal-hal yang  prioritas dan tidak mendesak, kuadran ketiga penggolongan untuk hal yang tidak prioritas tapi mendesak, dan kuadran ke 4 yaitu penggolongan kegiatan yang tidak prioritas dan tidak mendesak.


Susun 4 Kuadran Aktivitas Sebagai cara Menentukan Skala Prioritas


4 kuadran aktivitas yang diarahkan dalan materi zona 4 di jelazah zona kali ini juga mengajak para penjelajah untuk menentukan 4 kuadran  aktivitas menjadi 4 kelompok kegiatan, 4 kelompok kegiatan tersebut terbagi dalam kegiatan suka dan bisa, suka tapi belum bisa, bisa tapi tidak suka, tidak bisa dan tidak suka.


cara menentukan skala prioritas

Dalam kuadran aktivitas ini saya akan coba menentukan apa yang menjadi kegiatan yang sangat penting dan menjadi prioritas melalui hal-hal yang saya sukai dan membuat saya bahagia.

1. Kegiatan yang saya Suka dan Saya Bisa

Ada beberapa kegiatan yang saya suka namun juga sekaligus bisa, diantaranya yaitu memasak, membuat kue, traveling, mengajar, Mendesain baju, menulis, blogging.


2. Kegiatan yang Saya Suka tapi Belum Bisa


Beberapa kegiatan yang saya suka tapi belum bisa diantaranya adalah hair stylist, make up, decorating cake, membuat prakarya dari tanah liat.

3. Kegiatan yang Saya Bisa Tapi Tidak Suka


Beberapa kegiatan yang saya bisa tapi tidak suka diantaranya yaitu saya bisa menyetrika baju namun kurang suka dalam melakukannya, 


4. Kegiatan yang Tidak Bisa dan Tidak Suka


Ada beberapa kegiatan yang tidak bisa dan juga tidak suka diantaranya olahraga high impact, Berenang di laut, main sky, main basket dan masih banyak lagi saya kira hahah.

Aktivitas Membahagiakan yang Selalu Bersemangat dan Berbinar dalam Mengerjakannya


Aktivitas yang selalu semangat dalam mengerjakannya adalah Blogging, coong dan baking. ini adalah jenis aktivitas yang saya senangi. Begitu juga dengan traveling sambil kuliner icip-icip
makanan khas ketika melakukan traveling, ini sangat membuat saya berbinar dalam melakukannya.


Rencana Hasil karya Kreativitasku



karena kegiatan yang sedang saya geluti sekarang ini adalah dunia tulis menulis, saya ingin sekali menerbitkan buku solo hasil karya saya. Semoga bisa terlaksana.

usaha yang saya lakukan untuk mencapai ke arah sana adalah sedang terus berusaha belajar mencari ilmu di bidang kepenulisan.


Piramida Ibu profesional

Sabtu, 18 Juni 2022
Masuk pada pos 7 jelazah zona kali ini mengangkat tema tentang "Piramida Ibu Profesional". Webinar ini diselenggarakan pada hari senin tanggal 13 Juni 2022 pada pukul 20.00. Widyaiswara yang membeberkan materi kali ini disampaikan oleh Mba Farida Ariyani.

Bentuk piramida profesional yang bertumpuk bersatu antara piramida atas dan piramida bawah memiliki makna yang mendalam. Piramida atas menggambarkan pengembangan keprofesionalan wanita dari sisi internal dirinya dan pengabdiannya terhadap keluarga.

Piramida bawah adalah andilnya seorang wanita dalam ranah eksternal dirinya dan keluarganya, yaitu peran sertanya di dalam masyarakat. Digembleng agar mampu menjadi agen perubahan dan memberi dampak positif. 

Piramida atas dan bawah saling terkait dan berkesinambungan. Keduanya harus selaras dan sejalan agar seimbang. Dari sisi internal terus memperkaya diri dengan asupan gizi ilmu dan pengetahuan. Di sisi eksternal, mampu menjadi wanita yang produktif dan menjadi agen perubahan di lingkungan sosialnya.

piramida ibu profesional


Piramida Ibu Profesional


Piramida ibu profesional seperti yang telah dijelaskan di atas  merupakan piramida bertumpuk antara piramida atas dan piramida bawah, keduanya saling terkait dan saling berkesinambungan.

Piramida ibu profesional dirancang sedemikian rupa agar para wanita menyadari fungsinya yang sangat vital bagi keberlangsungan hidup di dunia dan berfek juga pada kehidupan akhiratnya. Saling selaras dan menunjang demi peran yang seimbang antara ranah internal dan eksternal, yang digambarkan melalui keterkaitan antara piramida atas dan piramida bawah.

Piramida atas


Modal utama seorang ibu adalah kemauan yang bersungguh-sungguh untuk mengembangkan dirinya menjadi ibu yang memiliki kaya ilmu. Piramida atas berbicara tentang ranah internal dari seorang wanita yang emiliki profesi ganda, menjadi seorang ibu sekaligus istri dan wanita dalam porsi umum.

Ranah internal seorang wanita harus terus memperkaya dirinya dengan ilmu dan pengetahuan. meningkatkan kapasitas diri dengan terus bergerak meluaskan wawasan dan menumbuhkan kecintaan pada dunia keilmuan.

Dalam perkuliahan berjenjang di program Institut Ibu Profesioanl Pengalaman ilmu ini akan diperoleh pada jenjang perkuliahan  Bunda Sayang dan Bunda Cekatan. Untuk penjelasan kurikulum dalam perkuliahan Bunda Sayang dan Bunda Produktif, bisa dijelaskan  pada sesi pertemuan selanjutnya.

Piramida Bawah


Ranah eksternal, seorang wanita harus terus maju dan bergerak. Menunjukkan eksistensi dirinya di ranah publik. Berusaha memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya, berbagi kebermanfaatan serta bisa menjadi agen perubahan, memajukan kesejahteraan umat.

Namun, tetap menjadikan keluarga sebagai prioritas utama, di samping menjalankan peran ganda untuk memberikan dampak positif pada lingkungan sekitar, karena segala aktivitas yang dilakukan selalu berdampingan dan beriringan dengan tugas utamanya yaitu sebagai seorang istri dan seorang ibu.

Piramida bawah dalam ibu profesional ini menunjukkan seorang ibu yang produktif namun tak meluakan peran utamanya. Aktivitas merupakan ikhtiyar sebagai penjemput rizki dengan cara meluaskan networking atau jaringan kerja.

Ilmu dan pengetahuan tentang pemberdayaan ranah eksternal akan dikembangkan di dalam perkuliahan Bunda Produktif dan Bunda Shalihah. Kurikulum pada perkuliahan ini akan dijelaskan pada pertemuan yang akan datang.

Dalam perkuliahan Bunda Produktif dan Bunda Shalihah ini, ada revitalisasi makna seorang ibu. Makna revitalisasi di sini adalah menghidupkan dan menggiatkan kembali peran wanita sebagai ibu, istri dan juga wanita pada porsi umum sebagai individu. Ketiga peran ini harus difungsikan secara proporsional.

Misi Piramida Institut Ibu profesioanal


Piramida Institut Ibu Profesional yang terdiri dari piramida atas dan bawah, sebagaimana yang sudah dijabarkan di atas memiliki misi yang harus diemban oleh setiap wanita dan ibu. Kedua fungsi wanita di ranah internal dan eksternal bermuara pada  misi dan tujuan yang sudah dirumuskan. Misi ini terkait dengan misi yang ada di dalam Institut Ibu Profesional dan  juga misi yang terkait pengembangan diri sendiri. 


Misi Institut Ibu Profesional


Seperti yang telah dijabarkan pada pembelajaran tentang misi ibu profesionalCore value yang menekankan bahwa kita sebagai seorang wanita harus terus belajar, berkarya, berkembang, berbagi dan berdampak, sebagaimana yang telah diterangkan dalam nilai inti dari seorang ibu profesional.

Core value ini harus diimbangi dengan 5 karakter ibu profesional yang harus terus dilatih, dengan cara terus belajar menerapkan dalam keseharian kita. Karakter yang semangat terus untu belajar, tidak harus diminta untuk mengetahui suatu ilmu,  mengerti apa yang harus dilakukan sebagai prioritas utama, menghargai waktu, dan perduli terhadap sesama.

Semua itu harus ditekadkan untuk menjadi kebiasaan dan tidak merasa sulit serta berat ketika kita menjalankannya, sehingaa kelima karakter ibu profesional tersebut sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari yang kita jalani.

Dalam menjalankan nilai inti  dan karakter ibu profesional, jalani dengan perasaan suka cita. Terapkan mantra ibu profesional, yaitu ngobrol bareng, diskusi bareng dan main bareng. Terapkan dengan pengamalan yang didasari dengan hari ikhlas dan saling pengertian. InsyaAllah segala kesulitan akan teratasi dengan baik.

Jangan Lupa untuk melakukan Core Value dan merepakan 5 karakter ibu profesional, selain menerapkan 3 mantra ibu profesional, juga mentaati peraturan dalam COC (code of conduct) peraturan atau etika dalam Institut Ibu Profesional (IIP)

Misi diri


Lihat kembali perjalanan misi diri yang sebelumnya pernah kita susun, lalu telaah, adakah ketrkaitannya dengan IP? Pasti ada dong, ya!

Lalu telaah kembali dan kai ulang apakah misi diri yang sudah kita susun sebagai bekal apakah berjalan sesuai dengan rencana? Jika belum atau tidak berjalan sesuai rencana,  apa yang harus direncanakan selanjutnya agar misi bisa tercapai?


Belanja Tacit Knowledge dari KAHIMA Tentang Jenjang Perkuliahan Di Institut Ibu Profesional


tacit knowledge hima banten


Belajar dari pengalaman para pendahulu juga merupakan modal bagi kemajuan taraf kehidupan kita ke depannya. Membentuk pribadai menjadi lebih kuat berdasar atas pijakan para pendahulu juga merupakan langkah yang harus diambil, agar kita bisa nerpikir lebih bijak lagi ke depannya.

Pada materi 7 kali ini, para peserta matrikulasi perkuliahan di Institut Ibu Profesional harus mengambil dan belajar dari pengalaman senior regional masing-masing.

Kebetulan saya berasal dari regional Banten, maka saya pun banyak mengambil pelajaran dari para pendahulu saya yang sudah terlebih dahulu mengenyam perkuliahan di Institut Ibu Profesional. Para Kahima yang dengan cekatan menceritakan pengalaman belajarnya saya serap secara saksama.

Kebetulan Hima Regional Banten memiliki kegiatan yang sangat banyak dan para pengurusnya pun aktif dalam melancarkan program-program penunjang dalam perkuliahan Ibu Profesional.

Pertemuan Hima Regional dalam tema Tacit knowledge atau sharing pengalaman berlangsung pada hari kamis 16 juni 2022 melalui fasilitas Zoom Meeting. Pada kelas matrikulasi ini merupakan ajang persiapan para ibu untuk memasuk jenjang perkuliahan yang terdiri dari 4 jenjang, yaitu bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif dan bunda sholihah.

Seperti yang telah dijelaskan di awal bahwa bunda sayang dan bunda cekatan merupakan pengayaan ilmu untuk meningkatkan ka[pasitas ibu di ranah internal yaitu piramida atas. Sedangkan perkuliahan pada Bunda Produktif dan Bunda Dhalihah adalah pengayaan ilmu serta aplikasinya dalam aspek eksternal yaitu berupa pengabdian di masyarakat dan berfungsi sebagai agen perubahan.

Jenjang Perkuliahan Institut Ibu Profesional


Saat ini Institut Ibu Profesional Batch 10 sedang dalam masa matrikulasi dan akan segera memasuki masa perkuliahan. Hasil sharing session dengan para mahasiswa di Hima Banten sangat menggugah semangat belajar kami yang masih di tahap matrikulasi.

Saya sendiri mengamati dan mencermati setiap pembagian jenjang perkuliahan dengan sangat antusias, ingin segera mewujudkan langkah ke arah sana. Perkuliahan Institut Ibu Profesional. Hasil sharing and caring para mahasiswa Hima Banten, diantaranya memperjelas pos-pos pembelajaran yang ada di setiap jenjang perkuliahan. Bisa teman-teman cermati seperti peta gambar di bawah ini:

jenjang perkuliahan institut ibu profesional
Sumber gambar: Grup Whats App Matrikulasi Batch 10 Hima Banten



Selamat berjuang teman-teman semua, semoga penjelajahan kita sampai pada titik akhir. Selalu semangat, meski banyak rintangan menghadang. Salam Semangat. Salam Ibu profesional.






Referensi


https://www.ibuprofesional.com/post/piramida-ibu-profesional

htpps://institutibuprofesional.com/tentang-iip

Webinar Piramida Ibu Profesional yang Berlangsung Hari Senin tanggal 13 Juni Pukul 20.00 WIB

Wbinar Sharing session Tacit Knowledge Kahima Banten Kamis 16 Juni 2022 pukul 19.30 WIB

5 Karakter Moral Ibu Profesional, menyempurnakan akhlak

Jumat, 10 Juni 2022

Tiba pada misi 6 di sesi matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP). Materinya tentang karakter moral yang harus dimiliki oleh ibu profesional. Ada 5 karakter moral. Karakter moral ini yang akan mengantarkan seorang wanita untuk menjadi wanita sejati, seorang ibu, istri dan juga  wanita dalam porsi umum. 


Materi yang disampaikan oleh WI alias Widya Iswara Hamidah Rina Mantiri ini, dibawakan dengan sangat apik. Pembawaan Mbak hamidah yang kalem, membuat teduh setiap hati yang mendengarkannya. Lembut, namun tetap mampu membangkitkan semangat belajar kami para IPers. Terimakasih Mba Hamidah.


karakter moral ibu

Materi yang disampaikanoleh Mba Hamidah ini mengingatkan  ketika saya kuliah magister dulu. Tesis saya yang berjudul Pendidikan karakter Anak Usia Dini Berbasis Metode Montessori menjabarkan tentang pendidikan karakter yang akan didapat oleh anak melalui sebuah metode  yang dikembangkan oleh Doktor Maria Montessori.


Dalam tesis saya dijabarkan bahwa pendidikan karakter yang diterapkan kepada anak dengan berbasis Metode Montessori dianalisis melalui rumusan karakter moral yang digagas oleh Thomas Lickona. Rumusan karakter moral Thomas Lickona ini diantaranya moral knowing, moral feeling dan moral action.


Hebat dan keren. Kata ini yang saya garis bawahi untuk materi kali ini. Materi yang disampaikan menandakan benar-benar dikaji secara ilmiah, dan diolah dengan cara unik ala Bu Septi dan Pa Dodi sebagai pendiri dari institut ibu profesional ini.  Ditambah juga penyampaian yang luar biasa dari WI Hamidah. Luar biasa.


Apa saja gagasan ibu profesional tentang karakter moral yang harus dimiliki oleh para ibu? Simak penjelasannya dibawah ini, ya, Sista.


Moral Knowing Ibu profesional


Keterkaitan rumusan pendidikan karakter Thomas Lickona pada aspek moral knowing ibu profesional ini memiliki rumusan yang sangat apik yang disusun oleh pendiri ibu profesional dan tim.


Rumusan karakter moral ibu profesional sangat layak dan harus diterapkan oleh setiap ibu yang menginginkan dirinya berkembang ke arah yang lebih baik dan bisa menghandle segala urusan yang menjadi kewajibannya secara profesional. Bahagia menjadi ibu dan mau terus belajar.


karakter ibu


5 karakter moral yang harus di tanamkan dalam jiwa seorang ibu ini harus benar-benar dilakukan sepenuh hati dan dengan perasaan yang bahagia serta ikhlas. 5 karakter moral yang harus ditanamkan diantaranya adalah:



Never Stopped learning, The Mission Alive


Never stopped learning.  Artinya jangan pernah berhenti belajar. Seorang ibu profesional jangan pernah berhenti belajar. Belajar ilmu apa saja yang dibutuhkan untuk menunjang profesinya sebagai seorang ibu. Ilmu apa yang perlu dipelajari oleh para wanita? Sesuaikan dengan kebutuhan dan kesempatan. Ibu bahagia memiliki kemerdekaan dalam belajar.


Ilmu di dunia begitu luas, para wanita dalam menjalankan fungsinya sebagai ibu, istri dan wanita secara umum, diperlukan ilmu penunjang yang menyertai, agar dia mengerti tentang bidang garapannya. Selain itu juga belajar tentang ilmu yang dibutuhkan akan membuat seorang ibu merasa ringan. Keringanan ini yang akan menggiringnya untuk memiliki hati yang bahagia.


kalo menurut saya ilmu pertama yang dibutuhkan oleh seorang ibu yang harus disegerakan adalah ilmu parenting. Ilmu parenting ini banyak ragam spesifikasinya. Ada tentang cara menggendong anak, cara menyusui, pengetahuan tentang gizi dan kesehatan, konsep bermain, stimulasi dan lainnya. Ada baiknya seorang ibu secara bertahap mulai mempelajari. Agar bisa enjoy mendampingi tumbuh kembang anak.


Sambil belajar ilmu parenting, bisa juga belajar ilmu lainnya, tentang kepribadian, keterampilan yang banyak ragamnya dari mulai menjahit, memasak serta manajemen keuangan. Semua dilakukan dengan senang dan buat skala prioritas.



Dont Teach Me, I Love To Learn


Don't teach me I love to learn. Jangan ajari aku, aku suka belajar. makna yang terkandung dalam istilah ini adalah bahwa seorang ibu profesional tidak perlu dipaksa dalam melakukan sesuatu karena hakikatnya karakter moral ibu profesional adalah memiliki kesadaran akan pentingnya ilmu.


Ibu profesional harus selalu ingat tentang Core value dari sebuah proses belajar, yaitu belajar, berkarya, berkembang, berbagi, berdampak. Ibu profesional harus berkomitmen terus untuk selalu belajar.


Jika semangat belajar sudah terpatri dalam diri, proses untuk menuntut ilmu tidak dirasakan sebuah beban, melainkan layaknya sebuah permainan, namun sangat bermanfaat dan menghasilkan. 



I Know I Can be Better


Penjelasan pada aspek ini dibuka dengan sebuah games tebak gambar. Mba Hamidah Rina Mantiri meminta para IPers untuk menemukan 10 hal yang berbeda yang ditemui pada gambar. Saat itu para peserta gercep (gerak cepat) mencoba memberikan jawaban terbaiknya, semua berinisiatif menjawab.


pendidikan karakter


Hal ini menunjukkan bahwa I know I can be better yang artinya aku dapat melakuakn hal yang lebih baik lagi. Kecekatan para IPers menunjukkan bahwa mereka memang ingin belajar, melalui inisiatif nya sendiri, ingin menyuguhkan versi terbaiknya mereka. 


warna payung rambut anak, topi penjual es, warna sepatu penjual ice cream, warna awan, baju anak perempuan,corak hijau di baju anak laki-laki, rambut anak laki-laki, warna bando anak perempuan, itulah yang menjadi perbedaan yang ada pada dua gambar tersebut di atas.


Hendaknya apa yang dilakukan memiliki tujuan agar tak sia-sia. Proses pembelajaran yang kita lakukan setidaknya harus berdampak pada pola rasa, pola pikir dan pola karsa.  Pola rasa memiliki artian setelah belajar rasa yang kita punya diarahkan ke hal yang positif, begitu juga dengan pola pikir, harus dibentuk pikiran-pikiran yang positif. Jika pola rasa, pola pikir sudah baik, maka pola karsa  atau actionnya  akan terwarnai dengan baik.



Always On Time


Penjelasan aspek ini pun dimulai dengan tebak makna gambar, Mbak Hamidah menyuguhkan gambar jam dan gambar karet.  Gambar ini memiliki makna bahwa hendaknya jangan menjadi manusia yang tidak menghargai waktu, atau waktunya selalu ngaret.


karakter moral


Ibu profesional harus bisa membagi waktu sesuai dengan kesanggupan masing-masing. Pembagian waktu bisa disesuaikan dengan komitmen yang dijalani dan disepakati dengan pasangan serta anggota keluarga lainnya.  


Usahakan jangan emosi jika diantara anggota keluarga tidak bisa menghargai waktu. Mulai dari diri kita dulu, maka yang lain akan mengikuti. Jika ratu rumah tangga sudah membuat keputusan untuk membiasakan hidup tertib, diharapkan anggota keluarga lainnya sedikit demi sedikit akan terbawa. 



Sharing Is Caring


Nah untuk aspek yang ini. Sharing is caring yang artinya berbagi merupakan kepedulian.Gambar yang dibagikan Mbak Hamidah mengandung anekdot, hihi, cukup terhibur pembahasan misi kali ini. 


konsep berbagi


Pada aspek yang ini ibu profesional harus siap membagi apa yang sudah didapatkan dan diperoleh, tentunya sesuai dengan kaidah yang berlaku yang sudah ditetapkan dalam COC (Code of Conduct). Apa yang kita bagi harus sudah sesuai dengan apa yang kita laksanakan. 


Saya jadi berpikir bahwasannya ketentuan ini bila diberi penghubung ke dalam kaidah Islam memiliki kaitan dengan ayat Al-Quran surat as-Shaf (61) ayat 3 yang isinya Allah berfirman bahwa sangatlah dibenci di sisi Allah kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. Bahwa kita harus berhati-hati atas setiap apa yang kita sampaikan. Jangan sampai apa yang kita bagi tak sesuai dengan amalan yang kita kerjakan.


Sangatlah dibenci di sisi Allah kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan. ~ QS. as-Shaf (61) ayat 3 ~



Prinsip berbagi informasi, ada tiga, nih, Sista, diantaranya adalah:


  1. Benar. Informasi yang diberikan harus teruji kebenarannya. Sebelum disampaikan harus di triangulasi atau dicek kebenarannya
  2. Baik. Informasi yang dibagikan harus baik dan harus sesuai COC, bukan khilafiyah atau sebuah perdebatan, dan saling memojokkan apalagi mengandung sara.
  3. Bermanfaat. Informasi yang diberikan harus bermanfaat untuk sesama. 


Sesi kali ini diakhiri dengan kaliamat penutup yang sangat menggugah hati. Karakter itu bukan hanya di ajarkan tapi ditularkan. Karakter moral ibu profesional di atas harus diterapkan sesuai dengan mantra ibu profesional,  yaitu main bareng, ngobrol bareng dan diskusi bareng.

Karakter itu bukan hanya di ajarkan tapi ditularkan. ~ Institut Ibu Profesional ~


Moral Feeling Ibu Profesional


Setelah kita mengetahui 5 unsur karakter moral ibu profesional sebagai moral knowing, tahapan selanjutnya  adalah moral feeling. Setelah tahapan mengetahui selanjutanya berlanjut pada tahap mampu merasakan. Mulai mencintai. Mulai mengerti, dan tidak mau kehilangan, pingin selalu dekat.

Itulah hal yang saya rasakan terhadap kegiatan ibu profesional ini, semakin paham program dan arahannya, dan mulai bisa menyesuaikan ritmenya. Awalnya tek terbiasa, bingung dengan penentuan nama acara. Namun sekarang saya sudah bisa memahami jadwal belajar yang diberikan ibu profesional.

Ada Senin jelazah zona, selasa selam, dan sabtu teripang (teropong misi petualangan). Alhamdulillah mulai merasakan manfaatnya. Otak jadi dipacu untuk terus bekerja, mampu mengelola watu dengan baik. Rugi rasanya kalo tidak didengarkan secara saksama materi-materinya karena dalam setiap materi yang disajikan dalam tahap matrikulasi ini, benar-benar memberikan manfaat.

Tugas laporan yang diberikan saya jadikan label tersendiri dalam blog saya, yaitu label jurnal ibu profesional. Jika teman-teman ingin mengetahui kegiatan apa saja yang ada di Institut Ibu Profesional, teman-teman bisa menelusuri label Jurnal Ibu Profesional. Pingin tahu lebih banyak?? Cus Kepoin!

Moral Action Ibu Profesional


Setelah rasa cinta dan ketergantungan itu tumbuh. Tergerak untuk langsung beraksi. Menerapkannya dalam praktik kehidupan sehari-hari. 

Ketika mengelola kegiatan dalam rumah tangga, saya merasa lebih terarah, secara tidak sadar, waktu yang ada, dengan adanya kegiatan yang penuh dan hampir tak terjeda, membuat saya harus mengelola dan membaginya secara efisien dan efektif.

Beberapa usaha yang saya lakukan agar pekerjaan yang saya lakukan lebih profesional, saya menggolongkannya dalam 3 waktu.


Waktu Nugas dan Belajar


Dari sejak awal saya memang selalu membagi  kegiatan sehari-hari  dalam tiga waktu ini. Dalam waktu nugas dan belajar kini saya tambah porsinya menjadi dua kali lipat dari waktu belajar sebelumnya.

Memang waktu untuk bersantai-santai jadi lebih sedikit. Namun pada akhirnya saya menganggap bahwa waktu nugas dan belajar saya sebagai waktu me time atau digolongkan sebagai hiburan. Belajar saat ini saya rasakan sangat menyenangkan. karena kesadaran sudah mulai terbentu.

Awalnya merasa berat, karena saya mengikuti beberapa kegiatan yang memang lumayan banyak. Beberapa diantaranya adalah kegiatan kepenulisan di ODOP (one day one post), Kelas ghost writer, Blogspedia Coaching, 1 minggu 1 cerita,  Kelas Menulis traveling dan kuliner, menjadi PJ buku antologi, dan tentunya Institut Ibu Profesional, disamping mengajar dan menjadi ibu, istri dan wanita di lingkungan tempat tinggal.

Beberapa kegiatan lainnya menulis buku antologi, ikut klub maksakeun maca, setelah baca diharuskan bikin review atau resensi. Beberapa grup blogwalking, serta beberapa job yang kadang singgah melalui perantara blog yang saya asuh sekarang.

Alhamdulillah, kini saya bisa menjalaninya dengan relaks dan bahagia. Ringan tak menjadi beban, ketika lelah melanda tinggal tidur, tanpa harus rungsing memikirkan pekerjaan. Bukankah pekerjaan bukan untuk dipikirkan tapi dikerjakan. Eeaaa ..

Waktu Keluarga


Termasuk di dalamnya bermain bersama anak, termasuk juga membimbing belajar dan memeriksa hapalan Al-Quran. Berkunjung ke keluarga dekat, me time bersama pasangan, kegiatan bertetangga, dan lainnya.


Waktu Hiburan dan Istirahat


Walaupun saat ini saya memiliki waktu untuk istirahat dan hiburan tidak seluas dulu. namun saya merasa kualitasnya semakin meningkat. Alhamdulillah. Banyaknya pekerjaan membuat waktu saya gunakan dengan efisien dan efektif.

Kerjaan beres, namun istirahat tetap harus cukup. Selain itu harus ada  waktu untuk bersantai dan berleha-leha. Hiburan yang biasanya saya lakukan sudah termaktub juga di waktu untuk keluarga. Berkumpul dengan keluarga merupakan hiburan bagi saya, bisa berbagi cerita, baik serius, sedih dan lucu semua dinikmati dan menjadi sesuatu yang berarti.

Terkadang saya juga nonton web series yang jalan ceritanya mengandung hikmah, baca buku-buku yang berbahasa ringan, atau novel penggugah jiwa.  Nonton chanel youtube masak dan talk show adalah hal hiburan favorit yang menyenangkan bagi saya.

Jika ada yang bertanya, letih, ga, sih? Letih itu pasti, namun hatinya tetap dibawa tenang dan senang, insyaAllah nikmat. Bukankah manusia dalam hidupnya memang untuk cape, khan? Asal capenya dinikmati semoga lelah yang kita semua rasakan akan menjadi lillah, ya Sista. Aamiin. Salam literasi. Salam ibu profesional.


Tips Menjadi Ibu Bahagia Kebanggaan Keluarga Ala Ibu Profesional

Kamis, 02 Juni 2022
Menjadi seorang ibu merupakan idaman semua wanita. Hidup serasa sempurna jika wanita bisa menjalani perannya sebagai seorang ibu secara profesional. Apa makna profesional? Menurut Mba Rusna Meswari Profesional mengandung makna sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh dalam menjalani perannya sebagai seorang ibu. 


Tips bahagia menjadi ibu



Makna Ibu


Ibu memiliki beberapa makna, diantaranya adalah seorang wanita yang telah melahirkan anak, atau seorang wanita yang telah memiliki suami. Ibu juga bisa berarti panggilan kehormatan bagi seorang wanita baik yang sudah bersuami maupun yang belum. Ibu juga memiliki makna sesuatu yang inti atau yang memimpin seperti penyebutan istilah pada ibu jari. Ibu juga memiliki arti yang utama yang pokok seperti halnya penempatan makna ibu pada kata ibu kota, ibu negeri dan lainnya.

Makna Profesional


Dalam Webinar pembekalan misi jelazah Zona pos 5 yang disampaikan oleh WI Rusna Meswari, dijabarkan bahwa makna profesional sendiri secara hakikat adalah bersungguh-sungguh. Dalam KBBI dijelaskan memerlukan kepandaian atau keahlian khusus untuk melakukannya. Maka bisa disimpulkan bahwa jika seseorang ingin dikatakan profesional, maka dia harus bersungguh-sungguh dalam memahami bidang yang dia tekuni, apapun bentuknya. Profesional dalam sebuah bidang  adalah menguasai dan memahami bidang tersebut dengan cara mempelajari makna dan berusaha menekuninya.

Makna Ibu Profesional


Dari kedua pengertian kata di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa ibu profesional adalah seorang wanita yang telah memiliki anak, dan juga telah memiliki status perkawinan dan menjalankan perannya sebagai ibu dengan bersungguh-sungguh. 

Sudah selayaknya ketika kita mengambil peran sebagai seorang ibu, kita harus sudah siap dengan segala resikonya. Menyadari dari awal bahwa keputusan yang kita ambil harus kita maknai dan pahami. memaknai dan memahami bagaimana sejatinya peran sebagai ibu. Peran ibu membutuhkan perhatian khusus, agar kita bisa sukses menjalani peran tersebut. Menjadi ibu profesional kebanggaan keluarga yang bahagia dalam menjalankan perannya.

Menjadi seorang ibu profesional memiliki artian bahwa kita harus siap belajar mengembangkan wawasan keilmuan kita terhadap berbagai keilmuan yang mampu menunjang profesi kita sebagai seorang ibu. Ilmu parenting, ilmu gizi, ilmu kesehatan, ilmu keuangan, ilmu sosial masyarakat, secara perlahan namun pasti harus terus kita tingkatkan kadar dan bobotnya demi melengkapai kesempurnaan wanita sebagai seorang ibu.

Kebahagiaan dan kesejahteraan keluarga adalah prioritas utama bagi seorang ibu profesional, untuk itu membekali diri dengan berbagai disiplin ilmu, sepertinya merupakan sebuah keharusan. Caranya bagaimana? Tentunya menggunakan cara yang sangat menyenangkan, agar ibu bisa menjalankan perannya secara profesional dan menjalankannya dengan perasaan yang bahagia. Cara belajar yang  diambil bisa melalui sosmed lewat aneka platform yang disenangi seperti youtube, instagram, atau blog yang berisi artikel tentang pengembangan diri. 


Tips Menjadi Ibu Bahagia Kebanggaan Keluarga Ala Ibu profesional 


Bahagiaku sebagai seorang ibu adalah jika keluargaku bisa merasa aman, nyaman dan tentram di bawah kepengurusanku. Semua anggota keluarga bahu membahu dalam menjalankan tanggungjawab dan kewajiban. Kebahagiaan juga didapat jika diantara anggota keluarga bisa saling mengasihi, mencintai dan menghargai. Berasa sudah berhasil menanamkan konsep cinta di dalam keluarga jika bisa saling mencintai, mengasihi dan  saling support.

Menjadi ibu bahagia kebanggaan keluarga merupakan keinginan dan hasrat setiap ibu. Memiliki anak-anak yang tumbuh sehat dan cerdas dan menjadi generasi Qur'ani juga merupakan kebahagiaan yang tak terhingga bagi seorang ibu. Melihat anak menjadi anak yang penurut dan berbakti kepada kedua orangtua bikin hati meleleh dan menimbulkan kebahagiaan yang tak terkira. Dicintai anak-anak, dicintai suami, dicintai oleh orangtua dan saudara, dicintai lingkungan dan teman, menjadi penambah rasa bahagia. Cukup kiranya poin-poin tersebut menjadikan diri sebagai ibu bahagia kebanggaan keluarga.

Bagaimana cara menciptakan keluarga yang bahagia agar terbentuk keluarga yang dicita-citakan? Kita bisa merancang teknik dan aturan yang diterapkan untuk semua anggota keluarga, menciptakan pola interaksi yang baik diantara anggota keluarga. Bagaimana caranya? Ada tips yang disarankan oleh ibu profesional untuk menciptakan keluarga bahagia. Yuk kita telusuri bersama, sistπŸ‘‡πŸ’“

Mantra Ibu Profesional.


Mantra yang terdiri dari 3 unsur ini dikenal sebagai mantra ibu profesional. Ini saya terapkan dalam setiap kegiatan yang kami laksanakan.  Apa saja mantranya? Yuk Check it out! Dan jangan lupa diterapkan,yaaa 😘

1. Ngobrol Bareng.  

Melalui ngobrol bareng kita bisa saling memahami dan mengerti kebutuhan anggota keluarga , sesuai dengan versi masing-masing. Obrolan yang terarah dan intens yang diciptakan dalam keluarga dapat emnjadi ajang curhat dan sharing pengalaman serta keinginan anggota keluarga. Pada kesempatan ini masing-masing anggota keluarga bisa saling curhat dan memberikan tanggapan terhadap keinginan serta pengalaman yang didapatkan oleh masing-masing anggota keluarga. Moment ini bisa menjadi sarana mendeteksi dini apa yang menjadi kepuasan dan ketidakpuasan yang ada diantara anggota keluarga.

2. Main Bareng. 

Pada kesempatan main bareng bisa menjadi sarana pendidikan dan mengembangkan bakat serta kreatifitas seluruh anggota keluarga, bukan cuma anak-anak,  termasuk ayah dan ibu juga. Bentuk permainan bisa dengan bermain yang ringan-ringan, misal bermain ular tangga, bermain congklak, bekel, tebak kata, puzzle, petak umpet, masak bareng, dan aneka jenis permainan lainnya, tentunya dengan menyesuaikan umur dan kebutuhan anggota keluarga.

3. Diskusi Bareng. 

Mendiskusikan hal-hal yang membutuhkan keputusan bersama ketika menjalankannya, ini juga merupakan tips untuk menciptakan keluarga yang bahagia. ketika anggota keluarga sepakat dalam mengambil sebuah keputusan, maka seluruh anggota keluarga akan ikhlas dan merasa ringan menjalankannya.


Selain dari 3 mantra ibu profesional, hal lain yang bisa yang bisa menjadi tips menunjang keluwesan dalam meraih kebahagiaan ketika menjalankan tugas sebagai seorang ibu ada lagi, lho. Apa tuuh? kasih tau, ga, ya πŸ˜‰. Begini, nih ,sist, menurut founder Ibu Profesional, Ibu Peni wulandani dan Pa Dodi, kita harus mengetahui  dasar-dasar kebutuhan kita sebagai orangtua. Ketika kita mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita, mengenal diri kita sendiri, diharapkan kita bisa menjadi ibu bahagia dan selalu bahagia dalam menjalankan peran sebagai ibu. Ibu bahagia kebanggaan keluarga, karena ibu yang bahagia bisa menciptakan aura yang bagus untuk anggota keluarga lainnya. Kebutuhan dasarnya apa saja? Yuk, disimak

tips membentuk keluarga bahagia




4 Dasar Kebutuhan Orangtua


1.  Mengelola mental state atau kondisi kejiwaan


Sebagai seorang ibu harus pandai-pandai mengelola kondisi kejiwaannya dalam keadaan yang baik. Pikiran, perasaan, dan tindakan harus dioptimalkan dengan asupan yang positif. Pandai menyetel mood yang tidak baik berubah ke mood yang membangkitkan semangat. Misal ketika kejenuhan sedang melanda, coba cari hal yang membuat hati senang, misal dengan menjalankan hobi atau sekedar menyaksikan tontonan yang bisa menghibur.

2. Komunikasi sebaya


Komunikasi teman sebaya apa maksudnya, sih? Maksud pernyataan ini  adalah dengan cara memberikan kesempatan ruang dan gerak setiap anggota keluarga untuk membuktikan eksistensi dirinya dengan cara memberikan peluang mencari pengalaman dengan para teman sebayanya. Mengizinkan bergaul dengan orang di lingkunagn sekitarnya bagi anak yang masih usia dini, dan ruang bergaul yang lebih luas bagi anak yang sudah masuk ke usia teenagers atau remaja.

Begitupun ruang gerak pergaulan bagi masing-masing individu yang terlibat dalam sebuah keluarga, baik ayah maupun ibu. Kalo istilah zaman sekarangnya, harus punya "Me time" biar bisa dijadikan healing dari segala macam kepenatan.

3. Memperbaharui Status Belajar


Menambah berbagai macam ilmu dan keterampilan, ini lah yang dimaksud dengan memperbaharui status belajar. pengetahuan dan wawasan yang terus diperbaharui akan meningkatkan skill kita dalam berpikir dan menyelesaikan sebuah permasalahan. Mengelola hati dan pikiran agar bisa tetap seimbang dalam menanggapi arus dari luar.


4. Apresiasi Bukan Evaluasi


Saling memberikan apresiasi atas capaian yang diperoleh oleh masing-masing anggota  keluarga merupakan tips menjadi ibu bahagia. bagi ibu yang memiliki anak usia balita, ketika menyaksikan anak yang sudah terbiasa mengatasi kesulitan di permasalahan kegiatan sehari-hari, misal anak balita kita sudah bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok secara baik dan benar. berikan apresiasi atau penghargaan dengan ucapan yang baik-baik, tanpa harus memberkan evaluasi. Terkadang evaluasi di awal akan berdampak rasa putus asa yang dialami oleh anak. Untuk itu apresiasi terlebih dahulu, evaluasi belakangan. Cara memberikan apresiasi bisa dengan memuji, memberikan hal yang dia idamkan, menjanjikan hal yang menarik, dan lainnya.

Ibu Bahagia Memberi Aura Positif bagi Keluarga


Ibu yang bahagia akan memberikan aura yang positif buat para anggota keluarganya. Untuk itu berusahalah untuk mencari kebahagiaan yang ditimbulkan dari dalam diri sendiri karena hakikatnya kebahagiaan itu bukan dicari namun diciptakan.

kebahagiaan itu bukan dicari namun diciptakan ~ Quotes ~

Beberapa tips yang saya jalankan untuk menciptakan kebahagiaan di dalam diri saya adalah dengan cara mencintai diri sendiri, karena betapa diri kita ini adalah hal yang sungguh berharga dan istimewa, saya selalu membisikkan mantra sakti untuk diri saya sendiri yaitu dengan cara memberikan pengakuan bahwa saya adalah pribadi yang hebat, ibu yang hebat, istri yang hebat, anak yang hebat, teman yang hebat, saudara yang hebat, yang telah mampu dengan sabar dan ikhlas bisa tetap menjalankan peran dan bertahan hingga hari ini.

Saya memberikan keyakinan pada diri saya, bahwa saya memiliki banyak anugerah yang berlimpah yang telah diberikan oleh Allah untuk diri saya baik berupa fisik dan psikis. Untuk menjaga segala apa yang diamanahkan oleh Allah kepada diri saya, saya melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Terus belajar hal-hal yang disenangi untuk meningkatkan skill
  2. Melakukan hal-hal yang sifatnya bisa menghibur diri, bisa dilakukan bersama keluarga.
  3. Meluangkan waktu untuk me time, bisa diisi dengan belajar hal-hal yang disenangi, maupun dengan bergaul bersama komunitas yang bisa menaikkan mood.
  4. Menghadiahi diri dengan makanan-makanan kesukaan.
  5. Nonton film, web series, baca buku yang digemari.
  6. berolahraga agar badan tetap  sehat dan bugar.
  7. Mengisi rohani dengan mengikuti ta'lim, tilawah al-Qur'an dan membaca tentang kaidah agama.

Itulah beberapa hal yang saya lakukan untuk menjaga hati dan pikiran agar tetap seimbang. Profesional dalam menjalankan peran sebagai ibu, istri, anak, dan  wanita secara umum yaitu sebagai tetangga, sebagai teman, sebagai pengajar dan lainnya. Ini saya lakukan untuk menciptakan diri menjadi ibu bahagia kebanggaan keluarga.

Beberapa tips di atas adalah bentuk realisasi dari kaidah yang diajarkan di komunitas ibu profesional. Ibu profesional didirikan dengan vis. Untuk menjadi komunitas pendidikan perempuan indonesia yang unggul dan profesional sehingga bisa berkontribusi kepada negara ini dengan cara membangun peradaban bangsa yang dimulai dari internal keluarga. Agar tercapai kebahagiaan selaraskan visidengan misi yang sudah dicanangkan. Misi-misi tersebut diantaranya: 


Misi Komunitas Ibu profesional: 


1. Meningkatkan kualitas dalam mendidik anak-anaknya.
2. Meningkatkan kualitas dalam mengelola rumahtangga dan keluarga.
3. Menngkatkan rasa kepercayaan diri dengan cara mau terus belajar dan berproses
4. Meningkatkan peran ibu menjadi agen perubahan dalam keluarga


Indikator Keberhasilan dan Makna Ibu profesional untuk Orang-Orang Terdekat


Indikator  kebahagiaan sebuah keluarga adalah berhasilnya seorang ibu membuat bahagia dirinya dan keluarganya. Keluarga yang bahagia diciptakan oleh ibu yag bahagia.Jadilah uswah bagi anak-anak kita, agar kita bisa mencetak anak-anak yang meiliki kepribadian yang unggul. Semua di awal dari diri seorang ibu. 

wahai para ibu ciptakanlah kebahagiaan, karena sesungguhnya kebahagiaan ada dalam diri, tidak harus mencari. Dengan dirimu berbahagia keluarga akan turut berbahagia. ~ Inspirasi Nita ~

Alhamdulilla saya belajar banyak dari komunitas ibu profesional, saya terbiasa menghargai waktu, dan terbiasa mengelola waktu dengan sangat terencana, walaupun perkembangannya secara sedikit demi sedikit saya terapkan namun mengalami kemajuan.  

Orang-orang sekitar saya memberikan tanggapan positif akan kegitan yang dilaksanakan di komunitas profeisonal. Mereka memberikan tanggapan bahwa komunitas Ibu Profesional adalah komunitas yang benar-benar serius dalam menangani program kerjanya dan mengaliri para pesertanya dengan aura dan semangat yang positif.

Ciptakan kebahagiaan terlebih dahulu untuk dirimu wahai para ibu, karena ibu bahagia menjadi kebanggaan keluarga. Selaraskan apa yang harus diselaraskan dari proses pembelajaran. Semangat berdedikasi menjadi seorang ibu. Salam ukhuwah.

Merealisasikan Peta Belajar dengan Core Value Ala Ibu Profesional

Jumat, 27 Mei 2022

Merealisasikan peta belajar melalui analisis penerapan nilai-nilai inti yang diterapkan oleh Institut Ibu Profesional. Belajar terus, belajar lagi, belajar ajah, itulah sejatinya tugas kita sebagai manusia yang memiliki fungsi sebagai khalifah fil ardi. Seperti yang sudah saya ceritakan tentang konsep merdeka belajar yang saya terapkan menghasilkan rancangan rencana peta belajar yang saya harapkan poin-poin yang sudah saya susun bisa terealisasi walaupun harus pelan-pelan. 


Setelah belajar memperkaya wawasan dan pengetahuan sepatutnya kita menyusun rencana ke depannya agar apa yang sudah kita niatkan akan terealisasi dengan memberikan dampak yang nyata pada lingkungan sekitar dan sesama, Karena khoirunnaasi anfa'uhum linnaasi, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusai lainnya.


khoirunnaasi anfa'uhum linnaasi, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusai lainnya.


Institut Ibu Profesional yang memberikan arahan menegaskan core value untuk setiap hal yang kita tekuni, memberikan azzam yang tertanam dalam diri saya untuk mengatur kegiatan saya lebih terarah lagi. Core value yang dicanangkan oleh komunitas ibu profesional diantaranya, yaitu:

  1. Belajar
  2. Berkembang
  3. Berkarya
  4. Berbagi
  5. Berdampak

core value ibu profesional


Dari simulasi peta belajar yang saya rencanakan, terlihat bahwa impian terbesar saya adalah meningkatkan skill dalam bidang menulis dan hal yang terkait dengan dunia kepenulisan dan parenting, sehingga kelak ke depannya saya mampu menghasilkan buku-buku yang bisa bermanfaat bagi saya dan juga masyarakat banyak.saya berharap semua cita-cita saya akan memberikan core value buat diri saya dan lingkungan, Usaha saya dalam merealisasikan apa yang saya cita-citakan diperlugas melalui 5 core value yang diarahkan oleh ibu profesional, agar kelak apa yang saya cita-citakan bisa terwujud.


Hope My Dream Comes True


Jika bicara soal cita-cita, kaum muda dan kaum berumur pun masih sangat boleh memiliki cita-cita, eits ga mau dibilang kaum tua gaes ngeles jadi kaum berumur. Ngeles dikit boleh, ya, biar bisa semangat terus dan merasa muda terus.

Ibu profesional memaksa saya untuk berpikir keras menentukan mind mapping agar lebih terarah dan mempunyai tujuan yang jelas. Saya pribadi sangat terbantu dalam menbentuk mind mapping melalui tugas-tugas yang diberikan oleh komunitas institut ibu profesional, sebuah komunitas tempat saya mengasah kemampuan saya dalam perkara-perkara sosial dan skill lainnya.

Cita-cita saya yang masih tertunda dan berusaha saya kejar agar dapat meraihnya yang terutama adalah menjadi orang yang bermanfaat untuk banyak orang, seperti telah dibicarakan di awal. Selain memberikan manfaat untuk banyak orang, pingin juga menghadiahi diri dengan hal-hal yang diinginkan. Suka dengan dunia traveling membuat saya berpikir untuk bisa keliling dunia melalui skill yang saya punya. Siapa tau kelak buku saya ada yang menjadi best seller, bisa banget kan membawa ke daerah-daerah impian saya. Qobul, insyaAllah.

Bisa berkeliling dunia melalui ilmu yang saya tekuni saat ini menjadi impian terbesar saya. Maksudnya, gimana? Saya ingin bisa menjadi pembicara di event parenting dan ilmu kepenulisan di berbagai event nasional maupun internasional. Dengan cara ini saya bisa berkelililing Indonesia bahkan dunia melalui skill yang saya miliki. Apalagi jika saya bisa menginjakkan kaki di Spanyol, Turki, Itali dan negara-negara lainnya yang meninggalkan jejak-jejak kebesaran Islam di tempo dulu. Terutama bisa menginjakkan kaki kembali di Tanah suci Makkah dan Madinah, rindu untuk bisa menginjakkan kaki ke sana lagi, rindu bermunajat dan berdoa mengelilingi ka'bah dan berjalan melakukan sa'i antara bukit Shofa dan Marwah. Rentetan impian besar yang masih ingin dicapai dan semoga bisa terwujud dalam waktu dekat. Aamiin.


merangkai peta belajar ala ibu profesional



Jika begitu mari bersama-sama kita realisasikan peta belajar kita menjadi sebuah usaha yang insyaAllah kelak akan menghasilkan. Aamiin. Berhubung ini rumah saya, saya yang cerita duluan, yaah. Teman2 bisa cerita juga di kolom komentar, okaaay!? Setuju, yaaa.


Merealisasikan Peta Belajar Melalui Penerapan Nilai Inti (Core Value) Ala Ibu Profesional sebagai Pebelajar Sejati.


Di sini saya hendak menjabarkan tentang peta belajar saya, yang akan direalisasikan melalui analisis 5 core value ala ibu profesional. Rancangan dan langkah saya tentunya harus matang perencanaannya agar goal yang didapatkan bisa sesuai dengan yang diharapkan, konsep berpikir kritis dibutuhkan dalam hal ini, karena sesungguhnya pelajar sejati adalah dia yang mau terus belajar tanpa mengenal ruang dan waktu serta tak terbatas usia. Belajar adalah kebutuhan seumur hidup yang kebermanfaatannya juga akan diraih untuk seumur hidup. untuk itu core value yang pertama kali dilakukan adalah belajar.

1. Belajar


Dengan rentetan keinginan yang sudah saya susun dalam peta belajar, tentu saja dibutuhkan effort untuk menggapainya, seperti yang sudah saya ceritakan di artikel merdeka belajar ala saya, rentetan kegiatan belajar  sudah saya coba lakukan secara perlahan. Setiap sesi kelas yang saya ikuti saya coba pahami pelan-pelan dan saya coba terapkan. Kelas-kelas yang saya ikuti banyak ragamnya, ada yang melalui kelas daring atau dalam jaringan melalui platform Whats App grup atau belajar lewat Zoom. Ada juga kegiatan yang diikuti secara langsung, biasanya kegiatan ini diadakan dalam acara kegiatan kampus.

Selain mengikuti kelas pembelajaran daring saya juga biasa mengambil ilmu dari youtube atau media sosial lainnya seperti instagram atau facebook. banyak info menarik dan ajang yang mengasah skill yang ditawarkan lewat 2 platform tersebut. termasuk kegiatan Institut Ibu Profesional yang sedang saya tekuni.

2. Berkembang


Tidak hanya puas dengan usaha yang sudah saya lakukan, saya juga berusaha mengembangkannya lagi dengan meluaskan network saya, lewat beberapa pelatihan yang lebih menantang lagi. Letih? ya pasti letih itu datang, namun berusaha ditepis, karena apa yang saya usahakan sudah atas dasar cinta, cieee, prikitiw. Ciyuus ini, kalo udah cinta, apapun dijabanin, yee, kan?!

Selain pelatihan saya juga mengambil peluang dengan tidak hanya menulis di satu penerbit tapi di beberapa penerbit. Ini bertujuan untuk mengembangkan pengalaman saya dalam dunia tulis menulis. Semoga membawa berkah ke depannya. Aamiin.

3. Berkarya


Setelah mengembangkannya dengan cara memperdalam ilmu tentang dunia kepenulisan saya coba untuk langsung mengaplikasikannya di ranah yang mudah saya jangkau. Bagaimana caranya? Dalam kelas kepenulisan sedikit demi sedikit saya coba praktikan dengan membuat karya-karya ala saya semampu yang saya bisa. Rajin update blog, itu salah satu usaha saya dalam bentuk karya berupa tulisan-tulisan yang saat ini sedang teman-teman nikmati, hehe. 

Usaha yang lainnya saya mencoba berkarya di beberapa penulisan buku antologi, Buku antologi yang sedang saya garap adalah buku aktivitas yang rencananya akan diterbitkan oleh penerbit elex. Semoga kelak juga bisa menelurkan buku Solo.Do'akan ya, temans agar apa yang saya usahakan dilancarkan dan dimudahkan.  Begitu juga dengan teman-teman, semoga apa yang diusahakan dan dicita-citakannya bisa terwujud dan berjalan dengan lancar.Aamiin.

4. Berbagi


Berbagi juga masuk ke dalam cita-cita saya, dalam skala kecil alhamdulillah sudah terlaksana. Menurut saya bisa berbagi apa yang kita punya bukan hanya dalam sebuah lembaga resmi semisal sekolah atau kampus dan lembaga resmi lainnya. Bisa berbagi dengan orang terdekat yang kita kasihi, atau tetangga sekitar, bagi saya sudah merupakan berbagi.

Berbagi bisa berupa materi maupun immateri. dengan berbagi Islam menjanjikan akan kembali berlipat-lipat dari yang ada. Baik berbagi dalam bentuk materi maupun immateri bisa bertambah keberkahannya jika dibagikan. Ilmu yang kita punya jika dibagikan akan bertambah bermakna dan biasanya kita jadi bisa lebih memahami ketika kita menyampaikan kembali ilmu yang kita punya. Sedikit dari yang kita punya jika dibagikan bisa berdampak manfaat bagi orang yang membutuhkan.


Sedikit dari yang kita punya jika dibagikan bisa berdampak manfaat bagi orang yang membutuhkan. ~ Inspirasi Nita ~

Untuk itu sering-seringlah berbagi biar mendapat keberkahan, ya, kawans.

5. Berdampak


Berdampak memiliki artian apa yang kita usahakan akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat banyak pada umumnya dan diri kita sendiri khususnya. Dalam peta belajar yang saya susun, dan berusaha saya terapkan  sedikit demi sedikit,  alhamdulillah sangat memberi dampak yang signifikan terhadap perkembangan pola berpikir dan kinerja saya dalam menghasilkan karya tulis. Tinggal berdoa dan berusaha serta bersabar. 


hadits menyampaikan ilmu



Demikianlah perjalanan rencana peta belajar saya yang dianalisis melalui core value ala ibu profesional, semoga perencanaan ini mampu membentuk pola pikir  yang matang, menjadikan saya manusia yang lebih bersyukur dan mau tetap belajar dan berusaha dalam keadaan kondisi apapun. La haula wa la quwwaata illa billahil 'aliyyil adziim. Salam pebelajar.


Custom Post Signature

Custom Post  Signature
Educating, Parenting and Life Style Blogger